Pengetahuan Seni Teater Bali
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
Analysis on Symbolism of Malang Mask Dance in Javanese Culture
ANALYSIS ON SYMBOLISM OF MALANG MASK DANCE IN JAVANESE CULTURE Dwi Malinda (Corresponing Author) Departement of Language and Letters, Kanjuruhan University of Malang Jl. S Supriyadi 48 Malang, East Java, Indonesia Phone: (+62) 813 365 182 51 E-mail: [email protected] Sujito Departement of Language and Letters, Kanjuruhan University of Malang Jl. S Supriyadi 48 Malang, East Java, Indonesia Phone: (+62) 817 965 77 89 E-mail: [email protected] Maria Cholifa English Educational Department, Kanjuruhan University of Malang Jl. S Supriyadi 48 Malang, East Java, Indonesia Phone: (+62) 813 345 040 04 E-mail: [email protected] ABSTRACT Malang Mask dance is an example of traditions in Java specially in Malang. It is interesting even to participate. This study has two significances for readers and students of language and literature faculty. Theoretically, the result of the study will give description about the meaning of symbols used in Malang Mask dance and useful information about cultural understanding, especially in Javanese culture. Key Terms: Study, Symbol, Term, Javanese, Malang Mask 82 In our every day life, we make a contact with culture. According to Soekanto (1990:188), culture is complex which includes knowledge, belief, art, morals, law, custom and any other capabilities and habits acquired by man as a member of society. Culture are formed based on the local society and become a custom and tradition in the future. Culture is always related to language. This research is conducted in order to answer the following questions: What are the symbols of Malang Mask dance? What are meannings of those symbolism of Malang Mask dance? What causes of those symbolism used? What functions of those symbolism? REVIEW OF RELATED LITERATURE Language Language is defined as a means of communication in social life. -
Masyarakat Kesenian Di Indonesia
MASYARAKAT KESENIAN DI INDONESIA Muhammad Takari Frida Deliana Harahap Fadlin Torang Naiborhu Arifni Netriroza Heristina Dewi Penerbit: Studia Kultura, Fakultas Sastra, Universitas Sumatera Utara 2008 1 Cetakan pertama, Juni 2008 MASYARAKAT KESENIAN DI INDONESIA Oleh: Muhammad Takari, Frida Deliana, Fadlin, Torang Naiborhu, Arifni Netriroza, dan Heristina Dewi Hak cipta dilindungi undang-undang All right reserved Dilarang memperbanyak buku ini Sebahagian atau seluruhnya Dalam bentuk apapun juga Tanpa izin tertulis dari penerbit Penerbit: Studia Kultura, Fakultas Sastra, Universitas Sumatera Utara ISSN1412-8586 Dicetak di Medan, Indonesia 2 KATA PENGANTAR Terlebih dahulu kami tim penulis buku Masyarakat Kesenian di Indonesia, mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkah dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penulisan buku ini pada tahun 2008. Adapun cita-cita menulis buku ini, telah lama kami canangkan, sekitar tahun 2005 yang lalu. Namun karena sulitnya mengumpulkan materi-materi yang akan diajangkau, yakni begitu ekstensif dan luasnya bahan yang mesti dicapai, juga materi yang dikaji di bidang kesenian meliputi seni-seni: musik, tari, teater baik yang tradisional. Sementara latar belakang keilmuan kami pun, baik di strata satu dan dua, umumnya adalah terkonsentasi di bidang etnomusikologi dan kajian seni pertunjukan yang juga dengan minat utama musik etnik. Hanya seorang saja yang berlatar belakang akademik antropologi tari. Selain itu, tim kami ini ada dua orang yang berlatar belakang pendidikan strata dua antropologi dan sosiologi. Oleh karenanya latar belakang keilmuan ini, sangat mewarnai apa yang kami tulis dalam buku ini. Adapun materi dalam buku ini memuat tentang konsep apa itu masyarakat, kesenian, dan Indonesia—serta terminologi-terminologi yang berkaitan dengannya seperti: kebudayaan, pranata sosial, dan kelompok sosial. -
