43 BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK RISET A. Gambaran Film
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KARYA FILM YANG DIBUAT PRODUSER BERDASARKAN REFERENSI NASKAH PIHAK KETIGA (STUDI PUTUSAN NOMOR 305K/Pdt.Sus-HKI/2014)
IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KARYA FILM YANG DIBUAT PRODUSER BERDASARKAN REFERENSI NASKAH PIHAK KETIGA (STUDI PUTUSAN NOMOR 305K/Pdt.Sus-HKI/2014) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi dan Melengkapi Syarat-Syarat dalam Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Oleh: STAR PARULIAN HUTABARAT 150200328 DEPARTEMEN HUKUM EKONOMI PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2019 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Segala hormat, puji, dan syukur yang Penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkatNya yang melimpah dan kasih karuniaNya yang tidak ada habis-habisnya yang selalu menguatkan dan membimbing Penulis sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat untu memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Adapun judul skripsi ini adalah “Implementasi Perlindungan Hukum Terhadap Karya Film Yang Dibuat Produser Berdasarkan Referensi Naskah Pihak Ketiga (Studi Putusan Nomor 305K/Pdt.Sus-HKI/2014)”. Selama penyusunan penulisan skripsi ini, Penulis juga banyak mendapatkan bimbingan, arahan, semangat, saran, motivasi serta doa dari berbagai pihak. Untuk itu Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH., M.Hum. Selaku Rektor Universitas Sumatera Utara; 2. Bapak Prof. Dr. Budiman Ginting, SH., M.Hum. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara; 3. Bapak Prof. Dr. OK. Saidin, SH., M.Hum. selaku Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara; 4. Ibu Puspa Melati Hasibuan, SH., M.Hum. selaku Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara; 5. Bapak Dr. Jelly Leviza, SH., M.Hum. selaku Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara; i Universitas Sumatera Utara 6. Bapak Prof. Dr. Bismar Nasution, SH., MH. -
Semiotika Makna Arti Kasih Ibu Dalam Film Semesta Mendukung
SEMIOTIKA MAKNA ARTI KASIH IBU DALAM FILM SEMESTA MENDUKUNG Skripsi DiajukanKepadaFakultasIlmuDakwahdanIlmuKomunikasiUntukMemenuhi PersyaratanMemperolehGelarSarjanaIlmu Komunikasi Islam (S.Kom.I) Oleh: ANIA FEBRIANI FASYA NIM :108051000143 KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1434 H/2013 M SEMIOTIKA ARTI KAStrI IBU DALAM FILM SEMESTA MENDIIKT}NG Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.t) Oleh Ania Febriani Fasva NIM: 108051000143 Di bawah bimbingan, 182C08011008 JURUS$I KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMT]NIKASI UNTVERSITAS ISLAM NEGERT rUin SYARIF HIDAYATULLAH JAKAR'TA 1433 H./ 2013 M. PENGESAHAN PANTI IA UJIAN Skripsi yang berjudul "Semiotika Makna Arti Kasih Ibu Pada Film Semesta Mendukung", telah drqikan dalam sidang munaqosah Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Selasa,29 Januari 2013. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program Straia I (Sl) pada Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Jakarta, 4 Februari 2013 SIDANG MTJNAQOSAII Ketua Merangkap Anggota Sekretaris Merangkap Anggota Drs. .Tumroni- M Si NIP. 19630515 199203 1 006 NIP.19710816 Anggota Penguji I Dr.ffi Armawati Arbi. M.Si Ade Masturi. MA NIP. 19650207 199103 2 002 NrP. 197s 06062007t01 001 Pembimbing Rr,lli Nasrullah. M. Si t9750318 200801 1 008 ABSTRAK Ania Febriani Fasya Semiotika Arti Kasih Ibu dalam Film Semesta Mendukung Film merupakan salah satu bentuk media komunikasi massa dari berbagai teknologi dan berbagai unsur-unsur kesenian. Sebagai seni ketujuh, film sangat berbeda dengan seni sastra, teater, seni rupa, seni suara, musik, dan arsitektur yang muncul sebelumnya. -
Perkembangan Karakter Annisa Dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban Karya Abidah El Khalieqy
