Analisa Gaya Lagu Klasik Gambang Kromong “Pobin
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
University of Oklahoma Graduate College
UNIVERSITY OF OKLAHOMA GRADUATE COLLEGE JAVANESE WAYANG KULIT PERFORMED IN THE CLASSIC PALACE STYLE: AN ANALYSIS OF RAMA’S CROWN AS TOLD BY KI PURBO ASMORO A THESIS SUBMITTED TO THE GRADUATE FACULTY in partial fulfillment of the requirements for the Degree of MASTER OF MUSIC By GUAN YU, LAM Norman, Oklahoma 2016 JAVANESE WAYANG KULIT PERFORMED IN THE CLASSIC PALACE STYLE: AN ANALYSIS OF RAMA’S CROWN AS TOLD BY KI PURBO ASMORO A THESIS APPROVED FOR THE SCHOOL OF MUSIC BY ______________________________ Dr. Paula Conlon, Chair ______________________________ Dr. Eugene Enrico ______________________________ Dr. Marvin Lamb © Copyright by GUAN YU, LAM 2016 All Rights Reserved. Acknowledgements I would like to take this opportunity to thank the members of my committee: Dr. Paula Conlon, Dr. Eugene Enrico, and Dr. Marvin Lamb for their guidance and suggestions in the preparation of this thesis. I would especially like to thank Dr. Paula Conlon, who served as chair of the committee, for the many hours of reading, editing, and encouragement. I would also like to thank Wong Fei Yang, Thow Xin Wei, and Agustinus Handi for selflessly sharing their knowledge and helping to guide me as I prepared this thesis. Finally, I would like to thank my family and friends for their continued support throughout this process. iv Table of Contents Acknowledgements ......................................................................................................... iv List of Figures ............................................................................................................... -
Download Article
Advances in Social Science, Education and Humanities Research, volume 271 2nd International Conference on Arts and Culture (ICONARC 2018) Gambang Semarang Music as A Cultural Identity Of Semarang’s Community E Raharjo*, U Arsih Drama, Dance, and Music Department Faculty of Languages and Arts Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia *[email protected] Abstract—As a performing art “Gambang Semarang law, broadcasting program, performance form, and culture music” is part of gambang Semarang art that was created in [3]–[12]. However, the researches that exclusively discuss form of complex performing arts consisting of Drama, Dance, about gambang Semarang are form and function of and Music. Several efforts have been done by Semarang’s performance [12] and the process of cultural hybridization society to make it a cultural identity of Semarang. The purpose [6]. Therefore, the researches discuss about the form of of this research was to know, to describe and to analyze the Semarang society’s participation in making Gambang Semarang societies’ participation in supporting the process Semarang music as a cultural identity of Semarang. The data of making gambang Semarang music as one of cultural obtained were qualitative that were from observations, identity of this city. document studies, and deep interviews with the informants. The results showed that Semarang society’s effort in realizing II. METHODOLOGY Gambang Semarang music as Semarang’s cultural identity was This research was done by mix method approach. The manifested in both formal and non formal education, festivals or competitions, workshop, discussions, and performances. combination between qualitative and participatory approach was needed because the both approaches can complete each Keywords—gambang semarang, music, cultural identity other in the process of research’s data taking and data collecting. -
Jurusan Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
HUBUNGAN SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTUR DALAM PERAYAAN SHEJIT KONGCO TJO SOE KONG DI KLENTENG TANJUNG KAIT DESA TANJUNG ANOM KECAMATAN MAUK KABUPATEN TANGERANG Skripsi Diajukan untuk Memenuhhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana (S.Ag) Disusun oleh: Haikal Adriansyah (11160321000008) JURUSAN STUDI AGAMA-AGAMA FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2020 LEMBAR PERSETUJUAN HUBUNGAN SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTUR DALAM PERAYAAN SHEJIT KONGCO TJO SOE KONG DI KLENTENG TANJUNG KAIT DESA TANJUNG ANOM KECAMATAN MAUK KABUPATEN TANGERANG Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Agama (S.Ag) Oleh: Haikal Adriansyah NIM: 11160321000008 Pembimbing, Prof.Dr.M.Ikhsan Tanggok, M.Si NIP: 19651129 199403 1 002 PROGRAM STUDI STUDI AGAMA-AGAMA FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2020 I LEMBAR PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Haikal Adriansyah NIM : 11160321000008 Fakultas : Ushuluddin Jurusan/Prodi : Studi Agama-agama Judul Skripsi : Hubungan Sosial Masyarakat Multikultur Dalam Perayaan Shejit Kongco Tjo Soe Kong di Kelenteng Tanjung Kait Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri yang diajukan sebagai syarat wajib dalam memperoleh gelar sarjana agama (S.Ag). 