Bab I Pendahuluan
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
Bab I Sejarah Permainan Sepakbola
BAB I SEJARAH PERMAINAN SEPAKBOLA “Piala Dunia, Piala Dunia,........” kata-kata yang sangat dekat dengan denyut kehidupan masyarakat Indonesia dan penduduk dunia. Pertandingan-pertandingan Piala Dunia menjadi perbincangan hangat di kafe-kafe, sekolah, kantor, bahkan di pos ronda. Piala Dunia adalah kompetisi sepakbola antarnegara paling besar dan paling bergengsi di muka bumi. Piala Dunia dilaksanakan setiap empat tahun sekali sejak tahun 1934. Jumlah penduduk dunia yang menonton pertandingan Piala Dunia baik secara langsung atau melalui televisi diperkirakan hampir 70% pada penyelenggraan Piala Dunia tahun 2014. Kejuaraan sepakbola Piala dunia terakhir diselenggarakan di Brasil pada tahun 2014, dan tetap merupakan olahraga terpopuler dan paling menjadi perhatian masyarakat duni. Mengapa Piala Dunia selalu menarik perhatian masyarakat dunia? Sebuah pertanyaan yang muncul bagi masyarakat awam yang belum paham akan permainan si kulit bundar atau permainan sepakbola, khususnya di Indonesia. Permainan sepakbola atau pertandingan sepakbola sangat sering ditayangkan oleh berbagai stasiun televisi. Peraturan permainan sepakbola sebenarnya sangat sederhana, 11 pemain dalam satu tim dengan berbagai cara berusaha mencegah lawan mencetak gol ke gawang yang dijaganya, dan 11 pemain dalam satu tim dengan berbagai cara berusaha mencetak gol ke gawang lawan. Setiap pemain diperbolehkan menggunakan seluruh bagian tubuh kecuali tangan, aturan tersebut tidak berlaku pada pemain berposisi khusus yaitu penjaga gawang. Pemenang dalam pertandingan sepakbola adalah tim yang mencetak lebih banyak gol ke gawang lawan dalam format pertandingan sistem gugur. Kapan permainan sepakbola mulai dimainkan atau dikenalkan? Pertanyaan yang sangat sulit untuk menjawab. Tidak ada yang mengetahui kapan permainan sepakbola mulai dimainkan. Bill Muray, seorang sejarawan sepakbola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, menjelaskan bahwa permainan sepakbola sudah dikenal sejak awal Masehi. -
Sepakbola Sebagai Media Solidaritas Politik Bagi Supporter Indonesia
Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Volume VIII No. 2 / Desember 2018 SEPAKBOLA SEBAGAI MEDIA SOLIDARITAS POLITIK BAGI SUPPORTER INDONESIA Kiki Esa Perdana School of management and Leadership, Tanri Abeng University email : [email protected] Abstract So far football has not only functioned as a sport but also as a medium of solidarity for supporters, Indonesia is a country with the largest Islamic religion in the world. While many other Islamic countries are still struggling with the problem of war, football believe, its is able to be a medium a solidarity. Message for the victims of war, prayers and solidarity messages are sent through. This research uses descriptive analysis with case studies of Rohingya and Palestinian cases in Indonesian football supporter. This research concludes that the message conveyed by Indonesian supporters. The conclusion, football is possible in becoming tools for political solidarity Keywords: Football, Solidarity Abstrak Selama ini sepakbola tidak hanya berfungsi sebagai olahraga namun juga sebagai media solidaritas untuk suporter, Indonesia adalah salah satu negara dengan pemeluk agama islam terbesar di dunia, banyak negara islam lainnya masih berjibaku dengan masalah perang. Sepakbola dalam hal ini mampu menjadi media penghantar bagi para korban perang, ucapan doa dan solidaritas dikirim melalui pesan dalam sepakbola. Riset ini menggunakan analisis deskriptif dengan studi kasus kasus rohingya dan palestina. Riset ini menyimpulkan bahwa pesan yang disampaikan suporter Indonesia, ikut dalam solidaritas secara umum yang dilakukan bangsa Indonesia, feedback yang didapatkan oleh penduduk rohingnya dan palestina positif, terlihat dari poto gambar-gambar ucapan terima kasih pada negara dan masyarakat Indonesia. Kata Kunci: Sepak bola, Solidaritas Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi JIPSi Volume VIII No. -
