PENGARUH TERPAAN IKLAN KINGKONG SNACK DI INSTAGRAM TERHADAP BRAND AWARENESS (Survei Terhadap Followers Akun Instagram @RaffiNagita1717)

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Oleh Nadhira Puteri Utami 6662141998

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA BANTEN 2018

2 ii

iii

iv

ABSTRAK

Nadhira Puteri Utami. NIM 6662141998. SKRIPSI. Pengaruh Terpaan Iklan di Instagram Terhadap Brand Awareness (Survei Terhadap Followers @RaffiNagita1717). Pembimbing I: Muhammad Jaiz, S.Sos, M.Pd dan Pembimbing II : Ari Pandu Witantra, S.Sos, M.I.Kom

Salah satu strategi yang digunakan untuk menawarkan suatu produk dan menarik minat konsumen terhadap produk tersebut adalah dengan cara mempromosikannya. Mempromosikan suatu produk salah satunya adalah lewat iklan, bahkan kini suatu produk bisa diiklankan melalui media sosial Instagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh terpaan iklan KingKong Snack di Instagram dengan indikator Frekuensi, Durasi, dan Intensitas terhadap brand awareness pada followers @RaffiNagita1717. Teori dalam penelitian ini adalah Teori Perbedaan Individu. Teori ini menelaah perbedaan-perbedaan di antara individu-individu sebagai sasaran media massa ketika mereka diterpa, sehingga menimbulkan efek tertentu sesuai dengan struktur psikologisnya. Metode yang digunakan adalah metode survey. Dengan data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebar kepada 100 akun Instagram dari followers @RaffiNagita1717. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Frekuensi memberikan pengaruh positif dengan presentase sebesar 24,5%, Durasi memberikan pengaruh positif dengan presentase sebesar 37,5%, selanjutnya adalah Intensitas memberikan pengaruh positif dengan presentase sebesar 59,9%. Secara keseluruhan Frekuensi, Durasi, dan Intensitas memberikan pengaruh positif dengan presentase sebesar 63,4% dan sisanya 36,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas oleh peneliti.

Kata kunci: Terpaan, Iklan, Instagram, KingKong Snack, @RaffiNagita1717, Kesadaran Merek

v

ABSTRACT

Nadhira Puteri Utami. NIM 6662141998. THESIS. The Effect of KingKong Snack’s Advertisement Exposure on Instagram to Brand Awareness (Survey to @RaffiNagita1717’s Followers on Instagram) Advisor I: Muhammad Jaiz, S.Sos, M.Pd and advisor II : Ari Pandu Witantra, S.Sos, M.I.Kom

One of the strategies used to make products and attract consumers' interest in the products is by how to sell it. Advertising is one of the any ways to promote a product, even, now, a product can be advertised through social media, Instagram. The aim of this research is to know The Effect of KingKong Snack’s Advertisement Exposure on Instagram that is given by three indicators include Frequency, Duration, and Intensity to Brand Awareness. This research used The Individual Differences Theory. This theory explains the differences between individuals as the target of mass media when they are in exposure, so it creates certain effects according to their psychological needs. The research method is survey method. The questionnaire is distributed to one hundred followers of @RaffiNagita1717’s Instagram account. The result of the research shows that the Frequency gave a positive effect with a percentage of 24,5%, the Duration gave a positive effect with a percentage of 37,5%, then the Intensity gave a positive effect with 59,9% as the percentage. Based on the result of the research, it can be said that Frequency, Duration, and Intensity gave a positive effect with a percentage of 63,4% and 36,6% as the rest of the percentage are affected by other factors which is not discussed by the researcher.

Keywords: Exposure, Advertisement, Instagram, KingKong Snack, @RaffiNagita1717, Brand Awareness

vi

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Persembahan:

Bismillahirahmanirahim

Skripsi ini aku persembahkan untuk Mama dan Papa serta

adik-adikku, juga teman-teman dan orang-orang terkasih yang telah mendoakan

dan memberi semangat selagi aku menyusun skripsi hingga

menyelesaikannya.

vii

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya untuk penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar kesarjanaan strata (S1) pada program studi Ilmu Komunikasi konsentrasi Marketing Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang, Banten. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Terpaan Iklan di Instagram Terhadap Brand Awareness (Survei

Terhadap Followers @RaffiNagita1717)”. Tak lupa juga shalawat serta salam penulis panjatkan kepada junjungan kita Rasulullah, Nabi Muhamad SAW serta para sahabatnya semoga rahmat dan hidayahNya selalu dilimpahkan padanya.

Dalam menyusun skripsi ini, tidak sedikit penulis menghadapi kesulitan serta hambatan teknis maupun nonteknis. Namun atas izin Allah SWT, juga berkat usaha, doa, semangat, bantuan, bimbingan serta dukungan yang penulis terima baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

Penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih, kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan skripsi ini:

1. Dr. Agus Sjafari, S.Sos., M.Si., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik UNTIRTA beserta jajarannya.

viii

2. Dr. Rahmi Winangsih, M.Si., selaku Ketua Program Studi Ilmu

Komunikasi.

3. Darwis Sagita, M.I.Kom., selaku Sekretaris Jurusan Program Studi Ilmu

Komunikasi.

4. Muhammad Jaiz, S.Sos., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Skripsi I yang

telah memberikan arahan, dukungan, dan motivasi kepada penulis untuk

menyelesaikan penelitian ini.

5. Ari Pandu Witantra, S.Sos., M.I.Kom., selaku Dosen Pembimbing Skripsi

II yang juga memberikan arahan, dukungan, dan motivasi selama penulis

mengerjakan penelitian ini.

6. Mama Titin dan Papa Rudy, Mama Peni dan Papa Tjatur selaku orangtua

yang selalu mendukung dan memberikan semangat untuk putrinya untuk

cepat menyelesaikan kuliah. Kuliah dan skripsi penulis tidak akan selesai

dengan baik tanpa doa dari mereka berempat.

7. Bapak dan Ibu dosen Ilmu Komunikasi UNTIRTA yang telah memberikan

ilmu kepada penulis selama empat tahun penulis berkuliah.

8. PT Universal Cipta Pangan khususnya Mba Esti yang telah mengizinkan

penulis mengunjungi kantornya dalam mendapatkan informasi yang

dibutuhkan penulis mengenai KingKong Snack.

9. Dhea Dhestantya yang dengan sabar menjawab pertanyaan tentang skripsi

penulis dan menyemangati penulis untuk segera menyelesaikan skripsi.

ix

10. Febrina Rachmayanti dan Afifah Nabilla yang selalu ada menjadi tempat

bercerita dan selalu menghibur serta menyemangati penulis ketika sedang

di titik terbawah.

11. Teman-teman seperjuanganku Cici, Vita, Dhea, Fadil, Icha, Aya, Syifa,

Dinda yang selalu ada ketika penulis membutuhkan bantuan dan

penyemangat hari-hari kuliah penulis selama berkuliah empat tahun.

12. Yusuf Eko Nugroho atas energi positifnya yang selalu diberikan kepada

penulis sehingga penulis tetap semangat menyelesaikan penelitian ini.

Akhir kata, kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Kesalahan yang terdapat dalam pembuatan skripsi ini mutlak milik penulis. Penulis berharap agar skripsi ini dapat berguna bagi penulis sendiri dan juga bagi mahasiswa di Ilmu Komunikasi

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan dapat menambah referensi bagi yang membutuhkan.

Serang, September 2018

Nadhira Puteri Utami

x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...... i LEMBAR PERSETUJUAN ...... ii LEMBAR PENGESAHAN ...... iii LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ...... iv ABSTRAK ...... v ABSTRACT ...... vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...... vii KATA PENGANTAR ...... viii DAFTAR ISI ...... xi DAFTAR TABEL...... xvi DAFTAR DIAGRAM ...... xix DAFTAR GAMBAR ...... xxi DAFTAR LAMPIRAN ...... xxii BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ...... 1

1.2 Rumusan Masalah ...... 11

1.3 Identifikasi Masalah ...... 11

1.4 Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian ...... 12

1.4.1 Tujuan Penelitian ...... 12

1.4.2 Manfaat Penelitian ...... 12

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Komunikasi ...... 14

2.2 Komunikasi Pemasaran ...... 17

2.3 Iklan di Media Sosial ...... 20

2.4 Terpaan ...... 24

xi

2.5 Brand Awareness ...... 26

2.6 Instagram ...... 28

2.7 Teori Perbedaan Individu ...... 30

2.8 Kerangka Berpikir ...... 33

2.9 Operasional Variabel ...... 34

2.10 Penelitian Terdahulu ...... 37

2.11 Hipotesis Penelitian ...... 40

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metodologi dan Pendekatan Penelitian ...... 41

3.2 Teknik Pengumpulan Data ...... 43

3.3 Sumber Data ...... 44

3.4 Populasi dan Sampel ...... 45

3.4.1 Populasi ...... 45

3.4.2 Sampel...... 46

3.5 Instrumen Penelitian ...... 48

3.5.1 Uji Validitas ...... 48

3.5.2 Uji Reliabilitas ...... 49

3.6 Variabel Penelitian ...... 50

3.7 Teknik Pengolahan dan Analisa Data ...... 51

3.7.1 Teknik Pengolahan Data ...... 51

3.7.2 Uji Normalitas Data ...... 52

3.7.3 Uji Koefisien Korelasi ...... 53

3.7.4 Koefisien Determinasi ...... 55

3.7.5 Analisis Deskriptif ...... 56

xii

3.7.6 Analisis Regresi ...... 57

3.7.7 Uji Hipotesis ...... 59

3.8 Lokasi dan Jadwal Penelitian ...... 61

3.8.1 Lokasi Penelitian ...... 61

3.8.2 Jadwal Penelitian ...... 62

BAB IV : HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Objek Penelitian ...... 63

4.1.1 KingKong Snack ...... 63

4.1.2 Akun Instagram @RaffiNagita1717 ...... 68

4.2 Analisis Data Responden ...... 73

4.3 Deskripsi Hasil Penelitian ...... 76

4.3.1 Hasil Jawaban Responden ...... 76

4.4 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ...... 110

4.4.1 Hasil Uji Validitas ...... 110

4.4.1.1 Hasil Uji Validitas Variabel X ...... 111

4.4.1.2 Hasil Uji Validitas Variabel Y ...... 112

4.4.2 Hasil Uji Reliabilitas ...... 112

4.4.2.1 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X ...... 113

4.4.2.2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y ...... 113

4.5 Analisis Deskriptif ...... 114

4.5.1 Analisis Deskriptif Variabel X1 (Frekuensi) ...... 114

4.5.2 Analisis Deskriptif Variabel X2 (Durasi) ...... 114

4.5.3 Analisis Deskriptif Variabel X3 (Intensitas) ...... 115

4.5.4 Analisis Deskriptif Variabel Y (Brand Awareness) ...... 115

xiii

4.6 Hasil Uji Normalitas Data ...... 116

4.6.1 Variabel X (Terpaan Iklan) ...... 116

4.6.2 Variabel Y (Brand Awareness) ...... 118

4.7 Hasil Uji Koefisien Korelasi ...... 119

4.7.1 Hasil Uji Koefisien Korelasi X1 Terhadap Y ...... 120

4.7.2 Hasil Uji Koefisien Korelasi X2 Terhadap Y ...... 121

4.7.3 Hasil Uji Koefisien Korelasi X3 Terhadap Y ...... 122

4.7.4 Hasil Uji Koefisien Korelasi X Terhadap Y ...... 123

4.8 Hasil Uji Regresi ...... 123

4.8.1 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana X1 Terhadap Y ...... 124

4.8.2 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana X2 Terhadap Y ...... 124

4.8.3 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana X3 Terhadap Y ...... 125

4.9 Hasil Uji Koefisien Determinasi ...... 126

4.9.1 Hasil Uji Koefisien Determinasi X1 Terhadap Y ...... 126

4.9.2 Hasil Uji Koefisien Determinasi X2 Terhadap Y ...... 127

4.9.3 Hasil Uji Koefisien Determinasi X3 Terhadap Y ...... 128

4.9.4 Hasil Uji Koefisien Determinasi X Terhadap Y ...... 129

4.10 Hasil Uji Hipotesis ...... 130

4.10.1 Hasil Uji t ...... 130

4.9.2 Hasil Uji F ...... 131

4.11 Pembahasan ...... 132

4.11.1 Seberapa Besar Terpaan Iklan KinngKong Snack di

Instagram ...... 132

4.11.1.1 Seberapa Besar Frekuensi Terhadap Y Brand

xiv

Awareness dari Followers @RaffiNagita1717 ...... 132

4.11.1.2 Seberapa Besar Durasi Terhadap Y Brand

Awareness dari Followers @RaffiNagita1717 ...... 133

4.11.1.3 Seberapa Besar Intensitas Terhadap Y Brand

Awareness dari Followers @RaffiNagita1717 ...... 134

4.11.2 Seberapa Besar Brand Awareness KingKong Snack

dari Followers @RaffiNagita1717 ...... 135

4.11.3 Seberapa Besar Pengaruh Terpaan Iklan KingKong Snack

Terhadap Brand Awareness dari Followers

@RaffiNagita1717 ...... 135

4.11.3.1 Pengaruh Frekuensi Terhadap Brand Awareness

dari Followers @RaffiNagita1717 ...... 135

4.11.3.2 Pengaruh Durasi Terhadap Brand Awareness

dari Followers @RaffiNagita1717 ...... 136

4.11.3.3 Pengaruh Intensitas Terhadap Brand Awareness

dari Followers @RaffiNagita1717 ...... 136

4.11.3.4 Pengaruh Terpaan Iklan KingKong Snack Terhadap

Brand Awareness dari Followers

@RaffiNagita1717 ...... 137

BAB V : PENUTUP

5.1 Kesimpulan ...... 141

5.2 Saran ...... 143

DAFTAR PUSTAKA ...... 145

LAMPIRAN ...... 151

xv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Top Brand Index KingKong Snack Selama 3 Tahun ...... 6

Tabel 1.2 Jumlah Followers dan Posts 5 selebriti

dengan Followers Terbanyak ...... 8

Tabel 2.1 Beberapa Media yang Digunakan Untuk Iklan ...... 22

Tabel 2.2 Operasional Variabel...... 34

Tabel 2.3 Penelitian Terdahulu ...... 37

Tabel 3.1 Uji Skala Likert ...... 44

Tabel 3.2 Tingkat Reliabilitas Nilai Alpha ...... 50

Tabel 3.3 Nilai Koefisien Korelasi...... 55

Tabel 3.4 Kriteria Analisis Deskriptif Persentase ...... 57

Tabel 3.5 Jadwal Penelitian...... 62

Tabel 4.1 Produk dan Film Yang Diiklankan @RaffiNagita1717 ...... 72

Tabel 4.2 Hasil Jawaban Responden P1 ...... 77

Tabel 4.3 Hasil Jawaban Responden P2 ...... 78

Tabel 4.4 Hasil Jawaban Responden P3 ...... 79

Tabel 4.5 Hasil Jawaban Responden P4 ...... 81

Tabel 4.6 Hasil Jawaban Responden P5 ...... 82

Tabel 4.7 Hasil Jawaban Responden P6 ...... 83

Tabel 4.8 Hasil Jawaban Responden P7 ...... 85

Tabel 4.9 Hasil Jawaban Responden P8 ...... 86

Tabel 4.10 Hasil Jawaban Responden P9 ...... 87

Tabel 4.11 Hasil Jawaban Responden P10 ...... 89

Tabel 4.12 Hasil Jawaban Responden P11 ...... 90

xvi

Tabel 4.13 Hasil Jawaban Responden P12 ...... 91

Tabel 4.14 Hasil Jawaban Responden P13 ...... 93

Tabel 4.15 Hasil Jawaban Responden P14 ...... 94

Tabel 4.16 Hasil Jawaban Responden P15 ...... 95

Tabel 4.17 Hasil Jawaban Responden P16 ...... 97

Tabel 4.18 Hasil Jawaban Responden P17 ...... 98

Tabel 4.19 Hasil Jawaban Responden P18 ...... 99

Tabel 4.20 Hasil Jawaban Responden P19 ...... 101

Tabel 4.21 Hasil Jawaban Responden P20 ...... 102

Tabel 4.22 Hasil Jawaban Responden P21 ...... 103

Tabel 4.23 Hasil Jawaban Responden P22 ...... 105

Tabel 4.24 Hasil Jawaban Responden P23 ...... 106

Tabel 4.25 Hasil Jawaban Responden P24 ...... 108

Tabel 4.26 Hasil Jawaban Responden P25 ...... 109

Tabel 4.27 Hasil Uji Validitas Variabel X ...... 111

Tabel 4.28 Hasil Uji Validitas Variabel Y ...... 112

Tabel 4.29 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X ...... 113

Tabel 4.30 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y ...... 113

Tabel 4.31 Hasil Uji Normalitas Data Variabel X ...... 117

Tabel 4.32 Hasil Uji Normalitas Data Variabel Y ...... 118

Tabel 4.33 Hasil Uji Koefisien Korelasi Variabel X1 Terhadap Y ...... 120

Tabel 4.34 Hasil Uji Koefisien Korelasi Variabel X2 Terhadap Y ...... 121

Tabel 4.35 Hasil Uji Koefisien Korelasi Variabel X3 Terhadap Y ...... 122

Tabel 4.36 Hasil Uji Koefisien Korelasi Variabel X Terhadap Y ...... 123

xvii

Tabel 4.37 Hasil Uji Regresi Sederhana Variabel X1 Terhadap Y ...... 124

Tabel 4.38 Hasil Uji Regresi Sederhana Variabel X2 Terhadap Y ...... 125

Tabel 4.39 Hasil Uji Regresi Sederhana Variabel X3 Terhadap Y ...... 125

Tabel 4.40 Hasil Uji Koefisien Determinasi Variabel X1 Terhadap Y ... 126

Tabel 4.41 Hasil Uji Koefisien Determinasi Variabel X2 Terhadap Y ... 127

Tabel 4.42 Hasil Uji Koefisien Determinasi Variabel X3 Terhadap Y ... 128

Tabel 4.43 Hasil Uji Koefisien Determinasi Variabel X Terhadap Y .... 129

Tabel 4.44 Hasil Uji t ...... 130

Tabel 4.45 Hasil Uji F ...... 131

xviii

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 1.1 Konten Media Sosial yang Sering Dikunjungi ...... 3

Diagram 4.1 Usia Responden ...... 74

Diagram 4.2 Pekerjaan Responden ...... 75

Diagram 4.3 Jenis Kelamin Responden ...... 76

Diagram 4.4 Hasil Jawaban Responden P1...... 77

Diagram 4.5 Hasil Jawaban Responden P2...... 78

Diagram 4.6 Hasil Jawaban Responden P3...... 80

Diagram 4.7 Hasil Jawaban Responden P4...... 81

Diagram 4.8 Hasil Jawaban Responden P5...... 82

Diagram 4.9 Hasil Jawaban Responden P6...... 84

Diagram 4.10 Hasil Jawaban Responden P7...... 85

Diagram 4.11 Hasil Jawaban Responden P8...... 86

Diagram 4.12 Hasil Jawaban Responden P9...... 88

Diagram 4.13 Hasil Jawaban Responden P10...... 89

Diagram 4.14 Hasil Jawaban Responden P11...... 90

Diagram 4.15 Hasil Jawaban Responden P12...... 92

Diagram 4.16 Hasil Jawaban Responden P13...... 93

Diagram 4.17 Hasil Jawaban Responden P14...... 94

Diagram 4.18 Hasil Jawaban Responden P15...... 96

Diagram 4.19 Hasil Jawaban Responden P16...... 97

Diagram 4.20 Hasil Jawaban Responden P17...... 98

Diagram 4.21 Hasil Jawaban Responden P18...... 100

xix

Diagram 4.22 Hasil Jawaban Responden P19...... 101

Diagram 4.23 Hasil Jawaban Responden P20...... 102

Diagram 4.24 Hasil Jawaban Responden P21...... 104

Diagram 4.25 Hasil Jawaban Responden P22...... 105

Diagram 4.26 Hasil Jawaban Responden P23...... 107

Diagram 4.27 Hasil Jawaban Responden P24...... 108

Diagram 4.28 Hasil Jawaban Responden P25...... 110

Diagram 4.29 Hasil Uji Normalitas Data Variabel X ...... 117

Diagram 4.30 Hasil Uji Normalitas Data Variabel Y ...... 119

xx

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Kemasan KingKong Snack ...... 63

Gambar 4.2 Top Brand Index Kategori Keripik Singkong Olahan ...... 64

Gambar 4.3 Promo KingKong Snack...... 65

Gambar 4.4 Promo KingKong Snack...... 65

Gambar 4.5 Promo KingKong Snack...... 66

Gambar 4.6 Promo KingKong Snack...... 67

Gambar 4.7 Promo KingKong Snack...... 67

Gambar 4.8 Promo KingKong Snack...... 68

Gambar 4.9 Akun Instagram @RaffiNagita1717 ...... 68

Gambar 4.10 Mobil Berstiker KingKong Snack ...... 70

Gambar 4.11 Cuplikan Video KingKong Snack ...... 70

Gambar 4.12 Promosi KingKong Snack ke Sesama Artis ...... 71

xxi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Izin Mencari Data ...... 152

Lampiran 2 Kuesioner ...... 153

Lampiran 3 Data Jawaban Responden Pada Variabel X ...... 157

Lampiran 4 Data Jawaban Responden Pada Variabel Y ...... 160

Lampiran 5 Data Username Instagram Responden ...... 163

Lampiran 6 Dokumentasi ...... 166

Lampiran 7 Tampilan Sosial Media Instagram @RaffiNagita1717 ...... 170

Lampiran 8 Bimbingan Skripsi ...... 171

Lampiran 9 Data Pribadi ...... 173

xxii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan sistem komunikasi, informasi, dan teknologi membuat

media untuk memasarkan dan mengenalkan suatu produk sudah semakin beragam

jenisnya, termasuk di antaranya adalah internet. Internet sudah menjadi bagian

penting dalam masyarakat, berbagai kegiatan bisa diakses melalui internet, bahkan,

internet bisa dengan mudah diakses di rumah maupun di luar rumah hingga dari

perangkat komputer atau smartphone. Pada November 2016, Asosiasi

Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menerbitkan hasil survei pengguna

internet di Indonesia, hasil survei menyebutkan bahwa dari 256,2 juta penduduk

Indonesia, 132,7 juta penduduk adalah pengguna internet, jumlah ini meningkat

33,6% dari tahun 2014 yang berjumlah 88,1 juta pengguna internet.10

Dengan menjadikan internet sebagai sebuah kebutuhan di kehidupan

masyarakat kini, maka, dikenal dengan istilah media baru atau new media. Ciri-ciri

new media menurut Mc Manus (Severin. et. al., 2008:4) adalah:

1. Teknologi yang dahulu berbeda dan terpisah seperti percetakan dan

penyiaran sekarang bergabung

10 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. 2016. Survei Internet APJII 2016. Diakses dari https://apjii.or.id/content/read/39/264/Survei-Internet-APJII-2016 tanggal 13 November 2017 pukul 11:40 WIB

2

2. Bergesernya kelangkaan media menjadi media yang berlimpah

3. Berubahnya target kepuasan dari massa audiens kolektif menuju

kepuasan grup atau individu

4. Perubahan dari media satu arah ke dalam media interaktif.

Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan melalui internet, salah satunya adalah kegiatan jual beli. Masyarakat sudah mulai berpikir maju dan mulai masuk ke dunia bisnis online, baik pembeli maupun penjual, karena selain lebih praktis jika berbelanja dan berjualan secara online, harga barang yang ditawarkan pun relatif lebih murah daripada berbelanja langsung di toko. Menurut APJII, 10,4 juta atau 8,5% pengguna internet memiliki alasan utama yaitu bisnis, berdagang, dan mencari barang bila mengakses internet dan 98,6% atau sekitar 130,8 juta pengguna internet mengetahui internet sebagai tempat menawarkan atau mencari barang dan jasa.11 Dengan pesatnya perkembangan dalam dunia usaha, maka, persaingan antar perusahaan atau penjual juga semakin meningkat. Perusahaan berlomba-lomba mengeluarkan inovasi dari produk mereka dan membuat suatu strategi pemasaran untuk merebut pangsa pasar sehingga tercapai target market dan target penjualan yang diinginkan.