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan skripsi ini telah dicantumkan, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. 3. Jika di kemudian hari terbukti karya -
Sejarah Sosial Kota Bekasi… (Adeng) 397
Sejarah Sosial Kota Bekasi… (Adeng) 397 SEJARAH SOSIAL KOTA BEKASI SOCIAL HISTORY OF BEKASI CITY Adeng Balai Pelestarian Nilai Budaya Bandung Jl. Cinambo 136 Ujungberung Bandung. e-mail: [email protected] Naskah Diterima:21 Mei 2014 Naskah Direvisi: 23 Juni 2014 Naskah Disetujui:25 Juli 2014 Abstrak Kegiatan penelitian dan penulisan sejarah sosial baru dilakukan sekitar tahun 1950-an, baik di negara-negara maju maupun di negara-negara yang sedang berkembang. Di negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, kegiatan penelitian dan penulisan Sejarah Sosial masih sedikit dilakukan terutama yang bercorak sejarah sosial daerah. Penelitian dan penulisan sejarah yang sering dilakukan bercorak Sejarah Politik dan Sejarah Militer. Sejarah politik isinya menguraikan tentang pemerintahan kerajaan-kerajaan di Indonesia, pada masa pemerintahan Belanda, dan pendudukan Jepang. Sejarah Militer isinya tentang pertempuran-pertempuran baik melawan agresi Belanda maupun facisme Jepang. Dengan tersusunnya Sejarah Sosial Kota Bekasi diharapkan dapat diperoleh gambaran atau potret seluruh aspek kehidupan sosial daerah Kota Bekasi pada masa kini, dengan latar belakang masa lampau untuk memberikan proyeksi pada masa yang akan datang. Untuk merekontruksi digunakan metode sejarah yang meliputi empat tahap, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Kota Bekasi sebelumnya sebuah kecamatan dari Kabupaten Bekasi. Pada tahun 1982 Kecamatan Bekasi ditingkatkan statusnya menjadi kota administrasi. Pada tahun 1996 kembali ditingkatkan statusnya menjadi kotamadya. Dalam perkembangannya Kota Bekasi menjadi kawasan industri dan kawasan tempat tinggal kaum urban. Kota yang berada dalam lingkungan megapolitan ini merupakan salah satu kota besar urutan keempat di Indonesia yang terdapat di Provinsi Jawa Barat. Kata kunci: Bekasi, sosial, budaya. Abstract The Research and writing of the new social history made around the 1950s, both in developed countries and in emerging countries. -
Bentuk Koreografi Reyog Kendang Sanggar “Sangtakasta” Kabupaten Tulungagung Tugas Akhir Program Studi S1 Seni Tari Jurusan
BENTUK KOREOGRAFI REYOG KENDANG SANGGAR “SANGTAKASTA” KABUPATEN TULUNGAGUNG Oleh: YUSSI AMBAR SARI 1311477011 TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI S1 SENI TARI JURUSAN TARI FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA GASAL TAHUN 2017/2018 UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan sebelumnya untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Yogyakkarta, 25 Oktober 2017 Yussi Ambar Sari iv UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulisan skripsi yang berjudul “Bentuk Koreografi Reyog Kendang Sanggar “Sangtakasta” Kabupaten Tulungagung”, sebagai salah satu syarat untuk menempuh Tugas Akhir atau Skripsi program studi S-1 Seni Tari minat utama Pengkajian. Tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, pelaksanaan peelitian hingga penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud. Maka dari itu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada: 1. Prof. Dr. AM. Hermien Kusmayati, S.S.T., SU selaku Dosen Pembimbing I yang telah mengarahkan, memberi motivasi dan memberi masukan dengan sabar hingga terselesaikan penyusunan skripsi ini. 2. Dra. Winarsi Lies Apriani, M. Hum selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak pula memberikan bimbingan, saran, dan perhatian, sehingga penulisan ini dapat diselesaikan. 3. Indah Nuraini, SST., M. Hum selaku Dosen Wali yang telah membimbing saya sejak semester awal hingga saya menyelesaikan Tugas Akhir ini. 4. Dra. Supriyanti, M.Hum selaku Ketua Jurusan Tari, yang telah berkenan memberikan izin sehingga dapat terlaksana Tugas Akhir Tengah Semester Gasal 2017/2018. -