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka 2.1. Sepakbola Dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka 2.1. Sepakbola dan Sejarah Sepakbola di Indonesia 2.1.1 Pengertian dari Sepakbola Sepak bola ditemukan di China pada abad ke 2 sebelum masehi. Sepak bola pertama kali dimainkan dengan menggunakan bola yang terbuat dari kulit dan digiring dewngan menggunakan kaki. Pada tahun 1365, raja Edward III melarang permainan sepakbola karena dianggap terdapat banyak kekerasan selama pertandingan. Pemain Sepak Bola terdiri dari 11 orang pemain dimana formasinya ditentukan oleh masing - masing tim namun biasanya formasinya terdiri dari: seorang penjaga gawang, 2 - 4 orang pemain bertahan, 2 - 4 orang pemain tengah dan 1 - 3 orang pemain penyerang. Penjaga gawang adalah satu - satunya pemain yang boleh memegang bola untuk melindungi gawang dari serangan tim lawannya. Biasanya penjaga gawang memakai seragam yang berbeda dari pemain lainnya. Pemain bertahan bertugas menjaga pertahanan dari tim lawan. Pemain tengah dibagi lagi dengan yang bermain dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan yang dekat dengan pemain bertahan, 1 sedangkan sesuai dengan namanya penyerang memiliki tugas untuk menyarangkan bola ke gawang tim lawan.1 Sepakbola adalah olahraga yang paling banyak digemari di seluruh dunia termasuk di Indonesia dan seiring perkembangan zamannya popularitas sepakbola dapat menarik minat bagi masyarakat. Sepak bola bukan lagi sekedar joga bonito (permainan indah) dari para aktornya untuk menciptakan gol dan meraih kemenangan. Sepak bola juga tidak lagi sekedar pertandingan 2 x 45 menit (plus extra time dan adu penalti), tetapi sepak bola telah memberikan pelajaran terhadap refleksi manusia. Salah satunya tentang multikulturalisme. Sepak bola menjadi cabang olahraga yang paling multikultural dari cabang olahraga lainnya. Olahraga sepak bola sukses mengobrak- abrik sekat sosial, kultural, etnis, agama, ideologi, dan negara. -
Klub Sepakbola Assyabaab Surabaya Tahun 1974 - 1997
AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 6, No. 2, Juli 2018 KLUB SEPAKBOLA ASSYABAAB SURABAYA TAHUN 1974 - 1997 ACHMAD BAGUS WARDI UTOMO Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya Email: [email protected] Nasution S-1 Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya Abstrak Surabaya merupakan salah satu kota dengan peminat olahraga sepakbola terbanyak di Indonesia. Hal ini menyebabkan banyaknya klub dan pemain yang berasal dari Surabaya. Setelah liga Galatama pertama kali bergulir menyebabkan banyak berdirinnya klub-klub professional. Klub Sepakbola Assyabaab merupakan salah satu dari sekian banyak klub Galatama yang sebelumnya merupakan klub amatir. Kiprah klub Assyabaab baik selama menjadi klub amatir ataupun klub professional kirannya mampu untuk membanggakan masyarakat Surabaya. Banyak dari para pemain Assyabaab yang menjadi pemain tim Nasional bahkan ada juga yang menjadi pemain pilihan dalam Asian All Star. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari pengumpulan data, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Data-data yang digunakan adalah sumber lisan dari saksi peristiwa sejarah langsung dalam perkembangan klub sepakbola Assyabaab. Sumber koran Jawa Pos dan Surabaya Pos didapatkan dari perpustakaan Medayu Agung dan Stikosa AWS. Kemudian sumber buku yang digunakan sebagai referensi didapatkan dari Perpustakaan Universitas Negeri Surabaya, Perpustakaan Universitas Airlangga, Perpustakaan Daerah -