Salah satu media untuk memasarkan suatu produk dan berjualan barang atau jasa melalui internet adalah media sosial Instagram. Sama seperti media sosial pada umumnya, Instagram adalah tempat berbagi informasi dan berinteraksi antar

11 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. 2016. Survei Internet APJII 2016. Diakses dari https://apjii.or.id/content/read/39/264/Survei-Internet-APJII-2016 tanggal 13 November 2017 pukul 11:40 WIB

2 sesama pengguna. Namun, Instagram fokus pada fitur berbagi foto dan video disertai pesan yang bisa ditulis di setiap unggahan, Instagram juga menyediakan fitur untuk mengikuti akun-akun dari orang atau selebriti yang kita senangi.

Sebagian masyarakat yang mengerti akan teknologi mungkin familiar dengan aplikasi Instagram dan beberapa di antaranya pernah membeli suatu produk yang diiklankan di Instagram karena kemudahannya dalam mencari barang yang diinginkan, di Instagram juga telah menjamur berbagai online shop terpercaya sehingga masyarakat mempunyai beragam pilihan produk dan jasa yang diinginkan.

Menurut APJII, konten media sosial Instagram adalah nomor dua paling sering dikunjungi oleh pengguna internet di Indonesia dengan angka 15% atau 19,9 juta pengguna dengan Facebook yang berada di urutan pertama konten media sosial yang paling sering dikunjungi, yaitu, 54% atau 71,6 juta pengguna.

Diagram 1.1: Konten Media Sosial yang Sering Dikunjungi12

Konten Media Sosial yang Sering Dikunjungi

5,5% 0,6% 6% Facebook Instagram 11% Youtube Google+ 15% 54% Twitter Linked in

12 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. 2016. Survei Internet APJII 2016. Diakses dari https://apjii.or.id/content/read/39/264/Survei-Internet-APJII-2016 tanggal 13 November 2017 pukul 11:40 WIB

3

Dikutip dari Tempo.Co, Indonesia menjadi komunitas Instagram terbesar di Asia Pasifik, serta salah satu pasar terbesar di dunia dari total 700 juta pengguna aktif setiap bulan. Padahal, pengguna aktif di awal tahun 2016 hanya 22 juta dan angka tersebut diyakini akan terus meningkat hingga saat ini.13 Tidak heran, dengan fitur yang fokus di berbagi foto dan video serta caption di setiap unggahan, membuat Instagram diminati oleh pebisnis dan perusahaan untuk mengiklankan salah satu produk atau event mereka untuk menarik konsumen lewat media sosial. Dalam meluncurkan produk-produk baru, perusahaan pasti akan memulai untuk membentuk kesadaran merek agar memiliki ekuitas merek yang kuat di masyarakat. Untuk lebih memudahkan perusahaan dalam membentuk kesadaran merek pada calon konsumen, sering kali perusahaan mengajak publik figur atau selebritis yang sudah terkenal dan memiliki personal branding di kalangan masyarakat untuk mempromosikan produk mereka.

Termasuk di antaranya selebritis dan publik figur dan Nagita

Slavina, pasangan suami istri ini dipercaya oleh PT Universal Cipta Pangan untuk bergabung dan mengiklankan salah satu produk mereka di Instagram. PT Universal

Cipta Pangan adalah sebuah perusahaan manufaktur makanan ringan yang berdiri tahun 2007 dengan spesialisasi keripik singkong yang dimiliki oleh Frans Darmadi hingga tahun 2015 diambil alih oleh Dani Sugiarto dengan manajemen baru dan mengembangkan inovasi keripik menjadi keripik talas, keripik pisang, dan keripik

13 https://bisnis.tempo.co/read/894605/45-juta-pengguna-instagram-indonesia-pasar-terbesar- di-asia diakses pada tanggal 23 November 2017 pukul 12:05 WIB

4 ubi.14 PT Universal Cipta Pangan juga tidak sembarangan dalam memilih selebriti yang akan diajak untuk bekerjasama, berdasarkan akun Instagramnya, akun dengan username @RaffiNagita1717 diketahui Februari 2018 ini memiliki pengikut hingga

21,4 juta pengikut dan diyakini akan terus bertambah. Salah satu produk yang diiklankan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina adalah KingKong Snack, KingKong

Snack adalah keripik singkong yang diproduksi oleh PT Universal Cipta Pangan sejak tahun 2007 dan mulai mengajak Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menjadi bagiannya sejak Mei 2016.

Menurut Esti,15selaku Humas PT Universal Cipta Pangan, perusahaannya memilih Raffi Ahmad dan Nagita Slavina untuk menjadi bagian dari KingKong

Snack karena followers mereka yang terbilang sangat banyak dan dikutip dari

Tekno Liputan6.com,16 Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menduduki posisi kedua artis dengan followers Instagram terbanyak di Indonesia, selain itu, yang menjadi daya tarik mereka adalah mereka tidak “jaga image” dan totalitas dalam mengiklankan produk KingKong Snack. Esti juga menambahkan, Raffi Ahmad dan

Nagita mempunyai banyak fans dari off air maupun on air dengan rata-rata usia 18

– 24 tahun yang terbilang sesuai dengan target market KingKong Snack.

Dikutip dari topbrand-award.com,17 sejak Raffi dan Nagita bergabung menjadi bagian dari KingKong Snack yaitu tahun 2016, TBI (Top Brand Index)

14 Wawancara dengan Esti, Humas PT Universal Cipta Pangan di kantor PT Universal Cipta Pangan, Barat pada tanggal 27 Oktober 2017 15 Ibid 16 https://tekno.liputan6.com/read/3017828/5-artis-indonesia-dengan-followers-instagram- terbanyak diakses pada tanggal 25 November 2017 pukul 17:20 WIB 17 https://topbrand-award.com/top-brand-survey diakses pada tanggal 29 Juni 2018 pukul 10:42 WIB

5

KingKong Snack terus naik dan pada tahun 2018 KingKong Snack menjadi tiga besar Top Brand dalam kategori keripik singkong olahan dengan TBI 10,2%.

Tabel 1.1

Top Brand Index KingKong Snack Selama 3 Tahun 12,00% 10,20% 10,00% 8,00% 6,00% 5,30% 4,00% 1,50% 2,00% 0,00% 2016 2017 2018

Sumber: topbrand-award.com

Top Brand Index KingKong Snack tahun 2016 1,5%, lalu pada tahun 2017 meningkat menjadi 5,3 % namun belum masuk dalam jajaran Top Brand, hingga pada tahun 2018, KingKong Snack masuk dalam Top Brand dengan Top Brand

Index 10,2 % meningkat cukup tinggi dibandingkan pada tahun 2017. Dikutip dari topbrand-award.com,18 Top Brand didasarkan atas hasil riset terhadap konsumen

Indonesia. Pemilihan merek terbaik berdasarkan atas pilihan konsumen. Pemilihan oleh konsumen ini dilakukan melalui survei dari Frontier Consulting Group di sebelas kota besar di Indonesia yakni Jakarta, , Semarang, Surabaya,

Medan, Makassar, Pekanbaru, Balikpapan, Denpasar, Palembang dan Samarinda.

18 https://topbrand-award.com/faq diakses pada tanggal 29 Juni 2018 pukul 10:50 WIB

6

Merek-merek yang mendapat predikat Top Brand adalah murni atas pilihan konsumen. Oleh karena itu pemilihan merek dalam Top Brand bersifat independen. Hasilnya pun dipublikasikan secara luas lewat Majalah Marketing.

Merek tersebut harus terpilih oleh konsumen melalui hasil survei dengan melihat tiga parameter yakni top of mind share, top of market share dan top of commitment share. Merek yang terpilih adalah merek yang memperoleh Top

Brand Index minimum sebesar 10.0% dan menurut hasil survei berada dalam posisi top three. Top Brand adalah logo penghargaan yang paling banyak terekspos saat ini. Oleh karenanya logo Top Brand sudah dipercaya oleh banyak perusahaan yang menggunakannya. Selain itu dari sisi konsumen, nama Top

Brand mudah diingat konsumen. Top adalah bahasa umum yang lebih diterima konsumen. Top Brand merupakan hasil pilihan konsumen dan merek-merek yang meraih Top Brand memang terbukti merek-merek yang juara di kategorinya.

7

Tabel 1.2: Jumlah Followers dan Posts lima selebriti Indonesia dengan

Followers Instagram terbanyak

No Akun Instagram Jumlah Jumlah Posts

Followers

1 23.500.000 4.614

2 21.400.000 7.248

3 20.500.000 2.786

4 20.300.000 4.174

5 20.100.000 1.537

8

Dalam lima gambar di atas, jumlah followers Raffi Ahmad dan Nagita

Slavina masih kalah dengan Ayu Tingting, tetapi, jumlah foto dan video yang telah diposting oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Instagram lebih banyak dibanding dengan Ayu Tingting. Ini membuktikan bahwa, Raffi Ahmad dan Nagita

Slavina sangat aktif dalam mengunggah foto mereka, foto kegiatan pribadi maupun mempromosikan produk. Sedangkan, ketiga artis lain, memiliki followers dan posts yang lebih sedikit dari Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Seakan tidak kalah dengan berbagai merek keripik singkong yang sudah lebih terkenal dahulu, KingKong Snack mulai diminati oleh masyarakat karena

KingKong Snack memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan pesaingnya, yaitu orang-orang akan mengetahui KingKong Snack adalah produk milik seorang selebriti, didukung oleh kemasan wajah Raffi Ahmad di kemasan KingKong Snack.

Menurut Esti, keunggulan lain dari KingKong Snack adalah kualitas yang menghindari MSG, pengawet, dan pewarna serta salah satu produk yang baru pertama kali bekerja sama dengan artis memakai cara seperti ini, yaitu, jika perusahaan atau produk lain menjadikan selebriti sebagai brand ambassador atau hanya endorse selebriti, maka PT Universal Cipta Pangan selaku perusahaan yang mengeluarkan produk KingKong Snack mengajak Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menjadi bagian dari produk tersebut, ikut bergabung, memasarkan dan menjadi bagian dari keberhasilan produk KingKong Snack.

Sebagai seorang selebriti yang ditunjuk untuk mempromosikan dan membintangi iklan KingKong Snack, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mempunyai cara unik tersendiri untuk mempromosikan produk tersebut, contohnya adalah

9 lomba foto unik dengan KingKong Snack dan mengunggahnya di Instagram.

Kegiatan mempromosikan KingKong Snack ini salah satunya bertujuan mengharapkan masyarakat memiliki kesadaran merek (brand awareness) yang tinggi terhadap KingKong Snack. Menurut Durianto (2003:6) meningkatkan kesadaran merek adalah suatu mekanisme untuk memperluas pasar merek, kesadaran juga memengaruhi persepsi dan tingkah laku yang merupakan suatu key of brand asset atau kunci pembuka untuk masuk ke elemen lainnya sehingga diharapkan saat masyarakat ingin membeli keripik singkong, maka merek yang pertama kali muncul di benak masyarakat adalah KingKong Snack karena

KingKong Snack telah menjadi suatu merek yang memiliki brand awareness tinggi di benak masyarakat atau Top of Mind. Sedangkan, KingKong Snack sendiri telah mendapatkan identitas nama merek dari pemiliknya yang merupakan selebriti papan atas tetapi belum sampai pada tahap Top of Mind.

Dalam kasus KingKong Snack, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina cukup mempromosikan lewat akun Instagram pribadinya dengan cuplikan iklan yang dibintangi oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sendiri, namun pesan iklan tersampaikan dengan baik karena Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mengiklankan produknya di Instagram dengan membawa masalah yang terjadi di kehidupan sehari-hari sesuai realita yang dihadapi setiap orang dan dengan bahasa yang mudah dipahami serta pembawaan yang menarik sehingga pesan iklan tersampaikan dengan mudah ke masyarakat melalui iklan tersebut. Dalam mempromosikan

KingKong Snack di Instagram yang mana berfokus pada foto dan video serta pesan di setiap unggahannya, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina memanfaatkan daya tarik

10

verbal dengan mengucapkan kata-kata dan gambar yang menarik perhatian.

Keberadaan dan ketenaran Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di dunia hiburan juga

cukup meningkatkan pengenalan dan penjualan KingKong Snack di Instagram,

sehingga yang dilakukan atau dipromosikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

di akun Instagram-nya membuat followers dan fans mereka merasa tertarik dengan

produk yang dipromosikan dan cenderung mengikuti sesuatu yang mereka lakukan.

Dari uraian di atas, peneliti tertarik untuk meneliti tentang pengaruh terpaan

iklan terhadap brand awareness melalui media sosial yang dilakukan oleh Raffi

Ahmad dan Nagita Slavina sebagai bentuk mempromosikan produk KingKong

Snack untuk membuktikan sudah seberapa besar pembentukan brand awareness

KingKong Snack terhadap followers @RaffiNagita1717.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, sejauh mana pengaruh terpaan

iklan KingKong Snack di Instagram terhadap brand awareness pada followers

@RaffiNagita1717?

1.3 Identifikasi Masalah

1. Seberapa besar terpaan iklan KingKong Snack di Instagram?

2. Seberapa besar brand awareness KingKong Snack di Instagram?

3. Seberapa besar pengaruh terpaan iklan KingKong Snack di Instagram

terhadap brand awareness pada followers @RaffiNagita1717?

11

1.4 Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian

1.4.1 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui seberapa besar terpaan iklan KingKong Snack di

Instagram

2. Untuk mengetahui seberapa besar brand awareness KingKong Snack

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh terpaan iklan KingKong Snack

di Instagram terhadap brand awareness pada followers @RaffiNagita1717

1.4.2 Manfaat Penelitian

1. Manfaat Akademik

a. Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi

referensi bagi perkembangan ilmu komunikasi dan menambah

kajian ilmu komunikasi untuk mengetahui pengaruh terpaan iklan

di media sosial Instagram terhadap brand awareness.

b. Bagi akademisi, penelitian ini dapat menyajikan informasi

mengenai pengaruh terpaan iklan KingKong Snack terhadap brand

awareness.

12

2. Manfaat Praktis

a. Memberikan bahan pertimbangan untuk para praktisi dalam

menyikapi fenomena pengaruh media sosial saat ini.

b. Memberikan bahan informasi bagi pembaca untuk memanfaatkan

media sosial sebagai sarana mengiklankan suatu produk.

13

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Komunikasi

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan komunikasi untuk bersosialisasi dengan manusia lainnya, semua kegiatan yang kita lakukan dari pagi hari hingga malam hari memerlukan komunikasi. Komunikasi memerlukan paling sedikit dua orang dalam setiap prosesnya sehingga menimulkan interaksi antara komunikator dan komunikan. Menurut Effendy (2004:5), komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupuntidak langsung (melalui media).

Menurut Laswell dalam Effendy (2004:29) mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut:

“Who Says What In Which Channel to Whom with What Effect? “

Untuk mantapnya strategi komunikasi, maka segala sesuatunya harus dipertautkan dengan komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan dalam rumus Lasswell tersebut.

• Who? (Siapakah komunikatornya?)

14

• Says What? (Pesan apa yang dinyatakannya?)

• In Which Channel? (Media apa ang digunakannya?)

• To Whom? (Siapa komunikannya?)

• With What Effect? (Efek apa yang diharapkannya?)

Secara sederhana Lasswell menjelaskan bahwa komunikator menyampaikan pesan yang berbentuk pernyataan dan didukung oleh lambang sehingga diterima oleh komunikan melalui sarana atau saluran (media) lalu menimbulkan efek sebagai dampak dari pesan tersebut.

Pesan yang disampaikan oleh komunikator dalam proses komunikasi biasanya adalah berupa informasi, ide, pikiran, dan sebagainya melalui di antaranya adalah bahasa, gerakan tubuh, dan warna. Pesan-pesan tersebut menimbulkan dampak atau efek tertentu, Effendy (2004:7) menjelaskan dampak tersebut dapat diklasifikasikan menurut kadarnya, yaitu:

a. Dampak Kognitif

Menyebabkan komunikan menjadi tahu suatu informasi atau meningkat

pengetahuannya.

b. Dampak Afektif

Di sini komunikan bukan hanya menjadi tahu tetapi juga menimbulkan

perasaan tertentu seperti sedih, gembira, atau iba.

c. Dampak behavioral

Selain menjadi tahu dan menimbulkan perasaan terhadap komunikan, jika

komunikan melakukan suatu tindakan seperti sehabis melihat berita tentang

15

seseorang yang membutuhkan uang untuk biaya operasi lalu ia

menyumbangkan uangnya maka itu adalah dampak behavioral.

Selain memberikan dampak terhadap pesan yang disampaikan, Effendy

(2004:54-55) menjelaskan bahwa komunikasi mempunyai beberapa fungsi seperti menghibur yaitu komunikasi digunakan untuk mengubah sikap seseorang agar menjadi lebih bahagia atau senang. Kemudian fungsi komunikasi adalah untuk memberikan informasi, dilakukan untuk mengubah kondisi dari tidak tahu menjadi tahu, atau dari tahu menjadi semakin tahu. Fungsi lain dari komunikasi adalah untuk mempersuasi atau komunikasi digunakan sebagai usaha untuk membujuk seseorang untuk meninggalkan pendapatnya dan beralih ke pendapat baru, serta komunikasi juga digunakan untuk menstimulasi atau meyakinkan seseorang.

Dibahas lebih lanjut mengenai komunikasi, Muhammad (2009:2) menjelaskan bahwa komunikasi memiliki dua bentuk, pertama adalah komunikasi verbal dan kedua adalah komunikasi non verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang umum dilakukan yaitu berbicara dengan mulut sedangkan komunikasi non verbal adalah komunikasi melalui media lain seperti tulisan dan lain-lain. Pada saat ini komunikasi non verbal mengalami kemajuan yang cukup signifikan disebabkan karena perkembangan teknologi informasi sehingga lebih banyak orang-orang yang merasa komunikasi non verbal melalui tulisan lebih efektif karena dapat menjangkau target yang luas dan lebih berbekas.

16

2.2 Komunikasi Pemasaran

Dengan fungsi komunikasi sebagai alat untuk menyampaikan informasi, kemudian membujuk seseorang untuk beralih pikiran dan untuk meyakinkan target dari komunikan, para pebisnis menggunakan komunikasi sebagai salah satu alat pemasaran. Pemasaran merupakan suatu kegiatan yang penting bagi masyarakat terutama para pebisnis, karena melalui pemasaran, masyarakat dapat mengetahui suatu produk. The American Marketing Association (AMA) mendefinisikan pemasaran sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, harga, promosi, dan distribusi ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan individu serta tujuan organisasi.

Komunikasi pemasaran bukanlah semata-mata hanya kegiatan menjual dan mempromosikan sesuatu, Kasali (2001:51) mendefinisikan pemasaran adalah suatu konsep yang menyangkut suatu sikap mental, suatu cara berpikir yang membimbing kita melakukan sesuatu yang tidak selalu menjual benda, tetapi juga gagasan- gagasan, karier, tempat, undang-undang, jasa, hiburan, dan kegiatan nirlaba seperti yayasan-yayasan sosial dan keagamaan.

Machfoed (2010:16) juga menjelaskan bahwa komunikasi pemasaran adalah istilah yang digunakan untuk menerangkan arus informasi mengenai sebuah produk dari pemasar hingga ke konsumen. Kehadiran media online saat ini membuat para penjual dan perusahaan berlomba-lomba untuk berinovasi, meningkatkan kualitas produk atau jasa dan membuat iklan sekreatif mungkin bahkan rela membayar mahal seorang selebritis atau publik figur yang sudah

17 terkenal di lingkungan masyarakat, hal itu dilakukan tentu saja untuk bersaing merebut perhatian konsumen. Selain memasarkan produk secara kreatif, pelaku usaha juga harus mengedepankan keefektifan dan keefisienan kegiatan promosi yang dilakukan agar tidak terjadi kerugian yang tidak diharapkan oleh semua pelaku usaha.

Dengan memadukan seluruh komponen komunikasi pemasaran, pelaku usaha dapat menyampaikan pesan komunikasi secara efektif dan menempatkan strategi pemasaran secara konsisten kepada konsumen. Menurut Kotler dan Keller

(2012:235) komponen komunikasi pemasaran antara lain:

1). Periklanan

Periklanan dapat menjangkau calon konsumen dengan lebih luas yang tersebar di berbagai daerah dengan biaya yang rendah

2). Promosi Penjualan

Promosi penjualan dapat menggunakan alat promosi seperti media cetak atau media online, isi promosi harus menarik dan bersifat mengajak konsumen agar membeli atau menggunakan sebuah produk atau jasa

3). Hubungan Masyarakat dan Publisitas

Hubungan masyarakat dan publisitas harus memiliki berita dan gambar yang menarik sehingga dapat dipercaya oleh calon konsumen dan membuat citra yang baik di mata konsumen

18

4). Penjualan Personal

Sangat efektif membangun kepercayaan dan keyakinan konsumen sehingga tercipta kegiatan membeli atau menggunakan produk dan jasa

5). Pemasaran Langsung

Dapat menggunakan saluran telepon, media elektronik, pesan singkat atau chat serta media online yang sifatnya non-publik.

Dengan adanya pemasaran yang dilakukan, maka konsumen akan membuat kesimpulan dan keputusan tersendiri terhadap suatu produk, misalnya, jika produk dengan harga yang mahal maka konsumen akan berpikir kualitas dari produk tersebut bagus. Duncan dan Moriarty dalam Morissan (2010:11) mengatakan bahwa seluruh pesan harus disampaikan dan diterima secara konsisten dalam upaya menciptakan persepsi yang utuh di antara pelanggan dan pihak terkait lainnya. Hal ini memerlukan kesatuan atau integrasi berbagai pesan komunikasi pemasaran serta integrasi fungsi berbagai fasilitator promosi, seperti biro iklan, konsultan humas, tenaga promosi penjualan, perusahaan perancang produk, dan sebagainya. Semua itu bertujuan agar konsumen dengan pihak yang bersangkutan dapat berkomunikasi dengan satu suara, satu penampilan, dan satu citra dalam setiap kegiatan komunikasi pemasaran serta untuk mengidentifikasi serta memosisikan perusahaan dan mereknya dengan cara yang konsisten.

19

2.3 Iklan di Media Sosial

Salah satu strategi yang digunakan untuk menawarkan suatu produk dan menarik minat konsumen terhadap produk tersebut adalah dengan cara mempromosikannya. Mempromosikan suatu produk salah satunya adalah lewat iklan, media periklanan pun sekarang sudah banyak jumlahnya, media cetak maupun media elektronik, dari below the line sampai above the line. Bahkan kini suatu produk bisa diiklankan melalui internet. Menurut Liliweri (2015:315) munculnya media baru yang didukung oleh internet telah meningkatkan komunikasi antara manusia di seluruh dunia dan telah memungkinkan orang untuk mengekspresikan diri melalui media sosial. Menurut Prida Ariani Ambar Astuti dalam Irwansyah dan Mulyana (2012:13) periklanan pada dasarnya adalah perangkat ekonomi untuk membantu khalayak mengamil keputusan dalam memenuhi kebutuhannya, iklan sering kali menjadi pilihan utama bagi pengiklan untuk meningkatkan penjualan, akibatnya terbentuk persepsi bahwa jika sebuah produk atau jasa ingin mendapatkan tempat di benak konsumen, maka dibutuhkan iklan untuk menjalankan tugas tersebut.

