Kajian Ragam Hias Arsitektural Candi Bumiayu Sumatera Selatan
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
Pemanfaatan Candi Gunung Gangsir
PEMANFAATAN CANDI GUNUNG GANGSIR: UPAYA MENUMBUHKAN KESADARAN SEJARAH SISWA SMAN 1 PURWOSARI MELALUI METODE OUTDOOR LEARNING (UTILIZATION OF GANGSIR MOUNTAIN TEMPLE: EFFORTS TO GROW HISTORY AWARENESS OF SMAN 1 PURWOSARI STUDENTS THROUGH OUTDOOR LEARNING METHOD) Akhmad Fajar Ma’rufin STMIK Yadika Bangil Shela Dwi Utari Universitas Negeri Malang [email protected] ABSTRACT Theresearch aims to analyze: (1) the history of Gangsir Mountain Temple, (2) the architectural form of Gangsir Mountain Temple, and (3) efforts to growhistory awareness ofSMAN 1 Purwosari students through outdoor learning method using of cultural preservation of Gangsir Mountain Temple. The method of this research is qualitative. The footage used in this research is purposive sampling with criterion selection. Data collection is done by direct observations, interviews, and recording documents. Data validation is done by triangulation. The used data analysis is an interactive analysis model, namely collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the research concluded that (1) Gangsir Mountain Temple is one of the cultural heritage remains of Medang KamulanKingdom, a continuation of the Ancient Mataram. The temple is located in Beji, Pasuruan, (2) the temple architecture can be concluded as a combination of Central and East Javanese styles but the Gangsir Mountain Temple is more inclined to the Ancient Mataram style. Ancient Mataram style can be seen from the reliefs on the temple walls of Gangsir Mountain and supported by the parama -
No Nama Varietas Jenis Tanaman Nama Pemohon No Terdaftar Tanggal Terdaftar
DAFTAR PENDAFTARAN VARIETAS HASIL PEMULIAAN TAHUN 2006 - DESEMBER 2020 No Nama Varietas Jenis Tanaman Nama Pemohon No Terdaftar Tanggal terdaftar 1 G 1 Serai Wangi Balitro 001/PVHP/2006 30 Juni 2006 2 G 2 Serai Wangi Balitro 002/PVHP/2006 30 Juni 2006 3 G 3 Serai Wangi Balitro 003/PVHP/2006 30 Juni 2006 4 Galesia 1 Kencur Balitro 004/PVHP/2006 30 Juni 2006 5 Galesia 2 Kencur Balitro 005/PVHP/2006 30 Juni 2006 6 Galesia 3 Kencur Balitro 006/PVHP/2006 30 Juni 2006 7 Sidikalang Nilam Balitro 007/PVHP/2006 02 November 2006 8 Lhokseumawe Nilam Balitro 008/PVHP/2006 02 November 2006 9 Tapak Tuan Nilam Balitro 009/PVHP/2006 02 November 2006 10 Yulikara Mawar Mini Balithi 010/PVHP/2006 27 November 2006 11 Rosanda Mawar Mini Balithi 011/PVHP/2006 27 November 2006 12 Halina 1 Jahe Balitro 01/PVHP/2007 05 Maret 2007 13 Halina 2 Jahe Balitro 02/PVHP/2007 05 Maret 2007 14 Halina 3 Jahe Balitro 03/PVHP/2007 05 Maret 2007 15 Halina 4 Jahe Balitro 04/PVHP/2007 05 Maret 2007 16 Jahira 1 Jahe Balitro 05/PVHP/2007 05 Maret 2007 17 Jahira 2 Jahe Balitro 06/PVHP/2007 05 Maret 2007 18 Ambon Cengkeh Balitro 07/PVHP/2007 05 Maret 2007 19 Siputih Cengkeh Balitro 08/PVHP/2007 05 Maret 2007 20 Zanzibar Cengkeh Balitro 09/PVHP/2007 05 Maret 2007 21 Zanzibar Komposit Cengkeh Balitro 10/PVHP/2007 05 Maret 2007 22 Bima 1 Jagung Balitsereal 11/PVHP/2007 03 April 2007 23 Kelapa Dalam Mapanget (DMT) Kelapa Dalam Balitkabi 12/PVHP/2007 16 April 2007 24 Kelapa Genjah Salak (GSK) Kelapa Genjah Balitkabi 13/PVHP/2007 16 April 2007 25 Srikandi Kuning 1 Jagung Balitsereal 14/PVHP/2007 -
