Narasi Kampanye Anies Baswedan Dan Sandiaga Uno Pada Akun Twiter @Jktmajubersama Dalam Pilkada Dki Putaran Kedua Tahun 2017

Total Page:16

File Type:pdf, Size:1020Kb

Narasi Kampanye Anies Baswedan Dan Sandiaga Uno Pada Akun Twiter @Jktmajubersama Dalam Pilkada Dki Putaran Kedua Tahun 2017 NARASI KAMPANYE ANIES BASWEDAN DAN SANDIAGA UNO PADA AKUN TWITER @JKTMAJUBERSAMA DALAM PILKADA DKI PUTARAN KEDUA TAHUN 2017 Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar sarjana Sosial (S.Sos) Oleh Afifah Azmi Sholihati NIM: 1113051000103 PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1439 H/2018M ABSTRAK Afifah Azmi Sholihati 1113051000103 Narasi Kampanye Anies Sandi pada akun twitter @JktMajuBersama dalam Pilkada DKI putaran kedua tahun 2017 Media sosial merupakan perkembangan dari web bebasis jaringan internet yang dikemudian hari membantu masyarakat untuk saling berkomunikasi, berpartisiasi serta membangun sebuah jariang secara online. Media sosial juga dapat digunakan untuk penyebaran informasi, memperluas jaringan, bahkan untuk kegiatan kampanye. Oleh karena itu Tim pemenganan Anies dan Sandi menggunakan media social sebagai media dalam berkampanye pada Pilkada DKI tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui narasi yang disampaikan oleh tim kampanye Anies dan sandi. Maka rumusan masalahnya adalah Bagaimana Narasi Kampanye Anies dan Sandi pada akun @JktMajuBersama dalam Pilkada DKI putaran kedua tahun 2017? Dan Bagaiamana Model kampanye anies dan sandi pada akun @JktMajuBersama dalam Pilkada DKI putaran kedua tahun 2017? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah sebuah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti sebagai instrument, analisis data bersifat induktif dan makna lebih ditekankan dari pada generalisasi pada penelitian kulitatif ini. Teori yang digunakan yaitu teori Naratif Walter Fisher. Menurut Walter Fisher teori naratif merupakan teori yang mengemukakan keyakinan bahwa manusia adalah seorang pencerita dan bahwa pertimbangan akan nilai, emosi, dan estetika menjadi dasar keyakinan dan perilaku kita. Narasi kampanye Anies dan Sandi di akun twitter @JktMajuBersama disesuaikan dengan apa yang menjadi value atau pengalaman dari Anies dan Sandi agar lebih melekat pada diri masyarakat Jakarta. Dan apa yang di narasikan oleh Anies dan Sandi menjadi lebih jelas dan sesuai dengan kebenaran. Dengan menyebarkan bahan kampanye yang sesuai dengan fakta artinya tim pemenangan menghindari black campaign. Unsur-unsur di dalam model kampanye komponensial meliputi sumber kampanye, pesan, saluran, penerima kampanye, efek dan umpan balik. Model ini dapat dengan mudah diidentifikasi melalui pendekatan transmisi daripada interaction approach. Alasan yang mendasarinya adalah bahwa kampanye merupakan kegiatan komunikasi yang direncanakan, bersifat purposive, dan sedikit membuka peluang untuk saling bertukar informasi dengan khalayak. Kata kunci: Narasi, kampanye, Anies, Sandi, dan Pilkada DKI. i KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat dan atas segala limpahan rahmat, taufiq, serta Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya di waktu yang tepat. Shalawat serta salam semoga selalu senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang selalu eksis membantu perjuangan beliau dalam menegakkan Dinullah di muka bumi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan di dalam pembuatan maupun hasilnya. Oleh karena itu, penulis mohon maaf atas segala kekurangan dan kekeliruan dalam dalam skripsi ini. Untuk meningkatkan penegtahuan dan akademis, kritik dan saran sangat diterima baik oleh penulis untuk perbaikan kedepannya. “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalatmu sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Al- Baqarah: 153) Jadilah seperti karang di lautan yang kuat dihantam ombak dan kerjakanlah hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain, karena hidup hanyalah sekali. Ingatlah hanya pada Allah apapun dan dimanapun kita berada kepada Dia-lah tempat meminta dan memohon. Kutipan di atas menjadi penguat penulis dalam meneyelesaikan skripsi ini dengan usaha disertai dengan do‟a dengan sebaik-baiknya. Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Sosial, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam pada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis juga menyadari bahwa penulis hanya manusia biasa, tanpa ada bantuan, bimbingan, dukungan serta do‟a dari berbagai pihak, penulis tidak akan bertahan dari awal masa perkuliahan hingga pada sampai tahap penyelesaian skripsi ini. Maka dari itu pada kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu dan mendukung dalam penyelesaian skripsi ini: 1. Dr. Arif Subhan, MA, selaku Dekan Fakultas Ilmu dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Drs. Masran M.Ag, selaku Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta sekertaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fita Fathurokhmah, M.Si, atas segala bantuan dan bimbingannya selama ini. 3. Prof. Gun Gun Heryanto, M.Si, selaku Dosen Pembimbing skripsi penulis, yang sudah membantu, membimbing, mengajarkan penulis dengan sepenuh hati di sela-sela kesibukan. Terima kasih banyak. ii 4. Dr. Roudhonah, M.Ag, selaku Dosen Penasehat Akademik yang senantiasa memberikan masukan dan saran dalam penulisan proposal hingga skripsi. 5. Seluruh Dosen Pengajar jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, juga Bapak dan Ibu Dosen lainnya yang telah memberikan ilmu serta pemahan kehidupan sebagai seorang mahasiswa. 6. Kedua orangtua penulis, yaitu Abi: H. M. Salbini, Lc. MA dan Umi: Hj. Laily Fitriyah, S.HI yang selalu mendo‟akan kebaikan selepas shalatnya dan mendukung dengan membelikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh penulis. Orangtua penulis yang selalu sabar dalam mendidik penulis. 7. Suami tercinta. Yaitu Miqdad Robbani, S.E yang sudah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini dari awal sejak memilih judul hingga sekarang. 8. Anakku tercinta, Dihya Azmi Robbani. Yang selalu tahu dan mengerti keadaan penulis. Semoga penulis kuat dan sabar dalam menjalankan profesi sebagai istri, ibu dan juga mahasiswa. 9. Terima kasih juga kepada adik-adik penulis, yaitu: Hilwah, shofwah, fauzan, mahirah, kholid, habib, tsabit, dan rufaidah yang senantiasa menemani penulis dalam canda tawa dan yang tak henti-hentinya memberikan dukungan dan do‟a-do‟anya. 10. Kedua orangtua mertua, yaitu Abi: Hasan Ashari, S.sos dan umi: Sofiyah yang telah memberikan dukungan dan do‟a yang tiada hentinya. 11. Faizah, nita, icha, mayani, nadiyah. Sahabat-sahabat penulis yang baik hati, salalu menolong dan memberikan bantuan tanpa diminta oleh penulis. Selalu Bersama di saat masa-masa sulitnya penulis. 12. Gun Squad, ya teman-teman seperjuangan skripsi bimbingannya pak gun gun, yang sudah support penulis agar cepat menyelesaikan kuliah, yaitu Fifi, Amatullah, Puri, dan Clara. 13. Teman-teman liqo penulis, yaitu salma, naila, zulfa, husna, nada, ashma, afin yang selalu support penulis dalam melakukan hal yang terbaik bagi penulis dan menjadi solusi atas permasalahan yang dialami oleh penulis. 14. Sahabat-sahabat GK, Riha, Fathiya, Hasna, widia dan yang lainnya yang selalu ingat kepada penulis dan mendukung penulis. 15. Kepada teman-teman KKN ilvil 009 UIN Jakarta, yang menjadi teman hidup Bersama selama sebulan di Kampung orang, yang memahami perbedaan dan selalu menghargai itu semua, Erna, Risfi, Fatimah, Ayu. Semoga kita bisa ketemu lagi dalam kesuksesan, Amin. 16. Terima kasih kepada para Narasumber yang telah bersedia meluangkan waktunya serta informasi terkait apapun yang dibutuhkan oleh penulis. 17. Dan terima kasih pula untuk seluruh pihak yang telah membantu, menyemangati, memberikan semangat serta arahan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. iii Penulis berharap semua dukungan, bimbingan, dan amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut, mendapatkan kemurahan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Tentu saja skripsi ini jauh dari kata sempurna, namun penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Aamiin Allahumma Aamiin. Jakarta, Juli 2018 Penulis Afifah Azmi Sholihati iv DAFTAR ISI ABSTRAK .......................................................................................................................... i KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ii DAFTAR ISI ..................................................................................................................... v DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................... vii DAFTAR GRAFIK ........................................................................................................ viii DAFTAR TABEL ............................................................................................................ ix BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah ......................................................................................... 1 B. Batasan dan Rumusan Masalah .............................................................................. 6 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................................................... 7 D. Metodologi Penelitian