Rujukan selanjutnya adalah sebuah jurnal yaitu jurnal yang ditulis oleh

Loudfi Wardhana, Zainul Arifin dan Sunarti dari Universitas Brawijaya Malang

(2010), penelitian tersebut menjelaskan bahwa iklan juga berfungsi untuk mempengaruhi konsumen agar memahami dan sadar terhadap merek yang akan dan telah menjadi pilihannya. Iklan juga dapat dipakai untuk membangun citra jangka panjang dan mampu menjangkau calon konsumen walau letaknya berjauhan, karena itu jangan sampai pemasar meremehkan peran iklan, karena iklan

20 merupakan cara yang efektif untuk menyebarkan pesan atau informasi suatu merek kepada konsumen.

Durianto et al (2004:15) menyatakan bahwa tujuan perusahaan mengiklankan produknya adalah dalam rangka:

1. Menciptakan kesadaran pada suatu merek di dalam benak

konsumen

2. Mengomunikasikan informasi kepada konsumen mengenai

keunggulan suatu merek

3. Mengasosiasikan suatu merek dengan perasaan serta emosi tertentu

4. Membuat perilaku

5. Mengembangkan atau mengubah citra atau personalitas dari sebuah

merek

6. Mengembangkan persepsi positif calon konsumen yang diharapkan

kelak menjadi pembeli potensial

7. Mengarahkan konsumen untuk membeli produk.

21

Tabel 2.1: Beberapa Media yang Digunakan Untuk Iklan

No Media Keunggulan Keterbatasan

1 Surat kabar Fleksibilitas, ketepatan Jangka waktu pendek,

waktu, liputan pasar lokal mutu reproduksi buruk,

yang baik, penerimaan “penerusan” ke audiens

yang luas,sangat berikutnya kecil.

dipercaya.

2 Televisi Menggabungkan gambar, Biaya absolut tinggi,

suara dan gerak, pengelompokan tinggi,

merangsang indera, paparan bergerak cepat

perhatian yang tinggi, sehingga sulit dilihat,

jangkauan tinggi. audiens dipilih secara

kurang baik.

3 Surat langsung Audiens terpilih, Biaya relatif tinggi, citra

fleksibilitas, tidak ada “surat sampah”.

persaingan iklan dalam

media yang sama,

personalisasi.

4 Radio Penggunaan massal, Hanya penyajian suara,

pilihan geografis dan perhatian lebih rendah dari

demografis, biaya rendah. pada televisi, struktur

22

harga tidak standar, tidak

ada jaminan posisi

5 Majalah Pilihan geografis dan Tenggang waktu atas

demografis tinggi, manfaat dari pembelian

kredibilitas dan gengsi, iklan panjang, ada

mutu reproduksi tinggi, peredaran yang sia-sia,

jangka waktu panjang, tidak ada jaminan posisi

penerusan pembacaan produk.

baik.

6 Ruang terbuka Fleksibilitas, pengulangan Tidak ada pilihan audiens,

paparan tinggi, biaya kreativitas terbatas.

rendah, persaingan

rendah.

7 Telpon Selektivitas tinggi, Biaya relatif tinggi kecuali

kemungkinan interaktif, jika digunakan

biaya relatif rendah. sukarelawan.

8 Brosur Memiliki banyak Produksi yang berlebihan

pengguna, peluang untuk bisa menyebabkan biaya

memberikan sentuhan mengalir sia-sia.

pribadi.

23

9 Internet Pemilihan audiens tinggi, Media relatif baru dengan

kemungkinan interaktif, jumlah pengguna yang

biaya relatif rendah. rendah di beberapa negara.

Sumber: Ardianto et al (2014:103)

Pada zaman modernisasi ini, dimana semua teknologi sudah berkembang dan semua hal dapat dilakukan dengan mudah, Morissan (2010:318) mengungkapkan bahwa saat ini semakin banyak perusahaan dan konsumen yang menggunakan internet karena media ini relatif murah dan mudah digunakan.

Menurut Menurut Prida Ariani Ambar Astuti dalam Irwansyah dan Mulyana

(2012:17) internet memiliki kemampuan untuk menghubungkan antarkonsumen secara real time, dan tidak dapat dipungkiri internet saat ini pun telah mampu menjadi penghubung antarkomunitas. Internet seringkali dihubungkan dengan new media, karena internet adalah manifestasi dari new media. Menurut Liliweri

(2015:288) media sosial hadir sebagai bagian dari perkembangan media baru yang kontras dengan media tradisional, perbedaan yang menonjol antara media sosial sebagai media baru dengan “media lama” antara lain dalam hal kualitas, jangkauan, frekuensi, kegunaan, kedekatan, dan sifatnya yang permanen.

Media sosial menggunakan sistem media yang terhubung dengan internet.

Pada media sosial, jangkauannya luas tanpa dibatasi dengan letak geografis, ruang, bahkan waktu dengan tujuan untuk saling berkomunikasi, berbagi sesuatu, berpendapat, menjalin pertemanan, dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu

24 tujuan dari penggunaan media sosial pun bertambah, terutama bagi kalangan pebisnis yang melihat media sosial sebagai salah satu lahan untuk melakukan iklan.

2.4 Terpaan

Perkembangan sistem komunikasi membuat setiap orang mudah mendapatkan informasi, baik itu informasi yang baik maupun yang buruk, karena pada dasarnya media tidak dapat menyaring informasi yang diterima, namun manusia bisa menyaring informasi yang mereka terima dan manusia sebagai target komunikasi mengalami terpaan yang berbeda-beda.

Menurut Ardianto dan Erdinaya (2005:164) frekuensi penggunaan media dalam satu bulan diukur dalam beberapa kali sebulan seseorang menggunakan media dalam satu tahun. Untuk mengukur durasi penggunaan media adalah dengan menghitung berapa lama seseorang menggunakan media dan mengikuti suatu artikel dalam sebulan, sedangkan hubungan antara khalayak dengan isi media meliputi perhatian. Dengan demikian terpaan media dapat diukur melalui frekuensi, durasi, dan atensi khalayak pembaca. Terpaan iklan yang berulang-ulang juga akan menimbulkan efek yang berbeda-beda pada setiap orang. Terpaan dapat membuat suatu perubahan dalam diri seseorang, menurut Wiryanto (2004:39) perubahan tersebut meliputi perubahan pengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan perilaku nyata.

Secara sederhana, menurut Shimp (2003:182) menjelaskan definisi terpaan yaitu konsumen berinteraksi dengan pesan dari pemasar, mereka melihat iklan majalah, mendengarkan iklan radio, dan lain-lain. Seperti yanag diungkapkan oleh

25

Rakhmat (2001:52-53) bahwa semakin sering seseorang melihat iklan, semakin besar pula perhatian dari penonton, hal-hal yang disajikan berkali-kali bila disertai dengan sedikit variasi akan menarik perhatian sehingga mempengaruhi alam bawah sadar kita.

Terpaan terjadi ketika sebuah iklan ditempatkan sehingga calon konsumen dapat melihat (see), mendengar (hear), atau membaca (read) iklan tersebut. Menurut

Wells, Burnet, dan Moriarty (2000:156), terpaan ditentukan dari frekuensi

(seberapa sering iklan dilihat dan dibaca), intensitas (seberapa jauh khalayak mengerti pesan iklan), dan durasi (seberapa lama khalayak memperhatikan iklan) suatu iklan dilihat atau dibaca. Sesering dan selama apapun seseorang melihat suatu iklan, belum tentu ia melihat iklan tersebut secara seksama (dari awal sampai akhir), bisa saja hanya sekilas atau sebagian.

Dalam hal ini, jika perusahaan ingin produk atau mereknya dikenal dan diingat oleh khalayak, maka harus melakukan terpaan iklan. Terpaan dalam penelitian ini meliputi frekuensi khalayak melihat iklan KingKong Snack di

Instagram, durasi khalayak melihat iklan KingKong Snack di Instagram, dan intensitas khalayak melihat iklan KingKong Snack di Instagram yang akan membuat target audiens mengenal produk yang sedang dipromosikan.

2.5 Brand Awareness

Sebuah merek diharapkan menjadi merek yang melekat di benak konsumen, untuk mencapai tahap tersebut, sebuah merek harus mendapatkan kesadaran merek dari calon konsumennya. Menurut Kotler dan Keller (2012:63) merek adalah nama,

26 istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari seseorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakan antara produk sendiri dengan produk pesaing. Untuk membangun sebuah produk para pebisnis berusaha untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang peroduk mereka, membujuk dan meyakinkan masayarakat untuk membeli produknya, atau mengkomunikasikan produknya.

Tahap pemberian informasi produk kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendapatkan brand awareness (kesadaran terhadap merek), kesadaran merek atau brand awareness merupakan langkah awal untuk membangun sebuah merek produk. Menurut Keller (2003:453) diartikan bahwa kesadaran merek merupakan kekuatan dari suatu merek di dalam memori, tercermin oleh kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi atau membedakan merek dalam kondisi-kondisi tertentu, dan Aaker dalam Rangkuti (2004:40) mendefinisikan kesadaran merek sebagai kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat bahwa merek adalah anggota kategori produk tertentu serta kesadaran merek melibatkan dua kegiatan yaitu berusaha memperoleh identitas merek dan berusaha mengaitkannya dengan kelas produk tertentu. Menurut Keller (2003:53) Brand Recognition dapat diartikan sebagai kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi pengalamannya terhadap suatu merek dengan stimulus-stimulus tertentu sebagai bantuan, sedangkan Brand

Recall adalah kemampuan konsumen untuk mengingat sebuah merek dari ingatannya ketika diberikan petunjuk berupa kategori produk. Ketika konsumen sudah mencapai Brand Recall, maka konsumen sudah mengetahui kategori suatu produk (linkage to its product category).

27

Peneliti merujuk pada jurnal yang ditulis oleh Mohammad Pambudi Ari dan

Ni Ketut Seminari (2016), dalam penelitian ini yang menurut peneliti memiliki pengaruh yang paling tinggi terhadap brand awareness adalah iklan, dan word of mouth (pemasaran dari mulut ke mulut), karena iklan dapat menyampaikan pesan kepada konsumen maupun calon konsumen mengenai suatu produk, merek, maupun perusahaan dalam skala besar dan word of mouth dapat memberikan suatu pemahaman dari konsumen kepada calon konsumen mengenai pengalaman yang telah dialami oleh konsumen tersebut mengenai suatu produk, merek, maupun perusahaan. Menurut Durianto et al (2004:54) brand awareness menggambarkan kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, mengingat kembali suatu brand sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu. Pada umumnya konsumen cenderung membeli produk dengan brand yang sudah dikenalnya atas dasar pertimbangan kenyamanan, keamanan dan lain-lain. Bagaimanapun juga, brand yang sudah dikenal menghindarkan konsumen dari risiko pemakaian dengan asumsi bahwa brand yang sudah dikenal dapat diandalkan.

2.6 Instagram

Instagram adalah salah satu bentuk new media. Sebuah sosial media yang bisa diunduh gratis oleh para pengguna internet, berfokus pada fiturnya yang bisa mengunggah foto dan video disertai pesan singkat di setiap unggahannya. Setiap postingan yang telah pengguna unggah ke akun Instagram, dengan cepatnya akan tersebar kepada akun-akun lain yang megikuti akun tersebut.

Menurut Atmoko (2012:28) dijelaskan bahwa Instagram memiliki menu utama di aplikasinya, yaitu:

28

1. Home Page

Halaman utama yang menampilkan unggahan-unggahan terbaru dari akun

yang diikuti.

2. Comments

Sesama pengguna Instagram dapat saling mengirim komentar di setiap

unggahan suatu akun.

3. Explore

Halaman yang menampilkan unggahan-unggahan popular para pengguna

Instagram dan biasanya memiliki banyak likes.

4. Profile

Halaman yang menampilkan informasi para pengguna.

5. News Feed

Menampilkan notifikasi terhadap aktivitas dari akun-akun yang diikuti.

Sejak pertama kali berdiri tahun 2010, Instagram memiliki logo yang unik yaitu serupa kamera Polaroid, mirip dengan obyek di dunia nyata, namun, sejak

Mei 2016, Instagram mulai menyederhanakan logonya. Dikutip dari tekno.kompas.com,19 elemen di bagian pojok kanan atas kini tak lagi berupa jendela bidik kamera, melainkan hanya berbentuk titik kecil dengan warna putih, dipadukan dengan lingkaran lensa, titik putih dan lingkaran di tengah ini mengingatkan pada kamera dan sensor cahaya di smartphone modern, ketimbang lensa dan viewfinder

Polaroid jadul. Dengan begitu, logo baru Instagram seolah melambangkan

19 https:// tekno.kompas.com/read/2016/05/12/15400017/Cerita.di.Balik.Logo.Baru.Instagram diakses pada tanggal 7 Maret 2018 pukul 16:10 WIB

29 peralihan proses fotografi dari era kamera di masa terdahulu ke era smartphone.

Namun, fitur-fitur di dalam aplikasinya tidak banyak berubah, hanya ditambahkan fitur InstaStory yang membuat pengguna dapat mengunggah foto atau video selama beberapa detik dan akan hilang dalam waktu 24 jam. Selain itu, aktivitas yang bisa dilakukan di Instagram masih sama dengan Instagram yang lama, Menurut Atmoko, beberapa aktivitas tersebut adalah:

1. Follow

Kita bisa mengikuti akun-akun yang sekiranya menarik dan cocok dengan

kesukaan kita.

2. Like

Para pengguna bisa saling memberikan likes terhadap pengguna lainnya jika

unggahannya menarik, ada dua cara yaitu menekan symbol hati di bawah

sebelah kiri unggahan, atau mengetuk dua kali di unggahan yang kita sukai

tersebut.

3. Komentar

Menulis komentar di setiap unggahan suatu akun adalah salah satu bentuk

interaksi dan bisa saling bertukar pikiran dengan sesame pengguna lainnya.

4. Mention

Kita bisa menyebutkan akun Instagram pengguna lain hanya dengan

menulis symbol @ dan diikuti dengan nama akun pengguna.

2.7 Teori Perbedaan Individu

Teori ini dikembangkan oleh Melvin D. Defleur, menurut Effendi (2003:

30

275) lengkapnya adalah “Individual Differences Theory of Mass Communication

Effect” teori ini membahas individu-individu sebagai anggota khalayak sasaran media massa secara selektif, menaruh perhatian kepada pesan-pesan terutama jika berkaitan dengan kepentingannya, konsisten dengan sikap-sikapnya, sesuai dengan kepercayaan yang didukung oleh nilai-nilainya, tanggapan terhadap pesan-pesan tersebut diubah oleh tatanan psikologisnya. Jadi, efek media massa pada khalayak itu tidak seragam, melainkan beragam disebabkan secara individual berbeda satu sama lain dalam struktur kejiwaannya.

Anggapan dasar dalam teori ini menyatakan bahwa setiap individu berbeda antara satu dengan yang lainnya dalam menghadapi terpaan, hal ini bisa disebabkan karena perbedaan cara pandang berpikir, lingkungan, psikologis, kepercayaan, dan sebagainya. Terdapat suatu kaitan antara pesan-pesan yang disampaikan lewat media dengan respon setiap individu, respon terhadap pesan tersebut diubah oleh psikologis setiap individu tersebut. Jadi efek yang ditimbulkan oleh media kepada setiap individu adalah beragam dan tidak seragam, karena banyak faktor yang mempengaruhi dan membentuk suatu individu. Manusia yang dibesarkan di lingkungan yang kritis akan berbeda cara berpikirnya dengan manusia yang dibesarkan di lingkungan yang pasif.

Kaitannya teori perbedaan individu dengan penelitian ini adalah followers

Instagram @RaffiNagita1717 sebagai individu yang terkena terpaan dari iklan

KingKong Snack, pesan -pesan yang diterima oleh followers @RaffiNagita1717 ditangkap secara berbeda pada setiap individu. Ada followers yang tidak tertarik dengan gambar dari unggahan @RaffiNagita1717 karena warnanya terlalu

31 mencolok, ada juga yang sangat tertarik dengan unggahan @RaffiNagita1717 bahkan mengikuti lomba membentuk mahkota memakai kemasan KingKong

Snack. Tentu saja followers yang mengikuti lomba yang diadakan KingKong

Snack memiliki brand awareness yang lebih tinggi dibandingkan followers yang tidak tertarik dengan gambar iklan dari KingKong Snack karena warnanya yang mencolok.

Terdapat teori komunikasi pemasaran dalam penelitian ini, tapi, yang membedakannya dari teori perbedaan individu adalah teori komunikasi pemasaran

32 membuat kesimpulan dan keputusan tersendiri terhadap suatu produk, dan cenderung membandingkan produk yang satu dengan produk lain yang dianggap kualitasnya lebih baik, menurut Duncan dan Moriarty dalam Morissan (2010:11) seluruh pesan harus disampaikan dan diterima secara konsisten dalam upaya menciptakan persepsi yang utuh di antara pelanggan dan pihak terkait lainnya, yang memerlukan kesatuan atau integrasi berbagai pesan komunikasi pemasaran serta integrasi fungsi berbagai fasilitator promosi. Semua itu bertujuan agar konsumen dengan pihak yang bersangkutan dapat berkomunikasi dengan satu suara, satu penampilan, dan satu citra dalam setiap kegiatan komunikasi pemasaran serta untuk mengidentifikasi serta memosisikan perusahaan dan mereknya dengan cara yang konsisten.

Sedangkan Teori Perbedaan Individu ini, melakukan pengenalan melalui sebuah media, lalu konsumen yang melihat akan melakukan pemikiran, dan pemikiran itu akan berbeda-beda setiap konsumen. Maka, setelah terkena terpaan iklan di sebuah media, diharapkan konsumen akan menjadi terpengaruh dan menimbulkan kesadaran merek terhadap suatu produk.

33

2.8 Kerangka Berpikir

Pengaruh Terpaan Iklan

KingKong Snack di Instagram Terhadap Brand Awareness

Brand Awareness Teori Perbedaan Individu (Kevin Lane Keller (1998, (Individual Differences Theory) 2003) David A. Aaker (1996))

“Kekuatan dari suatu merek di Terpaan Iklan dalam memori, tercermin oleh

kemampuan konsumen untuk membedakan merek dalam kondisi tertentu. Kesadaran 1. Frekuensi merek melibatkan dua kegiatan, 2. Durasi berusaha memperoleh identitas 3. Intensitas merek dan mengaitkannya dengan produk tertentu” (William Wells, John Burnet, Sandra Moriarty (2000))

Metode Survei

H0: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara terpaan iklan KingKong Snack di

Instagram terhadap brand awareness followers @RaffiNagita1717 2.9 Operasional Variabel

H1: Terdapat pengaruh yang signifikan antara terpaan iklan KingKong Snack di

Instagram terhadap brand awareness followers @RaffiNagita1717.

34

Tabel 2.2: Operasional Variabel

Variabel Sub- Indikator Skala

variabel

Terpaan Frekuensi 1. Frekuensi membuka Instagram Interval

Iklan pribadi dalam sehari (seberapa 2. Berapa kali melihat iklan (William sering iklan 3. Frekuensi membuka sebuah akun Wells, John dilihat dan untuk mencari informasi Burnet, dibaca) 4. Konsisten dalam mengiklankan Sandra produk. Moriarty Durasi 1. Durasi membuka akun pribadi dalam Interval (2000)) sehari (seberapa

2. Durasi menghabiskan waktu di lama sebuah akun Instagram khalayak 3. Lama waktu melihat iklan memperhatik

an iklan)

Intensitas 1. Perhatian terhadap postingan akun Interval

Instagram (seberapa 2. Perhatian penyampaian pesan dalam jauh iklan khalayak 3. Perhatian pada bahasa dalam iklan mengerti 4. Perhatian pada model atau bintang

35

pesan iklan) iklan

5. Perhatian pada penampilan konten

iklan

6. Perhatian pada penampilan ilustrasi

gambar iklan

7. Perhatian pada penulisan kalimat

dalam iklan

8. Perhatian pada slogan iklan

9. Perhatian pada varian produk yang

diiklankan

10. Perhatian pada warna yang dipakai

dalam iklan

Brand Brand Recognition: Interval

Awareness 1. Terbantu mengenali merek melalui

(Kevin nama Lane Keller (1998, 2. Terbantu mengenali merek melalui 2003) logo David A. Aaker 3. Terbantu mengenali merek melalui (1996)) slogan

4. Terbantu mengenali merek melalui

kemasan

Brand Linkage to Its Product Category: Interval

36

1. Terbantu dalam mengetahui kategori

produk melalui nama

2. Terbantu dalam mengetahui kategori

produk melalui logo

3. Terbantu dalam mengetahui kategori

produk melalui slogan

4. Terbantu dalam mengetahui kategori

produk melalui kemasan

37

2.10 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.3: Penelitian Terdahulu

No Peneliti dan Judul Tahun Metode Hasil Penelitian

1 Dian Ines Anjaskara, 2016 Pengambilan sampel Sikap pada media

Pengaruh Sikap Pada menggunakan teknik sosial instagram

Media Sosial purposive sampling. berpengaruh

Instagram Terhadap Teknik pengumpulan terhadap minat

Minat Beli Produk data menggunakan belanja melalui

Kecantikan Melalui angket. Validitas instagram

Instagram menggunakan uji

(Studi Kasus pada CFA dan reliabilitas

Konsumen Terhadap menggunakan rumus

Minat Beli cronbach alpha.

Melalui Situs Teknik analisis data

Instagram) menggunakan

analisis regresi

sederhana.

2 Mohammad Risky 2016 Pendekatan Terdapat

Fauzi, Pengaruh Akun kuantitatif dengan hubungan atau

Instagram metode survey. terdapat pengaruh

@indotravellers.co antara akun

Terhadap Minat @indotravellers.c

Travelling Mahasiswa om di instagram

38

Ilmu Komunikasi terhadap minat

Untirta Angkatan travelling

2012-2014 mahasiswa

jurusan ilmu

komunikasi

UNTIRTA

3 Siti Mahmudoh, 2011 Pendekatan Analisis korelasi

Pengaruh Terpaan kuantitatif dengan Pearson Product

Iklan di Televisi metode survey. Moment

Terhadap Kesadaran menunjukan

Merek terdapat

hubungan kuat

antara terpaan

iklan Kartu As

versi “Smash”

dengan kesadaran

merek pada

mahasiswa

komunikasi

Untirta sebesar

0,614,

perhitungan

koefisien 0,378.

39

Sehingga sebesar

37,8%

pembentukan

kesadaran merek

yang terjadi

karena terpaan

iklan, sisanya

dipengaruhi oleh

factor lain.

40

2.11 Hipotesis Penelitian

Menurut Kriyantono (2010:28) secara etimologis, hipotesis berasal dari kata hypo dan thesis, hypo artinya kurang dan thesis artinya pendapat. Bisa diartikan bahwa hipotesis artinya adalah pendapat atau pernyataan yang kebenarannya belum pasti dan masih harus diuji terlebih dahulu karena sifatnya sementara atau hanya dugaan awal.

Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

H0: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara terpaan iklan KingKong

Snack di Instagram terhadap brand awareness followers @RaffiNagita1717

H1: Terdapat pengaruh yang signifikan antara terpaan iklan KingKong Snack di

Instagram terhadap brand awareness followers @RaffiNagita1717.

Dalam penelitian ini akan menguji tentang pengaruh variabel bebas

(independen) yaitu terpaan iklan di Instagram terhadap brand awareness sebagai variabel terikat (dependen). Maka, jika Terpaan Iklan di Instagram

@RaffiNagita1717 semakin tinggi, brand awareness KingKong Snack juga akan semakin tinggi.

41

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metodologi dan Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Kriyantono

(2010:82) penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan, dengan demikian penelitian ini tidak terlalu mementingkan kedalaman data atau analisis.