Bab 3 Kepurbakalaan Padang Lawas: Tinjauan Gaya Seni Bangun, Seni Arca Dan Latar Keaagamaan
BAB 3 KEPURBAKALAAN PADANG LAWAS: TINJAUAN GAYA SENI BANGUN, SENI ARCA DAN LATAR KEAAGAMAAN Tinjauan seni bangun (arsitektur) kepurbakalaan di Padang Lawas dilakukan terhadap biaro yang masih berdiri dan sudah dipugar, yaitu Biaro Si Pamutung, Biaro Bahal 1, Biaro Bahal 2, dan Biaro Bahal 3. Sedangkan rekonstruksi bentuk dilakukan terhadap unsur-unsur bangunan biaro-biaro di Padang Lawas yang sudah tidak berada dalam konteksnya lagi, atau masih insitu dan berada dengan konteksnya tetapi dalam keadaan fragmentaris. Rekonstruksi tersebut dilakukan berdasarkan tulisan dan foto (gambar) para peneliti yang sudah melakukan penelitian di situs tersebut pada masa lalu. Tinjauan terhadap gaya seni arca dilakukan terhadap arca-arca logam untuk mengetahui bagaimana gaya seni arca tinggalan di Padang Lawas, apakah mempunyai kesamaan dengan gaya seni arca dari tempat lain baik di Indonesia maupun luar Indonesia. Gaya seni arca juga dapat memberikan gambaran periodisasinya secara relatif. Adapun periodisasi situs secara mutlak didapatkan berdasarkan temuan prasasti-prasasti yang menuliskan pertanggalan. Prasasti- prasasti yang ditemukan di Padang Lawas sebagian besar berisi tentang mantra- mantra dalam melakukan suatu upacara keagamaan, oleh karena itu latar keagamaan situs dapat diketahui berdasarkan isi prasasti. Di samping itu latar keagamaan diketahui juga dengan melalui studi ikonografi terhadap arca dan relief. 3.1 Gaya Seni Bangun (Arsitektur) Menurut Walter Grophius arsitektur adalah suatu ilmu bangunan yang juga mencakup masalah-masalah yang berhubungan dengan biologi, sosial, teknik, dan artistik, oleh karena itu arsitektur dapat didefinisikan sebagai: (1) Seni ilmu bangunan, termasuk perencanaan, perancangan, konstruksi dan penyelesaian ornament; (2) Sifat, karakter atau gaya bangunan; (3) Kegiatan atau proses membangun bangunan; (4) Bangunan-bangunan; (5) Sekelompok bangunan Universitas Indonesia 114 Kepurbakalaan Padang..., Sukawati Susetyo, FIB UI, 2010. -
Laporan Hasil Penelitian
Laporan Hasil Penelitian “Ngapain ke Candi?” Penggunaan Peninggalan-peninggalan Purbakala di Jawa Timur Oleh Christopher Mark Campbell Universitas Muhammadiyah Malang kerjasama dengan Australian Consortium for In-country Indonesian Studies 2002 “Apakah di desa atau di dalam hutan, di tempat yang rendah atau di atas bukit, di mana pun Para Suci berdiam, maka tempat itu sungguh menyenangkan.” - Dharmapada Arahanta Vagga (Arahat) 9 “Selain Allah tidak ada Tuhan, selain aku tidak ada Kamu.” – Pak Makutarama Abstraksi “Apakah di desa atau di dalam hutan, di tempat yang rendah atau di atas bukit, dimana pun Para Suci berdiam, maka tempat itu sungguh menyenangkan.” – Dharmapada Arahanta Vagga 9 “Selain Allah tidak ada Tuhan, selain aku tidak ada Kamu.” – Pak Makutarama “Trowulan…adalah tempat terjadinya kerajaan Jawa yang paling kuat, Majapahit. Didirikan pada akhir abad ke-13, patihnya tang terkenal, Gajah