Time Project Event Unite the Nations 3 May 2011
Time Project Event 2011 May 3rd 2011 TIME PROJECT EVENT UNITE THE NATIONS 3 MAY 2011 Short instruction: 1) How many questions do I have to answer? There are 250 questions. Every Country has 25 questions. Every school HAS to answer 225 questions, which means you do not ANSWER THE 25 questions FROM YOUR OWN COUNTRY. For example: Russia: There are 25 questions about Russia. More than one school from Rusia contributed questions which means there may be some Russian questions some Russian students may not recognize (they came from the other school ). Schools from Russia do not answer the 25 questions about Russia regardless of who contributed the questions. You never answer the questions about YOUR OWN COUNTRY. 2) How do I find the answers? - Encyclopaedias, the Internet, the Library or other sources at school or in the community - Get in touch with other time participants to find answers to questions which are difficult for you. 3) Where and when do I send the answers? Questions have to answered on line at the ZOHO Challenge Site. https://challenge.zoho.com/unite_the_nations_2011 Test starts 00:00 GMT May 3rd 2011 - Deadline: 00:00 GMT/UTC 4 May 2011! Other questions?? Get in touch with Event Co-ordinator ! [email protected] phone: +01.519.452.8310 cellphone +01.519.200.5092 fax: +01.519.452. 8319 And now…the game! Time Project Event 2011 May 3rd 2011 ARTS Argentina 1) Who wrote the book "Martin Fierro"? a) Jose Hernandez b) Peschisolido miguel angel c) David vineyards d) Jorge Luis Borges 2) What is the typical dance of Argentina? a) quartet b) tango c) cumbia d) capoeira 3) Who was Carlos Gardel? a) a singer of cumbia b) a soccer player c) a singer of tango d) a former president 4) Who was Lola Mora? a) a model b) a sculptor c) an athlete d) a journalist 5) Which Argentine made and released the world's first animated feature film. -
Bk Inno 001188.Pdf
LESSON NOTES Basic Bootcamp #1 Self Introductions - Basic Greetings in Indonesian CONTENTS 2 Indonesian 2 English 2 Vocabulary 3 Sample Sentences 3 Vocabulary Phrase Usage 3 Grammar 4 Cultural Insight # 1 COPYRIGHT © 2013 INNOVATIVE LANGUAGE LEARNING. ALL RIGHTS RESERVED. INDONESIAN 1. Edi: Apa kabar. Nama saya Edi. 2. Tuti: Apa kabar. Nama saya Tuti. Senang bertemu dengan anda. 3. Edi: Senang bertemu dengan anda. ENGLISH 1. Edi: Hello. My name's Edi. 2. Tuti: Hello. My name's Tuti. Nice to meet you. 3. Edi: Nice to meet you. VOCABULARY Indonesian English Class to become acquainted with kenal someone Senang bertemu dengan anda. It’s nice to meet you. Nama saya My name is.. phrase apa what pronoun kabar news, word noun nama name noun saya I, me pronoun I NDONES I ANPOD101.COM BAS I C BOOTCAMP #1 - S ELF I NTRODUCTI ONS - BAS I C GREETI NGS I N I NDONES I AN 2 Salam kenalan Glad to meet you. salam greeting, peace Apa kabar? How are you? expression SAMPLE SENTENCES Apa ini? Apa kabar? "What is this?" "Hello? (literally 'What news?')" Apa namanya? Saya tinggal di Amerika. "What is it called?" "I live in America." Salam kenalan Apa kabar hari ini? "Nice to meet you." "How are you today?" VOCABULARY PHRASE USAGE Apa kabar? This phrase is the Indonesian equivalent of "hello." This literally means, "What's the news?" but this is the typical way of saying "hello" in Indonesian. Salam kenalan. This is the Indonesian equivalent of "nice to meet you." Salam means "greeting," while kenalan means "(the making of) an acquaintance," so salam kenalan literally means "greeting you with my acquaintance." GRAMMAR The Focus of this Basic Boot Camp Lesson is Indonesian I NDONES I ANPOD101.COM BAS I C BOOTCAMP #1 - S ELF I NTRODUCTI ONS - BAS I C GREETI NGS I N I NDONES I AN 3 Essentials We use this lesson's phrases for self-introductions: Nama saya.. -