SANG PENCERAH Volume 2, Nomor 1, Februari 2016, Hlm. 54 -62 Nazriani: Perkembangan Karakter Annisa dalam Novel ... PERKEMBANGAN KARAKTER ANNISA DALAM NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQY Nazriani Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Buton, Jl. Betoambari No. 36 Baubau. E-mail: [email protected] Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengatahui perkembangan karakter Annisa dalan novel Perempuan Bekalung Sorban karya Abidah El Khalieqy. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan psikologi yakni dengan mengacu pada teori kepribadian milik Sigmund Freud. Hasil penelitian ini diperoleh informasi bahwa perkembangan karakter Annisa dari kecil hingga dewasa selain didominasi oleh unsur ego maka karakter Annisa juga berkembang karena lingkungan sosialnya juga berubah. Proseses perkembangan karakter tersebut yang membentuk pribadi Annisa menjadi seorang muslimah yang tegar dan kuat, layaknya seorang wanita dewasa yang sempurna. Kata kunci: psikologi, karya sastra, novel. Abstract This research was aimed to know the development of Annisa’s character in Perempuan Berkalung Serban novel created by Abidah El Khalieqy. It was library research by using descriptive qualitative method. The data in this research was analyzed by using pshychology approachment, which refered to Sigmund Freud’s personality theory. The result of this research was the development of Annisa’s character started from young until being adult was dominated by egoistic element so that Annisa’s character was developing because of the social alteration. The process of development Annisa’s character made her to be rigid and strong, as a Muslim and perfect adult woman. -
HAM, Gender Dan Antikorupsi
Pendidikan HAM, Gender dan Antikorupsi Dr. Yohanes S. Boy Lon, M.A Diterbitkan oleh Penerbit STKIP St. Paulus Ruteng (Anggota IKAPI) Manggarai- Flores-NTT Lon. Y.S.B. Pendidikan HAM, Gender dan Antikorupsi, -Oleh: Dr. Yohanes S Boy Lon, M.A, -Cet. I-Ruteng: Penerbit: STKIP St. Paulus, Ruteng, 2017. iii, 174, Hlm: 15 cm x 20.5 cm ISBN: 978-602-61354-9-0 Pendidikan HAM, Gender dan Antikorupsi Dr. Yohanes S. Boy Lon, M.A Cover : Foto Mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng sedang menarikan tarian adat. Foto oleh Rm. John Layout : Yud Hak cipta yang dilindungi Undang-undang pada : Pengarang Hak Penerbitan pada : STKIP St. Paulus Ruteng Dicetak oleh : STKIP St. Paulus Ruteng Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau mengutip sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit STKIP ST. PAULUS RUTENG. STKIP St. Paulus Ruteng (Anggota IKAPI) Jl. Jend. A. Yani No. 10, Tromolpos 805, Ruteng-Flores 865508 Telp. (0385) 22305, Fax (0385) 21097; e-mail: [email protected] Web: stkipsantupaulus.ac.id PENGANTAR OLEH LPPM STKIP SANTU PAULUS RUTENG Puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan anugerahnya buku Pendidikan HAM, Gender dan Antikorupsi dapat diterbitkan pada tahun 2017 ini. Buku ini merupakan salah satu hasil nyata dari program kerja LPPM tahun 2016-2017 yakni hibah penulisan buku bagi pada dosen STKIP Santu Paulus Ruteng. Program ini dimaksudkan untuk mendorong pada dosen menghasilkan karya ilmiah, menyumbangkan gagasan, pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Penerbitan ini telah memperlihatkan sumbangan nyata tersebut. Sebagai ketua LPPM kami menyambut gembira penerbitan buku ini. -
Analisis Karakter Dan Fungsi Karakter Sukarno Dalam Film “Soekarno” Dan “Ketika Bung Di Ende” Dengan Teori Vladimir Propp