Mada, menuntut kekuasan raja atas daerah yang lebih besar daripada Indonesia modern. Demikian dia sebetulnya ialah pemimpin pertama yang menentukan konsep Indonesia yang bersatu dengan identitas Indonesia.” – John Miksic Pendahuluan Latar Belakang Dari bangunan-bangunan zaman purba di Jatim, yang kini masih tertinggal, hanya yang terbuat dari batu dan bata. Bangunan ini semua memiliki hubungan erat dengan keagamaan. Sebagai pusat bagi tiga kerajaan agung pada masa dahulu (Kediri, Singosari dan Majapahit) Jawa Timur sangat kaya dengan peninggalan purbakala. Walaupun dalam mulut rakyat bangunan-bangunan tersebut biasanya disebut candi, ada berbagai macam candi yang memiliki wujud dan fungsi tersendiri: • Candi adalah bangunan tempat menyimpan abu jenazah seorang raja dan orang- orang terkemuka dan memuliakan rohnya yang telah bersatu dengan Dewata penitisnya. Selain itu candi juga merupakan tempat penghormatan dan pemujaan Dewata atau para arwah nenek moyang. -
The Liangan Temple Site in Central Java Novida Abbas (Ed.) (2016), Liangan
Archipel Études interdisciplinaires sur le monde insulindien 94 | 2017 Varia The Liangan Temple Site in Central Java Novida Abbas (ed.) (2016), Liangan. Mozaik Peradaban Mataram Kuno di Lereng Sindoro. Second Edition. Yogyakarta: Kepel Press. xi + 357 p., bibliographie. ISBN 978-602-1228-72-2 Véronique Degroot Electronic version URL: https://journals.openedition.org/archipel/456 DOI: 10.4000/archipel.456 ISSN: 2104-3655 Publisher Association Archipel Printed version Date of publication: 6 December 2017 Number of pages: 191-209 ISBN: 978-2-910513-78-8 ISSN: 0044-8613 Electronic reference Véronique Degroot, “The Liangan Temple Site in Central Java”, Archipel [Online], 94 | 2017, Online since 06 December 2017, connection on 27 August 2021. URL: http://journals.openedition.org/archipel/456 ; DOI: https://doi.org/10.4000/archipel.456 Association Archipel À PROPOS DE VÉRONIQUE DEGROOT1 The Liangan Temple Site in Central Java Novida Abbas (ed.) (2016), Liangan. Mozaik Peradaban Mataram Kuno di Lereng Sindoro. Second Edition. Yogyakarta: Kepel Press. xi + 357 p., biblio- graphie. ISBN 978-602-1228-72-2 1Candi Liangan was accidentally discovered in 2008 by inhabitants of the nearby village of Liangan, Temanggung, Central Java. The site was buried beneath meters of volcanic debris deposited by lahars, pyroclastic flows and ash falls. Organic materials had been burnt but at the same time the site had been sealed and preserved, waiting for archaeologists to unearth it. It is thus no wonder that Candi Liangan has yielded a wide range of archaeological material, from earthenware to plant remains and in situ wooden structures. Because of its exceptional state of preservation, Candi Liangan provides a unique perspective on the life of a religious community of 9th-century Central Java. -
Rekonstruksi Arsitektural Candi Bangkal, Mojokerto, Jawa Timur
