Register Permohonan Informasi Tahun 2020
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
Pemanfaatan Candi Gunung Gangsir
PEMANFAATAN CANDI GUNUNG GANGSIR: UPAYA MENUMBUHKAN KESADARAN SEJARAH SISWA SMAN 1 PURWOSARI MELALUI METODE OUTDOOR LEARNING (UTILIZATION OF GANGSIR MOUNTAIN TEMPLE: EFFORTS TO GROW HISTORY AWARENESS OF SMAN 1 PURWOSARI STUDENTS THROUGH OUTDOOR LEARNING METHOD) Akhmad Fajar Ma’rufin STMIK Yadika Bangil Shela Dwi Utari Universitas Negeri Malang [email protected] ABSTRACT Theresearch aims to analyze: (1) the history of Gangsir Mountain Temple, (2) the architectural form of Gangsir Mountain Temple, and (3) efforts to growhistory awareness ofSMAN 1 Purwosari students through outdoor learning method using of cultural preservation of Gangsir Mountain Temple. The method of this research is qualitative. The footage used in this research is purposive sampling with criterion selection. Data collection is done by direct observations, interviews, and recording documents. Data validation is done by triangulation. The used data analysis is an interactive analysis model, namely collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the research concluded that (1) Gangsir Mountain Temple is one of the cultural heritage remains of Medang KamulanKingdom, a continuation of the Ancient Mataram. The temple is located in Beji, Pasuruan, (2) the temple architecture can be concluded as a combination of Central and East Javanese styles but the Gangsir Mountain Temple is more inclined to the Ancient Mataram style. Ancient Mataram style can be seen from the reliefs on the temple walls of Gangsir Mountain and supported by the parama -
Oleh Pratoro Andi NIM 6661100667
IMPLEMENTASI RENCANA STRATEGI PT. KERETA API INDONESIA DAERAH OPERASI 1 JAKARTA (Studi di Stasiun Merak) SKRIPSI Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial pada Konsentrasi Kebijakan Publik Program Studi Ilmu Administrasi Negara Oleh Pratoro Andi NIM 6661100667 FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA SERANG - 2015 ABSTRAK Pratoro Andi. NIM 6661100667. Skripsi. Implementasi Rencana Strategi PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta (Studi di Stasiun Merak). Pembimbing I: Drs. Oman Supriadi, M.Si dan Pembimbing II: Deden M. Haris, S.Sos., M.Si Masalah dalam penelitian ini adalah rencana strategi PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta di Stasiun Merak belum di implementasikan dengan baik karena lokasi Stasiun Merak yang sangat berdekatan dengan PT. ASDP. Penelitian ini mengacu pada indikator proses manajemen strategi yaitu Pengamatan Lingkungan, Perumusan Strategi, Implementasi Strategi, dan Evaluasi dan Pengendalian. Indikator Penelitian tersebut menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheleen (2003:9). Metodelogi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari pegawai di Daerah Operasi 1 Jakarta, pegawai Stasiun Merak, pegawai Kereta Krakatau Ekspres, pengguna Kereta Krakatau Ekspres dan Stasiun Merak, dan masyarakat Kota Cilegon sendiri. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa rencana strategi PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta belum di implementasikan dengan baik. Karena lokasi Stasiun berdekatan dengan PT. ASDP menjadikan permasalahan yang terjadi seperti aksesibilitas menuju lokasi sulit dijangkau, minat masyarakat terhadap Stasiun Merak turun dan tidak optimal pelayanannya. Maka diperlukan koordinasi dan efektivitas kerja sama transportasi antara PT. -
No Nama Varietas Jenis Tanaman Nama Pemohon No Terdaftar Tanggal Terdaftar