ANALISIS KARAKTER DAN FUNGSI KARAKTER SUKARNO DALAM FILM “SOEKARNO” DAN “KETIKA BUNG DI ENDE” DENGAN TEORI VLADIMIR PROPP SKRIPSI PENGKAJIAN SENI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Strata 1 Program Studi Film dan Televisi Disusun oleh Ageng Indra Sumarah NIM: 1410727032 PROGRAM STUDI TELEVISI DAN FILM JURUSAN TELEVISI FAKULTAS SENI MEDIA REKAM INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA YOGYAKARTA 2021 ii HALAMAN PENGESAHAN iii HALAMAN PERNYATAAN v vi tugas skripsi ini saya persembahankan untuk : Slamet Widodo dan Elly Hidayai, Bapak dan Ibu tercinta yang selalu bersabar dan memberi doa serta dukungan. Kedua kakak, Ian Aji Hermawan dan Wisnu Widi Widayat. Teman-teman dan semua pihak yang membantu menyelesaikan penelitian ini. vii KATA PENGANTAR Puji syukur selalu tercurahkah ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah. Tak lupa shalawat dan taslim diaturkan pada Rasulullah SAW yang selalu memberikan syafaatnya sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul “Analisis Karakter dan Fungsi Karakter Sukarno dalam Film ‘Soekarno’ dan ‘Ketika Bung di Ende’ dengan Teori Vladimir Propp” dengan lancar. Tugas akhir skripsi ini merupakan syarat untuk mencapai gelar Sarjana Strata 1 program studi studi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Disadari bahwa dalam penelitian skripsi ini tidak terlepas dari segala bimbingan, bantuan, dan dorongan. Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir skripsi, dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Allah SWT atas segala nikmat dan anugerah ilmu pengetahuan dan pengalaman serta pelajaran hidup yang diberikan. 2. Bapak Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., selaku Dekan Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. 3. -
AS NEW GENRE Muria Endah Sokowati
1 ‘ISLAM’ AS NEW GENRE Muria Endah Sokowati Department of Communication Universitas Muhammadiyah Yogyakarta [email protected] ABSTRACT The revival of Islam in the political discourse in Indonesia after the collapse of new order period implicated in the adoption of Islamic way of life of people in every day life. This situation has brought to the production of movies containing Islamic values. The movies were successful in attracting audience and triggered the same movies produced. The emergence of special movies with Islamic content for religious marketplace-at this context, for Muslim audience-has created a new genre in movie industry during the post new order in Indonesia. As a new genre, Islamic movies were made with their generic convention, including structural codes and patterns, which build the movie texts, such as iconography, characterization, setting, dialogue type, and narration. This paper will identify and analyze what and how the generic convention consisted in Islamic movies within Indonesian context. By using genre analyses proposed by Thwaites et. al (1994), this paper will explore the structure of the texts, and link to the context, in order to describe and define the Islamic movies as new movie genre in Indonesia. According to Thwaites et. al, this analysis offered the reading of genre focusing on the textual and contextual effects. The analytical process not only reads the structure and elements of representation, but also enables to read and study the choice of subject matter contained in the movies and its relation to the social context of the process of meaning production. This paper also explains the representation of Islamic values, gender relation, and also the depiction of western culture, which often mentioned as the opposite of Islam and middle-east culture. -
Preferensi Penonton Terhadap Film Indonesia