BAB 2 DESKRIPSI CANDI BANGKAL Pada tahap gambaran data dilakukan pemerian terhadap data guna mempermudah proses penelitian lebih lanjut, yaitu analisis. Pada proses ini Candi Bangkal beserta sejumlah komponen pendukungnya seperti: perwara, pagar keliling serta temuan di sekitar candi akan direkam secara verbal dan piktorial, kemudian diolah menjadi suatu deskripsi yang baik. Proses pendeskripsian dilakukan dengan menambahkan sejumlah informasi pendukung, seperti definisi serta terminologi yang digunakan dengan berusaha tidak menilai sesuatu mengenai kondisi tersebut. Proses penggambaran dilakukan dengan merekam data dalam bentuk gambar dua dimensi. Sementara itu proses perekaman dengan menggunakan kamera foto, dilakukan untuk memberikan gambaran data yang lebih jelas, terutama untuk menyempurnakan gambaran data verbal candi. 10 UNIVERSITAS INDONESIA Candi Bangkal..., Nurmulia Rekso Purnomo, FIB UI, 2009 11 2.1. Kepurbakalaan Dari Masa Majapahit Kerajaan Majapahit yang berkuasa cukup lama di bumi Nusantara menghasilkan sederetan hasil kebudayaan berlatar belakang agama Hindu-Buddha, maupun kepercayaan lokal. Hasil budaya tersebut antara lain berupa arsitektur bangunan suci dan bangunan profan. Arsitektur bangunan suci peninggalan budaya Majapahit antara lain berupa candi, petirthaan, goa pertapaan, dan bermacam benda sakral lainnya yang dihubungkan dengan aktivitas keagamaan. Menurut Nágarakrtágama terdapat 2 jenis bangunan suci dan tempat suci yang diawasi oleh pemerintah pusat yaitu darma dalm atau darma haji dan dharma lpas (Pigeaud 1960 III: 86—8; Santiko 1999:11). Dharma dalm atau dharma haji adalah bangunan yang diperuntukan bagi raja dan keluarganya berjumlah 27 yaitu Kagenengan, Tumapel, Kidal, Jajaghu, Wedwa-Wedwan, Tudan, Pikatan, Bukul, Jawa-jawa, Antang Antarasashi, Kalengbret, Balitar Silabhrit, Waleri, Babeg, Kukap, Lumbang, Pagor, Antahpura, Sagala, Simping, Sri Ranggapura, Kuncir, Prajnaparamitapuri, dan Bhayalango (Nagarakrtagama pupuh 73-74). -
Daftar Penyalur LPG Pertamina
DAFTAR PENYALUR LPG PT PERTAMINA (PERSERO) No. Nama Penyalur Region Jenis Penyaluran LPG Wilayah Penyaluran Alamat Penyalur 1 PT. KISARAN SARI MEGAH 1 Umum Kab.Serdang Bedagai, Kota T.Tinggi, Kota Tg.Balai, Kab.Asahan, Kab. Labuhan Batu Tanjung Balai 2 PT. ASAHAN GASINDO ABADI 1 Umum Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Kab. Asahan dan Kab. Labuhan Batu JL.M.Yamin No.7 Kel.Kisaran Naga, Kec.Kisaran Timur Kab Asahan 3 PT. BIRANTA NUSANTARA 1 Umum 4 PT. JALAHAN ARTHA PRIMA 1 Umum Labuhan Batu Jl.Sisingamangaraja No.67 A Rantau Prapat Kab.Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan/Tanjung Balai, 5 PT. WIRA PRATAMA GASINDO 1 Umum Kab.Labuhan Batu Rantau Prapat 6 PT. SINAR SAKINAH SEJAHTERA 1 Umum Kab. Padang Lawas Desa Sialambue, Kec. Barumun - Padang Lawas 7 PT. SABUNGAN JAYA 1 Umum Tapanuli Utara JL. DI Panjaitan No. 24 Kel. Partali toruan Kec.Tarutung Kab. Tapanuli Utara 8 PT. NAULI TAPANULI JAYA 1 Umum Kota Sibolga, Kab. Tapanuli Tengah, Kab. Tapanuli Selatan, Kab. Mandailing Natal dan Kab. Nias Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik 9 PT. BINTANG TAPANULI 1 Umum PSP, Madina, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara Jl. WR Supratman Kota Sibolga, Kab.Tapanuli Tengah, Kota Padangsidimpuan, Kab. Tapanuli Selatan, Kab. Padang Lawas, 10 PT. TAPTENG JAYA 1 Umum Kab. Madina, Kota Gunung Sitoli, Kab. Nias, Kab. Nias Barat, Kab Nias Utara, Kab. Nias Selatan Jalan Mesjid No. 10 Kota Sibolga 11 PT. CAHAYA MADINA 1 Umum Kab. Mandailing Natal Pidoli Lombang 12 PT. -