LAKIP 2014 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
LAKIP 2014 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah direktorat jenderal pemasaran pariwisata kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif KATA PENGANTAR Dalam rangka transparansi atas kepada masyarakat membantu perwujudan pencapaian visi dan misi yang telah good corporate governance. Sedangkan dari dilaksanakan, Direktorat Jenderal Pemasaran fungsi pemacu peningkatan kinerja, laporan ini Pariwisata sebagai pelaksana tugas Menteri membantu internal Direktorat Jenderal Pariwisata di bidang pemasaran membuat Pemasaran Pariwisata melaksanakan self laporan sebagai pertanggungjawaban tertulis assesment atas kinerjanya selama ini guna berupa LAKIP (Laporan Akuntabillitas Kinerja perbaikan di masa mendatang. Instansi Pemerintah). LAKIP Direktorat Visi Direktorat Jenderal Pemasaran Jenderal Pemasaran Pariwisata disusun Pariwisata untuk “Terwujudnya Pemasaran berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun Pariwisata Yang Efisien dan Efektif Untuk 1999 tentang Akuntabilitas Instansi Mendukung Citra Indonesia” harus mampu Pemerintah (AKIP) serta mengacu pada dipahami oleh seluruh pegawai di lingkungan pedoman yang ditetapkan dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Dalam visi tersebut terkandung makna bahwa Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 beban yang diemban merupakan tantangan Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan yang harus ditaklukan demi terwujudnya Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas profesionalisme, kredibilitas, tranparansi, dan Kinerja Instansi Pemerintah. akuntabilitas. -
REPO-16033480687958244.Pdf
1 EKONOMI KREATIF DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI BALI OLEH DR. A. A. GDE PUTRA PEMAYUN, M.Si UNIVERSITAS PENDIDIKAN NASIONAL DENPASAR 2018 2 KATA PENGANTAR Industri pariwisata sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial. Disebabkan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara. Semakin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Kegiatan industri sebenarnya sudah lama ada, yaitu sejak manusia berada di muka bumi ribuan tahun yang lalu dalam tingkat yang sangat sederhana. Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia, kegiatan industri pun tumbuh dan berkembang semakin kompleks. Quick Yielding Industry berarti cepat menghasilkan. Dengan pengembangkan pariwisata sebagai suatu industri, devisa (foreign exchange) akan lebih cepat jika dibandingkan dengan kegiatan ekspor yang dilakukan secara konvensional. Devisa yang diperoleh langsung pada saat wisatawan melakukan perjalanan wisata, karena wisatawan harus membayar semua kebutuhannya mulai dari akomodasi hotel, makanan dan minuman, transportasi lokal, oleh-oleh atau cenderamata, hiburan city sightseeing dan tours. Semuanya dibayar dengan valuta asing yang tentunya ditukarkan di money changer atau bank. Dalam industri pariwisata di Bali berada di bawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tersebut, bertugas mengatur dan mengembangkan pariwisata berkelanjutan (sustainability tourism). Kepariwisataan yaitu keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, pemerintah, pemerintah daerah, dan pengusaha. Permintaan dalam industri pariwisata yakni banyaknya kesempatan rekreasi dari individu untuk menggunakan waktu luang. -
“SALAM NAMASTE” SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS SOSIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL Yovita Arie Mangesti1