Pasang-Surut-Klub-Sepak-Bola-Profesional-Di-Kota-Surakarta-Tahun-1990-2006-4.Pdf
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id35 BAB III PERKEMBANGAN KLUB SEPAKBOLA PROFESIONAL DI KOTA SURAKARTA TAHUN 1990-2006 Kota Surakarta dalam sejarah perkembangan sepakbola di Indonesia merupakan salah satu kota yang memiliki beberapa klub yang berperan dalam sepakbola Nasional. Klub VVB yang berganti nama menjadi Persis sempat berprestasi pada decade 1940 dan 1950. Namun pada decade 1950- awal 1990, kota Surakarta seakan hilang dari keramaian sepakbola Nasional. Baru pada decade 1990 sampai millennium awal, kota Solo kembali berjaya seperti pada masa colonial dan awal kemerdekaan. Hal tersebut tidak lepas dari beberapa klub yang ada di kota Solo pada masa itu. Hal lainnya adalah pada masa tersebut ada 3 klub yang berganti-ganti berada di kota Solo walaupun klub Persis yang asli kota Solo masih ada namun karena Persis hanya ada di Divisi II-III membuat klub asli kota Solo tersebut kalah pamor dan ditinggalkan masyarakat Solo sendiri. Namun kemudian Persis bisa promosi ke Divisi Utama pada tahun 2006. Arseto Solo, Pelita Jaya, Persijatim Solo FC adalah 3 klub luar kota yang sempat bermain di Surakarta dan mengubah dinamika persepakbolaan kota Surakarta. Arseto yang merupakan klub pindahan dari Jakarta mencapai puncak keemasan pada dekade 1990 tepatnya pada tahun 1992 dan kemudian bubar jga pada pada dekade 1990 yaitu tahun 1998. Arseto Solo berkompetisi di Liga Galatama dari tahun 1978 sampai tahun 19994. Salah satu presatasi yang paling bagus adalah menjadi peserta Liga Champions Asia pada tahun 1992. commit to user 35 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id36 A. Perjalanan Klub Arseto Solo tahun 1990-1998 1. Sejarah Klub Arseto Arseto Solo adalah sebuah klub sepakbola yang berlaga di Liga Galatama dan Liga Indonesia dari tahun 1978-1998. -
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sepak Bola
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sepak bola merupakan salah satu olahraga terpopuler di dunia. Olahraga ini disebut sebagai olahraga yang merakyat karena disukai oleh hampir seluruh golongan dan lapisan masyarakat. Menurut Odang (2013) sepak bola adalah olahraga yang menyajikan pertandingan antara dua tim, yang mempertemukan sebelas lawan sebelas pemain. Menurut Natakusumah (2009) menyatakan bahwa saat pertama kali sepak bola digagas dan kemudian disebarluaskan oleh orang Inggris ke segala penjuru dunia, mungkin tidak ada yang mengira kalau saat nanti sepak bola menjadi sebuah kekuatan maha dahsyat yang mempengaruhi banyak aspek kehidupan di dunia ini. Sepak bola bisa dibilang hanya sebuah permainan, namun daya magisnya dapat membuat orang-orang yang menyukai sepak bola rela mengorbankan apa pun untuk menyaksikan dan mendukung tim jagoan tersebut. Perhelatan akbar semacam Piala Dunia dan Piala Eropa yang digelar empat tahun sekali sangat mampu menyita perhatian banyak masyarakat di seluruh penjuru dunia untuk menyaksikan perhelatan empat tahunan tersebut baik secara langsung di stadion maupun lewat siaran langsung televisi. Penelitian FIFA setelah Piala Dunia 2010 menyebutkan, 909 juta penonton televisi menyaksikan final antara Spanyol dan Belanda dari rumah, sementara rata-rata jumlah penonton televisi tiap pertandingan mencapai 188,4 juta dan jumlah itu naik 31 persen dari Piala Dunia 2006 (Breno, 2014). Reaksi lain yang mampu memicu pengaruh emosional suporter kepada pemain sepak bola, salah satunya adalah klub sepak -