ANALISIS STRUKTUR POLA RITME KENDANG DHODHOG PADA KESENIAN TARI REOG DHODHOG DI RUMAH BUDAYA SEKAR PAKIS YOGYAKARTA SKRIPSI Prog
ANALISIS STRUKTUR POLA RITME KENDANG DHODHOG PADA KESENIAN TARI REOG DHODHOG DI RUMAH BUDAYA SEKAR PAKIS YOGYAKARTA SKRIPSI Program Studi S-1 Pendidikan Musik Disusun oleh Anisa Novita Sari NIM 15100360132 PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN MUSIK FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA GENAP 2018/2019 ANALISIS STRUKTUR POLA RITME KENDANG DHODHOG PADA KESENIAN TARI REOG DHODHOG DI RUMAH BUDAYA SEKAR PAKIS YOGYAKARTA Disusun oleh Anisa Novita Sari NIM 15100360132 Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat mengakhiri jenjang studi Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Musik Fakultas Seni Pertunjukkan Institut Seni Indonesia Yogyakarta Semester Genap 2018/2019 PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN MUSIK FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA GENAP 2018/2019 i ii iii KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Struktur Pola Ritme Kendang Dhodhog Pada Kesenian Tari Reog Dhodhog Kasmaran di Rumah Budaya Sekar Pakis Yogyakarta”, yang merupakan salah satu syarat bagi penulis dalam menempuh program Sarjana (S1) Jurusan Pendidikan Musik, Fakultas Seni Pertunjukkan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Penulis sangat menyadari bahwa, dalam penulisan skripsi ini masih terdapat keterbatasan kemampuan sehingga tentu masih ada hal-hal yang belum sempurna. Oleh karena itu, demi sempurnanya skripsi ini dari awal hingga akhir, penulis telah menerima banyak bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan skripsi ini, untuk itu perkenankanlah pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. Dr. Suryati, M. Hum. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Musik yang telah memberikan saran dan kritik untuk kemajuan skripsi saya. -
Konsep Multikultural Dan Etnisitas Pribumi Dalam Penelitian Seni
Humaniora, Vol. 24, No. 2 Juni 2012: 156 - 167 HUMANIORA VOLUME 24 No. 2 Juni 2012 Halaman 156 - 167 KONSEP MULTIKULTURAL DAN ETNISITAS PRIBUMI DALAM PENELITIAN SENI Victor Ganap* ABSTRACT Traditional arts are essentially public cultural expressions, not individual expressions. They are bound by the characteristics of their respective cultures which bring with them their local wisdom. While multiculturalism acknowledges the equality of all oral traditions that have been embedded in every indigenous ethnicity, any research conducted on traditional arts should appropriately be carried out by researchers who belong to the corresponding cultural groups and have a life time experience within their own primordiality. Therefore, new concepts introduced in research into traditional arts based on multiculturalism and indigenous ethnicity play an important role in maintaining truthful corroboration of the research outcome. Keywords: multiculturalism, indigenous ethnicity, traditional arts ABSTRAK Pada hakikatnya seni tradisi merupakan sebuah ekspresi kultural sebagai subjek kolektif yang terikat oleh karakteristik ranah budaya masing-masing sehingga identitas dan nilai kearifan lokalnya turut terbawa serta. Pandangan multikultural yang menjunjung tinggi kesetaraan budaya mengakui eksistensi tradisi lisan yang melekat pada setiap etnisitas pribumi sehingga penelitian terhadap seni tradisi selayaknya dilakukan oleh peneliti pribumi yang memiliki pengalaman seumur hidup terhadap ikatan primordial budayanya. Untuk itu, konsep baru dalam penelitian seni -
Analisis Pengaruh Gambang Kromong Terhadap Masyarakat Di Pasar Perumpung Di Tinjau Dari Aspek Sosiokultural
ANALISIS PENGARUH GAMBANG KROMONG TERHADAP MASYARAKAT DI PASAR PERUMPUNG DI TINJAU DARI ASPEK SOSIOKULTURAL Yulia, Metta Dewi, Andyni Khosasih BINUS UNIVERSITY, JL. Kemanggisan Ilir III/45, Palmerah, Jakarta Barat, 021-53276730 [email protected]; [email protected]; [email protected] ABSTRACT Gambang Kromong is a kind of art music which is a mixture of cultural elements between Betawi and Tionghoa. The mixture of cultural elements are clearly visible from its song and musical instruments. The author see the majority of people in Perumpung market are using gambang kromong for its variety of events, especially weddings. The author feels that gambang kromong is a unique art, that is why we choose "analysis the influence of gambang kromong in Perumpung market in term sosiocultural aspects" as thesis topic. To obtain actual data