Mimbar Keadilan Volume 14 Nomor 1 Februari 2021 Yovita Arie Mangesti PERLINDUNGAN HUKUM PEMBERIAN HAK CIPTA ATAS “SALAM NAMASTE” SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS SOSIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL Yovita Arie Mangesti1 Abstract "Salam Namaste" is a gesture of placing your palms together on your chest and bending your body slightly, which is commonly practiced by Indonesians as a symbol of respect for someone they meet. This body gesture is a safe way of interacting during a pandemic, because it can minimize virus transmission through body contact without losing the noble meaning of human interaction with each other. "Salam Namaste" is a means of communication that unites the diversity of Indonesian cultures. This paper uses a conceptual, statutory and eclectic approach to "Salam Namaste" which is a form of traditional cultural expression. Indonesian culture is full of wisdom, so that "Salam Namaste" deserves legal protection in the form of State-owned Intellectual Property Rights as regulated in Article 38 of Law of the Republic of Indonesia Number 28 of 2014 concerning Copyright. Keywords: copyright; local wisdom "Salam Namaste"; strengthening of social identity Abstrak “Salam Namaste” merupakan gestur tubuh mengatupkan kedua telapak tangan di dada dan sedikit membungkukkan badan, yang lazim dilakukan oleh masyarakat Indonesia sebagai simbol penghormatan terhadap seseorang yang dijumpai. Gestur tubuh ini menjadi cara berinteraksi yang aman di masa pandemi, karena dapat meminimalisir penularan virus lewat kontak tubuh tanpa kehilangan makna luhur interaksi manusia dengan sesamanya. “Salam Namaste” menjadi sarana komunikasi yang menyatukan keragaman budaya Indonesia. Tulisan ini menggunakan pendekatan konseptua, perundang-undangan serta eklektik terhadap “Salam Namaste” yang merupakan suatu bentuk ekspresi budaya tradisional. -
Profil Penerima
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Profil Penerima ANUGERAH KEBUDAYAAN DAN PENGHARGAAN MAESTRO SENI TRADISI 2 17 Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017 Profil Penerima ANUGERAH KEBUDAYAAN DAN PENGHARGAAN MAESTRO SENI TRADISI 2017 Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017 Untuk kalangan sendiri Tidak untuk diperjualbelikan i TIM PENYUSUN PROFIL PENERIMA PENGHARGAAN KEBUDAYAAN TAHUN 2017 Pengarah: Nadjamuddin Ramly Penanggung Jawab: Yayuk Sri Budi Rahayu Penulis: Binsar Simanullang Dewi Nova Wahyuni Retno Raswati Willy Hangguman Mohamad Atqa Aan Rukmana Desy Wulandari Frans Ekodhanto Purba Dita Darfianti Yusuf Susilo Rini Suryati Hilmi Setiawan Dian Warastuti Kameramen: Saiful Mujab Simbul Sagala Moch. Saleh M. Rully Agus Purna Irawan Fotografer: Dede Semiawan Rachmat Gunawan Yoki Rendra P. Editor: Kenedi Nurhan Sekretariat dan Pengolah Data : Richard Antoni Rizky Ernandi Jatmiko Hari Wibowo Haris Dwijayanto Liza Ariesta Yohanes Redi Luciano Layout & Desain Cover: Tasman ii KATA PENGANTAR Kalaulah bukan karena tinta Takkan kugubah sebuah puisi Kalaulah bukan karena cinta Takkan bersua pada Anugerah Kebudayaan ini Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saat ini pengaruh globalisasi dan media informasi sangat dahsyat menerpa kehidupan kita. tanpa proses penyaringan tanpa peresapan yang matang akan berakibat pada perubahan sikap dan perilaku yang mempengaruhi karakter dan budaya bangsa. Bertolak dari situasi ini, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Cq Direktorat Warisan Dan Diplomasi Budaya, telah memfokuskan program-program kegiatannya pada arah penguatan karakter bangsa, dengan melakukan penanaman dan persemaian atau internalisasi nilai–nilai budaya. Penganugerahan kebudayaan yang kita lakukan setiap tahun adalah salah satu bentuk penguatan karakter bangsa, dengan melakukan penanaman dan persemaian atau internalisasi nilai – nilai budaya. -
To Prevent Food Insecurity)