Atau menurut Kriyantono (2010:55) dapat juga dikatakan penelitian kuantitatif adalah riset yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan, penelitian lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga data atau hasil riset dianggap merupakan hasil representasi dari seluruh populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji teori atau hipotesis, mendukung atau menolak teori.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatif, Bungin (2005:46) mengatakan bahwa penelitian eksplanatif memiliki kredibilitas untuk mengukur, menguji hubungan sebab akibat dari dua atau beberapa variabel dengan menggunakan analisis statistik inferensial, peneliti diwajibkan membangun hipotesis penelitian dan mengujinya di lapangan karena format penelitian eksplanatif bertujuan mencari hubungan sebab akibat dari variabel-variabel yang diteliti, dengan demikian statistik inferensial merupakan alat utama dalam analisis data. Jenis penelitian tersebut digunakan karena berhubungan

42 dengan judul dari yang peneliti lakukan yaitu “Pengaruh Terpaan Iklan KingKong

Snack di Instagram Terhadap Brand Awareness (Survei Terhadap Followers

@RaffiNagita1717)”, dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah terpaan iklan KingKong Snack di Instagram sebagai variabel independen (X).

Dipilihnya Instagram karena media sosial Instagram adalah nomor dua paling sering dikunjungi oleh pengguna internet di Indonesia setelah Facebook, KingKong

Snack juga diiklankan di Instagram tepatnya di akun @RaffiNagita1717 dengan

21,4 juta followers. Brand awareness sebagai variabel dependen (Y) dan objek penelitian ini adalah followers @RaffiNagita1717. Dipilihnya followers

@RaffiNagita1717 sebagai objek penelitian adalah menurut peneliti, followers

@RaffiNagita1717 berkemungkinan paling besar terkena terpaan iklan KingKong

Snack yang dipromosikan oleh akun @RaffiNagita1717 karena mereka mengikuti akun tersebut dan setiap post yang diunggah akan masuk ke linimasa mereka.

Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma positivistik. Paradigma ini menurut Silalahi (2010:68) dinyatakan sebagai paradigma tradisional, eksperimental, dan empiristis yang dikembangkan oleh para ahli sosiologi seperti Comte, Durkheim, dan Mill. Dalam tahap postivistik, gejala sosial dapat diungkapkan melalui observasi empiris atas gejala tersebut. Tahap positivis ditandai oleh kepercayaan terhadap data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir.

Chahiri (2009:5) membuat pengertian paradigma positivisme berdasarkan pendapat Neuman yaitu suatu pendekatan yang diadopsi dari ilmu alam yang menekankan pada kombinasi antara angka dan logika deduktif dan penggunaan

43 alat-alat kuantitatif dalam menginterpretasikan suatu fenomena secara “objektif”.

Pendekatan ini berangkat dari keyakinan bahwa legitimasi sebuah ilmu dan penelitian berasal dari penggunaan data-data yang terukur secara tepat, yang diperoleh melalui survei atau kuesioner dan dikombinasikan dengan statistik dan pengujian hipotesis yang bebas nilai atau objektif. Dengan cara tersebut, suatu fenomena dapat dianalisi untuk kemudian ditemukan hubungan di antara variabel- variabel yang terlibat di dalamnya, hubungan tersebut adalah hubungan korelasi atau hubungan sebab akibat.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode survei, metode survei digunakan untuk memperoleh fakta-fakta tentang gejala atau permasalahan yang timbul. Kajiannya tidak perlu mendalam sampai menyelidiki gejala-gejala tersebut atau sampai menganalisa hubungan atas gejala-gejala, fakta-fakta yang ada lebih digunakan untuk pemecahan masalah. Dalam penelitian ini alat bantu yang digunakan oleh peneliti adalah kuesioner.

Menurut Kriyantono (2010:95) kuesioner adalah daftar pernyataan yang harus diisi responden dengan tujuan mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden, tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pernyataan.

Kuesioner tersebut diberikan kepada tiap individu yang dimintai tanggapan mengenai masalah penelitian, di sini peneliti menggunakan desain skala interval.

44

Desain pengukuran yang digunakan dalam kuesioner ini menggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial, dan masing-masing jawaban diberikan bobot nilai.

Tabel 3.1 Uji Skala Likert

Alternatif Jawaban Bobot Nilai

Sangat Setuju 4

Setuju 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

Pada skala likert umumnya menggunakan lima pilihan jawaban, namun peneliti memilih untuk menggunakan empat pilihan jawaban. Menurut

Singarimbunan (1989:102) hal ini dilakukan untuk menghindari jawaban di tengah yang akan menghilangkan banyaknya data dalam riset, sehingga data yang diperlukan banyak yang hilang.

3.3 Sumber Data

Dalam penelitian ini digunakan dua jenis data, yaitu:

1. Data Primer

45

Menurut Kriyantono (2010:60) data primer merupakan data yang

didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan seperti

hasil dari wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan

oleh peneliti. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh dari responden

secara langsung di direct message Instagram melalui kuesioner dalam

bentuk google form yang dibagikan oleh peneliti kepada followers akun

@RaffiNagita1717.

2. Data Sekunder

Kriyantono (2010:60) menjelaskan data sekunder merupakan data

primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak

pengumpul data primer atau oleh pihak lain misalnya berbentuk tabel-tabel

atau diagram. Data sekunder adalah sebagai data pendukung dan pelengkap

yang relevan dengan penelitian yang sedang diteliti.

3.4 Populasi dan Sampel

3.4.1 Populasi

Menurut Sugiyono (2005:55) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya, atau menurut Margono (2007:118) populasi adalah data yang menjadi perhatian kita dalam ruang lingkup dan waktu yang ditentukan, adapun Sukmadinata (2008:250) menegaskan bahwa populasi adalah kelompok besar dan wilayah yang menjadi lingkup penelitian kita.

46

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah para pengguna akun

Instagram yang mengikuti akun @RaffiNagita1717 selama satu tahun atau lebih.

Hasil pencarian oleh peneliti dari instagram.com/RaffiNagita1717 pada Februari

2018 adalah sebanyak 21.400.000 akun.

3.4.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2005:56) sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Hal-hal yang dipelajari dari sampel itu akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu, sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representatif (mewakili).

Suatu sampel dikatakan representatif apabila ciri-ciri sampel yang berkaitan dengan tujuan penelitian sama atau hampir sama dengan ciri-ciri populasinya.

Dengan sampel yang representatif ini, informasi yang dikumpulkan dari sampel hampir sama dengan informasi yang dapat dikumpulkan dari populasinya.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan nonprobability sampling, yaitu yang dijelaskan oleh Abidin (2015:282) adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling, Abidin (2015:283) menjelaskan bahwa purposive sampling

47 adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Sampel purposif dilakukan dengan mengambil orang-orang yang benar-benar terpilih oleh peneliti menurut ciri-ciri spesifik yang dimiliki oleh sampel tersebut.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah followers akun

@RaffiNagita1717. Untuk mendapatkan sampel yang respresentatif, ada kriteria yang ditetapkan peneliti kepada sampelnya yaitu akun yang sudah mengikuti

@RaffiNagita1717 selama satu tahun atau lebih.

Selanjutnya dalam menentukan sampel penelitian, maka peneliti menggunakan rumus Yamane untuk menghitung jumlah sampel penelitian.

Adapun rumus Yamane ialah sebagai berikut:

N 푛 = Nd² + 1

Keterangan :

n = Besarnya Ukuran Sampel

N = Besarnya Populasi

d = Presisi (Sampling Error) 10%

Adapun perhitungan sampelnya adalah sebagai berikut:

n = 21400000 21400000 (10)2+1

n = 99,99 dibulatkan menjadi 100

48

Dengan demikian, didapat sampel yang akan diteliti dalam penelitian ini

yaitu sebanyak 100 orang.

3.5 Instrumen Penelitian

Penelitian harus memiliki alat ukur yang baik, karena penelitian adalah melakukan pengukuran, alat ukur tersebut dinamakan instrumen penelitian.

Menurut Sugiyono (2012:102) instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Jumlah instrument penelitian tergantung pada jumlah variabel penelitian yang telah ditetapkan untuk diteliti. Untuk menghitung dan mengolah data, peneliti menggunakan alat pengukuran SPSS (Statistical Product and Service Solutions)

Versi 20, karena peneliti menggunakan kuesioner, maka alat tersebut harus diuji validitas dan reliabilitasnya.

3.5.1 Uji Validitas

Merujuk pada Kriyantono (2010:141) validitas artinya alat ukur yang digunakan dalam pengukuran. Validitas dimaksudkan untuk menyatakan sejauh mana instrumen (misalnya kuesioner) akan mengukur apa yang ingin diukur.

Artinya, alat ukur yang digunakan benar-benar dapat mengukur sifat objek yang diteliti atau mengukur sifat yang lain.

Pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan SPSS Versi 20. Data yang diperoleh dari lapangan diolah ke dalam program aplikasi tersebut untuk mengetahui validitas instrumen dalam penelitian ini. Untuk menilai kevalidan

49 masing-masing pertanyaan dapat dilihat dari dapat dilihat dari corrected item total correction masing-masing butir pertanyaan.

Menurut Ruslan (2008:189), penentuan pengujian uji validitas adalah r hitung dibandingkan dengan r tabel (dengan melihat taraf signifikasi penelitian, yakni sebesar 5% atau 0,05 dan jumlah responden, barulah kita akan mendapatkan nilai r tabel). Maka didapat kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:

a. Jika rhitung> rtabel maka butir pernyataan valid

b. Jika rhitung< rtabel maka butir pernyataan tidak valid

3.5.2 Uji Reliabilitas

Menurut Sugiyono (2005:348) instrumen yang reliabel berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan meghasilkan data yang sama. Reliabilitas artinya bahwa alat ukur tersebut stabil, dapat diandalkan dan tetap.

Peneliti menggunakan program aplikasi SPSS Versi 20 dalam uji reliabilitas. Menurut Agung (2010:77), kriteria penerimaan uji reliabilitas untuk menguji apakah keputusan pada sebuah butir pertanyaan dikatakan reliabel atau tidak reliabel adalah:

a. Jika ralpha> rtabel maka dapat dikatakan reliabel.

b. Jika ralpha< rtabel maka dapat dikatakan tidak reliabel

50

Tabel 3.2

Tingkat Reliabilitas Nilai Alpha

Nilai Alpha Tingkat Reliabilitas

0.00 – 0.20 Kurang Reliabel

< 0.20 – 0.40 Agak Reliabel

< 0.40 – 0.60 Cukup Reliabel

< 0.60 – 0.80 Reliabel

< 0.80 – 1.00 Sangat Reliabel

Sumber: Agung (2010:95)

3.6 Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono (2012:39) variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kgiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dua macam definisi variabel adalah:

a. Variabel X sebagai Variable Independent (Variabel Bebas)

Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent.

Variable independent adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab

perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini

yang menjadi variable independent adalah Terpaan Iklan di Instagram.

b. Variabel Y sebagai Variable Dependent (Variabel Terikat)

Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen.

Variable dependent adalah variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau

51

yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang

menjadi variable dependent adalah Brand Awareness followers

@RaffiNagita1717.

3.7 Teknik Pengolahan dan Analisis Data

3.7.1 Teknik Pengolahan Data

Dikutip dari Bungin (2005:174-178) pengolahan data adalah kegiatan lanjutan setelah pengumpulan data dilaksanakan. Pada penelitian kuantitatif, pengolahan data secara umum dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut:

a. Memeriksa (Editing)

Editing adalah kegiatan yang dilaksanakan setelah peneliti selesai

menghimpun data di lapangan. Kegiatan ini penting karena kenyataannya

bahwa data yang terhimpun kadang kala belum memenuhi harapan peneliti, ada

di antaranya kurang atau terlewatkan, tumpang tindih, berlebihan bahkan

terlupakan. Pada akhir editing, peneliti harus mempertanyakan kembali

beberapa hal antara lain: apakah data yang diperlukan sudah betul-betul lengkap

dan jelas untuk dimengerti dan dipahami, apakah data satu dengan lainnya

sudah konsisten, seragam, dan memiliki respons yang sesuai.

b. Proses Pemberian Identitas (Coding)

Dalam tahapan koding, data yang telah diedit sebelumnya, diberi

identitas sehingga memiliki arti tertentu pada saat dianalisis. Pengkodean

52

menggunakan dua cara yaitu pengkodean frekuensi dan pengkodean lambang.

Pengkodean frekuensi digunakan apabila jawaban pada poin tertentu memiliki

bobot atau arti frekuensi tertentu, sedangkan pengkodean lambang, digunakan

pada poin yang tidak memiliki bobot tertentu.

c. Proses Pembeberan (Tabulating)

Tabulasi adalah bagian terakhir dari pengolahan data, tabulasi adalah

proses memasukkan data pada tabel-tabel tertentu dan mengatur angka-angka

serta menghitungnya. Ada beberapa jenis tabel yang bisa dipakai dalam

penelitian sosial, yaitu tabel data dan tabel kerja. Tabel data adalah tabel yang

dipakai untuk mendeskripsikan data sehingga memudahkan peneliti untuk

memahami struktur dari sebuah data, sedangkan tabel kerja adalah tabel yang

dipakai untuk menganalisis data yang tertuang dalam tabel data.

3.7.2 Uji Normalitas Data

Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui data yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. Menurut Sugiyono (2012:182), penggunaan statistik parametris mensyaratkan bahwa setiap variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Jika data berdistribusi normal dapat dilakukan pengujian hipotesis, ketentuan dalam uji normalitas data adalah sebagai berikut:

1. Data berdistribusi secara normal diuji menggunakan statistik parametrik

dengan skala pengukuran interval dan rasio

2. Data berdistribusi tidak normal diuji menggunakan statistik non

parametrik dengan skala pengukuran nominal dan ordinal

53

Pengujian dilakukan dengan bantuan SPSS versi 20, dasar pengambilan keputusan ini adalah sebagai berikut:

1. Jika hasil uji memiliki nilai probabilitas > 0,05 maka data

berdistribusi normal.

2. Jika hasil uji memiliki nilai probabilitas < 0,05 maka data

berdistribusi tidak normal.

3.7.3 Uji Koefisien Kolerasi

Menurut Sugiyono (2012:182) analisis korelasi adalah metode statistik yang digunakan untuk mengukur besarnya hubungan linier antara dua variabel atau lebih.

Nilai korelasi populasi (ρ) berkisar pada interval -1 ≤ ρ ≤ 1. Jika korelasi bernilai positif, maka hubungan antara dua variabel bersifat searah, sebaliknya, jika korelasi bernilai negatif, maka hubungan antara dua variabel bersifat melawan arah.

Untuk pengujian koefisien korelasi, dapat menggunakan rumus korelasi ganda sebagai berikut:

n xy − ( x)( y) rxy n x2 − x 2 n y2 − y 2   ( )   ( ) 

Keterangan :

r xy =KoefisienKorelasi.

 xy = Jumlah perkalian variable X dan Y

54

 x = Jumlah Nilai variable X

 y = Jumlah Nilai variable Y

2  x = Jumlah pangkat dua nilai variable X

2  y = Jumlah pangkat dua nilai variable Y

n = Banyaknya sampel

Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan tersebut besar atau kecil pengaruhnya, maka dapat berpedoman pada ketentuan yang tertera pada tabel sebagai berikut:

55

Tabel 3.3

Nilai Koefisien Korelasi

Koefisien Korelasi Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Rendah

0,20 – 0,399 Rendah

0.40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat kuat

Sumber: Sugiyono (2012:184)

3.7.4 Koefisien Determinasi

Koefesien diterminasi digunakan pada penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y. Dengan menggunakan rumus:

KD = r2 x 100%

Keterangan :

KD = Koefisien Determinasi

r = Koefisien Korelasi

Dengan batas Koefisien Determinan 0 < KD < 1.

56

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan program aplikasi SPSS 20,

dengan menggunakan program tersebut hasilnya dapat dilihat pada tabel model

summary berdasarkan nilai dari tabel yang berjudul R – square atau melihat angka

R.

3.7.5 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif adalah metode yang digunakan untuk mendeskripsikan

masing-masing variabel, yaitu variabel dari Terpaan Iklan di Instagram (X) dan

variabel Brand Awareness followers @RaffiNagita1717 (Y). Dalam analisis

deskriptif ini perhitungan yang digunakan untuk mengetahui tingkat presentase skor

jawaban dari masing-masing variabel dengan rumus berikut :

n % = x100% N

Keterangan:

n = skor empirik (skor yang diperoleh)

N = jumlah nilai ideal (jumlah responden x jumlah soal x skor tertinggi)

% = Tingkat keberhasilan yang dicapai

Perhitungan deskriptif presentase ini mempunyai langkah – langkah sebagai

berikut :

1. Menentukan presentase maksimal

skor maksimal x100% skor maksimal

4 x100% =100% 4

57

2. Menentukan angka presentase minimal

skor minimal x100% skor maksimal

1 x100% = 25% 4

3. Menentukan interval kelas presentase, diperoleh dari pembagian kriteria terhadap

rentang presentase (100% - 25% = 75%), maka didapat 75% : 4 = 18, 7%.

Untuk mengetahui kriteria tersebut, selanjutnya skor yang diperoleh (dalam

%) dengan analisis deskriptif presentase diperoleh sebagai berikut:

Tabel 3.4

Kriteria Analisis Deskriptif Persentase

Rentang Presentase Kriteria

81% s/d 100% Sangat Baik

61%s/d 80% Baik

41% s/d 60% Cukup Baik

21% s/d 40% Tidak Baik

1% s/d 20% Sangat Tidak Baik

3.7.6 Analisis Regresi

Analisis regresi menurut Kriyantono (2008:179) dilakukan jika korelasi

antara dua variable mempunyai hubungan kausal (sebab-akibat) atau hubungan

fungsional.

58

a. Analisis Regresi Linier Sederhana

Dijelaskan oleh Sugiyono (2012:188) regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional maupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Pengujian regresi linier sederhana untuk mengetahui seberapa besar kekuatan variabel X berhubungan dengan variabel Y dengan menggunakan SPSS

20.

풀 = ∝ +풃푿

Keterangan:

Y = Subjek dalam variabel dependen yang diprediksi

α= Harga Y ketika X=0 (harga konstan) b= angka arah atau koefisien regresi, yaitu menunjukan angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen, bila b (+) maka naik dan bila b (-) maka terjadi penurunan

X = Subjek pada variabel tertentu yang mempunyai nilai tertentu.

b. Analisis Regresi Ganda

Regresi linier ganda merupakan pengembangan dari regresi linier sederhana. Dalam analisis regresi linier sederhana menurut Widiyanto (203:226)

59 hanya terdapat satu variabel prediktor, namun dalam regresi linier ganda terdapat lebih dari satu variabel prediktor, baik itu dua, tiga atau lebih tergantung dari banyaknya variabel prediktor yang dimiliki dalam permasalahan penelitian.

Analisis ini digunakan untuk mengestimasi nilai variabel prediktor X (Terpaan

Iklan) terhadap variabel Y (Brand Awareness).

퐘 = 퐚 + 퐛ퟏ퐗ퟏ + 퐞

Keterangan:

Y = variabel dependen (keputusan pembelian “Wardah”) a = konstanta

푏1 = koefisien regresi

푋1 = variabel independen 1 e = standard error

3.7.7 Uji Hipotesis

Menurut Sugiyono (2012:192) untuk menguji signifikansi koefisien korelasi yaitu hubungan yang ditemukan berlaku untuk keseluruhan populasi maka perlu diuji signifikansi dengan uji signifikansi korelasi uji t, uji F, dan uji signifikansi:

1. Uji t dilakukan untuk menguji signifikansi koefisien korelasi variable bebas

dengan variable terikat. Rumus thitung adalah:

n − 2 t = r 2 1− r

60

Keterangan :

r = Korelasi

n = Banyaknya sampel

t = tingkat signifikan (thitung) yang selanjutnya dibandingkan

denganttabel

Untuk mencari t tabel maka terlebih dahulu tentukan taraf signifikansi, misal

(α = 0,05), kemudian dicari ttabel dengan derajat kebebasan (dk) = n – 1, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Jika thitung< ttabel, maka Ho diterima dan H1 ditolak artinya tidak

signifikan.

b. Jika thitung> ttabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya

signifikan.

2. Uji F ditujukan untuk menguji signifikansi koefisien korelasi berganda

seberapa kuat hubungan variabel terikat secara bersamaan (simultan), yaitu

a. Ho :  = 0 atau koefisien korelasi, variabel bebas tidak signifikansi

dengan variabel terikat.

b. H1 :  ≠ 0 atau koefisian korelasi, variabel bebas signifikansi dengan

variabel bebas.

Untuk memperoleh hasilnya, maka nilai Fhitung harus dibandingkan dengan Ftabel.

Rumus dari Fhitung adalah:

r 2 / K Fhitung = 2 (1− R )/(n − K −1) 61

Keterangan :

R = Koefisien korelasi ganda

k = Jumlah variable independen

n = Jumlah anggota sampel

Harga Fhitung kemudian dikonsultasikan dengan Ftabel dengan dk pembilang

= k dan dk penyebut = (n– k–1) dan taraf kesalahan yang ditetapkan misalnya 5%.

Dasar pengambilan keputusannya adalah:

a. Jika Fhitung< Ftabel, maka Ho diterima dan H1 ditolak artinya

tidak signifikan,

b. Jika Fhitung> Ftabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima artinya

signifikan.

3. Tingkat signifikansi yang ditetapkan oleh penulis adalah 0,05, menunjukkan

bahwa periset mempunyai 5% kesempatan untuk membuat keputusan yang

salah mengenai penolakan Ho (menerima H1). Penetapan tingkat atau taraf

signifikansi tergantung pada jumlah kesalahan periset yang bisa diterima.

Menurut Kriyantono (2010:35) ketentuan dari uji signifikansi adalah:

a. Jika nilai Sig < 0,05, maka Ho ditolak artinya signifikan.

b. Jika nilai Sig > 0,05, maka Ho diterima artinya tidak signifikan.

3.8 Lokasi dan Jadwal Penelitian 3.8.1 Lokasi Penelitian

62

Lokasi penelitian ini dilakukan di akun instagram @RaffiNagita1717 dengan meninjau followers pada akun tersebut.

3.8.2 Jadwal Penelitian

Tabel 3.5

63

No Kegiatan 2017 2018

OKT JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP

1 ACC JUDUL

2 BAB I

3 BAB II

4 BAB III

5 SIDANG

OUTLINE

6 REVISI

PASCA

OUTLINE

7 PENELITIAN

8 BAB IV-V

9 SIDANG

AKHIR

64

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1Deskripsi Objek Penelitian

4.1.1 KingKong Snack

Gambar 4.1

Kemasan KingKong Snack

Kingkong Snack adalah salah satu produk yang diproduksi oleh PT

Universal Cipta Pangan yang mana adalah sebuah perusahaan manufaktur makanan ringan yang berdiri tahun 2007 dengan spesialisasi keripik singkong. Menurut Esti11

11 Wawancara dengan Esti, Humas PT Universal Cipta Pangan di kantor PT Universal Cipta Pangan, Jakarta Barat pada tanggal 27 Oktober 2017

65 selaku humas PT Universal Cipta Pangan, keunggulan dari KingKong Snack adalah kualitas yang menghindari MSG, pengawet, dan pewarna. Tahun 2018 ini,

KingKong Snack menduduki tiga besar Top Brand dalam kategori keripik singkong olahan dengan TBI 10,2%.

Gambar 4.2

Top Brand Index Kategori Keripik Singkong Olahan

TBI KingKong Snack terus meningkat dari tahun 2016 hingga menjadi Top

Brand pada tahun 2018. Sekarang, KingKong Snack bisa ditemukan di supermarket atau hypermart ternama seperti, Alfamart, Alfamidi, Carrefour, Ranch Market,

Farmers Market, LotteMart, Toserba Yogya, Yomart, dan Ramayana. Dengan harga jual Rp 5200/pcs dan isi 60 gram, KingKong Snack memiliki lima varian rasa yaitu Rasa Keju, Ayam Lada Hitam, Original, Balado, dan Barbeque.