Recommended publications
  • Pengaruh Propaganda Melalui Media Sosial Terhadap Peningkatan Popularitas Ahok by Revy Majiza Putra
    Pengaruh Propaganda Melalui Media Sosial Terhadap Peningkatan Popularitas Ahok by Revy Majiza Putra PENGARUH PROPAGANDA MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAP PENINGKATAN POPULARITAS AHOK SEBAGAI KANDIDAT CALON GUBERNUR DKI JAKARTA 2017 Revi Majiza Putra Program Studi Komunikasi Politik Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina *** Abstrak Pengaruh kekuatan media massa di Amerika Serikat pada awalnya dimulai saat debat calon kandidat presiden antara John F. Kennedy dan Richard Nixon tahun 1960 yang memberikan dampak besar pada elektabilitas calon kandidat saat itu. Kekuatan media massa yang besar ditambah dengan perkembangan teknologi internet yang kemudian memunculkan new media berupa twitter telah menjadi sarana bagi partai politik/pendukung kandidat calon gubernur di Indonesia untuk mendapatkan popularitas. Ahok sebagai calon gubernur dalam pilkada DKI Jakarta 2017 menyadari peran new media ini sebagai sarana untuk meningkatkan popularitasnya. Strategi yang digunakan oleh Ahok dalam new media ini adalah dengan menggunakan teknik propaganda dan buzzer untuk meningkatkan popularitasnya sehingga elektabilitas di pilkada DKI Jakarta semakin meningkat. Penelitian ini focus pada pengaruh propaganda media social dalam popularitas Ahok di pilkada DKI Jakarta 2017. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dan unit Analisa berupa tweet pendukung Ahok dalam twitter. Berdasarkan penelitian ini, teknik propaganda dan buzzer yang digunakan oleh Ahok di twitter tidak sepenuhnya berhasil karena popularitas ternyata tidak berbanding lurus dengan elektabilitas sehingga Ahok yang populer pada saat itu di media sosial kalah dalam pemilukada DKI Jakarta. Kata Kunci: new media, Twitter, Propaganda, Buzzer *** Awal Kebangkitan Peran Media Massa : Pendahuluan Berdasarkan sejarah media massa terdapat peristiwa politik yang berpengaruh besar pada sebuah pemilihan Presiden 54 tahun silam. Peristiwa itu berlangsung 26 September 1960, dimana terjadi debat kandidat presiden antara John F.
    [Show full text]
  • Transitivity and Ideological Construction of Sandiaga Uno’S Utterances in the Third Debate of Presidential Election
    TRANSITIVITY AND IDEOLOGICAL CONSTRUCTION OF SANDIAGA UNO’S UTTERANCES IN THE THIRD DEBATE OF PRESIDENTIAL ELECTION. SKRIPSI Submitted in Partial of the Requirements For the Degree of Sarjana Pendidikan (S.Pd) English Education Program By REZA PERMANA NPM.1502050088 FACULTY OF TEACHER TRAINNING AND EDUCATION UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA MEDAN 2019 A a ABSTRACT Reza Permana. 1502050088. Transitivity and Ideological Construction of Sandiaga Uno’s Utterances In The Third Debate of Presidential Election. Skripsi. English Department of Faculty Teacher Training and Education, University of Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan. 2019 This research deal with the types of transitivity process applied by Sandiaga Uno in the third debate of presidential election. The objectives of this research were to identify the elements of transitivity process used in the Sandiaga Uno’s Utterances, to describe the transitivity elements realized by Sandiaga Uno to reveal the ideological construction and to investigate why the trnsitivity elements realized the way they are. Descriptive qualitative method was used in this research. Source of the data was acquired from the Sandiaga Uno’s utterances in the third debate of presidential election. In collecting the data, the researcher used the documentation method where it was implementated by making the transcription of text then selecting and identifying types of transitivity process used by Sandiaga Uno in the third debate of presidential elecion. The data were analyzed by some steps such as, data reduction, counting the percentage and using the study of the Fairclough’s Framework. The finding showed six types of transitivity process used by Sandiaga Uno where they were Material, Mental, Relational, Behavioural, Verbal and Exisential.