PT . KARYADIBYA MAHARDIKA 01 Alamat : Jl
FORMASI LOWONGAN KERJA DI JOB MARKET FAIR (JMF) UPT PELATIHAN KERJA PASURUAN OKTOBER TAHUN 2018 PT . KARYADIBYA MAHARDIKA 01 Alamat : Jl. Raya A. Yani KM 45 No. 11 Tawangrejo Pandaan – Pasuruan 67156 1. SUPERVISOR PRODUKSI Syarat : - Laki-laki - Pend. Min S1 Segala Jurusan - Memahami K3, Bahasa Inggris Aktif - Leadership, Analitical Thingking, Problem Solver, dan Decision Making 2. Administrasi Produksi Syarat : - Laki-laki/Perempuan - Pend. Min D3 - Memahami Alur Produksi dan Logistik - Menguasai Komputer Min. Office - Koordinasi dan Teamwork PT. METSUMA ANUGRAH GRAHA 02 Alamat :Desa Kene- Beji Pasuruan 1. MARKETING Syarat : - Laki-laki/ Perempuan - Pend. Min SLTA - Berpengalaman di bidang Marketing - Penempatan Pasuruan 2. SEKRETARIS Syarat : - Perempuan - Pend. Min S1 - Penempatan Sidoarjo 3. PUBLIC RELATION Syarat : - Perempuan - Pend. Min S1 - Berpengalaman - Penempatan Sidoarjo 4. DRIVER Syarat : - Pend. Min SLTA - Berpengalaman - Penempatan Sidoarjo RS. ASIH ABYAKTA 03 Alamat : Jl. Raya Surabaya-Malang KM. 42 No. 88 Kepulungan – Gempol – Pasuruan 1. APOTEKER Syarat : - Laki-laki/Perempuan - Pend. Min S1 Profesi Apoteker - Berpenampilan Menarik - Memiliki STRA dan Bersedia Mengurus SIPA 2. ASISTEN APOTEKER Syarat : - Laki-laki/Perempuan - Pend. Min SMKF/D3 Farmasi - Berpenampilan Menarik - Memiliki STRTTK dan Bersedia Mengurus SIKTTK 3. REKAM MEDIK Syarat : - Laki-laki/Perempuan - Pend. Min D3 Rekam Medik - Berpenampilan Menarik - Memiliki STR dan Bersedia Mengurus SIK 4. RADIOLOGI Syarat : - Laki-laki/Perempuan - Pend. Min D3 Radiologi - Berpenampilan Menarik - Memiliki STR dan Bersedia Mengurus SIK 5. ATEM Syarat : - Laki-laki/Perempuan - Pend. Min D3 ATEM - Berpenampilan Menarik - Memiliki STR dan Bersedia Mengurus SIK 6. PERAWAT Syarat : - Laki-laki/Perempuan - Pend. Min D3 Keperawatan - Berpenampilan Menarik - Memiliki STR dan Bersedia Mengurus SIK 7. -
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN 5.1. Konsep Dasar Konsep Dasar
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN 5.1. Konsep Dasar Konsep dasar yang digunakan dalam perancangan Pusat Seni dan Kerajinan Arek di Kota Batu adalah konsep hibridisasi arsitektur candi. Konsep dasar ini dicapai dengan cara menampilkan kembali unsur bentuk dari arsitektur candi Songgoriti dan dimodifikasi secara kreatif dan inovatif. Karena candi Songgoriti adalah termasuk dalam golongan candi zaman transisi atau termasuk dari candi zaman pertengahan antara zaman mataram sampai sampai majapahit. Konsep yang dipakai dalam perancangan Pusat Seni dan Kerajinan Arek di Kota Batu adalah hibridisasi dari penggabungan komplek candi Prambanan dan komplek candi Penataran. Sehingga mendapatkan kombinasi bentuk yang memiliki unsur sama dengan kedua bentuk candi. Sebagai contoh adalah candi songgoriti, candi gunung kawi Bali, dan candi Gunung Gangsir. Maka dari ketiga contoh candi tersebut dapat dikembangkan secara kreatif untuk pengaplikasian pada konsep dasar Extending Tradition arsitektur candi yang di