DAFTAR PENDAFTARAN VARIETAS HASIL PEMULIAAN TAHUN 2006 - DESEMBER 2020 No Nama Varietas Jenis Tanaman Nama Pemohon No Terdaftar Tanggal terdaftar 1 G 1 Serai Wangi Balitro 001/PVHP/2006 30 Juni 2006 2 G 2 Serai Wangi Balitro 002/PVHP/2006 30 Juni 2006 3 G 3 Serai Wangi Balitro 003/PVHP/2006 30 Juni 2006 4 Galesia 1 Kencur Balitro 004/PVHP/2006 30 Juni 2006 5 Galesia 2 Kencur Balitro 005/PVHP/2006 30 Juni 2006 6 Galesia 3 Kencur Balitro 006/PVHP/2006 30 Juni 2006 7 Sidikalang Nilam Balitro 007/PVHP/2006 02 November 2006 8 Lhokseumawe Nilam Balitro 008/PVHP/2006 02 November 2006 9 Tapak Tuan Nilam Balitro 009/PVHP/2006 02 November 2006 10 Yulikara Mawar Mini Balithi 010/PVHP/2006 27 November 2006 11 Rosanda Mawar Mini Balithi 011/PVHP/2006 27 November 2006 12 Halina 1 Jahe Balitro 01/PVHP/2007 05 Maret 2007 13 Halina 2 Jahe Balitro 02/PVHP/2007 05 Maret 2007 14 Halina 3 Jahe Balitro 03/PVHP/2007 05 Maret 2007 15 Halina 4 Jahe Balitro 04/PVHP/2007 05 Maret 2007 16 Jahira 1 Jahe Balitro 05/PVHP/2007 05 Maret 2007 17 Jahira 2 Jahe Balitro 06/PVHP/2007 05 Maret 2007 18 Ambon Cengkeh Balitro 07/PVHP/2007 05 Maret 2007 19 Siputih Cengkeh Balitro 08/PVHP/2007 05 Maret 2007 20 Zanzibar Cengkeh Balitro 09/PVHP/2007 05 Maret 2007 21 Zanzibar Komposit Cengkeh Balitro 10/PVHP/2007 05 Maret 2007 22 Bima 1 Jagung Balitsereal 11/PVHP/2007 03 April 2007 23 Kelapa Dalam Mapanget (DMT) Kelapa Dalam Balitkabi 12/PVHP/2007 16 April 2007 24 Kelapa Genjah Salak (GSK) Kelapa Genjah Balitkabi 13/PVHP/2007 16 April 2007 25 Srikandi Kuning 1 Jagung Balitsereal 14/PVHP/2007 -
Bab Ii Kondisi Objektif Dan Lokasi Penelitian
BAB II KONDISI OBJEKTIF DAN LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Kota Bekasi Asal nama kota Bekasi dalam sebuah referensi sebagaimana yang tertulis dalam buku “Riwayat Indonesia I”, karya Poerbatjaraka (Seorang ahli bahasa Sansakerta dan Jawa Kuno), kata “Bekasi” secara filologis berasal dari kata Candrabhaga dimana kata candra berarti “bulan” (sama dengan kata sasih, dalam bahasa Jawa Kuno) dan kata Bhaga berarti bagian. Jadi, secara etimologis kata Candrabhaga berarti bagian dari bulan. Pelafalan kata Candrabhaga berubah dengan makna yang sama menjadi Sasihbhaga, kemudian menjadi Bhagasasih, selanjutnya menjadi Bekasi hingga kini.1 Pada perkembangannya, pelafalan kata Bhagasasi mengalami perubahan. Bberbagai sumber tertulis abad ke-18 sampai abad ke-21 menerangkan nama Bekasi dengan tulisan Bekasie, Bekasjie, Bekasie, Bekasi, daan terakhir Bekasi. Nama Chandrabhaga di atas tidak terlepas dari keberadaan kerajaaan Tarumanegara, yang berdiri sejak abad ke-5 Masehi, sebagaimana tertulis dalam Prasasti Tugu, yang ditemukan di daerah Cilincing. Prasasti ini merupakan yang terpanjang dan banyak memuat keterangan mengenai Kerajaan Tarumanegara dan Sungai Candrabhaga. Kisah yang tertulis dalam prasasti tugu ini berbunyi: 1 Andi Sopandi, Sejarah dan Budaya Kota Bekasi, Wilayah Budaya Masyarakat Bekasi, (Bekasi: Penerbit Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Kepariwisataan Pemerintah Kota Bekasi,), h. 1. 21 22 1. Pura Rajadhirajena guruna pinabahuna Khata Khyatam purim prapaya 2. Chandrabhagannavam yayau// Pravaddharma-dvavincad- vatsare crigunaujasa -
Desain Interior Kereta Api Eksekutif Plus Dengan Menerapkan Tema Interior Clean Design