    [Show full text]
  • IFES Faqs on Elections in Indonesia: 2019 Concurrent Presidential And
    Elections in Indonesia 2019 Concurrent Presidential and Legislative Elections Frequently Asked Questions Asia-Pacific International Foundation for Electoral Systems 2011 Crystal Drive | Floor 10 | Arlington, VA 22202 | www.IFES.org April 9, 2019 Frequently Asked Questions When is Election Day? ................................................................................................................................... 1 Who are citizens voting for? ......................................................................................................................... 1 What is the legal framework for the 2019 elections? .................................................................................. 1 How are the legislative bodies structured? .................................................................................................. 2 Who are the presidential candidates? .......................................................................................................... 3 Which political parties are competing? ........................................................................................................ 4 Who can vote in this election?...................................................................................................................... 5 How many registered voters are there? ....................................................................................................... 6 Are there reserved seats for women? What is the gender balance within the candidate list? ..................
    [Show full text]
  • Capturing Anti‑Jokowi Sentiment and Islamic Conservative Masses : PKS 2019 Strategy
    This document is downloaded from DR‑NTU (https://dr.ntu.edu.sg) Nanyang Technological University, Singapore. Capturing anti‑Jokowi sentiment and Islamic conservative masses : PKS 2019 strategy Priamarizki, Adhi; Dinarto, Dedi 2019 Priamarizki, A., & Dinarto, D. (2019). Capturing anti‑Jokowi sentiment and Islamic conservative masses : PKS 2019 strategy. (RSIS Working Paper, No. 324). Singapore: Nanyang Technological University. https://hdl.handle.net/10356/136709 Nanyang Technological University Downloaded on 25 Sep 2021 13:25:00 SGT NO. 324 CAPTURING ANTI-JOKOWI SENTIMENT AND ISLAMIC CONSERVATIVE MASSES PKS 2019 STRATEGY ADHI PRIAMARIZKI AND DEDI DINARTO S. RAJARATNAM SCHOOL OF INTERNATIONAL STUDIES SINGAPORE 21 NOVEMBER 2019 Abstract This paper examines the Prosperous and Justice Party (PKS)’s strategy in the 2019 Indonesian general elections. Among the Islamic-based political parties, PKS gained the most significant increase in votes. We aspire to understand the breakthrough by looking at the party’s strategy. On the one hand, our findings confirm the existing studies that correctly noted the moving of Indonesian political parties towards a “catch-all” direction by which they aim to garner wider support beyond a specific type of voter base. On the other hand, our research notes that PKS has started to exploit the phenomenon of rising Islamic conservatism in Indonesia. Despite solely maintaining an inclusive electoral strategy, this research asserts that the party has adjusted its campaign strategy to fit in with the trend of rising Islamic conservatism while concurrently exploiting the anti-incumbent president (Joko Widodo) sentiment. This paper aims to enhance discussion on Indonesian politics as well as Indonesia’s political parties, particularly the PKS.
    [Show full text]
  • Sandiaga Uno and the Offshore Dealings of Berau Coal
    SANDIAGA UNO AND THE OFFSHORE DEALINGS OF BERAU COAL This is the first in a series of briefings, revealing the findings of a major investigation into the Indonesian coal industry. In this brief we reveal how a large Indonesian coal company has been used to shift vast sums of money out of the country through an offshore company and out of sight. It shows how those institutions financing and investing in Indonesian coal companies might lose their money, as well as their reputation. Coal is a controversial energy source. government subsidies, among other Worldwide, it is increasingly seen as high- problems, are creating a growing body of cost and high-risk, as one of the biggest opposition to the industry. contributors to climate change, a source of The findings in the first of this multi-part deadly air pollution and the cause of many investigation offer yet another potent reason other types of environmental destruction. why the Indonesian government, international banks and investors should The reputational costs of supporting coal shun Indonesia’s Big Coal. anywhere in the world are causing those funding the sector to flee at increasing rates, with banks, insurers or lenders now announcing new restrictions on average every two weeks. Support from governments is on the wane too, with an increasing number announcing plans to phase coal out. A barge on the river of Mahakam shipping a cargo Indonesia is one of the world’s top coal of coal from the mining area in Samarinda, East producers and exporters. With global Kalimantan. © BAY ISMOYO/AFP/Getty Images demand for coal dropping, a raft of planned new coal-fired power stations in Indonesia could help to maintain a market for its coal.