inginkan. Konsep dasar yang dipakai adalah hibridisasi candi sebagai berikut: 1. Candi Prambanan Pada candi Prambanan perletakan bangunannya lebih cenderung poros ke tengah dan simetris. Orientasinya ke segala arah seperti penjuru mata angin dan berpusat ke tengah 211 Gambar 5.1 Oreintasi candi Prambanan Sumber : konsep perancangan (2012) 2. Candi Penataran Pada candi Penataran perletakan bangunannya lebih cenderung poros ke belakang dan semi simetris seolah-olah seperti di tengah. Orientasinya ke satu arah seolah-olah seperti menuju ketempat yang lebih tinggi. Gambar 5.2 Orientasi candi Penataran Sumber : konsep perancangan (2012) Penerapan konsep rancangan bentuk pada perancangan Pusat Seni dan Kerajinan Arek di Kota Batu ini melalui penggabungan dari candi Prambanan dan candi 212 Penataran. Hal ini dicapai dengan menggabungkan perletakan candi Prambanan dan candi Penataran. -
Ilmu Pengetahuan Sosial
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL BAB I KEADAAN SOSIAL BUDAYA PADA MASA PRAAKSARA, HINDU, BUDDHA DAN ISLAM Dr. SUKMA PERDANA PRASETYA, MT KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2017 BAB I KEADAAN SOSIAL BUDAYA PADA MASA PRAAKSARA, HINDU, BUDDHA DAN ISLAM KOMPETENSI INTI Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPS KOMPETENSI DASAR • Menjelaskan Persebaran Manusia Indonesia Asal-Usul Bangsa Indonesia • Menjelaskan Kehidupan Manusia Praaksara masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam, dan masa perundagian. • Menjelaskan Hasil Budaya Manusia Praaksara • Menjelaskan Kehidupan Masyarakat Masa Hindu dan Buddha • Menjelaskan Kehidupan Masyarakat Indonesia Masa Islam URAIAN MATERI A. PERSEBARAN MANUSIA INDONESIA ASAL-USUL BANGSA INDONESIA Asal usul nenek moyang Bangsa Indonesia banyak pendapat yang bermunculan terkait dengan dari mana sebenarnya asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia. Para pakar sejarah menyampaikan argumenya disertai dalih pembenaran dari dugaannya masing- masing. Meskipun demikian hasil pemikiran pakar sejarah tersebut, tidak ada satu argumen yang paling kuat dengan memiliki bukti dan dasar akurat. Berikut adalah beberapa pendapat para ahli sejarah tentang asal usul nenek moyang bangsa Indoensia. 1. Teori Von Heine Geldern Von Heine Geldern menyampaikan pendapat bahwa pada jaman neolithikum nenek moyang bangsa Austronesia mulai datang di kepulauan Indonesia kira-kira 2000 tahun S.M . Kebudayaan ini datang ke Indonesia mempunyai dua tahapan, yaitu: pertama, cabang kapak persegi yang penyebarannya dari dataran Asia melalui 1 jalan barat dan peninggalannya terutama terdapat di bagian barat Indonesia dan kedua, kapak lonjong yang penyebarannya melalui jalan Timur dan peninggalan- peninggalannya merata di bagian timur wilayah Indonesia yang terjadi pada Zaman perunggu kira-kira tahun 500 S.M. -
Persebaran Nasabah Pnm Mekaar Dan Ulamm