and information, the authors are interviewing the leader of gambang kromong orchestra. In addition, on april 28 until june 30, 2012, the author are spreading the questionnaire to the gambang kromong players and the people in Perumpung market. This thesis analyzes the origins of gambang kromong and condition of the Tionghoa Betawi society in Perumpung market, in terms of culture, economic and social aspects, its also analyzes the benefit gambang kromong players and people in Perumpung market and the impact of using gambang kromong in Perumpung market society. Through the analysis, the author find out that gambang kromong bringing a positive and negative impact to the society in Perumpung market and its players, and also brings many benefits for them. Keywords : Gambang Kromong, Perumpung Market, Sosiocultural, Benefits, Influence ABSTRAK Gambang kromong adalah jenis seni musik yang merupakan perpaduan unsur budaya Tionghoa dan Betawi. -
Pembinaan Musik Gambang Kromong Sebagai Seni Pertunjukan Wisata Budaya Di Perkampungan Budaya Betawi
PEMBINAAN MUSIK GAMBANG KROMONG SEBAGAI SENI PERTUNJUKAN WISATA BUDAYA DI PERKAMPUNGAN BUDAYA BETAWI Didin Supriyadi Jurusan Seni Musik Universitas Negeri jakarta Email: [email protected] Abstrak: Pene;litian ini untuk mengetahui bagaimana Pembinaan Musik Gambang Kromong Untuk Seni Pertunjukan Wisata Budaya Di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Srengseng Sawah Jakarta Selatan. Penelitian ini bersifat kualitatif sebab menghasilkan data deskriftif yang memaparkan data kata-kata dan kegiatan yang diamati sesuai fakta yang akurat secara sistematis. Data deskriftif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Analisis dilakukan dengan model interaktif dari Miles dan Guberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkampungan Budaya Betawi dibangun oleh Pemda DKI atas usulan masyarakat betawi yang digagas oleh para tokoh-tokoh yang peduli pada seni budya mulai dari budayawan, seniman, dan tokoh masyarakat Betawi yang mempunyai multi fungsi yaitu sebagai permukiman, pembinaan dan pelestarian seni budaya, dan tempat sarana wisata. Ada beberapa Kesenian Betawi yang dibina di Perkampungan Budaya Betawi seperti : seni musiK tradisi, seni tari, dan penca silat. Kegiatan pembinaan musik gambang kromong ditempat Perkampungan Budaya Betawi ini adalah salah satu usaha pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta yang sangat baik. Dengan kegiatan pembinaan musik. Kunci: Gambang Kromong, Budaya betawi, wisata budaya PENDAHULUAN Perkampungan Budaya Betawi (PBB) adalah salah satu kawasan daerah Perkembangan kesenian tradisional Jakarta Selatan menumbuh kembangkan khususnya seni pertunjukan ditentukan budaya yang meliputi seluruh hasil gagasan oleh sumber daya manusia dan dan karya, baik fisik yaitu, membangun pendukungnya, misalnya; pendidik seni, fasilitas sarana dan prasarana sebagai pusat seniman, penikmat, dan managemen seni. budaya Betawi dan sebagai tempat Objek Dengan dukungan dari semua pihak Wisata. -
Kesenian Gambang Kromong Di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Jakarta Selatan : Kajian Sejarah Dan Enkulturasi
KESENIAN GAMBANG KROMONG DI PERKAMPUNGAN BUDAYA BETAWI SETU BABAKAN JAKARTA SELATAN : KAJIAN SEJARAH DAN ENKULTURASI SKRIPSI untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan oleh Nama : Marissa Renimas Harlandea NIM : 2501412024 Program Studi : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik Jurusan : Pendidikan Seni Musik FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2016 KESENIAN GAMBANG KROMONG DI PERKAMPUNGAN BUDAYA BETAWI SETU BABAKAN JAKARTA SELATAN : KAJIAN SEJARAH DAN ENKULTURASI SKRIPSI untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan oleh Nama : Marissa Renimas Harlandea NIM : 2501412024 Program Studi : Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik Jurusan : Pendidikan Seni Musik FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2016 i ii iii iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : Bersikap kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putusnya dipukul ombak. Ia tidak hanya berdiri kukuh, bahkan ia menentramkan amarah ombak dan gelombang itu. (Marcus Aurelius) Persembahan : Untuk Mama almh. Rismauli Hartati, Papa Mardji Roy, dan Mario adikku yang selalu memberi doa dan semangat. Untuk seluruh keluarga dan sahabat yang senantiasa memberi dukungan dan senyuman bagi saya. v PRAKATA Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat penyertaan-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kesenian Gambang Kromong di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan (Kajian Sejarah dan Enkulturasi)” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Jurusan Pendidikan Seni Musik Universitas Negeri Semarang. Skripsi ini dapat diselesaikan juga karena adanya dukungan dari berbagai pihak yang membantu. Doa dan semangat dari kedua orang tua, keluarga, dan sahabat, bimbingan dari beberapa dosen yang memperlancar proses penyelesaian skripsi ini, serta dialog dan sumbang saran dari rekan-rekan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dan Sanggar Seni Betawi Setu Babakan. -