Mozaik Humaniora Vol. 18 (2): 205-213 © Meirina Hapsah, Siti Mufaidah, Inriza Yuliandari, Susy Katikana Sebayang (2018) Studi Etnografi tentang Nilai-Nilai dan Simbolisasi Tradisi Seblang Olehsari untuk Mencegah Kerawanan Pangan (Ethnographic Study on Values and Symbolization of Seblang Olehsari Tradition to Prevent Food Insecurity) Meirina Hapsah Siti Mufaidah Inriza Yuliandari Susy Katikana Sebayang Program Studi Kesehatan Masyarakat PSDKU, Universitas Airlangga Jalan Ikan Wijinongko 18a, Banyuwangi 68418 Telp: +6281232602389 Surel: [email protected] Abstrak Walaupun pembangunan di Indonesia mengalami peningkatan, masih ada wilayah di Indonesia yang tergolong dalam status rawan pangan atau waspada rawan pangan. Ketersediaan bahan pangan, keterbatasan akses dan penggunaan bahan pangan menjadi tiga faktor penyebab kerawanan pangan. Salah satu faktor tersebut mungkin berakar dari budaya masyarakat yang tidak mendukung. Namun sebaliknya, mungkin juga terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam budaya yang dapat dikembangkan untuk mencegah kerawanan pangan. Tradisi Seblang Olehsari di Banyuwangi dikenal sebagai tradisi yang dilaksanakan untuk mensyukuri hilangnya penyakit, gagal panen dan kerawanan pangan yang pernah terjadi di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis simbolisasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Seblang Olehsari yang dapat digunakan dalam upaya pencegahan kerawanan pangan di kawasan ini ataupun di wilayah lain di Indonesia yang memiliki budaya serupa. Penelitian ini menggunakan motode etnografi dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Wawancara mendalam dilakukan pada 12 informan kunci yang terdiri dari pelaku tradisi seblang, warga desa (petani dan ibu rumah tangga), dan budayawan tradisi Seblang. Hasil penelitian berupa informasi mengenai cara pandang masyarakat melihat seblang Olehsari dan Simbolisasi di dalam seblang olehsari yang berhubungan dengan kerawanan pangan. -
Performing Indonesia a Conference and Festival of Music, Dance, and Drama
Performing Indonesia a conference and festival of music, dance, and drama October 31−November 3, 2013 Freer Gallery of Art, Arthur M. Sackler Gallery, and S. Dillon Ripley Center, Smithsonian Institution A joint presentation of the Embassy of the Republic of Indonesia in Washington, D.C., and the Freer and Sackler Galleries, Smithsonian Institution Embassy of the Republic of Indonesia in Washington, D.C. H.E. Dr. Dino Patti Djalal, Ambassador of the Republic of Indonesia to the United States of America Freer Gallery of Art and Arthur M. Sackler Gallery Smithsonian Institution Julian Raby, The Dame Jillian Sackler Director of the Arthur M. Sackler Gallery and Freer Gallery of Art Performing Indonesia: A Conference and Festival of Music, Dance, and Drama steering committee Sumarsam, University Professor of Music, Wesleyan University Andrew McGraw, Associate Professor of Music, University of Richmond Haryo Winarso, Attaché for National Education, Embassy of the Republic of Indonesia Michael Wilpers, Manager of Public Programs, Freer and Sackler Galleries Ministry of The Embassy of the Education and Culture Republic of Indonesia, Republic of Indonesia Washington, D.C. Performing Indonesia a conference and festival of music, dance, and drama October 31−November 3, 2013 Schedule evening concerts conference International Gallery, S. Dillon Ripley Center Indonesian Music: Past and Present Javanese Shadow-Play: Hanoman on Fire* Keynote Address Thursday, October 31, 7:30 pm Traditional Performing Arts of Indonesia Javanese Dance and Gamelan from Yogyakarta* in a Globalizing World Friday, November 1, 7:30 pm Sumarsam Saturday, November 2, 11 am Musicians and Dancers of Bali* Freer, Meyer Auditorium Saturday, November 2, 7:30 pm Session 1 Traditional Theater and Dance from Sumatra* Perspectives on Traditional Repertoires Sunday, November 3, 7:30 pm Friday, November 1, 2–5:30 pm gamelan marathon S. -
LAPORAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Periode 1 Juli – 17 September 2014
LAPORAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Periode 1 Juli – 17 September 2014 Lokasi : SMA NEGERI 8 PURWOREJO Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo Dosen Pembimbing Lapangan : EndangSutyati, M.Hum DisusunOleh SERLY SAFITRI 11209241007 \ JURUSAN PENDIDIKAN SENI TARI FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2014 i ii KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga kegiatan KKN - PPL di SMA Negeri 8 Purworejo dapat terlaksana dengan baik. Dalam pelaksanaan KKN - PPL ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak. Dengan selesainya laporan ini penyusun ingin berterima kasih kepada: 1. Dr. Rochmat Wahab, selaku Rektor Universitas Negeri Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan KKN-PPL 2. Drs. Suhartono, M.M, Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Purworejo 3. Heriyanto, S.Pd, Koordinator PPL di SMA Negeri 8 Purworejo 4. Endang Sutyati, M.Hum Dosen Pembimbing Lapangan PPL UNY 5. Eni Wahyuti, S.pd, Guru Pembimbing di SMA Negeri 8 Purworejo 6. Seluruh Guru, Staff dan karyawan di SMA Negeri 8 Purworejo 7. Papa, Mama dan segenap keluarga yang selalu bersabar, memberikan doa, dukungan, bantuan serta pengertiannya 8. Rena, Jessi, Nobi,dan Zahrina atas kebersamaannya yang hampir 24 jam bersama 9. Siswa-siswi kelas X MIA 1, X MIA 3, XI MIA 2, dan XI MIA 4 SMA Negeri 8 Purworejo yang telah berpartisipasi dalam kegiatan PPL UNY 2014 10. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu yang telah membantu terlaksananya kegiatan PPL di SMA Negeri 8 Purworejo Penyusun menyadari bahwa dalam pelaksanaan PPL ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penyusun mohon maaf kepada semua pihak bila terdapat kesalahan-kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. -
Indonesisches Kultur Festival
Indonesisches Kultur Festival in Burgdorf am 16.11.2013 PROGRAMM 12:00-12:15 - Eröffnung mit Tari Panyembrama ( Made, Candra, Agung Dewi, Rini, Henny) 12:15-12:45 Begrüßung - Benny Oekasah (I.K.G Präsident) ca. 5 Minuten - Dagobert Strecker ( Vorsitzender BMGH ) ca. 5 Minuten - Marina Estella Anwarbey (Indonesische Konsulat Hamburg ) ca.10 Min 12:45-13:00 - Live Tapanuli Musik aus Hamburg (Musa Sitompul) 13:00-13:15 - Tari Jaipong (Jaipong Tanz Citra und Marsien aus Hannover und Braunschweig) 13.15-13:45 - Vortrag über Unterwegs in Indonesien von ANNELI SARTINO, Frau das Vizepräsident D.I.G-Braunschweig : Dr. Ridwan Sartiono 13:45-14:00 - Kendang aus Hamburg (zylinderische Doppelmembrantrommeln aus Holz) 14:00-14:15 Höhepunkt - Lieder von Sri Handley aus Denua (DSDS Kandidat 2010) 14:15-14:30 - Tari Tenun (Tenun Tanz von Candra aus Hannover) 14:30-14:45 - Tari Topeng (Maske Tanz von Dania Goerner aus Bösingfeld) 14:45-15:00 - Jugend Hip Hop mit Indonesische Musik von Joschka and Friends aus Sarstedt 15:00-15:30 - Pause 15:30-16:00 Begrüßung - Benny Oekasah (I.K.G Präsident ) ca. 5 Minuten - Ursula Wieker (Koordinatorin BMGH) ca. 5 Minuten - Alfred Baxmann (Bürgermeister Burgdorf ) ca. 10 Minute 16:00-16:15 - Live Band NAWARUMI und Marcella Viany (aus Braunschweig) 16:15-16:30 - Pencak Silat von Popeye S. Satjadiguna ( aus Hannover ) 16:30-16:45 - Tari Cendrawasih ( Vogel Tanz von Henny / vicky aus Hamburg /Burgdorf ) 16:45-17:00 - Musik und Tanz Dangdut aus Göttingen 17:00-17:15 Höhepunkt - Tari Gandrung von Asih Mujiasih ( Javanischen Tanz aus Braunschweig ) 17:15-17:30 - Poco-Poco Tanz von I.K.G ( Gäste können mittanzen ) 17:30-18:00 - Pause Begrüßung - Benny Oekasah (I.K.G Präsident ) ca.