PREFERENSI PENONTON TERHADAP FILM INDONESIA Muhammad Yaumul Rizky, Yolanda Stellarosa STIKOM The London School of Public Relations – Jakarta [email protected], [email protected] ABSTRACT This research aims to discover the preference of audiences towards Indonesian movie, located in Jakarta. The purpose of this study is to understand the audience preferences of Indonesia movie through movie attributes such as genre, symbolism, actor, director, sequel, production house, film set, and marketing. Quantitative descriptive research method was used in the research and questionnaire distributed to 200 respondents by applying purposive sampling technique. This research found that the most average of audience preferences from film attributes are: genre, marketing, sequel, symbolism, director, actor, film set and production house. Keywords: Preference, Audience, Indonesian Movie, Quantitative, Uses and Gratification Theory, Film Attribute. ABSTRAK Perkembangan perfilman Indonesia dari tahun ke tahun cenderung lambat. Dikabarkan juga bahwa perfilman Indonesia akan redup. Namun saat ini perfilman Indonesia justru semakin berkembang dan mulai diminati. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang preferensi penonton terhadap film Indonesia di Jakarta dilihat dari atribut film seperti genre, karya saduran, pemain, sutradara, sekuel, rumah produksi, latar, dan pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif, kuesioner dibagikan kepada 200 orang responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi penonton terhadap film Indonesia cenderung pada atribut film genre film, preferensi kedua adalah pemasaran, preferensi ketiga adalah sekuel, preferensi keempat adalah karya saduran, preferensi kelima adalah sutradara, preferensi keenam adalah pemain, preferensi ketujuh adalah latar dan preferensi terakhir adalah rumah produksi. Kata kunci: Preferensi, Penonton, Film Indonesia, Kuantitatif, Teori Uses and Gratification, Atribut Film. -
Buku Panduan Uang Rupiah Ciri-Ciri Keaslian, Standar Visual Kualitas Rupiah Dan Daftar Rupiah Yang Dicabut Dan Ditarik Dari Peredaran Tujuan
latent image latent visible ink BUKU PANDUAN UANG RUPIAH Ciri-Ciri Keaslian, Standar Visual Kualitas Rupiah dan Daftar Rupiah yang Dicabut dan Ditarik Dari Peredaran intaglio diterbitkan oleh : Direktorat Pengedaran Uang Bank Indonesia Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Gedung C Lantai 7 Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta 10350 Cetakan Kedua Diterbitkan di Jakarta, Desember 2011 Penasehat : Direktur DPU Mokhammad Dakhlan Deputi Direktur DPU Adnan Djuanda Penanggung Jawab : Kepala Biro Kebijakan Pengedaran Uang Eko Yulianto Editor : Ery Setiawan, Wijayanti Yuwono, Agus Susanto Pratomo, R. Triwahyono Tim KPK (Kreatif, Penulis dan Kontributor ) : Edi Rahmat, Diyah Dewi, Ahmad Fauzi, Irma Dwianti, Fajar Widdy Hidayat, Marwi Hendrayatmo, Balqia Siddik. DAFTAR ISI PENDAHULUAN 06 TUJUAN 07 KEWAJIBAN PENGGUNAAN RUPIAH 08 CIRI- CIRI KEASLIAN RUPIAH 10 • Ciri Umum 10 • Ciri Keaslian Rupiah Kertas 12 • Ciri Keaslian Rupiah Logam 23 • Panduan Klarifikasi atas Rupiah yang Diragukan Keasliannya 25 • Larangan dan Ketentuan Pidana yang Terkait dengan Pemalsuan Rupiah 26 • Larangan dan Ketentuan Pidana yang Terkait dengan Rupiah Tiruan 28 STANDAR KUALITAS RUPIAH 29 • Definisi 30 • Rupiah Tidak Layak Edar Karena Rusak 31 • Standar Visual Rupiah Layak Edar dan Rupiah Tidak Layak Edar 33 PENUKARAN RUPIAH 42 • Penukaran Rupiah 43 • Larangan dan Ketentuan Terkait dengan Perusakan Rupiah 44 • Panduan Penukaran Rupiah Tidak Layak Edar 45 • Rupiah Rusak yang Diberi Penggantian Sesuai dengan Nilai Nominal 46 • Rupiah Rusak yang Tidak Diberi Penggantian 47 • Rupiah Tidak Layak Edar Karena Rusak 48 RUPIAH YANG DICABUT DAN DITARIK DARI PEREDARAN 49 • Rupiah yang Dicabut dan Ditarik dari Peredaran yang Masih Dapat Ditukarkan di Bank Umum dan atau Bank Indonesia 50 • Rupiah yang Dicabut dan Ditarik dari Peredaran yang Hanya Bisa Ditukarkan di Bank Indonesia 52 JARINGAN KANTOR BANK INDONESIA 58 • Kantor Bank Indonesia • Kantor Perwakilan Bank Indonesia LINKS 62 PENDAHULUAN Mata Uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Rupiah. -