PERSEBARAN NASABAH PNM MEKAAR DAN ULAMM 2020 Aceh Cabang KabupatenKota Jumlah Nasabah M.BBSL- Babussalam KABUPATEN ACEH TENGGARA 338 M.BDCH- Bandar Aceh KABUPATEN BENER MERIAH 3.782 M.BDSK- Banda Sakti KOTA LHOKSEUMAWE 3.197 M.BGPD- Blangpidie KABUPATEN ACEH BARAT DAYA 2.408 M.BKTY- Baktiya KABUPATEN ACEH UTARA 2.003 M.BLMT- Blang Mangat KOTA LHOKSEUMAWE 917 M.BRNN- Beureunuen KABUPATEN PIDIE 2.339 M.BRUN- Bireun KABUPATEN BIREUEN 4.387 M.BTG2- Besitang 2 KABUPATEN ACEH TAMIANG 3.025 M.DRMK- Darul Makmur KABUPATEN NAGAN RAYA 1.890 M.DRSM- Darussalam KOTA BANDA ACEH 3.489 M.DWTR- Dewantara KABUPATEN ACEH UTARA 3.692 M.GGMH- Gunung Meriah KABUPATEN ACEH SINGKIL 3.178 M.IDPR- Indrapuri KABUPATEN ACEH BESAR 2.269 M.IDRK- Idi Rayeuk KABUPATEN ACEH TIMUR 3.761 M.JHPL- Johan Pahlawan KABUPATEN ACEH BARAT 2.591 M.JNIB- Jeunieb KABUPATEN BIREUEN 3.314 M.KLAC- Kuala - Aceh KABUPATEN NAGAN RAYA 2.276 M.KLUT- Kluet Utara KABUPATEN ACEH SELATAN 1.715 M.KRBU- Karang Baru KABUPATEN ACEH TAMIANG 3.164 M.KTPG- Keutapang KOTA BANDA ACEH 2.421 M.LHSK- Lhoksukon KABUPATEN ACEH UTARA 3.302 M.LMBR- Lambaro KABUPATEN ACEH BESAR 1.363 M.LSBR- Langsa Barat KOTA LANGSA 3.791 M.LSKT- Langsa Kota KOTA LANGSA 907 M.LUBT- Lueng Bata KOTA BANDA ACEH 3.673 M.MABT- Muara Batu KABUPATEN ACEH UTARA 2.516 M.MDAT- Madat KABUPATEN ACEH TIMUR 3.272 M.MNYK- Manyak KABUPATEN ACEH TAMIANG 3.963 M.MRDU- Meureudu KABUPATEN PIDIE JAYA 2.633 M.MUKK- Meukek KABUPATEN ACEH SELATAN 1.693 M.PGSN- Pegasing KABUPATEN ACEH TENGAH 3.173 M.PNGL- Penanggalan KOTA SUBULUSSALAM 367 M.PRLK- Peureulak -
Daftar Nama Kelompok Dan Ruang Materi PKKMABA FISIP 2019
Daftar Nama Kelompok dan Ruang Materi PKKMABA FISIP 2019 KELOMPOK 1 “Singosari” NO NAMA RUANG MATERI 1 Syahdilla Anaka Wanita Wahyudi 2 Muhammad Ammar Zaidan 3 Nabila Almira Zada 4 Sultan Maulana Muhammad 5 Tri Yuli Andriani 6 Felicia Windira Igama 7 Theodorus 8 Nadya Ramadhani 9 Yogi Aditya Nugraha 10 Dewa Bagaskara* 11 Refi Nur Fauzi 12 Ghina Firyaliani Zalfa 13 MOCH. RIZKI AFFANDI 14 Aisyah Adni Suharjo 2.1 15 Mochamad Bagas Aditya 16 Wyndha Eka Laila Ayu Rahmadyana 17 Christofer Marco 18 Yolanda Sukma Rahmawati Pattipeiluhu 19 Laurensius Andre Pradipta 20 Julian Patanha Panie 21 Dhafin Widyadhana 22 SHAFFA NATASHA PUTRI FAHIRA 23 Hanna Dyah Atikasari 24 Gilang Jodi Pratama 25 Andika Theo Pratama 26 Vinka Dewanti Nur Rahayu 27 REGITA CAHYANI ISMAIL 28 DIAH AYU RATNASARI KELOMPOK 2 “Sumberawan” NO NAMA RUANG MATERI 1 Annisa Rakhmalya Khairani 2 Eza Ravianola 3 KHOZNA ZAINIAH BERLIANTI 4 Dandy setiawan nur alif 5 Siti Haliza 6 Narishya Fakhriyyah Ridhayani 7 Gilbertus Adhimas Ragil Pamungkas 2.1 8 Monica Trivena Nainggolan 9 Faris Saidan 10 Ardyansyah Ilham Prasetyanto 11 Febriana Nur Khasanah 12 Audrey Cathryne Angelica 13 Rafiif Putra Ramadhan 14 Ananda Fares Rizal Baharuddin 15 Andira Utami 16 Ivan Panca Ardynata 17 Vania Ezrandra Akilah 18 Akhmad Ardian Manaf 19 Nurma Dwiyanti 20 Azqia Nadya 21 Muhammad Fadlil Akbar 2.2 22 Farah Hanin Zahirah 23 Mareta Putri Listyani 24 Dava Muhammad Cakradewa Darmawan 25 Reza Firmansyah Dzikri 26 Hayuning Kusuma Diahs Pangastuti 27 Alisya Wanda Fadila 28 Agustine Tasya Puspita KELOMPOK 3 “Selakelir” NO NAMA RUANG MATERI 1 Ni Made Cnthya Dania 2 Rafi Setyo Nugroho 3 Nona Alicha Aminah 4 ALI CHUSEIN ALCHARISIY 5 Yusnia Binvi Ma'rifah 6 Hildegard Moktika Belvana Rasita 7 SALMAN ABDURRAHMAN 8 Farah Annisa Wibowo 9 DANYELA ADE KURNIAWAN 10 Yoga Papua Ariyanto 11 Lusi Rahmi 12 Mifta Alfiana 13 M.