Universitas Indonesia Persija (1970-1990)
UNIVERSITAS INDONESIA PERSIJA (1970-1990), DINAMIKA PERKEMBANGAN SEPAKBOLA DI JAKARTA SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Humaniora DODY DWI ADILHAKSONO 0706279692 FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH DEPOK JULI 2012 i Universitas Indonesia Persija (1970-1990)..., Dody Dwi A., FIB UI, 2012 ii Universitas Indonesia Persija (1970-1990)..., Dody Dwi A., FIB UI, 2012 HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar Nama : Dody Dwi Adilhaksono NPM : 0706279692 Tanda Tangan : Tanggal : 2 Juli 2012 iii Universitas Indonesia Persija (1970-1990)..., Dody Dwi A., FIB UI, 2012 iv Universitas Indonesia Persija (1970-1990)..., Dody Dwi A., FIB UI, 2012 MOTTO DAN PERSEMBAHAN Pendidikan merupakan perlengkapan paling baik untuk hari tua. (Aristoteles) “Education is the best equipment for the old days..” (Aristotle) Dipersembahkan kepada kedua orang tua saya Dan semua orang yang peduli akan pentingnyav pendidikan Universitas Indonesia Persija (1970-1990)..., Dody Dwi A., FIB UI, 2012 KATA PENGANTAR Assalammualaikum Wr. Wb Saya panjatkan puji dan syukur bagi Allah SWT, yang senantiasa memberikan nikmat dan karunia-Nya bagi setiap umatnya. Segala berkah dan hidayah-Nya telah menjadikan suatu kekuatan berarti sehingga saya mampu melewati berbagai rintangan dan hambatan dalam menyelesaikan skripsi saya yang berjudul Persija (1970-1990), Dinamika Perkembangan Sepakbola di Jakarta. Skripsi ini telah berhasil saya seleseikan dengan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih saya yang sebesar-besar nya kepada orang tua saya yang jasa nya tidak akan mungkin bisa tergantikan dengan hal apa pun. -
Berlakunya Statuta Fédération Internationale De Football Association (Fifa) Dikaitkan Dengan Kedaulatan Negara (Studi Kasus Du
BERLAKUNYA STATUTA FÉDÉRATION INTERNATIONALE DE FOOTBALL ASSOCIATION (FIFA) DIKAITKAN DENGAN KEDAULATAN NEGARA (STUDI KASUS DUALISME PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA (PSSI)) JURNAL SKRIPSI Disusun dan Diajukan untuk Melengkapi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Oleh: HOTMAN BINTANG PARULIAN ARUAN NIM: 090200166 DEPARTEMEN HUKUM INTERNASIONAL FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014 BERLAKUNYA STATUTA FÉDÉRATION INTERNATIONALE DE FOOTBALL ASSOCIATION (FIFA) DIKAITKAN DENGAN KEDAULATAN NEGARA (STUDI KASUS DUALISME PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA (PSSI)) Hotman Bintang Parulian Aruan ABSTRACT This study aims to determine how the statute owned by an international sports federation which is an international non governmental organizations, Federation Internationale de Football Association (FIFA) on its relation to the sovereignty of a country, and this case is appeared on dualism that happened ini one of FIFA member, Football Association of Indonesia (PSSI). In the dualism of PSSI case, the Indonesian government urged to resolve the problem of PSSI but it is tangent to the articles in the FIFA Statutes which prohibits any intervention, including one from a country through the government, on the problems faced by members of FIFA and if that happens, there will be sanctions provided to the country's football association. The problem in this thesis is how to give FIFA a position as an international organization under international law, how the role of the FIFA Statutes as Lex Sportiva in the international community, and how the FIFA Statutes applicable to the sovereignty of the state in the dualism of PSSI case. The method used is the normative legal research with library research used to obtain secondary data required which includes primary legal materials, secondary and tertiary related issues. -