Dalam penjualan offline, KingKong Snack sering mengadakan promo di tempat yang berbeda. Contohnya adalah sebagai berikut:

66

Gambar 4.3

KingKong Snack mengadakan promo di Toserba Yogya dengan potongan Rp 3000 tiap pembelian 2pcs KingKong Snack.

Gambar 4.4

KingKong Snack mengadakan promo di Alfamart dengan potongan Rp

2500 tiap pembelian semua varian KingKong Snack.

Gambar 4.5

67

KingKong Snack mengadakan promo di Yomart yaitu beli 2pcs KingKong

Snack akan mendapatkan gratis 1pcs KingKong Snack.

KingKong Snack juga melakukan promosi online yaitu di media sosial melalui akun instagram @RaffiNagita1717. Dalam promosi online, mereka lebih sering mengadakan quiz atau lomba dengan pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai.

Gambar 4.6

68

Lomba membuat topi dari kemasan KingKong Snack, juaranya akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 1.500.000 dan tablet.

Gambar 4.7

69

Lomba share momen makan KingKong bersama keluarga, yaitu memposting foto momen keluarga dengan KingKong Snack di fotonya dan dua orang pemenang akan mendapatkan uang tunai total Rp 500.000.

Gambar 4.8

Lomba yang syaratnya hanya mengikuti akun instagram @kingkong.snack dan pemenang yang beruntung akan mendapatkan uang tunai RP 100.000 untuk lima orang pemenang.

4.1.2 Akun Instagram @RaffiNagita1717

Gambar 4.9

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina adalah salah satu pasangan selebritis di

Indonesia, mereka mempunyai satu akun instagram pribadi yang dipakai bersama- sama dengan username @RaffiNagita1717, yang berasal dari nama Raffi dan

70

Nagita, lalu angka 1717 adalah angka kelahiran dari mereka berdua yaitu sama- sama lahir pada tanggal 17 Februari. Selain terkenal menjadi selebritis, mereka saat ini juga terkenal menjadi seorang pengusaha, dilihat dari akun Instagram-nya, mereka mempunyai produk snack, salah satunya adalah KingKong Snack, lalu kue yang diberi nama Gigieat Cake, clothing brand bernama RA Jeans, minuman rasa mangga Mango Bomb, serta mereka sedang giat-giatnya memproduksi film, The

Secret, Dimsum Martabak, dan yang terakhir adalah 13 The Haunted.

Dengan popularitasnya yang tinggi, tidak mengherankan jika akun instagram mereka memiliki banyak followers, dikutip dari Tekno Liputan6.com,12

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menduduki posisi kedua artis dengan followers

Instagram terbanyak di Indonesia, dengan 21,4 juta followers pada Februari 2018 dan akan terus bertambah. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh mereka untuk mengiklankan produknya di Instagram, yaitu salah satunya adalah KingKong

Snack.

12 https://tekno.liputan6.com/read/3017828/5-artis-indonesia-dengan-followers-instagram- terbanyak diakses pada tanggal 7 Maret 2018 pukul 16:10 WIB

71

Gambar 4.10

Raffi Ahmad memposting foto anaknya, Rafathar Malik Ahmad yang berpose di depan mobil Lamborghini dengan stiker KingKong Snack.

Gambar 4.11

72

Cuplikan dari video Raffi Ahmad dengan kostum Raja KingKong yang sedang mengiiklankan KingKong Snack.

Gambar 4.12

Cuplikan dari video yang diposting oleh @RaffiNagita1717 mengajak selebgram @edlnlaura dan youtuber Atta Halilintar membeli KingKong Snack.

Beberapa produk dan film yang diproduksi oleh RA Pictures yang juga diiklankan di akun instagram mereka @RaffiNagita1717 adalah:

73

Tabel 4.1

Nama Produk/Film Penjelasan

RA Jeans adalah sebuah merek clothing yang

dimiliki oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina,

nama RA Jeans didapat dari inisial Raffi

Ahmad, menjual baju dan celana untuk pria

maupun wanita, produk ini bisa didapatkan di

Ramayana dan Matahari Department Store.

Gigieat Cake adalah produk kue yang dimiliki

oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, nama

Gigieat Cake diambil dari nama panggilan

Nagita yaitu Gigi dan menambahkan kata eat

yang artinya makan. Store Gigieat Cake sudah

tersebar di Jabodetabek.

Mango Bomb adalah produk minuman yang

dimiliki oleh Raffi Ahmad dan Nagita, dengan

produksi awal minuman jus mangga dengan

whipped cream dan potongan mangga di

atasnya, sekarang Mango Bomb sudah

memproduksi berbagai macam minuman. Store

74

Mango Bomb bisa ditemukan di beberapa Mall

di Jakarta dan Tangerang.

Tenangin merupakan salah satu produk Raffi

dan Nagita yang berjenis obat herbal. Dengan

khasiat yang menghangatkan dan untuk

memelihara daya tahan tubuh.

Film bergenre horror yang diproduksi RA

Pictures, rumah produksi milik Raffi Ahmad

dan Nagita Slavina, tayang perdana pada 26 Juli

2018 kemarin.

Film yang juga diproduksi oleh RA Pictures,

diperankan oleh Ayu Ting Ting dan Boy

William. Ditayangkan di seluruh bioskop

Indonesia pada tanggal 15 Juni 2018.

4.2 Analisis Data Responden

Untuk mengetahui pengaruh terpaan iklan di Instagram terhadap brand awarenessfollowers @RaffiNagita1717, dilakukan dengan pengumpulan data melalui penyebaran angket. Penyebaran angket dilakukan pada 100 orang responden dengan angket terdiri dari 25 pertanyaan. Adapun cara penyebaran

75 kuesioner melalui google form di link https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScA5oQTdGTjrh4jtop31uxUOZmaL

S4PG4rDj4jHva3azyildg/viewform?usp=pp_url. Karakteristik responden yang dimasukkan dalam penelitian ini adalah followers @RaffiNagita1717 di Instagram yang telah mengikuti akun tersebut selama lebih dari satu tahun.

Adapun karakteristik lain dari responden yang dimasukkan dalam penelitian ini yaitu:

a. Usia

b. Pekerjaan

c. Jenis Kelamin

Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka peneliti menyajikan diagram mengenai responden yang akan dijelaskan sebagai berikut ini:

1. Usia

Diagram 4.1 Usia Responden 7% 1% 18 - 24 tahun

22% 25 - 30 tahun 71% 31 - 40 tahun > 40 tahun

Berdasarkan Diagram 4.1 mengenai usia responden menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 71 orang (71%) yang berusia 18 – 24 tahun, 22 orang

(22%) berusia 25 – 30, lalu 7 orang (7%) berusia 31 – 40 tahun, dan yang berusia

76

> 40 tahun adalah 1 orang (1%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan usia 18 – 24 tahun lebih sering atau lebih mempunyai waktu luang untuk membuka akun Instagram dan terkena terpaan iklan KingKong Snack, hal ini sesuai dengan target pasar PT Universal Cipta Pangan yang memproduksi

KingKong Snack, yaitu 18 – 24 tahun.

2. Pekerjaan

Diagram 4.2 Pekerjaan Responden

Mahasiswa Wirausaha 26% 37% 2% Karyawan Swasta 26% PNS 11% Lainnya

Berdasarkan Diagram 4.2 mengenai pekerjaan responden menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 37 orang (37%) mahasiswa, 11 orang (11%) berprofesi sebagai wirausaha, lalu 26 orang (26%) berprofesi sebagai karyawan swasta dan yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil adalah 2 orang

(2%), sisanya tidak disebutkan profesinya atau menjawan Lainnya 26 orang (26%).

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah mahasiswa yang masih berjiwa muda dan masih memungkinkan untuk aktif di media sosial

Instagram.

77

3. Jenis Kelamin

Diagram 4.3 Jenis Kelamin Responden 22% Laki-laki Perempuan 78%

Berdasarkan Diagram 4.3 mengenai jenis kelamin responden menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 78 orang (78%) yang berjenis kelamin perempuan dan 22 orang (22%) yang berjenis kelamin laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan jenis kelamin perempuan lebih aktif menggunakan media sosial Instagram dan mengikuti akun Instagram

@RaffiNagita1717 bahkan mengikuti kuis dan lomba yang diadakan oleh

KingKong Snack.

4.3 Deskripsi Hasil Penelitian

4.3.1 Hasil Jawaban Responden

Pada sub-sub bab ini akan dijelaskan mengenai deskripsi data hasil penelitian yang diperoleh, data tersebut kemudian dianalisis berdasarkan perhitungan frekuensi dan presentase yang disajikan dalam bentuk tabel oleh peneliti. Peneliti melakukan pembahasan berdasarkan indicator pada operasional variabel.

78

Setiap butir distribusi pernyataan terdapat jawaban yang bernilai positif dan negatif. Jawaban bernilai positif adalah jawaban Setuju dan Sangat Setuju, sedangkan jawaban bernilai negatif adalah jawaban Tidak Setuju dan Sangat Tidak

Setuju.

Tabel 4.2

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan (P1)

“Saya membuka akun Instagram pribadi saya lebih dari 5 kali sehari”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 10 10.0 10.0 10.0

Setuju 42 42.0 42.0 52.0

Valid Sangat 48 48.0 48.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

79

Diagram 4.4 Hasil Jawaban Responden P1 10% Sangat Setuju

48% Setuju 42% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.2 dan Diagram 4.4 mengenai jawaban responden tentang “Saya membuka akun Instagram pribadi saya lebih dari 5 kali sehari” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 48 orang (48%) yang menjawab

Sangat Setuju, 42 orang (42%) menjawab Setuju, lalu 10 orang (10%) menjawab

Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan total 90 orang (90%) membuka akun Instagram pribadinya lebih dari lima kali sehari.

Tabel 4.3

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan (P2)

“Saya melihat iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 1 – 5

kali seminggu”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Sangat Tidak Valid 1 1.0 1.0 1.0 Setuju

80

Tidak Setuju 20 20.0 20.0 21.0

Setuju 58 58.0 58.0 79.0

Sangat Setuju 21 21.0 21.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.5 Hasil Jawaban Responden P2 1% Sangat Setuju 20% 21% Setuju Tidak Setuju 58% Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.3 dan Diagram 4.5 mengenai jawaban responden tentang “Saya melihat iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 1 –

5 kali seminggu” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 58 orang (58%) yang menjawab Setuju, 21 orang (21%) menjawab Sangat Setuju, lalu 20 orang

(20%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 1 orang (1%).Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan total 79 orang (79%) melihat iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 1 – 5 kali dalam seminggu, semakin sering melihat iklan KingKong Snack, maka semakin besar pula kesadaran followers terhadap merek KingKong Snack.

81

Tabel 4.4

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan (P3)

“Saya membuka akun Instagram @RaffiNagita1717 1 – 3 kali sehari

untuk mencari info lomba yang diadakan KingKong Snack”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Sangat Tidak 5 5.0 5.0 5.0 Setuju

Tidak Setuju 39 39.0 39.0 44.0 Valid Setuju 39 39.0 39.0 83.0

Sangat Setuju 17 17.0 17.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.6 Hasil Jawaban Responden P3

5% 17% Sangat Setuju Setuju 39% 39% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.4 dan Diagram 4.6 mengenai jawaban responden tentang “Saya membuka akun Instagram @RaffiNagita1717 1 – 3 kali sehari untuk mencari info lomba yang diadakan KingKong Snack”menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 39 orang (39%) yang menjawab Setuju, 17 orang (17%)

82 menjawab Sangat Setuju, lalu 39 orang (39%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 5 orang (5%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 56 orang (56%) aktif mencari info lomba

KingKong Snack, kegiatan mengadakan lomba untuk followers dengan hadiah yang menarik termasuk salah satu strategi untuk membuat followers semakin sadar akan keberadaan merek KingKong Snack.

83

Tabel 4.5

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P4

“Akun @RaffiNagita1717 konsisten dalam mengiklankan KingKong Snack

di akun Instagramnya”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 8 8.0 8.0 8.0

Setuju 65 65.0 65.0 73.0

Valid Sangat 27 27.0 27.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.7 Hasil Jawaban Responden P4 8% 0% Sangat Setuju 27% Setuju

65% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.5 dan Diagram 4.7 mengenai jawaban responden tentang ”Akun @RaffiNagita1717 konsisten dalam mengiklankan KingKong

Snack di akun Instagramnya” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 65 orang (65%) yang menjawab Setuju, 27 orang (27%) menjawab Sangat Setuju, lalu

84

8 orang (8%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total

92 orang (92%) setuju bahwa akun @RaffiNagita1717 konsisten dalam mengiklankan produk KingKong Snack di akun Instagramnya, karena konsisten dalam beriklan sangat diperlukan, maka followers pun semakin lama akan semakin memiliki kesadaran merek dari KingKong Snack.

Tabel 4.6

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P5

“Saya menghabiskan waktu lebih dari 1 jam sehari ketika membuka akun

Instagram pribadi saya”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Sangat Tidak 2 2.0 2.0 2.0 Setuju

Tidak Setuju 29 29.0 29.0 31.0 Valid Setuju 44 44.0 44.0 75.0

Sangat Setuju 25 25.0 25.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

85

Diagram 4.8 Hasil Jawaban Responden P5 2% Sangat Setuju

30% 25% Setuju

43% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.6 dan Diagram 4.8 mengenai jawaban responden tentang ”Saya menghabiskan waktu lebih dari 1 jam sehari ketika membuka akun

Instagram pribadi saya” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 43 orang

(43%) yang menjawab Setuju, 25 orang (25%) menjawab Sangat Setuju, lalu 30 orang (30%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 2 orang (2%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total

68 orang (68%)membuka akun Instagramnya lebih dari 1 jam sehari, semakin lama durasi yang mereka habiskan untuk membuka akun Instagram, maka terpaan iklan yang didapat seorang followers akan semakin besar.

Tabel 4.7

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P6

“Saya bisa menghabiskan waktu lebih dari 1 menit di akun Instagram

@RaffiNagita1717”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

86

Sangat Tidak 2 2.0 2.0 2.0 Setuju

Tidak Setuju 13 13.0 13.0 15.0 Valid Setuju 62 62.0 62.0 77.0

Sangat Setuju 23 23.0 23.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.9 Hasil Jawaban Responden P6

13% 2% Sangat Setuju 23% Setuju

62% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.7 dan Diagram 4.9 mengenai jawaban responden tentang ”Saya bisa menghabiskan waktu lebih dari 1 menit di akun Instagram

@RaffiNagita1717” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 62 orang

(62%) yang menjawab Setuju, 23 orang (23%) menjawab Sangat Setuju, lalu 13 orang (13%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 2 orang (2%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total

85 orang (85%) bisa menghabiskan waktu lebih dari 1 menit di akun Instagram

@RaffiNagita1717, karena semakin lama durasi yang mereka habiskan di akun

Instagram @RaffiNagita1717, maka semakin sering para followers terkena terpaan iklan.

87

88

Tabel 4.8

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P7

“Saya pernah melihat iklan KingKong Snack di Instagram

@RaffiNagita1717 selama 1 – 5 detik”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 4 4.0 4.0 4.0

Setuju 72 72.0 72.0 76.0

Valid Sangat 24 24.0 24.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.10 Hasil Jawaban Responden P7 4% 0% Sangat Setuju 24% Setuju

72% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.8 dan Diagram 4.10 mengenai jawaban responden tentang ”Saya pernah melihat iklan KingKong Snack di Instagram

@RaffiNagita1717 selama 1 – 5 detik” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 72 orang (72%) yang menjawab Setuju, 24 orang (24%) menjawab Sangat

89

Setuju, lalu 4 orang (4%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat

Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 96 orang (96%) pernah melihat iklan KingKong Snack di

Instagram @RaffiNagita1717 selama 1 – 5 detik, karena semakin lama durasi followers melihat iklan atau terkena terpaan iklan, maka kesadaran merek followers akan semakin tinggi.

Tabel 4.9

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P8

“Saya follow akun Instagram @RaffiNagita1717 karena kegiatan yang

mereka posting selalu menarik”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 3 3.0 3.0 3.0

Setuju 58 58.0 58.0 61.0

Valid Sangat Tidak 39 39.0 39.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

90

Diagram 4.11 Hasil Jawaban Responden P8 3% 0% Sangat Setuju

39% Setuju 58% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.9 dan Diagram 4.11 mengenai jawaban responden tentang ”Saya follow akun Instagram @RaffiNagita1717 karena kegiatan yang mereka posting selalu menarik” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat

58 orang (58%) yang menjawab Setuju, 39 orang (39%) menjawab Sangat Setuju, lalu 3 orang (3%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total

97 orang (97%) follow akun Instagram @RaffiNagita1717 karena kegiatan yang mereka posting selalu menarik, semakin menarik akun Instagram seseorang, maka akan banyak orang yang tertarik mengikuti akun tersebut, produk yang diiklankan di akun tersebut juga akan disadari oleh lebih banyak orang.

Tabel 4.10

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P9

“Iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 tidak terlalu rumit

dalam menyampaikan pesan sehingga mudah dipahami”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

91

Tidak Setuju 7 7.0 7.0 7.0

Setuju 68 68.0 68.0 75.0

Valid Sangat 25 25.0 25.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.12 Hasil Jawaban Responden P9 7% 0% Sangat Setuju 25% Setuju

68% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.10 dan Diagram 4.12 mengenai jawaban responden tentang ”Iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 tidak terlalu rumit dalam menyampaikan pesan sehingga mudah dipahami” menunjukkan bahwa dari

100 responden terdapat 68 orang (68%) yang menjawab Setuju, 25 orang (25%) menjawab Sangat Setuju, lalu 7 orang (7%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 93 orang (93%) mengakui bahwa iklan

KingKong Snack tidak terlalu rumit dalam menyampaikan pesan sehingga mudah dipahami, pesan yang sederhana dan tidak bertele-tele akan memudahkan followers membaca pesan tersebut, semakin sederhana pesan iklan yang disampaikan, maka followerspun akan lebih mudah mencerna pesan dari produk KingKong Snack.

92

93

Tabel 4.11

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P10

“Bahasa yang digunakan dalam iklan KingKong Snack di Instagram

@RaffiNagita1717 jelas dan mudah dipahami”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 6 6.0 6.0 6.0

Setuju 69 69.0 69.0 75.0

Valid Sangat 25 25.0 25.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.13 Hasil Jawaban Responden P10 6% 0% Sangat Setuju 25% Setuju Tidak Setuju 69% Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.11 dan Diagram 4.13 mengenai jawaban responden tentang ”Bahasa yang digunakan dalam iklan KingKong Snack di Instagram

@RaffiNagita1717 jelas dan mudah dipahami” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 69 orang (69%) yang menjawab Setuju, 25 orang (25%)

94 menjawab Sangat Setuju, lalu 6 orang (6%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 94 orang (94%) mengakui bahwa bahasa yang digunakan dalam iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 jelas dan mudah dipahami, jika bahasa dalam iklan jelas dan mudah dipahami, maka, terpaan iklan untuk followers pun akan mudah dicerna dan menimbulkan kesadaran merek yang tinggi.

Tabel 4.12

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P11

“Model atau bintang iklan dalam iklan KingKong Snack di Instagram

@RaffiNagita1717 terkenal sehingga dapat menarik perhatian”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 5 5.0 5.0 5.0

Setuju 61 61.0 61.0 66.0

Valid Sangat 34 34.0 34.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

95

Diagram 4.14 Hasil Jawaban Responden P11 5% 0% Sangat Setuju 34% Setuju

61% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.12 dan Diagram 4.14 mengenai jawaban responden tentang ”Model atau bintang iklan dalam iklan KingKong Snack di Instagram

@RaffiNagita1717 terkenal sehingga dapat menarik perhatian” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 61 orang (61%) yang menjawab Setuju, 34 orang (34%) menjawab Sangat Setuju, lalu 5 orang (5%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 95 orang (95%) mengakui bahwa model atau bintang iklan dalam iklan KingKong Snack terkenal sehingga dapat menarik perhatian, karena dalam mengiklankan suatu produk, dibutuhkan seseorang yang sudah terkenal atau memiliki citra yang baik agar orang-orang tertarik terhadap produk yang diiklankan.

Tabel 4.13

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P12

“Penampilan konten dalam iklan KingKong Snack di Instagram

@RaffiNagita1717 menarik”

96

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 5 5.0 5.0 5.0

Setuju 70 70.0 70.0 75.0

Valid Sangat 25 25.0 25.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.15 Hasil Jawaban Responden P12 5% 0% Sangat Setuju 25% Setuju Tidak Setuju 70% Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.13 dan Diagram 4.15 mengenai jawaban responden tentang“Penampilan konten dalam iklan KingKong Snack di Instagram

@RaffiNagita1717 menarik” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 70 orang (70%) yang menjawab Setuju, 25 orang (25%) menjawab Sangat Setuju, lalu

5 orang (5%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total

95 orang (95%) mengakui bahwa penampilan konten dalam iklan KingKong Snack menarik, konten yang menarik dapat membuat orang-orang tertarik untuk melihat

97 iklan KingKong Snack, sehingga kesadaran merek seorang followers akan semakin tinggi.

98

Tabel 4.14

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P13

“Iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 menampilkan

ilustrasi gambar yang menarik”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 6 6.0 6.0 6.0

Setuju 68 68.0 68.0 74.0

Valid Sangat 26 26.0 26.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.16 Hasil Jawaban Responden P13 6% 0% Sangat Setuju 26% Setuju Tidak Setuju 68% Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.16 dan Diagram 4.13 mengenai jawaban responden tentang“Iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 menampilkan ilustrasi gambar yang menarik” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat

68 orang (68%) yang menjawab Setuju, 26 orang (26%) menjawab Sangat Setuju,

99 lalu 6 orang (5%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total

94 orang (94%) mengakui bahwa ilustrasi gambar iklan KingKong Snack menarik, karena ilustrasi gambar sangat penting dalam mengiklankan suatu produk, orang- orang akan lebih mudah tertarik dan mengingat iklan tersebut hanya dengan melihat ilustrasi gambar iklan yang menarik.

Tabel 4.15

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P14

“Penulisan kalimat yang ditayangkan dalam iklan KingKong Snack di

Instagram @RaffiNagita1717 mudah dibaca dan dipahami”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Sangat Tidak 1 1.0 1.0 1.0 Setuju

Tidak Setuju 1 1.0 1.0 2.0 Valid Setuju 78 78.0 78.0 80.0

Sangat Setuju 20 20.0 20.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

100

Diagram 4.17 Hasil Jawaban Responden P14 1% 1% Sangat Setuju 20% Setuju Tidak Setuju 78% Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.15 dan Diagram 4.17 mengenai jawaban responden tentang“Penulisan kalimat yang ditayangkan dalam iklan KingKong Snack di

Instagram @RaffiNagita1717 mudah dibaca dan dipahami” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 78 orang (78%) yang menjawab Setuju, 20 orang (20%) menjawab Sangat Setuju, lalu 1 orang (1%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 1 orang (1%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 98 orang (98%) mengakui bahwa penulisan kalimat dalam iklan KingKong Snack mudah dibaca dan dipahami, jika penulisan kalimat mudah dipahami maka pesan yang disampaikan dari iklan KingKong Snack juga dapat dengan mudah dipahami oleh followers, dan kesadaran akan merek

KingKong Snack semakin tinggi.