    [Show full text]
  • Populism in the 2017 Jakarta Gubernatorial Election
    Journal of Governance Volume 4, Issue 1, June 2019 (1-15) (P-ISSN 2528-276X) (E-ISSN 2598-6465) http://dx.doi.org/10.31506/jog.v4i1.4874 POPULISM IN THE 2017 JAKARTA GUBERNATORIAL ELECTION Abdul Hamid Government Department, Faculty of Social and Political Sciences, University of Sultan Ageng Tirtayasa [email protected] Received: February 8 2019; Revised: March 13 2019; Accepted: March 31 2019 Abstract: The 2017 Jakarta Gubernatorial Election was one of the most competitive local elections in Indonesia. This election clearly used religious and ethnic populism strategy that divided Jakarta citizens into two groups: A Muslim Governor’s supporters Vs. Incumbent`s supporters. The root of the Muslim governor’s supporters was the rejection of some Islamic organizations against the rise of Chinese-Christian Incumbent Governor – Basuki Tjahaja Purnama or “Ahok”. This sentiment found a momentum when Ahok was accused of blasphemy against Islam that provoked Muslims furious. Moreover, Anies Baswedan became a successful candidate utilizing the sentiments and used mosques to echo the resistance against non- muslim Governor candidate. Keywords: Blasphemy, Democracy, Jakarta Gubernatorial election, Populism Introduction "In the past, we pribumi (a term that Sandiaga Uno were the victories of the could be loosely defined as “native Native Muslims against others. Indonesians”) were oppressed and It also confirmed the strategy of defeated; now we are independent, now Baswedan during the Jakarta Governor is the time for us to be masters in our own Election campaign. In a video circulating country.” (Anies Baswedan, Governor of at an internal meeting of Baswedan Jakarta Inauguration`s Speech, 16 October supporters, Fatah as his Political 2017).
    [Show full text]
  • E-Paper Perpustakaan Dpr-Ri
    E-PAPER PERPUSTAKAAN DPR-RI http://epaper.dpr.go.id Judul : Pertarungan Ide Menentukan Tanggal : Rabu, 21 September 2016 Surat Kabar : Kompas Halaman : 1 Basuki-Djarot Resmi Dicalonkan PDI-P, Tanda Tangani Kontrak Politik JAKARTA, KOMPAS — Setelah PDI-P mengumumkan pencalonan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada 2017, partai lain merapatkan kekuatan untuk memilih calon yang setanding. Pertarungan ide diharapkan menjadi penentu kemenangan. KOMPAS/LASTI KURNIASekjen PDI-P Hasto Kristiyanto (kiri) memperkenalkan calon kepala daerah yang akan diusung dalam pilkada serentak tahun 2017 di kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (20/9). Para calon kepala daerah itu adalah (dari kiri) pasangan calon Gubernur Gorontalo Hana Hasanah Fadel Muhammad dan wakilnya, Tonny S Junus; calon Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo; calon Gubernur Banten Rano Karno; serta calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat. Pengumuman pasangan calon kepala daerah DKI itu digelar di kantor DPP PDI-P di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (20/9) pukul 20.10. Dalam kesempatan itu, DPP PDI-P secara serentak juga mengumumkan 100 pasang calon lain yang akan bersaing dalam Pilkada 2017. Pengumuman itu dilakukan secara simbolis dengan memanggil hanya beberapa pasangan calon. Mereka adalah Hana Hasanah Fadel Muhammad-Tommy S Junus (pemilihan gubernur Gorontalo), Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah (Aceh), Domingus Mandacan-Muhammad Lakatoni (Papua Barat), Muhammad Ali Baal Masdar-Enny Anggraini Anwar (Sulawesi Barat), Rano Karno (Banten), dan Hasto Wardoyo (pemilihan bupati Kulon Progo). Khusus untuk Pilkada Banten dan Kulon Progo, hingga Selasa malam, PDI-P belum menerima kepastian dari PPP dan PAN mengenai nama calon wakil gubernur yang akan diusung mendampingi Rano dan Hasto.