TUGAS AKHIR - 141530 DESAIN INTERIOR KERETA API EKSEKUTIF PLUS DENGAN MENERAPKAN TEMA INTERIOR CLEAN DESIGN JAJANG WICAKSONO 3412100167 DOSEN PEMBIMBING : ANDHIKA ESTIYONO, S.T., M.T. NIP 19700122 199512 1 002 PROGRAM STUDI DESAIN PRODUK INDUSTRI DEPARTEMEN DESAIN PRODUK FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2017 TUGAS AKHIR - 141530 DESAIN INTERIOR KERETA API EKSEKUTIF PLUS DENGAN MENERAPKAN TEMA INTERIOR CLEAN DESIGN JAJANG WICAKSONO 3412100167 Dosen Pembimbing : Andhika Estiyono, S.T., M.T. NIP 19700122 199512 1 002 PROGRAM STUDI DESAIN PRODUK INDUSTRI DEPARTEMEN DESAIN PRODUK FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2017 (Halaman Ini Sengaja Dikosongkan) FINAL PROJECT – 141530 TRAIN INTERIOR DESIGN OF EXECUTIFE PLUS BY APPLYING THEME INTERIOR CLEAN DESIGN JAJANG WICAKSONO 3412100167 Supervisor : Andhika Estiyono, S.T., M.T. NIP 19700122 199512 1 002 INDUSTRIAL PRODUCT DESIGN STUDY PROGRAM PRODUCT DESIGN DEPARTMENT FACULTY OF CIVIL ENGINERING AND PLANNING INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2017 (Halaman Ini Sengaja Dikosongkan) 89 (Halaman Ini Sengaja Dikosongkan) ii iii (Halaman Ini Sengaja Dikosongkan) iv IDENTITAS PERANCANGAN 1. Judul Usulan : DESAIN INTERIOR KERETA API EKSEKUTIF PLUS DENGAN MENERAPKAN KONSEP TEMA INTERIOR MINIMALIS 2. Mahasiswa a. Nama Lengkap : Jajang Wicaksono b. NRP : 3412100167 3. Tema Perancangan : Transportasi 4. Objek Perancangan : Desain Eksterior dan Interior Kereta Super Eksekutif 5. Lokasi Perancangan : Surabaya 6. Hasil yang Ditargetkan : a. b. c. d.. 7. Mitra yang Terlibat v (Halaman Ini Sengaja Dikosongkan) vi ABSTRAK Realisasi peningkatan standarisasi kelas kereta api di Indonesia sudah mulai berjalan. Salah satu kelas yang sudah mengalami peningkatan standarisasi adalah kelas ekonomi menjadi ekonomi plus. Peningkatan standarisasi dilakukan dengan mereduksi jumlah penumpang dalam satu kereta dari 106 menjadi 80 kursi. -
Speed Rail: Challenges Amid Covid-19 Pandemic
10th Int. Conf. on Geotechnique, Construction Materials and Environment, Melbourne, Australia, 11-13 November 2020, ISBN: 978-4-909106049 C3051 A US$6.07 BILLION JAKARTA - BANDUNG HIGH - SPEED RAIL: CHALLENGES AMID COVID-19 PANDEMIC Aleksander Purba Engineering Faculty, University of Lampung, Indonesia 35145 ABSTRACT The Jakarta-Bandung high-speed railway project is one of the government's national strategic projects in the transportation sector and is expected to require a total investment of US$6.07 billion. The railway project will serve four main stations: Halim in Jakarta, Karawang in West Java and Walini and Tegaluar in Bandung regency. A total of 80 km of the railway will be elevated, while a further 16.9 km will be in tunnels. The trains will travel at 350 km per hour, cutting travel time between Jakarta and Bandung to 45 minutes, faster than the approximately three hours and a half on the Parahyangan existing train. Railway developer PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), a joint venture between Indonesian and Chinese railway companies, initially planned to finish the project and start operations in December 2021. Unfortunately, development of the project would depend on the situation of the coronavirus outbreak in the country. In order to curb the outbreak, the Jakarta government called on the public in mid-March to implement social distancing measures by studying, working and praying at home. Hence Chinese workers wanting to return to work on the Jakarta-Bandung high-speed railway project should abide by the health and safety protocols. In late March a regulation offering an exemption for foreigners working on national strategic projects from the temporary ban on foreign arrivals and transits. -
Laporan Survey Kepuasan Pelanggan