Tabel 4.16

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P15

“Slogan “Jagonya Keripik Singkong” menarik sehingga mudah diingat”

101

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 4 4.0 4.0 4.0

Setuju 68 68.0 68.0 72.0

Valid Sangat 28 28.0 28.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.18 Hasil Jawaban Responden P15 4% 0% Sangat Setuju 28% Setuju

68% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.16 dan Diagram 4.18 mengenai jawaban responden tentang“Slogan “Jagonya Keripik Singkong” menarik sehingga mudah diingat” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 68 orang (78%) yang menjawab

Setuju, 28 orang (28%) menjawab Sangat Setuju, lalu 4 orang (4%) menjawab

Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 96 orang (96%) mengakui bahwa slogan KingKong Snack yaitu “Jagonya Keripik Singkong” menarik sehingga mudah diingat, memiliki slogan yang menarik sangat penting

102 bagi suatu produk, agar orang-orang tertarik dan selalu mengingat produk tersebut, sehingga kesadaran merek tinggi.

103

Tabel 4.17

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P16

“Saya merasa bahwa varian rasa yang dimiliki KingKong Snack menarik”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 11 11.0 11.0 11.0

Setuju 68 68.0 68.0 79.0

Valid Sangat 21 21.0 21.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.19 Hasil Jawaban Responden P16

11% 0% Sangat Setuju 21% Setuju Tidak Setuju 68% Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.17 dan Diagram 4.19 mengenai jawaban responden tentang“Saya merasa bahwa varian rasa yang dimiliki KingKong Snack menarik” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 68 orang (68%) yang menjawab

Setuju, 21 orang (21%) menjawab Sangat Setuju, lalu 11 orang (11%) menjawab

Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal

104 ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 89 orang (89%) mengakui bahwa varian rasa yang dimiliki KingKong Snack menarik, inovasi dan varian sangat penting untuk suatu produk agar konsumen tidak bosan, dan akan selalu mengkonsumsi produk tersebut.

Tabel 4.18

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P17

“Warna-warna yang dipakai dalam iklan KingKong Snack mudah menarik

perhatian”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 2 2.0 2.0 2.0

Setuju 73 73.0 73.0 75.0

Valid Sangat 25 25.0 25.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.20 Hasil Jawaban Responden P17 2% 0% Sangat Setuju 25% Setuju

73% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

105

Berdasarkan Tabel 4.18 dan Diagram 4.20 mengenai jawaban responden tentang“Warna-warna yang dipakai dalam iklan KingKong Snack mudah menarik perhatian” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 73 orang (73%) yang menjawab Setuju, 25 orang (25%) menjawab Sangat Setuju, lalu 2 orang (2%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang

(0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 98 orang

(98%) mengakui bahwa warna-warna yang dipakai dalam iklan KingKong Snack mudah menarik perhatian, warna yang menarik sangat penting dalam mengiklankan suatu produk, apalagi produk makanan, maka warna yang dipakai harus yang membuat orang-orang berselera makan dan tertarik akan produk tersebut.

Tabel 4.19

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P18

“Nama merek “KingKong Snack” yang terlihat di Instagram

@RaffiNagita1717 membantu mengenali KingKong Snack”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Setuju 67 67.0 67.0 67.0

Sangat Valid 33 33.0 33.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

106

Diagram 4.21 Hasil Jawaban Responden P18 0% 0% Sangat Setuju 33% Setuju

67% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.19 dan Diagram 4.21 mengenai jawaban responden tentang“Nama merek “KingKong Snack” yang terlihat di Instagram

@RaffiNagita1717 membantu mengenali KingKong Snack” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 67 orang (67%) yang menjawab Setuju, 33 orang (33%) menjawab Sangat Setuju, lalu 0 orang (0%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa semua responden dengan total 100 orang (100%) mengakui bahwa nama KingKong

Snack mudah dikenali sehingga kesadaran merek para followersakan produk tersebut tinggi.

107

Tabel 4.20

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P19

“Logo KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717

membantu mengenali KingKong Snack”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 3 3.0 3.0 3.0

Setuju 69 69.0 69.0 72.0

Valid Sangat 28 28.0 28.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.22 Hasil Jawaban Responden P19 3% 0% Sangat Setuju 28% Setuju

69% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.20 dan Diagram 4.22 mengenai jawaban responden tentang“Logo KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengenali KingKong Snack” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 69 orang (69%) yang menjawab Setuju, 28 orang (28%) menjawab Sangat

108

Setuju, lalu 3 orang (3%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat

Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 97 orang (97%) mengakui bahwa logo KingKong Snack yang adalah gambar hewan KingKong, membantu mengenali produk KingKong

Snack tersebut.

Tabel 4.21

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P20

“Slogan “Jagonya Keripik Singkong” yang terlihat di Instagram

@RaffiNagita1717 membantu mengenali KingKong Snack”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 3 3.0 3.0 3.0

Setuju 73 73.0 73.0 76.0

Valid Sangat 24 24.0 24.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

109

Diagram 4.23 Hasil Jawaban Responden P20 3% 0% Sangat Setuju 24% Setuju Tidak Setuju 73% Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.21 dan Diagram 4.23 mengenai jawaban responden tentang“Slogan “Jagonya Keripik Singkong” yang terlihat di Instagram

@RaffiNagita1717 membantu mengenali KingKong Snack” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 73 orang (73%) yang menjawab Setuju, 24 orang (24%) menjawab Sangat Setuju, lalu 3 orang (3%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 97 orang (97%) mengakui bahwa slogan

KingKong Snack yaitu “Jagonya Keripik Singkong” membantu mengenali

KingKong Snack, slogan yang menarik akan memudahkan orang-orang untuk mengenali dan mengingat sebuah produk.

Tabel 4.22

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P21

“Kemasan KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717

membantu mengenali KingKong Snack”

110

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 4 4.0 4.0 4.0

Setuju 68 68.0 68.0 72.0

Valid Sangat 28 28.0 28.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.24 Hasil Jawaban Responden P21 4% 0% Sangat Setuju 28% Setuju

68% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.22 dan Diagram 4.24 mengenai jawaban responden tentang“Kemasan KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengenali KingKong Snack” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 68 orang (68%) yang menjawab Setuju, 28 orang (28%) menjawab Sangat

Setuju, lalu 4 orang (4%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat

Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 96 orang (96%) mengakui bahwa kemasan KingKong

Snack membantu mengenali produk KingKong Snack, kemasan yang menarik

111 dengan memakai warna yang cocok, membuat sebuah produk mudah dikenali orang-orang.

112

Tabel 4.23

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P22

“Nama merek “KingKong Snack” yang terlihat di Instagram

@RaffiNagita1717 membantu mengetahui bahwa KingKong Snack

merupakan salah satu keripik singkong”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 1 1.0 1.0 1.0

Setuju 68 68.0 68.0 69.0

Valid Sangat 31 31.0 31.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.25 Hasil Jawaban Responden P22 1% 0% Sangat Setuju 31% Setuju

68% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.23 dan Diagram 4.25 mengenai jawaban responden tentang“Nama merek “KingKong Snack” yang terlihat di Instagram

@RaffiNagita1717 membantu mengetahui bahwa KingKong Snack merupakan

113 salah satu keripik singkong” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 68 orang (68%) yang menjawab Setuju, 31 orang (31%) menjawab Sangat Setuju, lalu

1 orang (1%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total

99 orang (99%) mengakui bahwa nama merek KingKong Snack membantu mengenali KingKong Snack merupakan salah satu merek keripik singkong, karena nama produk yang tepat, memudahkan orang-orang tentang kategori dari produk tersebut.

Tabel 4.24

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P23

“Logo KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717

membantu mengetahui bahwa KingKong Snack merupakan salah satu

keripik singkong”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 8 8.0 8.0 8.0

Setuju 70 70.0 70.0 78.0

Valid Sangat 22 22.0 22.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

114

Diagram 4.26 Hasil Jawaban Responden P23 8% 0% Sangat Setuju 22% Setuju Tidak Setuju 70% Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.24 dan Diagram 4.26 mengenai jawaban responden tentang“Logo KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengetahui bahwa KingKong Snack merupakan salah satu keripik singkong” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 70 orang (70%) yang menjawab Setuju, 22 orang (22%) menjawab Sangat Setuju, lalu 8 orang (8%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang

(0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 92 orang

(92%) mengakui bahwa logo KingKong Snack membantu mereka mengenali merek

KingKong Snack, karena logo adalah cerminan dari suatu produk, maka logo yang tepat dapat membantu suatu produk untuk mudah dikenali berdasarkan dari kategorinya.

115

Tabel 4.25

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P24

“Slogan “Jagonya Keripik Singkong” yang terlihat di Instagram

@RaffiNagita1717 membantu mengetahui bahwa KingKong Snack

merupakan salah satu keripik singkong”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 3 3.0 3.0 3.0

Setuju 67 67.0 67.0 70.0

Valid Sangat 30 30.0 30.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

Diagram 4.27 Hasil Jawaban Responden P24 3% 0% Sangat Setuju 30% Setuju

67% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.25 dan Diagram 4.27 mengenai jawaban responden tentang“Slogan “Jagonya Keripik Singkong” yang terlihat di Instagram

@RaffiNagita1717 membantu mengetahui bahwa KingKong Snack merupakan

116 salah satu keripik singkong” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 67 orang (67%) yang menjawab Setuju, 30 orang (30%) menjawab Sangat Setuju, lalu

3 orang (3%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang (0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total

97 orang (97%) mengakui bahwa slogan KingKong Snack yaitu “Jagonya Keripik

Singkong” membantu mengenali KingKong Snack sebagai salah satu merek keripik singkong, karena sangat jelas tercantum tulisan keripik singkong pada slogannya, ini membuat orang-orang mudah dalam mengetahui kategori dari merek KingKong

Snack tersebut.

Tabel 4.26

Hasil Jawaban Responden Pada Pernyataan P25

“Kemasan KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717

membantu mengetahui bahwa KingKong Snack merupakan salah satu

keripik singkong”

Frequenc Percent Valid Cumulative

y Percent Percent

Tidak Setuju 3 3.0 3.0 3.0

Setuju 70 70.0 70.0 73.0

Valid Sangat 27 27.0 27.0 100.0 Setuju

Total 100 100.0 100.0

117

Diagram 4.28 Hasil Jawaban Responden P25 3% 0% Sangat Setuju 27% Setuju

70% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Berdasarkan Tabel 4.26 dan Diagram 4.28 mengenai jawaban responden tentang“Kemasan KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengetahui bahwa KingKong Snack merupakan salah satu keripik singkong” menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 70 orang (70%) yang menjawab Setuju, 27 orang (27%) menjawab Sangat Setuju, lalu 3 orang (3%) menjawab Tidak Setuju, dan yang menjawab Sangat Tidak Setuju adalah 0 orang

(0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan total 97 orang

(97%) mengakui bahwa kemasan KingKong Snack membantu orang-orang untuk mengenali merek KingKong Snack berasal dari kategori keripik singkong, karena tergambar jelas keripik singkong di kemasannya, kemasan yang menarik dapat dengan mudah diingat oleh orang-orang.

4.4 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

4.4.1 Hasil Uji Validitas

Sebelum dilakukan penyebaran kuesioner terhadap sampel penelitian, peneliti terlebih dahulu menguji validitas dan reliabilitas instrument dengan

118 menyebarkan kuesioner pada 30 responden yang didapat dari menyebarkan kuesioner kepada followers Instagram @RaffiNagita1717 melalui fasilitas google form dengan link https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScA5oQTdGTjrh4jtop31uxUOZmaL

S4PG4rDj4jHva3azyildg/viewform?usp=pp_url. Responden diminta untuk menyatakan jawaban pada pilihan jawaban yang telah disediakan. Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan software SPSS 20 dengan hasil sebagai berikut:

4.4.1.1 Hasil Uji Validitas Variabel X (Terpaan Iklan di Instagram)

Tabel 4.27

Case Processing Summary

N %

Valid 30 100.0

Cases Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all

variables in the procedure.

Analisis:Untuk mengetahui validitas butir pernyataan tersebut harus dibandingkan dengan rtabel. Dengan taraf kesalahan 5%, dan N = 30 maka harga rtabel sebesar 0,361

(lihat pada halaman lampiran). Jika rhitung positif dan rhitung> rtabel maka butir tersebut valid. rhitung dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation di tabel 4.2.

119

Kemudian dapat disimpulkan bahwa butir pernyataan pada variabel X dinyatakan valid karena seluruh butir pernyataan memiliki nilai lebih dari 0,361.

4.4.1.2 Hasil Uji Validitas Y (Brand Awareness)

Tabel 4.28

Case Processing Summary

N %

Valid 30 100.0

Cases Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all

variables in the procedure.

Analisis:Untuk mengetahui validitas butir pernyataan tersebut harus dibandingkan dengan rtabel. Dengan taraf kesalahan 5%, dan N = 30 maka harga rtabel sebesar 0,361

(lihat pada halaman lampiran). Jika rhitung positif dan rhitung> rtabel maka butir tersebut valid. rhitung dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation di tabel 4.3.

Kemudian dapat disimpulkan bahwa butir pernyataan pada variabel X dinyatakan valid karena seluruh butir pernyataan memiliki nilai lebih dari 0,361.

4.4.2 Hasil Uji Reliabilitas

Alat ukur disebut reliabel bila alat ukur tersebut secara konsisten memberikan hasil atau jawaban yang sama terhadap gejala yang sama, walau

120 digunakan berulang kali. Reliabilitas mengandung arti bahwa alat ukur tersebut stabil (tidak berubah-ubah), dapat diandalkan (dependable), dan tetap (consistent).

4.4.2.1 Hasil Uji Reliabilitas X (Terpaan Iklan di Instagram)

Tabel 4.29

Hasil Uji Reliabilitas Variabel X

Reliability Statistics

Cronbach's N of

Alpha Items

.941 17

Analisis: Dari tabel di atas juga didapatkan bahwa nilai pada kolom cronbach’s alpha dari variabel adalah sebesar 0,941. Berdasarkan kriteria ketentuan cronbach’s alpha pada tabel 3.2 dapat dikatakan bahwa butir pernyataan variabel X Sangat

Reliabel.

4.4.2.2 Hasil Uji Reabilitas Y (Brand Awareness)

Tabel 4.30

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y

Reliability Statistics

Cronbach's N of

Alpha Items

121

.965 8

Analisis: Dari tabel di atas juga didapatkan bahwa nilai pada kolom cronbach’s alpha dari variabel adalah sebesar 0,965. Berdasarkan kriteria ketentuan cronbach’s alpha pada tabel 3.2 dapat dikatakan bahwa butir pernyataan variabel X Sangat

Reliabel.

4.5 Analisis Deskriptif

Setelah mendeskripsikan masing-masing butir pertanyaan di setiap variabel (X) an variabel (Y), maka peneliti mengukur berapa besar presentase di masing-masing variabel, hasilnya adalah sebagai berikut:

4.5.1 Analisis Deskriptif Frekuensi (X1)

% = 푛 × 100 % 푁

= 1224 × 100 % 1600

= 76,5 %

Perhitungan di atas menunjukkan bahwa Frekuensi (X1) menghasilkan presentase sebesar 76,5 %. Berdasarkan pada tabel 3.4 tentang Kriteria Analisis

Deskriptif Presentase, angka tersebut termasuk dalam kriteria yang Baik.

4.5.2 Analisis Deskriptif Durasi (X2)

% = 푛 × 100 % 푁

122

= 918 × 100 % 1200

= 76,5 %

Perhitungan di atas menunjukkan bahwa Durasi (X2) menghasilkan presentase sebesar 76,5 %. Berdasarkan pada tabel 3.4 tentang Kriteria Analisis

Deskriptif Presentase, angka tersebut termasuk dalam kriteria yang Baik.

4.5.3Analisis Deskriptif Intensitas (X3)

% = 푛 × 100 % 푁

= 3216 × 100 % 4000

= 80,4 %

Perhitungan di atas menunjukkan bahwa Intensitas (X3) menghasilkan presentase sebesar 80,4 %. Berdasarkan pada tabel 3.4 tentang Kriteria Analisis

Deskriptif Presentase, angka tersebut termasuk dalam kriteria yang Baik.

4.5.4 Analisis Deskriptif Variabel Brand Awareness (Y)

% = 푛 × 100 % 푁

= 2598 × 100 % 3200

= 81,2 %

Perhitungan di atas menunjukkan bahwa Brand Awareness (Y) menghasilkan presentase sebesar 81,2 %. Berdasarkan pada tabel 3.4 tentang

Kriteria Analisis Deskriptif Presentase, angka tersebut termasuk dalam kriteria yang Sangat Baik.

123

124

4.6 Hasil Uji Normalitas Data

Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau berada dalam sebaran normal. Penulis menggunakan uji Kolomogorov-Smirnov dengan bantuan software SPSS versi 20, untuk menyatakan apakah data berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak dapat dilakukan dengan mmbandingkan koefisien AsympSig atau P-value dengan 0,05 (taraf signifikan). Apabila P-value lebih besar dari 0,05 (taraf signifikansi) yang berarti tidak signifikan, maka memiliki makna bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Sebaliknya, apabila P-value lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan, maka bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal. Adapun hasil uji normalitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

4.6.1 Variabel X (Terpaan Iklan di Instagram)

Analisis One-Sample Kolomogorov-Smirnov membandingkan fungsi distribusi kumulatif pengamatan suatu variabel dengan distribusi tertentu secara teoritis. Adapun hasil pengujian data distribusi normal pada variabel X (Terpaan

Iklan di Instagram) dapat dilihat pada tabel Kolomogorov-Smirnov di bawah ini:

125

Tabel 4.31

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Xbaru

N 100

Mean 1.0739

Normal Parametersa,b Std. .00786 Deviation

Absolute .133 Most Extreme Positive .133 Differences Negative -.076

Kolmogorov-Smirnov Z 1.327

Asymp. Sig. (2-tailed) .059

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Diagram 4.29

126

Berdasarkan hasil pada tabel 4.31 dan grafik pada diagram 4.29 di atas menunjukkan data normal yang ditunjukkan pada tabel 4 di kolom AsympSig atau

P-value>0,05, yaitu 0,059 > 0,05 yang berarti bahwa data sampel dari sub variabel

X berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan dihitung menggunakan statistik parametrik.

4.6.2 Variabel Y (Brand Awareness)

Analisis One-Sample Kolomogorov-Smirnov membandingkan fungsi distribusi kumulatif pengamatan suatu variabel dengan distribusi tertentu secara teoritis. Adapun hasil pengujian data distribusi normal pada variabel X (Terpaan

Iklan di Instagram) dapat dilihat pada tabel Kolomogorov-Smirnov di bawah ini:

Tabel 4.32

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Ybaru

N 100

Mean 1.6304

Normal Parametersa,b Std. 1.08761 Deviation

Absolute .047 Most Extreme Positive .047 Differences Negative -.044

Kolmogorov-Smirnov Z .465

127

Asymp. Sig. (2-tailed) .982 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

128

Diagram 4.30

Berdasarkan hasil pada tabel 4.32 dan grafik pada diagram 4.30 di atas menunjukkan data normal yang ditunjukkan pada tabel 4 di kolom AsympSig atau

P-value>0,05, yaitu 0,982> 0,05 yang berarti bahwa data sampel dari variabel Y

(Brand Awareness) berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan dihitung menggunakan statistik parametrik.

4.7 Hasil Uji Koefisien Korelasi

Pengujian koefisien korelasi adalah untuk melihat ada tidaknya hubungan

antara dimensi variabel X Terpaan Iklanyaitu X1(Frekuensi) dengan variabel Y

(Brand Awareness), dimensi variabel X2 (Durasi) dengan variabel Y (Brand

Awareness), dimensi variabel X3 (Intensitas) dengan variabel Y (Brand

Awareness), serta hubungan dari ketiga sub variabel tersebut yang merupakan

variabel X (Frekuensi, Durasi, Intensitas) dengan variabel Y (Brand

Awareness).

129

4.7.1 Uji Koefisien Korelasi Dimensi Variabel X1 (Frekuensi) Terhadap

Variabel Y (Brand Awareness)

Tabel 4.33

Correlations Rata- Rata- rata rata Y Frekuen si Pearson Rata- 1 .495** rata Correlation Freku Sig. (2-tailed) .000 ensi N 100 100 Pearson .495** 1 Rata- Correlation rata Y Sig. (2-tailed) .000 N 100 100 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan tabel 4.33 diatas, dapat dilihat bahwa nilai korelasi antara dimensi Variabel X1 dengan Y menjukan angka sebesar 0,495. Berdasarkan tabel

3.3 mengenai pedoman nilai koefisien korelasi, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien korelasi antara dimensi variabel X1 dengan variabel Y memiliki hubungan yang sedang. Ini ditunjukan dari nilai hubungan antar dimensi variabel X1 dengan variabel Y yang bekisar antara 0,40 – 0,599.

130

4.7.2 Uji Koefisien Korelasi Dimensi Variabel X2 (Durasi) Terhadap Variabel

Y (Brand Awareness)

Tabel 4.34

Correlations Rata- Rata- rata rata Y Durasi Pearson Rata- 1 .612** rata Correlation Duras Sig. (2-tailed) .000 i N 100 100 Pearson .612** 1 Rata- Correlation rata Y Sig. (2-tailed) .000 N 100 100 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan tabel 4.34 di atas, dapat dilihat bahwa nilai korelasi antara dimensi Variabel X2 dengan Y menjukan angka sebesar 0,612. Berdasarkan tabel

3.3 mengenai pedoman nilai koefisien korelasi, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien korelasi antara dimensi variabel X2 dengan variabel Y memiliki hubungan yang kuat. Ini ditunjukan dari nilai hubungan antar dimensi variabel X2 dengan variabel Y yang bekisar antara 0,60 – 0,799.

131

4.7.3 Uji Koefisien Korelasi Dimensi Variabel X3 (Intensitas) Terhadap

Variabel Y (Brand Awareness)

Tabel 4.35

Correlations Rata- Rata- rata rata Y Intensita s Pearson Rata- 1 .774** rata Correlation Intens Sig. (2-tailed) .000 itas N 100 100 Pearson .774** 1 Rata- Correlation rata Y Sig. (2-tailed) .000 N 100 100 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan tabel 4.35 di atas, dapat dilihat bahwa nilai korelasi antara dimensi Variabel X3 dengan Y menjukan angka sebesar 0,774. Berdasarkan tabel

3.3 mengenai pedoman nilai koefisien korelasi, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien korelasi antara dimensi variabel X3 dengan variabel Y memiliki hubungan yang kuat. Ini ditunjukan dari nilai hubungan antar dimensi variabel X3 dengan variabel Y yang bekisar antara 0,60 – 0,799.

132

4.7.4 Uji Koefisien Korelasi Variabel X (Frekuensi, Durasi, Intensitas)

Terhadap Variabel Y (Brand Awareness)

Hasil Uji Korelasi X dan Y

(Korelasi Ganda)

Tabel 4.36

Model Summary Mode R R Square Adjusted R Std. Error of l Square the Estimate 1 .753a .567 .563 .07357 a. Predictors: (Constant), Rata-rata Frekuensi, Rata-rata Durasi, Rata-rata Intensitas

Berdasarkan tabel 4.36 diatas, dapat dilihat bahwa nilai korelasi antara

Variabel X dengan Y menjukan angka sebesar 0,753. Berdasarkan tabel 3.3 mengenai pedoman nilai koefisien korelasi, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien korelasi antara variabel Xdengan variabel Y memiliki hubungan yang kuat. Ini ditunjukan dari nilai hubungan antar variabel X dengan variabel Y yang bekisar antara 0,60 – 0,799.

4.8 Hasil Uji Regresi

Peneliti menggunakan SPSS 20 sebagai alat untuk mempermudah perhitungan, dan hasilnya adalah sebagai berikut:

133

4.8.1 Uji Regresi Linier Sederhana Dimensi Variabel X1 (Frekuensi)

Terhadap Y (Brand Awareness)

Tabel 4.37 Hasil Regresi Linier Sederhana Dimensi Variabel X1 Terhadap Y

Coefficientsa Model Unstandardized Standardized T Sig. Coefficients Coefficients B Std. Error Beta (Constant) 1.458 .061 23.782 .000 1 Rata-rata .111 .020 .495 5.638 .000 Frekuensi a. Dependent Variable: Brand Awareness

Dari tabel tersebut terlihat bahwa pada kolom sig. variabel

Frekuensimempunyai nilai signifikan di bawah 0,05 atau sebesar 0,000. Maka dalam penelitian ini H0 ditolak dan H1 diterima. Ini artinya terdapat pengaruh antara

Frekuensi(X1) terhadap Brand Awareness (Y).