    [Show full text]
  • Sandiaga Uno Di Partai Gerindra Dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dalam Pilgub DKI Jakarta Tahun 2017
    Rekrutmen Politik dalam Proses Penentuan Keputusan Pencalonan Anis Baswedan – Sandiaga Uno di Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilgub DKI Jakarta Tahun 2017 Rofiqi Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia e-mail: [email protected] ABSTRACT This research is drawn upon Anies Baswedan candidacy for Jakarta gubernatorial election which was supported by Gerinda and PKS even though he was a Jokowi proponent back in the 2014 presidential election. Despite the contradiction, Anies Baswedan was still appointed in the Jakarta gubernatorial candidacy. This research will be focusing on how the process of political recruitment behind Anies Baswedan- Sandiaga Uno’s appointment was conducted. Using political recruitment theory by Rush and Althoff, and elite theory by Nazaruddin Syamsuddin and Mosca, this research argues that their candidacy was done enclosed. Which mean, they did not get to deal with an internal selection of Gerinda, nor the wide selection (pemira) by PKS. Therefore, this research suggests that the Anies-Sandi gubernatorial candidacy was arranged by the elite trio: Jusuf Kalla, Prabowo Subianto and Shohibul Iman. Keywords: Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Political Elite, Jakarta Gubernatorial Election 2017. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengusungan Anis Baswedan sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Padahal, Anis Baswedan merupakan pendukung Jokowi yang merupakan lawan politik Prabowo Subianto dalam pilpres tahun 2014. Karena itulah, perlu untuk dikaji mengenai rekrutmen politik terhadap Anis Baswedan - Sandiaga Uno sebagai Cagub - Cawagub DKI Jakarta pada pilgub DKI Jakarta tahun 2017. Teori yang digunakan untuk menganalisis dan menjawab permasalahan penelitian ini ada teori rekrutmen politik yang dikemukakan oleh Rush dan Althoff.
    [Show full text]
  • Strategi Kampanye Campuran (Pra-Modern Dan Modern) Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama Pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012
    Strategi Kampanye Campuran (Pra-Modern dan Modern) Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 Triana Mitayani dan Ikhsan Darmawan Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Abstrak Penelitian ini membahas mengenai strategi kampanye campuran yang digunakan oleh Jokowi-Ahok pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Fokus penelitian ini yaitu menjelaskan bahwa kampanye yang dilakukan Jokowi-Ahok merupakan strategi kampanye campuran atau kampanye post-modern. Kampanye post-modern adalah campuran antara kampanye pra-modern dan kampanye modern. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dan dilengkapi dengan penelusuran data sekunder melalui buku, jurnal, artikel online dan sumber lainnya. Dari penelitian ini ditemukan bahwa dipilihnya strategi kampanye campuran pada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jokowi-Ahok ditentukan oleh keterampilan kandidat, keterampilan tim kampanye, penggambaran media dan lanskap politik. Kata Kunci: Jokowi-Ahok, kampanye pra-modern, kampanye modern, strategi kampanye campuran. Abstract This thesis discusses about campaign strategy which used by Jokowi-Ahok during the Jakarta’s Governor Election 2012. This thesis focused to explain that Jokowi-Ahok’s campaign strategy is mixed campaign strategy or post-modern campaign. Post-modern campaign is acombination between pra-modern and modern campaign. This research is a qualitative methods with primary data collected in-depth interview and secondary data collected books, journals, online articles and other sources as a data collection techinques. The result of this thesis is the mixed campaign strategy by Jokowi-Ahok as a Governor and vice Governor is determined by personal skill of candidates, skill of campaign team, the media’s image and political landscape.
    [Show full text]
  • In Search of Hegemony: Islamism and the State in Indonesia
    In Search of Hegemony: Islamism and the State in Indonesia LUQMAN NUL HAKIM This thesis is submitted for the degree of Doctor of Philosophy The University of Melbourne February 2019 Declaration I certify that this thesis is the product of my own research, fewer than the maximum word limit in length, and contains no material which has been accepted as part of the requirements of any other degree at any tertiary education institution, or any material previously published by another person except where due reference is made. Luqman Nul Hakim i Abstract In post-authoritarian Indonesia, but particularly following the 9/11 terrorist attacks, Islamism has become a contentious matter of scholarly debate. The prominent accounts emerging from security and democratisation studies place much analytical weight on ideology and culture by often portraying the relationship between Islam and politics in essentialist fashion, associating the dynamics of Islamism with interpretations of Islamic doctrine or the contest between moderate and radical Muslims. The institutionalist literature, on the contrary, explains the rise of Islamism as the result of the weak capacity of the state following the fall of the centralised New Order authoritarian regime. Another variant draws attention to the moderation of Islamic politics as the result of participation in democratic processes, especially electoral politics. Yet, such linear and teleological explanations obscure the complex circumstances that establish the different trajectories of Islamism. They also fail to comprehend how the prevalence of Islamist discourse on power struggles in the current democracy can produce a more conservative and illiberal form of Islamism. In contrast, this thesis utilises the politics of hegemony approach as developed in the traditions of political discourse theory.