Prepared by Survey Kepuasan Pelanggan Kereta Api Semester I Tahun 2020 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Prepare for About Project Background Design Research Methodology Pengukuran terhadap seberapa besar perusahaan berorientasi Findings customernya dapat menggunakan konsep design dari konseptual Recommendation Performa Excellence Malcolm Baldrige KPKU Riset Kuantitatif dengan metode deskriptif. Research Methodology Adalah teknik riset yang sesuai untuk melakukan capturing terhadap faktor Kepuasan dan seluruh faktor-faktor lainnya yang terkait dengan Kepuasan. • Beberapa stasiun di kota-kota besar di pulau Jawa dan Sumatera yang melayani berbagai kelas (Eksekutif, Area Survey bisnis, ekonomi dan campuran) • Face To Face Interview (Wawancara tatap muka langsung antara Interviewer dengan responden), yaitu Data Collectiong Method Questionnaire akan diisi oleh Interviewer berdasarkan hasil interview • CATI (Computer Assisted Telephone Interview), yaitu responden dihubungi melalui perangkat telepon dan interviewer akan mengisi e-questionaire. Kriteria Umum • Pernah menggunakan kereta api yang akan diteliti minimal 2 kali dalam 1 bulan terakhir Responden • Pernah mengunjungi stasiun yang akan diteliti minimal 2 kali dalam 1 bulan terakhir • Tidak memiliki anggota keluarga atau tinggal serumah dengan orang yang bekerja pada bidang riset pemasaran, atau media Responden Stasiun Responden adalah orang yang menggunakan kereta api dan pernah mengamati atau menggunakan fasilitas Kategori Responden yang ada di stasiun kereta api Responden Kereta Api -
Bab 3 Kepurbakalaan Padang Lawas: Tinjauan Gaya Seni Bangun, Seni Arca Dan Latar Keaagamaan
BAB 3 KEPURBAKALAAN PADANG LAWAS: TINJAUAN GAYA SENI BANGUN, SENI ARCA DAN LATAR KEAAGAMAAN Tinjauan seni bangun (arsitektur) kepurbakalaan di Padang Lawas dilakukan terhadap biaro yang masih berdiri dan sudah dipugar, yaitu Biaro Si Pamutung, Biaro Bahal 1, Biaro Bahal 2, dan Biaro Bahal 3. Sedangkan rekonstruksi bentuk dilakukan terhadap unsur-unsur bangunan biaro-biaro di Padang Lawas yang sudah tidak berada dalam konteksnya lagi, atau masih insitu dan berada dengan konteksnya tetapi dalam keadaan fragmentaris. Rekonstruksi tersebut dilakukan berdasarkan tulisan dan foto (gambar) para peneliti yang sudah melakukan penelitian di situs tersebut pada masa lalu. Tinjauan terhadap gaya seni arca dilakukan terhadap arca-arca logam untuk mengetahui bagaimana gaya seni arca tinggalan di Padang Lawas, apakah mempunyai kesamaan dengan gaya seni arca dari tempat lain baik di Indonesia maupun luar Indonesia. Gaya seni arca juga dapat memberikan gambaran periodisasinya secara relatif. Adapun periodisasi situs secara mutlak didapatkan berdasarkan temuan prasasti-prasasti yang menuliskan pertanggalan. Prasasti- prasasti yang ditemukan di Padang Lawas sebagian besar berisi tentang mantra- mantra dalam melakukan suatu upacara keagamaan, oleh karena itu latar keagamaan situs dapat diketahui berdasarkan isi prasasti. Di samping itu latar keagamaan diketahui juga dengan melalui studi ikonografi terhadap arca dan relief. 3.1 Gaya Seni Bangun (Arsitektur) Menurut Walter Grophius arsitektur adalah suatu ilmu bangunan yang juga mencakup masalah-masalah yang berhubungan dengan biologi, sosial, teknik, dan artistik, oleh karena itu arsitektur dapat didefinisikan sebagai: (1) Seni ilmu bangunan, termasuk perencanaan, perancangan, konstruksi dan penyelesaian ornament; (2) Sifat, karakter atau gaya bangunan; (3) Kegiatan atau proses membangun bangunan; (4) Bangunan-bangunan; (5) Sekelompok bangunan Universitas Indonesia 114 Kepurbakalaan Padang..., Sukawati Susetyo, FIB UI, 2010. -
Laporan Hasil Penelitian