4.8.2 Uji Regresi Linier Sederhana Dimensi Variabel X2 (Durasi) Terhadap Y

(Brand Awareness)

Tabel 4.38 Hasil Regresi Linier Sederhana Dimensi Variabel X2 Terhadap Y

Coefficientsa Model Unstandardized Standardized T Sig. Coefficients Coefficients B Std. Error Beta (Constant) 1.376 .056 24.649 .000 1 Rata-rata .138 .018 .612 7.664 .000 Durasi a. Dependent Variable: Brand Awareness

134

Dari tabel tersebut terlihat bahwa pada kolom sig. variabel

Durasimempunyai nilai signifikan di bawah 0,05 atau sebesar 0,000. Maka dalam penelitian ini H0 ditolak dan H1 diterima. Ini artinya terdapat pengaruh antara

Durasi(X2) terhadap Brand Awareness (Y).

4.8.3 Uji Regresi Linier Sederhana Dimensi Variabel X3 (Intensitas)

Terhadap Y (Brand Awareness)

Tabel 4.39 Hasil Regresi Linier Sederhana Dimensi Variabel X3 Terhadap Y

Coefficientsa Model Unstandardized Standardized T Sig. Coefficients Coefficients B Std. Error Beta (Constant) 1.096 .059 18.736 .000 1 Rata-rata .218 .018 .774 12.100 .000 Intensitas a. Dependent Variable: Brand Awareness

Dari tabel tersebut terlihat bahwa pada kolom sig. variabel

Intensitasmempunyai nilai signifikan di bawah 0,05 atau sebesar 0,000. Maka dalam penelitian ini H0 ditolak dan H1 diterima. Ini artinya terdapat pengaruh antara

Intensitas(X3) terhadap Brand Awareness (Y).

135

4.9 Hasil Uji Koefisien Determinasi

4.9.1 Uji Koefisien Determinasi X1 (Frekuensi) Terhadap Y (Brand

Awareness)

Tabel 4.40

Hasil R Square X1 terhadap Y

Model Summary Mode R R Square Adjusted R Std. Error of l Square the Estimate 1 .495a .245 .237 .09716 a. Predictors: (Constant), Rata-rata Frekuensi Untuk menghitung besarnya pengaruh Frekuensiterhadap Brand

Awareness, kita menggunakan angka R Square (angka korelasi yang dikuadratkan) pada tabel 4.40. Atau juga bisa dihitung secara manual dengan melihat angka R dan menggunakan rumus koefisien determinasi sebagai berikut:

KD = r2 x 100% KD = 0,4952 x 100% KD = 0,2450 x 100% KD = 24,5%

Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh positif dari Frekuensiterhadap

Brand Awareness followers @RaffiNagita1717 sebesar 24,5% sementara sisanya sebesar 75,5% (100% - 24,5%) merupakan pengaruh dari faktor lain diluar penelitian ini.

136

4.9.2 Uji Koefisien Determinasi X2 (Durasi) Terhadap Y (Brand Awareness)

Tabel 4.41

Hasil R Square X2 terhadap Y

Model Summary Mode R R Square Adjusted R Std. Error of l Square the Estimate 1 .612a .375 .368 .08841 a. Predictors: (Constant), Rata-rata Durasi

Untuk menghitung besarnya pengaruh Durasiterhadap Brand Awareness, kita menggunakan angka R Square (angka korelasi yang dikuadratkan) pada tabel

4.41. Atau juga bisa dihitung secara manual dengan melihat angka R dan menggunakan rumus koefisien determinasi sebagai berikut:

KD = r2 x 100% KD = 0,6122 x 100% KD = 0,3745 x 100% KD = 37,5% (dibulatkan)

Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh positif dari Durasiterhadap Brand

Awareness followers @RaffiNagita1717 sebesar 37,5% sementara sisanya sebesar

62,5% (100% - 37,5%) merupakan pengaruh dari faktor lain diluar penelitian ini.

137

4.9.3 Uji Koefisien Determinasi X3 (Intensitas) Terhadap Y (Brand

Awareness)

Tabel 4.42

Hasil R Square X3 terhadap Y

Model Summary Mode R R Square Adjusted R Std. Error of l Square the Estimate 1 .774a .599 .595 .07080 a. Predictors: (Constant), Rata-rata Intensitas

Untuk menghitung besarnya pengaruh Intensitasterhadap Brand Awareness, kita menggunakan angka R Square (angka korelasi yang dikuadratkan) pada tabel

4.42. Atau juga bisa dihitung secara manual dengan melihat angka R dan menggunakan rumus koefisien determinasi sebagai berikut:

KD = r2 x 100% KD = 0,7742 x 100% KD = 0,5990 x 100% KD = 59,9%

Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh positif dari Intensitasterhadap

Brand Awareness followers @RaffiNagita1717 sebesar 59,9% sementara sisanya sebesar 40,1% (100% - 59,9%) merupakan pengaruh dari faktor lain diluar penelitian ini.

138

4.9.4 Uji Koefisien Determinasi X Terpaan Iklan di Instagram (Frekuensi,

Durasi, Intensitas) Terhadap Y (Brand Awareness)

Tabel 4.43

Hasil R Square X (X1, X2, X3) Terhadap Y

Model Summary Mode R R Square Adjusted R Std. Error of l Square the Estimate 1 .796a .634 .622 .06835 a. Predictors: (Constant), Rata-rata Frekuensi, Rata-rata Durasi, Rata-rata Intensitas

Penelitian ini menggunakan rumus Koefisien Determinasi (KD) untuk mencari besarnya peranan variabel X Terpaan Iklan di Instagram (Frekuensi(X1),

Durasi (X2), Intensitas (X3). Nilai koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel model summary, besarnya RSquare atau juga dengan melihat angka Radalah 0,796.

Maka perhitungannya adalah :

KD = r2 x 100% KD = 0,7962 x 100% KD = 0,6336 x 100% KD = 63,4% (dibulatkan)

Hal ini berarti ada sebesar 63,4% variasi Brand Awaraness yang baik dan positif (Y) yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen penelitian yaitu

(Frekuensi(X1), Durasi (X2), Intensitas (X3). Sementara sisanya 36,6% (100% -

63,4%) dijelaskan oleh sebab dan faktor lain diluar variabel yang peneliti bahas dalam penelitian ini.

139

4.10 Hasil Uji Hipotesis

4.10.1 Hasil Uji t

Uji Hipotesis H0(X1, X2, X3 Terhadap Y)

Tabel 4.44

Coefficientsa Model Unstandardized Standardized t Sig. Coefficients Coefficients B Std. Error Beta (Constant) 1.069 .058 18.469 .000 Rata-rata -.014 .019 -.063 -.754 .453 Frekuensi 1 Rata-rata .055 .018 .243 3.025 .003 Durasi Rata-rata .188 .025 .667 7.633 .000 Intensitas a. Dependent Variable: Brand Awareness

Untuk Derajat kesalahan 5% atau 0,05 dan derajat keabsahan dk=n-2 (100-2=98), maka diperoleh ttabel sebesar 1,980. Berdasarkan tabel diatas, nilai thitung

-0,754 (Frekuensi)

3,025(Durasi)>ttabel

7,633(Intensitas) >ttabel

MakaFrekuensi H0 diterima dan H1 ditolak, namun untuk Durasi dan Intensitas H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa hanya Durasi dan Intensitas yang memiliki pengaruhterhadap Brand Awareness followers @RaffiNagita1717.

140

4.10.2 Hasil Uji F

Uji F digunakan menurut Ghozali (2006:84) untuk menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil perhitungan menggunakan

SPSS 20 menghasilkan:

4.11.1 Uji F X Terpaan Iklan di Instagram (Frekuensi, Durasi, Intensitas)

Tehadap Y (Brand Awareness)

Tabel 4.45 Hasil Uji F X terhadap Y

ANOVAa Model Sum of Df Mean F Sig. Squares Square Regression .777 3 .259 55.415 .000b 1 Residual .448 96 .005 Total 1.225 99 a. Dependent Variable: Brand Awareness b. Predictors: (Constant), Rata-rata Frekuensi, Rata-rata Durasi, Rata-rata Intensitas

Berdasarkan uji ANOVA atau F test yang tertera pada tabel 4.106 di atas, maka diperoleh Fhitung sebesar 55,415 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan Ftabel didapat dari perhitungan:

df1 = k – 1 4 - 1 = 3

df2 = n – k 100 - 5 = 95

Ftabel dk 5% 2,70

Dimana: k = Jumlah variabel bebas + terikat

141

n = Jumlah responden

Oleh karena probabilitas jauh lebih kecil daripada 0,05 (0,000 < 0,005) dan

Fhitung lebih besar dari Ftabel (55,415 > 2,70) maka dapat dinyatakan bahwa variabel independen Frekuensi(X1), Durasi(X2), Intensitas(X3) mempengaruhi variabel

Brand Awareness (Y). Ini berarti bahwa H0 ditolak sementara H1 diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara variabel independenTerpaan Iklan di Instagram meliputi Frekuensi(X1), Durasi(X2), Intensitas(X3) mempengaruhi variabel Brand Awareness (Y).

4.11 Pembahasan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti yaitu mengenai

Pengaruh Terpaan Iklan KingKong Snack di Instagram (Frekuensi (X1), Durasi

(X2), Intensitas (X3) Terhadap Brand Awareness (Y). peneliti mendapatkan hasil penelitian yang sesuai dengan rumusan masalah penelitian yaitu sebagai berikut:

4.11.1 Seberapa Besar Terpaan Iklan KingKong Snack di Instagram

4.11.1.1Seberapa Besar Frekuensi Terhadap Brand Awareness dari Followers

@RaffiNagita1717

Frekuensi mengacu pada seberapa sering iklan dilihat atau dibaca, jika iklan lebih sering ditayangkan maka akan sering juga dilihat oleh penonton. Dalam penelitian ini, selain menguji seberapa sering followers melihat iklan di Instagram, peneliti juga menguji seberapa sering followers membuka akun Instagram pribadinya dan juga akun Instagram @RaffiNagita1717.

142

Setelah melakukan uji variabel Frekuensi, peneliti menemukan hasil dari uji analisis deskriptif dari Frekuensi yaitu sebesar 76,5%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar followers @RaffiNagita1717 membuka akun Instagram pribadinya lebih dari lima kali sehari dan bisa melihat iklan KingKong Snack di

Instagram @RaffiNagita1717 1 – 5 kali seminggu, mereka juga menganggap bahwa

@RaffiNagita1717 konsisten dalam mengiklankan KingKong Snack di akun

Instagramnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa responden sudah menganggap pengaruh Frekuensi iklan KingKong Snack di Instagram terhadapbrand awareness dari followers @RaffiNagita1717 sudah memberikan pengaruh yang baik.

4.11.1.2 Seberapa BesarDurasi Terhadap Brand Awareness dari Followers

@RaffiNagita1717

Durasi mengacu pada seberapa lama khalayak memperhatikan iklan, jika semakin lama waktu yang dihabiskan oleh khalayak untuk menyaksikan atau melihat iklan tersebut, maka pengetahuannya tentang iklan tersebut dan kesadaran merek dari iklan akan semakin tinggi. Durasi dalam penelitian ini menguji seberapa lama followers membuka akun Instagram pribadinya, karena semakin lama waktu yang dipakai seorang followers membuka akun Instagramnya, maka sangat mungkin ia lebih sering terkena terpaan iklan dari KingKong Snack.

Setelah melakukan uji variabel Durasi, peneliti menemukan hasil dari uji analisis deskriptif dari Durasi yaitu sebesar 76,5%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar followers @RaffiNagita1717 dapat menghabiskan satu jam sehari di akun Instagram pribadinya dan pernah melihat iklan KingKong Snack di Instagram

@RaffiNagita1717 selama 1 – 5 detik. Hal ini menunjukkan bahwa responden

143 sudah menganggap pengaruh Durasi iklan KingKong Snack terhadap brand awareness dari followers @RaffiNagita1717 sudah memberikan pengaruh yang baik.

4.11.1.3 Seberapa BesarIntensitas Terhadap Brand Awareness dari Followers

@RaffiNagita1717

Intensitas mengacu pada seberapa jauh khalayak mengerti pesan iklan, karena sesering dan selama apapun seseorang melihat suatu iklan, belum tentu ia melihat iklan tersebut secara seksama, bisa saja hanya sekilas atau sebagian. Dalam penelitian ini, peneliti juga menguji apakah followers menganggap bahwa akun

Instagram @RaffiNagita1717 menarik, sehingga mereka senang mengikuti kegiatan di akun tersebut.

Setelah melakukan uji variabel Intensitas, peneliti menemukan hasil dari uji analisis deskriptif dari Intensitas yaitu sebesar 80,4%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menganggap akun Instagram dan iklan KingKong

Snack menarik dan mudah dipahami, ini meliputi cara penyampaian pesan, bahasa, konten, model atau bintang iklan, ilustrasi gambar, warna-warna dalam iklan, hingga varian rasa dan slogan KingKong Snack yaitu “Jagonya Keripik Singkong”.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar respoden sudah menganggap bahwa pengaruh Intensitas iklan KingKong Snackterhadapbrand awareness dari followers

@RaffiNagita1717 sudah memberikan pengaruh yang baik.

144

4.11.2 Seberapa BesarBrand Awareness KingKong Snack dari Followers

@RaffiNagita1717

Kesadaran merek menurut Aaker dalam Rangkuti (2004:40) mendefinisikan kesadaran merek sebagai kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat bahwa merek adalah anggota kategori produk tertentu serta kesadaran merek melibatkan dua kegiatan yaitu berusaha memperoleh identitas merek dan berusaha mengaitkannya dengan kelas produk tertentu.

Setelah melakukan uji variabel Brand Awareness, peneliti menemukan hasil dari uji analisis deskriptif dari Brand Awareness yaitu sebesar 81,2%. Dengan indikatornya yaitu Brand Recognition yang dapat diartikan sebagai kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi pengalamannya terhadap suatu merek dengan stimulus-stimulus tertentu sebagai bantuan dan Linkage to Its Product Category yang mana ketika konsumen sudah mencapai Brand Recall, maka konsumen sudah mengetahui kategori suatu produk. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden sudah memiliki kesadaran merek yang baik dengan sudah mengetahui kategori produk dari iklan KingKong Snack.

4.11.3 Seberapa BesarPengaruh Terpaan Iklan KingKong Snack Terhadap

Brand Awareness dari Followers @RaffiNagita1717

4.11.3.1 Pengaruh Frekuensi Terhadap Brand Awareness dari Followers

@RaffiNagita1717

Setelah melakukan uji variabel pada Frekuensi, penulis menemukan hasil dari analisis deskriptif data Frekuensi sebesar 76,5%. Hal tersebut

145 menunjukkan bahwa responden sudah menganggap pengaruh Frekuensi iklan

KingKong Snack di Instagram terhadapbrand awareness dari followers

@RaffiNagita1717 sudah memberikan pengaruh yang baik, dan dapat dikatakan mempengaruhi brand awareness karena pada hasil uji regresi yang menyatakan bahwa pada kolom sig. variabel Frekuensi mempunyai nilai signifikan di bawah

0,05. Maka dalam penelitian ini, H0 ditolak dan H1 diterima. Ini artinya, terdapat pengaruh antara Frekuensi terhadap Brand Awareness dari followers

@RaffiNagita1717.

4.11.3.2 Pengaruh Durasi Terhadap Brand Awareness dari Followers

@RaffiNagita1717

Setelah melakukan uji variabel pada Durasi, penulis menemukan hasil dari analisis deskriptif data Durasi sebesar 76,5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa responden sudah menganggap pengaruh Durasi iklan KingKong Snack di Instagram terhadapbrand awareness dari followers @RaffiNagita1717 sudah memberikan pengaruh yang baik, dan dapat dikatakan mempengaruhi brand awareness karena pada hasil uji regresi yang menyatakan bahwa pada kolom sig. variabel Durasi mempunyai nilai signifikan di bawah 0,05. Maka dalam penelitian ini, H0 ditolak dan H1 diterima. Ini artinya, terdapat pengaruh antara Durasi terhadap Brand

Awareness dari followers @RaffiNagita1717.

4.11.3.3 Pengaruh Intensitas Terhadap Brand Awareness dari Followers

@RaffiNagita1717

Setelah melakukan uji variabel pada Intensitas, penulis menemukan hasil dari analisis deskriptif data Intensitas sebesar 80,4%. Hal tersebut menunjukkan

146 bahwa responden sudah menganggap pengaruh Intensitas iklan KingKong Snackdi

Instagram terhadapbrand awareness dari followers @RaffiNagita1717 sudah memberikan pengaruh yang baik, dan dapat dikatakan mempengaruhi brand awareness karena pada hasil uji regresi yang menyatakan bahwa pada kolom sig. variabel Intensitas mempunyai nilai signifikan di bawah 0,05. Maka dalam penelitian ini, H0 ditolak dan H1 diterima. Ini artinya, terdapat pengaruh antara

Intensitas terhadap Brand Awareness dari followers @RaffiNagita1717.

4.11.3.4 Pengaruh Terpaan Iklan KingKong Snack Terhadap Brand

Awareness dari Followers @RaffiNagita1717

Setelah melakukan uji variabel pada terpaan iklan (Frekuensi, Durasi,

Intensitas) pada variabel brand awareness menghasilkan nilai sebesar 79,8%, hal ini menunjukkan bahwa iklan KingKong Snack di akun Instagram

@RaffiNagita1717 telah menampilkan gambar dan penyampaian pesan yang jelas dan mudah dipahami dengan baik, serta mengiklankan KingKong Snack dengan konsisten. Sehingga Frekuensi, Durasi, dan Intensitas dapat diterima dengan baik oleh followers @RaffiNagita1717.

Nilai korelasi hubungan antara variabel pengaruh terpaan iklan KingKong

Snack di Instagram @RaffiNagita1717 (Frekuensi, Durasi, Intensitas) terhadap variabel brand awareness adalah sebesar 0,753, hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel bernilai kuat, karena berada pada interval korelasi

0,60 – 0,799. Koefisiensi korelasi dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang positif, maka kedua variabel mempunyai hubungan searah, artinya jika variabel X tinggi maka variabel Y akan tinggi pula.

147

Dari hasil perhitungan Regresi Linier Berganda dengan program SPSS 20 maka persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

Y = 1,069 + -0,063x1 + 0,243X2 + 0,667X3 .Dimana Y adalah Brand Awareness dari followers @RaffiNagita1717, X1 adalah Frekuensi, X2 adalah Durasi, X3 adalah

Intensitas. Model tersebut mengartikan bahwa setiap terjadi kenaikan nilai pada masing-masing variabel X maka akan diikuti kenaikan nilai Brand Awareness dari followers @RaffiNagita1717 (Y) yang semakin positif. Berdasarkan garis regresi, maka dapat dilihat bahwa dari 3 variabel independen yang digunakan dalam penelitian yang memiliki pengaruh lebih besar dalam mempengaruhi Brand

Awareness dari followers @RaffiNagita1717 adalah Intensitas yaitu sebesar 0,667.

Dari hasil perhitungan Uji t, menunjukkan bahwa satu variabel independen memiliki signifikansi lebih dari 0,05 yaitu Frekuensi, dan dua variabel lainnya yaitu

Durasi dan Intensitas memiliki signifikansi kurang dari 0,05. Begitu pula hasil dari thitung masing-masing variabel, Frekuensi (X1) memiliki hasil kurang dari 1,980, yaitu sebesar -0,754 sedangkan Durasi dan Intensitas memiliki hasil lebih dari

1,980, yaitu Durasi (X2) sebesar 3,025 dan Intensitas (X3) sebesar 7,633. Dari variabel- variabel independen penelitian ini, pengaruh paling dominan terhadap variabel dependen (Y) adalah Intensitas (X3). Ini berarti variabel X3 yang paling berpengaruh dalam brand awareness dari followers @RaffiNagita1717.

Dari hasil uji F memperlihatkan bahwa variabel independen (Terpaan Iklan) yang digunakan dalam penelitian, meliputi Frekuensi, Durasi, dan Intensitas layak untuk menguji Brand Awareness dari followers @RaffiNagita1717. Hal tersebut ditunjukan uji F pada variabel X terhadap brand awareness diperoleh sebesar

148

55,415, nilai tersebut lebih besar dari Ftabel .(2,70) dan tingkat signifikansi yang kurang dari 0,05.

Berdasarkan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori

Perbedaan Individu, dalam Effendi (2003:275) menurut teori ini individu-individu sebagai anggota khalayak sasaran media massa secara selektif, menaruh perhatian kepada pesan-pesan terutama jika berkaitan dengan kepentingannya, konsisten dengan sikap-sikapnya, sesuai dengan kepercayaan yang didukung oleh nilai- nilainya. Tanggapannya terhadap pesan-pesan tersebut diubah oleh tatanan psikologisnya. Jadi efek media massa pada khalayak itu tidak seragam, melainkan beragam disebabkan setiap individu berbeda satu sama lain dalam struktur kejiwaannya. Dari sini peneliti ingin melihat bagaimana brand awareness dari responden setelah menjadi followers Instagram @RaffiNagita1717 selama lebih dari satu tahun dengan kepribadian, minat, sifat, dan psikologi yang berbeda-beda.

Berdasarkan teori komunikasi pemasaran, iklan KingKong Snack di

Instagram menggunakan tiga komponen komunikasi pemasaran yaitu, periklanan, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat dan publisitas. Setelah melakukan tiga komponen komunikasi pemasaran tersebut, maka konsumen yang terkena dan melihat iklan KingKong Snack akan membuat kesimpulan dan keputusan tersendiri terhadap suatu produk, misalnya, jika gambar yang diposting @RaffiNagita1717 memiliki gambar, warna, dan tulisan yang menarik, maka followers akan menyadari bahwa produk yang diiklankan tersebut adalah KingKong Snack, dan mungkin akan melakukan pembelian.

149

Peneliti mendapatkan hasil dari setiap butir pernyataan yang diajukan kepada responden dan memiliki variasi jawaban yang berbeda-beda, hal ini sejalan dengan penjelasan teori perbedaan individu. Penelitian ini merujuk pada pengaruh terpaan iklan (frekuensi, durasi, intensitas) KingKong Snack di Instagram terhadap brand awareness dari followers @RaffiNagita1717. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara kedua variabel dan mengukur seberapa besar pengaruh antara kedua variabel tersebut.

Dalam penelitian ini pengaruh yang ingin dilihat adalah pertumbuhan brand awareness dari followers @RaffiNagita1717 sebagai responden dan sebagai penerima pesan, setelah melihat terpaan iklan di Instagram @RaffiNagita1717 sebagai pesan, dan melalui media elektronik sebagai medianya dan disampaikan oleh akun Instagram @RaffiNagita1717 sebagai sumbernya.

150

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya mengenai “Pengaruh Terpaan Iklan KingKong Snack di

Instagram Terhadap Brand Awareness (Survei Terhadap Followers

@RaffiNagita1717)”, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil penelitian dari variabel Frekuensi memiliki hubungan signifikan

yang positif terhadap Brand Awareness dari followers

@RaaffiNagita1717 dengan nilai korelasi sebesar 0,495 (keeratannya

sedang). Juga memiliki pengaruh terhadap brand awareness dari

followers @RaffiNagita1717 sebesar 24,5% sementara 75,5% lainnya

dipengaruhi faktor lain yang harus di teliti lebih lanjut. Sehingga dapat

dibuktikan bahwa “Terdapat pengaruh Terpaan Iklan KingKong Snack

di Instagram Terhadap Brand Awareness dari followers

@RaffiNagita1717”.