Nilai-Nilai Pendidikan Profetik Dalam Film Sang Pencerah Karya Hanung Bramantyo
NILAI-NILAI PENDIDIKAN PROFETIK DALAM FILM SANG PENCERAH KARYA HANUNG BRAMANTYO SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Purwokerto Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Oleh: ALFIATIN NIM. 1123301017 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO 2015 i ii MOTTO “Segala yang Aku Tahu, Aku Tahu Hanya Karena Cinta” 1 (Leo Tolstoy) 1 Michael Hoffman, The Last Station, (Hollywood, Egoli Tossel Film Halle, 2009), sebuah film biopic Leo Tolstoy. iii PERSEMBAHAN Terimakasih Tuhan atas segala kasih sayang-Mu, memberikan orang-orang terbaik untuk menemani hidup ini. Karya sederhana ini penulis persembahkan dengan setulus kasih kepada sepasang pahlawan yang telah mengajariku membaca mulai dari Alif-Ba-Ta, A-B-C-D, hingga Ha-Na-Ca-Ra-Ka, Bapak Ikhwan dan Ibu Markhamah. Dan sebagai kado sederhana kepada persyarikatan, selamat Muktamar ke-47 dan selamat milad ke 106 tahun. Selamat Muktamar ke-33 juga, organisasi seperjuangan, Nahdlatul ‘Ulama, semoga terjalin persaudaraan seperti halnya para founding father keduanya. iv v NOTA DINAS PEMBIMBING Kepada Yth. Dekan FTIK IAIN Purwokerto Di Purwokerto Assalamu’alaikum Wr. Wb. Setelah melakukan bimbingan, telaah, arahan, dan koreksi terhadap penulisan skripsi dari Alfiatin, NIM: 1123301017 yang berjudul Nilai-Nilai Pendidikan Profetik dalam Film Sang Pencerah Karya Hanung Bramantyo Saya berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah dapat diajukan kepada Rektor IAIN Purwokerto untuk diujikan dalam rangka memperoleh gelar sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam (S.Pd.I). Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Purwokerto, Juli 2015 Pembimbing, Dr. H. Moh. Roqib, M.Ag. 19680816 199403 1 004 vi Nilai-nilai Pendidikan Profetik dalam Film Sang Pencerah Karya Hanung Bramantyo Alfiatin NIM: 1123301017 ABSTRAK Penelitian ini meneliti tentang Nilai-nilai Pendidikan Profetik dalam Film Sang Pencerah Karya Hanung Bramantyo. -
BAB II GAMBARAN UMUM FILM SANG PENCERAH A. Film Sang
BAB II GAMBARAN UMUM FILM SANG PENCERAH A. Film Sang Pencerah Film Sang Pencerah merupakan film karya Hanung Bramantyo yang berangkat dari kisah sejarah perjuangan salah satu tokoh besar K.H. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah. Kisah ini diadopsi dan dikembangkan oleh Hanung Bramantyo menjadi skenario film yang selanjutnya diproduksi menjadi film yang berjudul “Sang Pencerah”. Film Sang Pencerah berdurasi 112 menit dan menghabiskan biaya 12 Miliyar ini ditulis dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film ini diproduseri oleh Raam Punjabi di bawah naungan PT Multivision Plus (MVP) dan mendapat dukungan penuh dari PP Muhammadiyah. Pemain film ini diantaranya: Lukman Sardi, Ihsan Taroreh, Slamet Rahardjo, Zazkia Adya Mecca, Yati Surachman, Pangki Suwito, Ikranegara, Sujewo Tejo, Ricky Perdana, Mario Irwansyah, Denis Adhiswara, Abdurrahman Afif, serta penampilan perdana dari Giring Nidji. Syuting perdana Film Sang Pencerah dimulai tanggal 21 Mei 2010 sekaligus menandai rangkaian proses produksi film yang menjadi kado istemewa Milad ke-100 warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Berbicara masalah proses pembuatan film serta sukses atau tidaknya dalam proses produksinya, tentu saja tidak akan pernah lepas dari peran tim kreatif yang terlibat. 30 Berikut beberapa tim kreatif yang terlibat di dalam proses produksi film, diantaranya : (Gambar 2 : Cover Film Sang Pencerah) Sumber: www.wikepedia.com B. Tokoh-tokoh Dalam Film Sang Pencerah Keberhasilan sebuah film ditentukan oleh performa pemain (cast) dan akting, keberhasilan film tentu juga tidak lepas dari orang-orang yang bekerja dibalik layar yang biasa dikenal sebagai crew film (Pratista, 2008: 154). Berikut adalah cast dan crew dalam film sang pencerah yang peneliti kaji. CAST Pemeran Tokoh - Ikhsan Taroreh - Muhammad Darwis - Lukman Sardi - Ahmad Dahlan - Yati Soerachman - Nyai Abubakar - Slamet Rahardjo Jarot - Kyai Penghulu Kamaludiningrat 31 - Giring Nidji - M. -