Laporan Hasil Penelitian “Ngapain ke Candi?” Penggunaan Peninggalan-peninggalan Purbakala di Jawa Timur Oleh Christopher Mark Campbell Universitas Muhammadiyah Malang kerjasama dengan Australian Consortium for In-country Indonesian Studies 2002 “Apakah di desa atau di dalam hutan, di tempat yang rendah atau di atas bukit, di mana pun Para Suci berdiam, maka tempat itu sungguh menyenangkan.” - Dharmapada Arahanta Vagga (Arahat) 9 “Selain Allah tidak ada Tuhan, selain aku tidak ada Kamu.” – Pak Makutarama Abstraksi “Apakah di desa atau di dalam hutan, di tempat yang rendah atau di atas bukit, dimana pun Para Suci berdiam, maka tempat itu sungguh menyenangkan.” – Dharmapada Arahanta Vagga 9 “Selain Allah tidak ada Tuhan, selain aku tidak ada Kamu.” – Pak Makutarama “Trowulan…adalah tempat terjadinya kerajaan Jawa yang paling kuat, Majapahit. Didirikan pada akhir abad ke-13, patihnya tang terkenal, Gajah Mada, menuntut kekuasan raja atas daerah yang lebih besar daripada Indonesia modern. Demikian dia sebetulnya ialah pemimpin pertama yang menentukan konsep Indonesia yang bersatu dengan identitas Indonesia.” – John Miksic Pendahuluan Latar Belakang Dari bangunan-bangunan zaman purba di Jatim, yang kini masih tertinggal, hanya yang terbuat dari batu dan bata. Bangunan ini semua memiliki hubungan erat dengan keagamaan. Sebagai pusat bagi tiga kerajaan agung pada masa dahulu (Kediri, Singosari dan Majapahit) Jawa Timur sangat kaya dengan peninggalan purbakala. Walaupun dalam mulut rakyat bangunan-bangunan tersebut biasanya disebut candi, ada berbagai macam candi yang memiliki wujud dan fungsi tersendiri: • Candi adalah bangunan tempat menyimpan abu jenazah seorang raja dan orang- orang terkemuka dan memuliakan rohnya yang telah bersatu dengan Dewata penitisnya. Selain itu candi juga merupakan tempat penghormatan dan pemujaan Dewata atau para arwah nenek moyang. -
Kajian Ragam Hias Arsitektural Candi Bumiayu Sumatera Selatan
Seminar Nasional AVoER XII 2020 Palembang, 18 - 19 November 2020 Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya KAJIAN RAGAM HIAS ARSITEKTURAL CANDI BUMIAYU SUMATERA SELATAN Ardiansyah1, Ria Dwi Putri1, Iwan Muaraman Ibnu1 1Dosen, Program Studi Arsitektur, Universitas Sriwijaya corresponding author: [email protected] ABSTRAK : Kompleks Percandian Bumiayu adalah salah satu situs percandian yang berada di Sumatera Selatan dan satu satunya yang pernah dipugar dan dibuka untuk wisata. Pusat kerjaan Sriwijya berdasarkan temuan prasasti berada di Palembang sehingga hal ini juga sekaligus meliputi wilayah disekitarnya termasuk situs Bumiayu yang berada di sekitar Muara Enim atau sekaran tepatnya di kabupaten Penukal Abab dan Lematang Ilir. Di Palembang sendiri belum ditemukan bangunan candi secara utuh sehingga menimbulkan beberapa keraguan dari beberapa ahli kemungkinan lokasi lainnya sebagai pusat Sriwijaya seperti Muaro Jambi yang memiliki kawasan sebaran candi. Temuan candi di Sumatera pada umumnya memiliki bentuk polos dan sederhana tanpa ornament akan tetapi memiliki bentuk kaki dan badan candi yang telah dipugar sedangkan pada situs percandian Bumiayu kondisi pemugaran hanya sebatas pondasi atau kaki candi yang tidak juga selesai pemugaranya. Akan tetapi pada situs bumiayu terdapat petunjuk sisa reruntuhan berupa ragam hias seperti ornament, antefik dan moulding candid an sangat lengkap dan masih jelas detailnya. Karakter ragam hias Candi Bumiayu umumnya mendapat pengaruh Hindu hal ini bertolak belakang dengan kepercayaan utma kerjanaan Sriwijaya yaitu Budha. Kajian estetika ragam hias ini penting dilakukan agar didapatkan petunjuk pengaruh dan sebaran periode terkait gaya ragam hias yang digunakan pada candi tersebut. Penelitian terkait ragam hias ini adalah penelitian lapangan (fields research) dan metode yang digunakan didalam pembacaan bentuk ragam hias dengan menggunakan pendekatan hermeunetik. -
The Liangan Temple Site in Central Java Novida Abbas (Ed.) (2016), Liangan