Jurnal Seni Musik E-Learning Gamelan Ensemble Playing
Nor Azman Mohd Ramli/JURNAL SENI MUSIK (10) (1) JSM (10) (1) JURNAL SENI MUSIK https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsm/index E-LEARNING GAMELAN ENSEMBLE PLAYING TECHNIQUES Nor Azman Mohd Ramli*1 Fakulti Muzik dan Seni Persembahan, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Tanjung Malim, 35900, Malaysia Chamil Arkhasa Nikko Mazlan*2 Fakulti Muzik dan Seni Persembahan, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Tanjung Malim, 35900, Malaysia Mohd Hassan Abdullah Fakulti Muzik dan Seni Persembahan, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Tanjung Malim, 35900, Malaysia Aiman Ikram Uyub Fakulti Muzik dan Seni Persembahan, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Tanjung Malim, 35900, Malaysia Article Info ________________ Abstract Submitted : January, 2020 is a very challenging year because of the covid-19 pandemic and this completely changed the music 2021 education landscape. In the past, learning musical instruments could be done face to face, now it is impossible. Revised : March, 2021 If no action is taken, this situation could cause stress among students, especially those who learning gamelan Accepted : April, 2021 ensemble instruments. Unlike other musical instruments, the ensemble gamelan is expensive and student cant afford to buy it. That is why set of gamelan is only owned by the university and placed in the faculty only. Due ________________ to this, students who live far away are unable to practice their gamelan instrument due to movement control Keywords: order these days. Therefore, this study introduces Gamelan E-Learning Techniques, which is the concept of E-Gamelan, Pendidikan learning gamelan basic hand techniques using a simulation methods for keromong, gambang, saron and muzik, Google Classroom, gendang. -
Download (531Kb)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gambang kromong adalah bentuk dari kesenian yang berfungsi untuk menghibur tuan rumah acara maupun para tamu yang hadir dalam acara, perayaan, atau pesta tertentu. Kesenian yang juga hiburan ini, merupakan suatu kebutuhan manusia. Kebutuhan untuk beradab yang bercorak atau integratif, yakni mengintegrasikan berbagai unsur kebudayaan menjadi satu satuan sistem dan masuk akal bagi para pelakunya (Suparlan, 2004)1. Orkes gambang kromong merupakan perpaduan yang serasi antara unsur-unsur pribumi dengan unsur Tionghoa. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pada lagu dan instrumentasinya. Orkes tradisional Betawi yang merupakan perpaduan antara gamelan dan musik Barat dengan nada dasar pentatonis bercorak Tionghoa. Orkes ini memang erat hubungannya dengan masyarakat Tionghoa Betawi, terutama Tionghoa peranakan dan populer di tahun 1930-an (Pemprov DKI, 1995)2. Bagi orang Tionghoa Benteng, yaitu orang-orang peranakan etnis Tionghoa yang sudah tinggal di Provinsi Banten pada masa kolonial yang telah berbaur dengan masyarakat pribumi. Gambang kromong adalah bagian dari 1 Suparlan, P. 2004. Antropologi Perkotaan. Jakarta: Yayasan Pengembangan Ilmu Kepolisian 2 Pemprov DKI. 1995. Gambang Kromong. Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemprov DKI Jakarta (https://jakarta.go.id/artikel/konten/1100/gambang-kromong, Diakses pada 23 April 2020) 1 kesehariannya. Kesenian tradisional ini sangat populer, setiap pesta pernikahan bisa dipastikan dimeriahkan dengan orkes gambang kromong sebagai hiburan utama (Sugiharti, 2019)3. Gambang kromong yang dimainkan dalam pesta-pesta perkawinan, umumnya diwarnai tari cokek yang sebenarnya merupakan budaya tayub masyarakat Sunda pesisir seperti Indramayu (Adi, 2003)4. Gambang kromong digunakan untuk mengiringi cokek yaitu jenis tarian untuk menghibur tamu sebagai pemeriah pesta pernikahan orang Tionghoa (Kleden, 1996)5.