    [Show full text]
  • E-Paper Perpustakaan Dpr-Ri
    E-PAPER PERPUSTAKAAN DPR-RI http://epaper.dpr.go.id Judul : Penantang Ahok Ditentukan Besok Tanggal : Rabu, 21 September 2016 Surat Kabar : Koran Tempo Halaman : 1 GAYA OPINI EDITORIAL IPTEK METRO EKBIS INTERNASIONAL NASIONAL OLAHRAGA DIGITAL LAPORAN UTAMA PERISTIWA JATENG JAKARTA - Rapat Koalisi Kekeluargaan di restoran Aljazeerah, Jakarta Timur, tadi malam, belum membuahkan hasil. Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional belum memutuskan calon gubernur yang akan menantang Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat. Gerindra berkukuh tetap memasang Sandiaga Uno sebagai calon gubernur. Nama mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sempat mencuat, tapi mental dalam pembahasan. "Kami sodorkan nama Sandiaga untuk diputuskan DPP setiap partai pada hari Kamis untuk didaftarkan pada hari Jumat," kata Ketua Gerindra Jakarta Muhammad Taufik semalam. Menurut Taufik, nama Anies dan Yusril memang sempat dibahas, tapi tak jadi diputuskan karena keduanya hanya muncul dalam survei-survei oleh lembaga peneliti politik. Gerindra, kata Taufik, juga tetap menyodorkan empat nama untuk mendampingi Sandiaga: Sekretaris Daerah Saefullah, Deputi Gubernur Sylviana Murni, kader Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera, dan Ketua Demokrat Jakarta Nachrowi Ramli. Setelah DPP setiap partai memutuskan, Koalisi Kekeluargaan akan mendaftarkan nama calon gubernur dan wakilnya ke Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta pada Jumat. Dengan konstelasi politik ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Syahril Wasahua memprediksi hanya akan ada dua pasangan yang bertarung dalam pemilihan kepala daerah 2017. Jika hanya ada dua pasangan, pemilihan dipastikan hanya berlangsung satu putaran. Partai Keadilan Sejahtera, yang tak ikut dalam pertemuan Aljazeerah, tetap menyodorkan Sandiaga-Mardani. Kemunculan Mardani membuat PPP, PKB, Demokrat, dan PAN berniat pisah dan membentuk poros baru.
    [Show full text]
  • Jokowi Vs. Prabowo
    www.rsis.edu.sg No. 129 – 1 August 2018 RSIS Commentary is a platform to provide timely and, where appropriate, policy-relevant commentary and analysis of topical and contemporary issues. The authors’ views are their own and do not represent the official position of the S. Rajaratnam School of International Studies, NTU. These commentaries may be reproduced with prior permission from RSIS and due recognition to the author(s) and RSIS. Please email to Mr Yang Razali Kassim, Editor RSIS Commentary at [email protected]. Indonesian Presidential Election 2019 The Coming Divisive Contest: Jokowi vs. Prabowo By Emirza Adi Syailendra Synopsis Indonesian politicians are preparing for the 2019 presidential and legislative elections. A high barrier to entry has shaped the coming presidential election into a two-horse race. As the two separate elections will be held on the same day, this has affected the way each party is approaching coalition building. Commentary THE 2019 presidential election in Indonesia is approaching, scheduled for 17 April next year, and political parties or political coalitions have to register their preferred pair of candidates to the General Election Committee between 4 and 10 August 2018. Only those with 20 percent of parliamentary seats or 25 percent of popular votes can nominate a pair of candidates. This high barrier to entry for the presidential race has forced the smaller parties to gravitate towards either the incumbent, President Joko Widodo (Jokowi) or Prabowo Subianto – seemingly Jokowi’s one and only potential opponent in Indonesia’s coming presidential election. A Fraught Coalition The coming race is not only a presidential but also a legislative contest taking place at the same time.
    [Show full text]