2. Hasil penelitian dari variabel Durasi memiliki hubungan signifikan yang

positif terhadap Brand Awareness dari followers @RaaffiNagita1717

dengan nilai korelasi sebesar 0,612 (keeratannya kuat). Juga memiliki

pengaruh terhadap brand awareness dari followers @RaffiNagita1717

sebesar 37,5% sementara 62,5% lainnya dipengaruhi faktor lain yang

151

harus di teliti lebih lanjut. Sehingga dapat dibuktikan bahwa “Terdapat

pengaruh Terpaan Iklan KingKong Snack di Instagram Terhadap Brand

Awareness dari followers @RaffiNagita1717”.

3. Hasil penelitian dari variabel Intensitas memiliki hubungan signifikan

yang positif terhadap Brand Awareness dari followers

@RaaffiNagita1717 dengan nilai korelasi sebesar 0,774 (keeratannya

kuat). Juga memiliki pengaruh terhadap brand awareness dari followers

@RaffiNagita1717 sebesar 59,9% sementara 40,1% lainnya

dipengaruhi faktor lain yang harus di teliti lebih lanjut. Sehingga dapat

dibuktikan bahwa “Terdapat pengaruh Terpaan Iklan KingKong Snack

di Instagram Terhadap Brand Awareness dari followers

@RaffiNagita1717”.

Hasil penelitian dari variabel X Terpaan Iklan (Frekuensi, Durasi,

Intensitas)memiliki pengaruh terhadap brand awareness dari followers

@RaffiNagita1717 sebesar63,4%, sementara 36,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruhnya signifikan dan positif dengan nilai korelasi sebesar 0,753

(keeratannya kuat). Sehingga dapat dibuktikan bahwa “Terdapat pengaruh Terpaan

Iklan KingKong Snack di Instagram Terhadap Brand Awareness dari followers

@RaffiNagita1717”. Ketika ketiga variabel yang termasuk dalam Terpaan Iklan tersebut digabungkan menjadi satu kesatuan utuh yang baik, maka tidak dipungkiri akan semakin menambah reaksi positif Brand Awareness dari followers

@RaffiNagita1717. Pada uji linier berganda Y = 1,069 + -0,063x1 + 0,243X2 +

0,667X3 didapat persamaan linier sebagai berikut. Berdasarkan hasil regresi

152 berganda tersebut, maka dapat dilihat bahwa dari tiga variabel independen yang digunakan dalam penelitian yang memiliki pengaruh lebih besar dalam mempengaruhi Brand Awareness dari followers @RaffiNagita1717 adalah

Intensitas, yaitu sebesar 0,667.

5.2 Saran

Dalam sebuah penelitian, seorang peneliti setidaknya mendaptakan sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan, instansi atau lembaga serta berbagai pihak yang terkait dalam penelitian ini. Adapun saran yang peneliti berikan setelah meneliti masalah dalam penelitian ini antara lain:

1. Saran Akademik

a. Secara teoritis, diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan

rujukan dalam penelitian bidang ilmu komunikasi khususnya

mengenai Terpaan Iklan, dan diharapkan dapat lebih mengeksplor

topik maupun masalah penelitian yang lebih luas.Bagi peneliti yang

akan melakukan analisis dalam topik sejenis, diharapkan dapat

melakukan penelitian lanjutan, khususnya terkait faktor lain yang

dapat mempengaruhi brand awareness.

b. Bagi akademisi, penelitian ini dapat menyajikan informasi mengenai

pengaruh terpaan iklan KingKong Snack terhadap brand awareness.

2. Saran Praktis

153 a. Peneliti sebagai mahasiswi ilmu komunikasi dan berkonsentrasi

marketing komunikasi, mengharapkan dalam proses pekerjaan

marketing komunikasi ke depan bisa lebih memanfaatkan media

sosial. Karena media sosial adalah media yang efektif dalam

penyampaian pesan dan informasi, hal itu bisa membantu pekerjaan

marketing komunikasi dalam memasarkan suatu produk. b. Diharapkan dapat menjadibahan informasi bagi pembaca untuk

memanfaatkan media sosial terutama Instagram sebagai sarana

mengiklankan suatu produk.

154

DAFTAR PUSTAKA

Aaker, David. 1996. Building Strong Brand. Michigan: Free Press

Abidin, Yusuf Zainal. 2015. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: CV

Pustaka Setia

Adi, Aghni. Hidayat, Ali. 2017. 45 Juta Pengguna Instagram, Indonesia Pasar

Terbesar di Asia

Diakses dari https://bisnis.tempo.co/read/894605/45-juta-pengguna-

instagram-indonesia-pasar-terbesar-di-asia pada tanggal 23 November

2017 pukul 12:05 WIB

Agung, Wahyu. 2010. Panduan SPSS 17.0: Untuk Mengolah Penelitian

Kuantitatif. Yogyakarta: Gerai Ilmu

Anjaskara, Dian Ines. 2016. Pengaruh Sikap Pada Media Sosial Instagram

Terhadap Minat Beli Produk Kecantikan Melalui Instagram (Studi

Kasus Pada Konsumen Terhadap Minat Beli Melalui Situs Instagram).

Ilmu Komunikasi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Ardianto, Elvinaro., Erdinaya, Lukiati Komala. 2005. Komunikasi Massa: Suatu

Penantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

Ardianto, Elvinaro., Komala, Lukiati., Karlinah., Siti. 2014. Komunikasi Massa:

Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

155

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. 2016. Survei Internet APJII 2016.

Diakses dari https://apjii.or.id/content/read/39/264/Survei-Internet-

APJII-2016 pada tanggal 13 November 2017 pukul 11.:40 WIB

Atmoko, Bambang Dwi. 2012. Instagram Handbook. Jakarta: Media Kita

Bungin, Burhan. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan

Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana

Prenadamedia Group

Chariri, Anis. 2009. Landasan Filsafat dan Metode Penelitian Kuantitatif.

Semarang: LPA FE Undip

Durianto, Darmadi et al. 2003. Invasi Pasar Dengan Iklan Yang Efektif. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama

Durianto, Darmadi et al. 2004. Brand Equity Ten. Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Utama

Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung:

PT Citra Aditya Bakti

Effendy, Onong Uchjana. 2004. Dinamika Komunikasi. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya

Fauzi, Mohammad Rizky. 2016. Pengaruh Akun Instagram @indotravellers.co

Terhadap Minat Travelling Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTIRTA

156

Angkatan 2012 – 2014. Ilmu Komunikasi. Universitas Sultan Ageng

Tirtayasa

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.

Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Irwansyah., Mulyana, Ahmad. 2012. Reposisi Komunikasi dalam Dinamika

Konvergensi. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group

Kasali, Rhenald. 2001. Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi, Targeting, dan

Positioning. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Keller, Kevin Lane. 2003. Strategic Brand Management: Building, Measuring,

and Managing Brand Equity. California: Prentice Hall

Kotler, Philip., Keller, Kevin Lane. 2012. Marketing Management 13th. New

Jersey: Pearson Prentice Hall, Inc

Kriyantono, Rachmat. 2010. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana

Prenadamedia Group

Liliweri, Alo. 2015. Komunikasi Antarpersonal. Jakarta: Kencana Prenadamedia

Group

Machfoedz, Mahmud. 2010. Komunikasi Pemasaran Modern. Yogyakarta: Cakra

Ilmu

157

Mahmudoh, Siti. 2011. Pengaruh Terpaan Iklan Kartu As versi “Smash” di

Televisi Terhadap Kesadaran Merek. Ilmu Komunikasi. Universitas

Sultan Ageng Tirtayasa.

Margono, S. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Morissan. 2010. Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Kencana

Prenadamedia Group

Muhammad, Arni. 2009. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara

Pambudi Ari, Mohammad., Seminari, Ni Ketut. 2016. Pengaruh Iklan dan Word

of Mouth Terhadap Brand Awareness Traveloka. Denpasar

Pitta, D.A., Katsanis, L.P. 1995. Understanding Brand Equity for Successful

Brand Extension, Journal of Consumer Marketing vol. 12

Rakhmat, Jalaluddin. 2001. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Ruslan, Rosady. 2008. Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Severin, Werner J et al. 2008. Teori Komunikasi-Sejarah, Metode, dan Terapan di

Dalam Media Massa. Jakarta: Kencana

Shimp, Terence. 2003. Periklanan Promosi & Aspek Tambahan Komunikasi

Pemasaran Terpadu Jilid I. Jakarta: Erlangga

Silalahi. Ulber. 2010. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Rafika Aditama

158

Singarimbunan, Masri. 1989. Metode Penelitian Survei Edisi Revisi. Jakarta:

LP3ES

Sugiyono. 2005. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. 2012. Ilmu, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D.

Bandung: Alfabeta

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2008. Metode Penelitan Pendidikan Cet. Ke-4.

Bandung: Remaja Rosdakarya

Top Brand Award Indonesia. 2016. Top Brand Index 2016 Fase 2

Diakses dari https://topbrand-award.com/top-brand-survey/survey-

result/top_brand_index_2016_fase_2 pada tanggal 29 Juni 2018 pukul

10:42 WIB

. 2017. Top Brand Index 2017 Fase 2

Diakses dari https://topbrand-award.com/top-brand-survey/survey-

result/top_brand_index_2017_fase_2 pada tanggal 29 Juni 2018 pukul

10:42

2018. Frequently Asked Questions

Diakses dari https://topbrand-award.com/faq pada tanggal 29 Juni 2018

pukul 10:50 WIB

2018. Top Brand Index 2018 Fase 2

Diakses dari https://topbrand-award.com/top-brand-survey/survey-

result/top_brand_index_2018_fase_2 pada tanggal 29 Juni 2018 pukul

10:42 WIB

159

Wardani, Agustin Setyo. 2017. 5 Artis Indonesia dengan Follower Instagram

Terbanyak

Diakses dari https://tekno.liputan6.com/read/3017828/5-artis-indonesia-

dengan-followers-instagram-terbanyak pada tanggal 25 November 2017

pukul 17:20 WIB

Wardhana, Loudfi., Arifin, Zainul., Sunarti. 2010. Pengaruh Iklan Televisi

Terhadap Kesadaran Merek (Survei pada Kartu Telepon GSM IM3

Terhadap Mahasiswa Administrasi Bisnis Angkatan 2009/2012

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya). Malang

Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Gramedia Widasarana

Indonesia

Wells, William., Burnet, John., Moriarty, Sandra. 2000. Advertising Principles

and Practice 5th Edition. New Jersey: Prentice Hall International

Yusuf, Oik. 2016. Cerita di Balik Logo Baru Instagram

Diakses dari

https://tekno.kompas.com/read/2016/05/12/15400017/Cerita-di-Balik-

Logo-Baru-Instagram pada tanggal 7 Maret 2018 pukul 16:10 WIB

160

LAMPIRAN

161

Lampiran 1

Surat Izin Mencari Data

162

Lampiran 2

Kuesioner

Saya Nadhira Puteri Utami mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas

Sultan Ageng Tirtayasa, Serang sedang melakukan penelitian skripsi berjudul

“Pengaruh Terpaan Iklan KingKong Snack di Instagram Terhadap Brand

Awareness (Survei Terhadap Followers @RaffiNagita1717)”.

Untuk itu, saya memohon kesediaan anda untuk mengisi kuesioner ini sesuai dengan pengalaman dan pendapat anda. Saya ucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasama anda.

Identitas Responden

Nama Akun Instagram :

Usia : 18 – 24 ( ) 25 – 30 ( ) 31 – 40 ( ) >40 ( )

Pendidikan Terakhir: SD ( ) SMP ( ) SMA ( )

S1 ( ) S2 ( )

Pekerjaan : Mahasiswa ( ) Wirausaha ( ) Karyawan

Swasta ( ) Pegawai Negeri Sipil ( ) Lainnya

(……………..)

Jenis Kelamin : Perempuan ( ) Laki-laki ( )

163

Terpaan Iklan di Instagram (X)

No Dimensi Pernyataan SS S TS STS

1 Frekuensi Saya membuka akun Instagram pribadi saya lebih dari 5 kali sehari

2 Saya melihat iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 1 – 5 kali seminggu

3 Saya membuka akun Instagram @RaffiNagita1717 1 – 3 kali sehari untuk mencari info lomba yang diadakan KingKong Snack

4 Akun @RaffiNagita1717 konsisten dalam mengiklankan KingKong Snack di akun Instagramnya

5 Durasi Saya menghabiskan waktu lebih dari 1 jam sehari ketika membuka akun Instagram pribadi saya

6 Saya menghabiskan waktu sampai 1 menit di akun Instagram @RaffiNagita1717

7 Saya pernah melihat iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 selama 1 – 5 detik

8 Intensitas Saya follow akun Instagram @RaffiNagita karena kegiatan yang mereka posting selalu menarik

9 Iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 tidak terlalu rumit dalam menyampaikan pesan sehingga mudah dipahami

164

10 Bahasa yang digunakan dalam iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 jelas dan mudah dipahami

11 Model atau bintang iklan dalam iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 terkenal sehingga dapat menarik perhatian

12 Penampilan konten dalam iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 menarik

13 Iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 menampilkan ilustrasi gambar yang menarik

14 Penulisan kalimat yang ditayangkan dalam iklan KingKong Snack di Instagram @RaffiNagita1717 mudah dibaca dan dipahami

15 Slogan “Jagonya Keripik Singkong” menarik sehingga mudah diingat

16 Saya merasa bahwa varian rasa yang dimiliki KingKong Snack menarik

17 Warna-warna yang dipakai dalam iklan KingKong Snack mudah menarik perhatian

Brand Awareness (Y)

165

No Dimensi Pernyataan SS S TS STS

18 Brand Nama merek “KingKong Snack” yang terlihat di Recognition Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengenali KingKong Snack

19 Logo KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengenali KingKong Snack

20 Slogan “Jagonya Keripik Singkong” yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengenali KingKong Snack

21 Kemasan KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengenali KingKong Snack

22 Brand Nama merek “KingKong Snack” yang terlihat di Linkage to Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengetahui Its Product bahwa KingKong Snack merupakan salah satu Category keripik singkong

23 Logo KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengetahui bahwa KingKong Snack merupakan salah satu keripik singkong

24 Slogan “Jagonya Keripik Singkong” yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengetahui bahwa KingKong Snack merupakan salah satu keripik singkong

166

25 Kemasan KingKong Snack yang terlihat di Instagram @RaffiNagita1717 membantu mengetahui bahwa KingKong Snack merupakan salah satu keripik singkong

167

Lampiran 3

Data Jawaban Responden Pada Variabel X

Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 4 2 1 3 4 1 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 4 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 5 4 2 2 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 6 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 7 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 8 4 3 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 9 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 10 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 11 4 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 13 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 14 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 15 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 16 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 17 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 18 3 3 2 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 19 2 1 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 20 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 21 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 22 2 3 2 3 1 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 23 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 24 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 25 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 26 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 27 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 28 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 29 2 3 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 30 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 31 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 32 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 33 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3

168

34 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 35 3 3 2 2 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 36 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 37 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 38 4 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 39 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 40 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 41 4 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 42 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 43 4 4 3 4 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 44 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 45 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 46 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 47 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 48 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 49 4 2 2 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 50 4 3 2 3 4 2 3 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 51 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 52 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 53 4 3 2 4 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 54 4 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 55 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 56 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 57 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 58 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 59 4 3 3 4 2 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 60 3 2 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 61 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 62 4 4 2 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 63 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 64 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 65 2 2 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 66 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 67 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 68 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 70 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 71 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 72 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3

169

73 3 3 4 3 2 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 74 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 75 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 2 3 76 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 77 4 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 78 4 3 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 79 4 4 3 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 80 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 81 3 3 3 2 2 2 2 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 82 3 2 1 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 83 3 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 84 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 85 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 86 4 4 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 87 4 3 2 3 3 3 3 4 2 4 4 3 3 3 3 3 3 88 4 3 2 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 89 4 2 1 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 90 4 3 2 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 91 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 92 4 2 2 2 4 2 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 93 4 3 2 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 94 4 3 4 3 4 1 3 3 3 3 4 4 4 3 3 2 3 95 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 96 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 97 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 98 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 99 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 100 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4

170

Lampiran 4

Data Jawaban Responden Pada Variabel Y

Responden 18 19 20 21 22 23 24 25 1 3 2 3 3 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 5 4 4 3 3 4 4 4 4 6 3 3 4 4 3 3 3 3 7 3 3 3 3 3 3 3 3 8 3 3 2 2 2 2 2 3 9 3 2 3 2 4 3 3 3 10 4 4 4 4 4 4 4 4 11 3 3 3 3 3 3 3 3 12 4 3 3 3 3 3 3 3 13 3 3 3 3 3 3 3 3 14 4 4 4 4 4 4 4 4 15 3 3 3 3 3 3 3 3 16 3 3 3 3 3 3 3 3 17 4 4 4 4 4 4 4 4 18 3 3 3 3 3 3 3 3 19 3 3 3 3 3 3 3 3 20 4 4 4 4 4 4 4 4 21 3 3 3 3 3 3 3 3 22 3 3 3 3 3 3 3 3 23 3 3 3 3 3 3 3 3 24 3 3 3 3 3 3 3 3 25 4 4 4 4 4 4 4 4 26 3 3 3 3 3 3 3 3 27 3 3 3 3 3 3 3 3 28 3 3 3 3 3 3 3 3 29 3 3 3 3 3 3 3 3 30 3 3 3 3 3 3 3 3 31 3 3 3 3 3 3 3 3 32 4 4 4 4 4 4 4 4 33 3 3 3 3 4 2 3 2

171

34 4 4 4 4 3 3 3 3 35 4 3 3 3 3 3 3 3 36 4 4 4 4 4 4 4 4 37 4 4 4 4 4 4 4 4 38 4 4 4 4 4 4 4 4 39 3 3 3 3 3 3 3 3 40 3 3 3 3 3 3 3 3 41 3 3 3 3 3 3 3 3 42 4 4 4 4 4 4 4 4 43 3 3 3 3 3 3 3 3 44 3 3 3 3 3 3 3 3 45 3 3 3 3 3 3 3 3 46 3 3 3 3 3 3 3 3 47 4 4 3 3 4 3 4 3 48 3 3 3 3 3 3 3 3 49 3 3 3 3 4 4 4 4 50 4 4 4 4 3 3 3 3 51 3 3 3 3 3 2 3 3 52 3 3 3 3 3 3 3 4 53 4 3 3 3 3 3 3 3 54 3 3 3 3 3 2 3 3 55 4 4 3 3 4 3 4 3 56 3 3 3 3 3 3 3 3 57 4 4 3 3 3 3 3 3 58 3 3 3 3 3 3 3 3 59 3 3 3 4 3 3 3 4 60 3 3 3 3 3 3 3 3 61 3 3 3 3 3 3 3 3 62 3 3 3 3 3 3 3 3 63 4 3 3 4 4 4 4 4 64 3 3 3 3 4 4 4 4 65 3 3 3 3 3 3 3 3 66 4 4 4 4 4 4 4 4 67 3 3 3 3 3 3 3 3 68 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 3 3 3 3 3 70 4 4 4 4 4 4 4 4 71 3 3 3 3 4 3 3 3 72 3 3 3 3 3 3 3 3

172

73 3 3 3 3 3 3 3 4 74 4 4 4 4 4 4 4 4 75 4 3 3 4 3 3 4 4 76 3 3 3 3 3 2 2 2 77 3 3 3 3 3 3 3 3 78 3 4 3 4 4 3 4 3 79 4 3 3 3 3 3 3 3 80 4 4 4 4 4 4 4 4 81 3 4 4 4 3 3 4 3 82 3 2 2 3 3 3 3 3 83 3 3 3 3 3 3 3 3 84 3 3 3 3 3 3 3 3 85 3 4 4 4 3 3 3 3 86 3 3 3 3 3 3 3 3 87 3 3 4 4 3 3 3 3 88 4 3 3 3 3 2 4 3 89 4 4 3 4 4 3 4 4 90 3 3 3 2 4 3 3 3 91 3 3 3 3 3 3 3 3 92 3 3 2 3 4 4 4 4 93 4 4 4 4 4 4 4 4 94 4 3 3 3 3 3 4 3 95 4 4 4 3 4 3 3 3 96 3 3 3 2 3 2 3 3 97 3 3 3 3 3 3 3 3 98 3 3 3 3 3 3 3 3 99 3 3 3 3 3 3 3 3 100 4 4 4 4 4 4 4 4

173

Lampiran 5

Username Instagram Responden

Username ma_22rizal 1 alisha_rafanasrullah 2 Devisetianis 3 Luliyanari 4 puputFJI 5 siskasilvialestari 6 Cietauriez 7 pipithardaningsih11 8 rismaalpiy_ 9 indah_octivanniy 10 dwiagustina1712 11 gelbypmatthew_new 12 maryana.nabila 13 thie07 14 ariwijayanti92 15 abd.latif13 16 Silvaokto 17 Desiqta 18 2t_fruity 19 yulianandanasution 20 rhin_dha.n 21 zhi_071290 22 m.herditrisa 23 deppiaryanti26 24 zhang_luciana 25 dillasafithree97_ 26 wulandarii.28 27 teukureza24 28 nadya_jylo_manissee 29 mamy3901 30 ukhtiiin44 31 Miefadelta 32 ratnaa_fatmawati 33

174

don250r 34 _muhammadichsan08 35 nurtrirahayu12 36 zeidabalsya_0 37 derriakhbar02 38 mimieismie_22 39 Fikarama 40 Fidestaa 41 resafa97 42 Yunayunita 43 rinaaf18 44 Esaspears 45 silvi_triana91 46 nursyahmaniah 47 Hudaprayudi 48 rinaa_wulan 49 mutiaramelsarda 50 baharnurlina 51 chanialusiani 52 ayufiq21 53 dina_saman 54 iyunsab 55 fickyhidayatullah 56 reshi_gunardi 57 findariaz 58 agungmr34_ 59 mheyperdana 60 muhammadlintar 61 imasfauzah 62 dayladellaniaa 63 dinarmenik 64 yulia.monita 65 afrida 66 purwaningrum4441 67 lilynuraini95 68 ermaangga 69 dheapermata591 70 yenugrohoo 71 renita5196 72

175

sitinurhayati_67 73 ariizki 74 handayanihaniii 75 farahmawadah 76 vicarinagusli 77 noviaaindrii 78 nidaisr 79 ndutsnadia 80 selladesy24 81 kasepisbat 82 rinabebek 83 muhajjir_46 84 fidyafw 85 ratri.hnjn 86 viskad 87 desiiyuningsih 88 realfitriasari 89 ayusultonia 90 restyyanggraeni 91 raisachita 92 maudychkt 93 anhar.pitoy 94 raniemoetia 95 nuruswatun239 96 dimasilhamanggaraa 97 ahmdtajul 98 gerryriski32 99 dedetukirah 100

176

Lampiran 6

Dokumentasi

177

178

179

180

Lampiran 7

Tampilan Sosial Media Akun Instagram @RaffiNagita1717

181

Lampiran 8

Buku Bimbingan Skripsi

182

183

Lampiran 9

Data Pribadi

Nama : Nadhira Puteri Utami Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 23 Februari 1997 Agama : Islam Jenis Kelamin : Perempuan Email : [email protected] No. Hp : 087888339297 Alamat : Jl. Malaka IV/I No. 31 RT 001/008 Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta

Riwayat Pendidikan PERIODE SEKOLAH/UNIVERSITAS JURUSAN

2002 – 2008 SDN Malaka Sari 014 Pagi -

2008 – 2011 SMP Negeri 139Jakarta -

2011 – 2014 SMA Negeri 71Jakarta IPS

2014 – 2018 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Ilmu Komunikasi

Pengalaman Kerja Job training di Sub Bagian Tata Artistik Televisi Republik Indonesia (TVRI) Tahun 2017

184