Archipel Études interdisciplinaires sur le monde insulindien 94 | 2017 Varia The Liangan Temple Site in Central Java Novida Abbas (ed.) (2016), Liangan. Mozaik Peradaban Mataram Kuno di Lereng Sindoro. Second Edition. Yogyakarta: Kepel Press. xi + 357 p., bibliographie. ISBN 978-602-1228-72-2 Véronique Degroot Electronic version URL: https://journals.openedition.org/archipel/456 DOI: 10.4000/archipel.456 ISSN: 2104-3655 Publisher Association Archipel Printed version Date of publication: 6 December 2017 Number of pages: 191-209 ISBN: 978-2-910513-78-8 ISSN: 0044-8613 Electronic reference Véronique Degroot, “The Liangan Temple Site in Central Java”, Archipel [Online], 94 | 2017, Online since 06 December 2017, connection on 27 August 2021. URL: http://journals.openedition.org/archipel/456 ; DOI: https://doi.org/10.4000/archipel.456 Association Archipel À PROPOS DE VÉRONIQUE DEGROOT1 The Liangan Temple Site in Central Java Novida Abbas (ed.) (2016), Liangan. Mozaik Peradaban Mataram Kuno di Lereng Sindoro. Second Edition. Yogyakarta: Kepel Press. xi + 357 p., biblio- graphie. ISBN 978-602-1228-72-2 1Candi Liangan was accidentally discovered in 2008 by inhabitants of the nearby village of Liangan, Temanggung, Central Java. The site was buried beneath meters of volcanic debris deposited by lahars, pyroclastic flows and ash falls. Organic materials had been burnt but at the same time the site had been sealed and preserved, waiting for archaeologists to unearth it. It is thus no wonder that Candi Liangan has yielded a wide range of archaeological material, from earthenware to plant remains and in situ wooden structures. Because of its exceptional state of preservation, Candi Liangan provides a unique perspective on the life of a religious community of 9th-century Central Java. -
Rekonstruksi Arsitektural Candi Bangkal, Mojokerto, Jawa Timur
BAB 2 DESKRIPSI CANDI BANGKAL Pada tahap gambaran data dilakukan pemerian terhadap data guna mempermudah proses penelitian lebih lanjut, yaitu analisis. Pada proses ini Candi Bangkal beserta sejumlah komponen pendukungnya seperti: perwara, pagar keliling serta temuan di sekitar candi akan direkam secara verbal dan piktorial, kemudian diolah menjadi suatu deskripsi yang baik. Proses pendeskripsian dilakukan dengan menambahkan sejumlah informasi pendukung, seperti definisi serta terminologi yang digunakan dengan berusaha tidak menilai sesuatu mengenai kondisi tersebut. Proses penggambaran dilakukan dengan merekam data dalam bentuk gambar dua dimensi. Sementara itu proses perekaman dengan menggunakan kamera foto, dilakukan untuk memberikan gambaran data yang lebih jelas, terutama untuk menyempurnakan gambaran data verbal candi. 10 UNIVERSITAS INDONESIA Candi Bangkal..., Nurmulia Rekso Purnomo, FIB UI, 2009 11 2.1. Kepurbakalaan Dari Masa Majapahit Kerajaan Majapahit yang berkuasa cukup lama di bumi Nusantara menghasilkan sederetan hasil kebudayaan berlatar belakang agama Hindu-Buddha, maupun kepercayaan lokal. Hasil budaya tersebut antara lain berupa arsitektur bangunan suci dan bangunan profan. Arsitektur bangunan suci peninggalan budaya Majapahit antara lain berupa candi, petirthaan, goa pertapaan, dan bermacam benda sakral lainnya yang dihubungkan dengan aktivitas keagamaan. Menurut Nágarakrtágama terdapat 2 jenis bangunan suci dan tempat suci yang diawasi oleh pemerintah pusat yaitu darma dalm atau darma haji dan dharma lpas (Pigeaud 1960 III: 86—8; Santiko 1999:11). Dharma dalm atau dharma haji adalah bangunan yang diperuntukan bagi raja dan keluarganya berjumlah 27 yaitu Kagenengan, Tumapel, Kidal, Jajaghu, Wedwa-Wedwan, Tudan, Pikatan, Bukul, Jawa-jawa, Antang Antarasashi, Kalengbret, Balitar Silabhrit, Waleri, Babeg, Kukap, Lumbang, Pagor, Antahpura, Sagala, Simping, Sri Ranggapura, Kuncir, Prajnaparamitapuri, dan Bhayalango (Nagarakrtagama pupuh 73-74).