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perhatian
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perhatian masyarakat pada sejarah sebetulnya dapat menjadi suatu dorongan untuk lebih menghargai perjuangan dari para pahlawan Indonesia. Terutama pada upaya perjuangan Oto Iskandar Di Nata dalam kemerdekaan dan memperjuangkan hak-hak pendidikan. Pendidikan adalah aset penting bagi kemajuan bangsa. Baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, menengah maupun tinggi. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas akan berpengaruh pada kemajuan di berbagai bidang. Pendidikan merupakan cara untuk mencerdaskan bangsa yang sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke-4 serta ingin mencapai tujuan pendidikan nasional. Perkembangan jaman saat ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan negara lain yang telah maju. Oto Iskandar Di Nata adalah tokoh yang membawa pendidikan Indonesia pada masa kemerdekaan. Awal mula Oto Iskandar Di Nata mulai aktif di pergerakan politik yang di awali dengan menjabat sebagai Wakil Ketua Boedi Oetomo cabang Pekalongan serta merangkap sebagai Komisaris Hoofdbestuur Boedi Oetomo. Universitas Pasundan 2 Pada tahun 1928, Oto Iskandar Di Nata masuk ke dalam sebuah organisasi bernama Pagoeyoeban Pasoendan cabang Jakarta dan langsung menjadi Sekretaris Pengurus Besar Organisasi, waktu itu Oto Iskandar Di Nata pindah ke Jakarta dan menjadi guru HIS Muhammadiyah. Pada Desember 1929 Oto Iskandara Di Nata terpilih sebagai Ketua Pengurus Besar Pagoeyoeban Pasoendan sampai pada tahun 1945. Sampai saat ini masih banyak peninggalan dari Oto Iskandar Di Nata, salah satunya adalah Monumen Pasir, tetapi sedikit pelajar ataupun masyarakat pada saat ini yang tertarik mengunjungi museum karena tidak mengetahuinya. Salah satu cara agar masyarakat tertarik terhadap sejarah tersebut ialah dengan membuat sebuah film. -
29Th Tokyo International Film Festival Announces Lineup for CROSSCUT
PRESS RELEASE September 21, 2016 29th Tokyo International Film Festival Announces Lineup for CROSSCUT ASIA #03: Colorful Indonesia Lovely Man Cado Cado: Doctor 101 About a Woman Three Sassy Sisters Fiction. Someone’s Wife in The Boat of Someone’s Husband Something in the Way Filosofi Kopi Following Diana Emma’ (Mother) After the Curfew The 29th Tokyo International Film Festival (TIFF) is just around the corner! We are pleased to announce the lineup for CROSSCUT ASIA #03: Colorful Indonesia. The third chapter of the CROSSCUT ASIA series, launched by the Japan Foundation Asia Center and TIFF in 2014 to showcase Asian films, now turns its attention to recent cinema from Indonesia. Known as a nation of “tolerant Islam,” Indonesia is made up of more than 10,000 islands and has regional cultural differences that make it the ultimate land of diversity. TIFF has been presenting outstanding Indonesian films, reflecting the nation’s diverse culture, since the 80’s. In this year’s focus, we will showcase 11 films, from the latest works by veterans to the unique, ambitious work of up-and-coming directors. In the showcase, we will highlight three films by Teddy Soeriaatmadja, whose provocative and powerful work is internationally acclaimed. Along with Soeriaatmadja’s so-called Trilogy About Intimacy, the lineup also includes such rising female directors as Nia Dinata, a pioneer in LGBT films, and Kamila Andini of the Mirror Never Lies. Please see the following pages for the full lineup. During the festival, guests from the films will attend the Q&A sessions and symposium.