Komodifikasi Bonek Dalam Jejaring Konglomerasi Jawa
KomodifikasiBonek dalam Jejaring Konglomerasi Jawa Pos Fajar Junaedi1, Heru Nugroho2, dan Sugeng Bayu Wahyono3 Program Doktor Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Jalan Teknika Utara, Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman1,2, Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jalan Brawijaya, Kasihan, Geblagan, Tamantirto, Kasihan, Bantul1, dan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta3 Jl. Colombo No. 1, Karangmalang, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Santren, Caturtunggal3 Telp. 0858668188891 Email: [email protected] Abstract Persebaya is one of the biggest and most successful football clubs in Indonesian football history. This football club has very loyal fans who called Bonek. This study aims to find the implications of the ownership of Persebaya by Jawa Pos by analyzing the commodification of Jawa Pos against Bonek, the Persebaya fans. This study deploys political economy of media theory, especially commodification theory. Using qualitative method, this research focuses on case studies of research subjects namely Jawa Pos and Bonek. The result shows the commodification relation between Jawa Pos and Bonek Persebaya. At the beginning, the growing relationship between Jawa Pos and Persebaya was the relationship between the media and the football club, but the relationship changed when Jawa Pos took over the shares of Persebaya in 2017. By taking over the shares of Persebaya, Jawa Pos becomes the legal owner of Persebaya. Since becoming an owner, Jawa Pos is more than just covering Persebaya. Jawa Pos practices commodification in the newsroom in the form of the production of various products about Persebaya and Bonek—Persebaya fans. Keywords: Commodification, Political Economy, Persebaya, Bonek, Jawa Pos Abstrak Persebaya merupakan salah satu klub sepakbola terbesar dan tersukses dalam sejarah sepakbola Indonesia. -
4. ANALISIS DATA 4.1. Gambaran Umum Sasaran Penelitian 4.1.1. Profil Persebaya Surabaya Persebaya Surabaya Adalah Suatu Klub
4. ANALISIS DATA 4.1. Gambaran Umum Sasaran Penelitian 4.1.1. Profil Persebaya Surabaya Persebaya Surabaya adalah suatu klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Surabaya. Klub dengan julukan Bajol Ijo atau Green Force ini didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927. Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Pada saat itu di Surabaya juga ada klub bernama Sorabaiasche Voebal Bond (SVB), bonden (klub) ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang-orang Belanda yang ada di Surabaya. Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI). Prestasi gemilang terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga Indonesia sejak 1994. Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia pada tahun 1997. Bahkan Persebaya berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang dua kali menjadi juara Liga Indonesia ketika pada tahun 2005 Green Force kembali merebut gelar juara. Kendati berpredikat sebagai tim klasik sarat gelar juara, Green Force juga sempat merasakan pahitnya terdegradasi pada tahun 2002 lalu. Pil pahit yang langsung ditebus dengan gelar gelar juara Divisi I dan Divisi Utama pada dua musim selanjutnya. Pada musim 2009/2010 merupakan awal mula dualisme Persebaya Surabaya. Persebaya Surabaya (PT Persebaya Indonesia) -
Alfredo France Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas
SEPAK BOLA DI SUMATERA UTARA: HARIMAU TAPANULI (1989-2004) Skripsi Sarjana Dikerjakan o L E H NAMA : ALFREDO FRANCE NIM : 150706027 PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FAKULTAS ILMU BUDAYA UNTVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 202s Universitas Sumatera Utara LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI SEPAI( BOLA DI SUMATERA UTARA: HARIMAU TAPANULI (1989-2004) SKRIPSI SARJANA DIKERJAKAN o L E H NAMA : ALFRE,DO FRANCE NIM t 150746427 NIP. I 1987031001 panitia ujian Fakultas Ilmu Budaya USU Medan, untuk melengkapi salah satu syarat ujian Sarjana Fakultas IImu Budaya dalam hidang Ilmu Sejarah PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FAKULTAS ILMU BUI}AYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAl\[ 2020 Universitas Sumatera Utara LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN SKRIPSI SEPAK BOLA Ilt SUMATERA UTARA: HARIMAU TAPAIIULI (1989-2004) Yang Iliajukan Oleh NAMA : ALFREDOFRANCE NIM t150706027 Telah disetujui untuk diajukan dalam ujian skripsi oleh : Pembimbing Dr. Budi Tanggal .24 JufiZAZO 1987mlml Ketua Progra Studi IImu Sejarah Ilrs. Edi Sumarno" lE.Hum Tanggal : 24 Agustus 2020 NrP. 196409221989031001 PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FAI(ULTAS ILMU BUDAYA T]NTVERSITAS SUMATERA UTARA MEI}AN 2020 Universitas Sumatera Utara Lembar Pengesahan Skripsi oleh Dekan Fakultas trmu Budaya USU dan Panitia Ujian Skripsi Diterima oleh : Panitia ujian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara untuk melengkapi salah satu syarat ujian Sarjana dalam Ilmu Sejarah pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera UtaraMedan, pada : Hari ' Ju,n^L e-oLo Tanggal : 01 S*nA* f,'akultas Ilmu Budaya Panitia Ujian 1. Drs. Edi Sumarno, M.Hum. 2. I)ra. Nina Karina, MSP 3. Dr. Budi Agustono, MS 4. Dra. Lila Pelita Hati' M. Si Universitas Sumatera Utara LEMBAR PERSDTUJUAN Kf, TUA PROGRAM STUDI DISETUJIII OLEH FAI(ULTAS ILMU BUDAYA I]NIYERSTTAS SUMATERA UTARA MEI}AN PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Ilrs. -
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sepakbola
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sepakbola adalah salah satu olah raga paling populer di negeri ini hal tersebut bisa dilihat secara kasat mata dalam banyak pertandingan sepakbola baik itu yang termasuk liga profesional ataupun pertandingan antar kampung (tarkam) hampir selalu menarik perhatian masyarakat untuk menyaksikannya baik secara langsung ataupun melalui televisi. Hal tersebut membuktikan bahwa sepakbola dapat menarik perhatian orang banyak, setiap pertandingan sepakbola di televisi hampir semuanya menghasilkan rating siaran yang cukup tinggi. Sejarah sepakbola Indonesia dimulai ketika pada sekitar tahun 1920-an depresi ekonomi yang terjadi pada masa itu memaksa orang untuk mencari mata pencaharian baru dan permainan sepak bola yang semula sekedar sarana kesenangan mulai dikembangkan sebagai suatu bisnis secara total. Orang orang mulai mencoba untuk mencari nafkah lewat lahan ini. Stedenwedstijden (pertandingan keliling antar kota) yang diadakan NIVB (Nederlandsch Indische Voetbal Bond) kala itu telah mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit. Dari pertandingan kesebelasan di kota Bandung pada tahun 1925, NIVB memperoleh f 10.633 dari hasil penjualan 11.797 tiket masuk lapangan karcis pertandingan pada tahun 1922. Pada saat itu 12.559 penonton memadati tempat yang tersedia dan uang yang diperoleh sebanyak f 12.425 (Palupi, 2004) Perkembangan sepakbola di Indonesia semenjak tahun 1994 hingga 2008 saat PSSI menggabungkan kompetisi Perserikatan dan Galatama menjadi Liga Indonesia dan 2 kemudian juga saat tahun 2008