BAB IV GAMBARAN OBYEK PENELITIAN 4.1 Latar Belakang

Total Page:16

File Type:pdf, Size:1020Kb

BAB IV GAMBARAN OBYEK PENELITIAN 4.1 Latar Belakang BAB IV GAMBARAN OBYEK PENELITIAN 4.1 Latar Belakang Visinema Pictures Rumah produksi Visinema Pictures sudah tak asing lagi namanya di industri perfilman Indonesia. Didirikan tahun 2008, Visinema Pictures yang dikembangkan oleh Angga Dwimas Sasongko merupakan PH dibalik segelintir karya film Indonesia yang mengangkat tema-tema relevan. Di tahun 2015 misalnya, Visinema Pictures memproduksi film “Filosofi Kopi” yang mengangkat tema seputar kedai kopi yang pada saat itu mulai banyak bermunculan. Film tersebut tidak hanya menunjukkan kualitas karya anak bangsa mulai dari segi produksi yang terbilang sangat maju, tapi juga meninggalkan legacy lebih dengan adanya bentuk nyata bagian dari filmnya sendiri, yaitu dalam bentuk Kedai Filosofi Kopi. Konsep yang dilakukan oleh Visinema ini memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung karena publik diajak merasakan bagian-bagian dari film “Filosofi Kopi”, seperti merasakan aroma Kopi Tiwus dan vibe dari lokasi Kedai Filosofi Kopi yang dipilih oleh karakter Ben & Jody. Tak berhenti di situ, legacy dari “Filosofi Kopi” juga hadir dalam berbagai bentuk merchandise, mulai dari kaos hingga berbagai aksesori yang dapat dipakai. Berlanjutnya legacy “Filosofi Kopi” melalui kedai kopi dan berbagai merchandise lainnya membuktikan bahwa selain menghasilkan karya yang tidak mengikuti tren film, Visinema Pictures juga berhasil menciptakan serta merangkul berbagai komunitas. Hal ini juga terlihat dari segi produksi, dimana Visinema Pictures juga tidak segan untuk melampaui hal yang biasa. Untuk 51 produksi film “Filosofi Kopi 2” misalnya, Visinema Pictures mengajak penonton dan penulis, baik amatir atau profesional, untuk ‘menuntun’ jalur cerita sekuel film ini. Dengan melibatkan publik dan menciptakan sebuah komunitas, Visinema Pictures menunjukkan bahwa berkarya tanpa batas merupakan hal yang sangat bisa terjadi, apalagi dengan memanfaatkan berbagai macam wadah berkarya. Berkembangnya era digital memberikan ruang untuk Visinema Pictures berkarya di luar bioskop, seperti membuat berbagai konten online dan mengajak juga berbagai pelaku industri seni untuk berkolaborasi dalam berbagai aspek kreatifnya. Kini Visinema Pictures sedang mempersiapkan webseries baru bertemakan musik yang terinspirasi dari semangat generasi baru Indonesia. Simak terus beritanya di channel AHEAD untuk melihat bakal seperti apakah series terbaru dari Visinema ini! ( Sumber: https://www.whiteboardjournal.com/ideas/bergerak-di-luar-ruang- sinema-bersama-visinema-pictures/ ) 4.2. Tim Produksi Film Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody Judul : Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody Gambar 4.1 (Sumber : http://www.visinemapictures.com/) 52 Catatan Produksi : - Tanggal rilis : 13 Juli 2017 - Kategori : Drama - Durasi : 97 menit - Produksi : Visinema Pictures dan 13 Entertaiment - Sutradara : Angga Dwimas Sasongko - Produser : Anggia Kharisma, Chicco Jerikho, Rio Dewanto - Penulis Skenario : Jenny Jusuf, Irfan Ramly, Angga Dwimas Sasongko - Cerita : Ni Made Frischa Aswarini, Christian Armantyo, Angga Dwimas Sasongko, Jenny Jusuf - Produser Eksekutif : Gita Wirjawan, Angga Dwimas Sasongko, Manoj M Samtani, Deepak M Samtani, Lavesh M Samtani, Moelyono Soesilo, Agustinus Sitorus - Co-Produser : Ridla An-Nuur S, Ajeng Parameswari, Nurita Anandia, Handoko Hendroyono - Line Producer : Syaiful Wathan - Pengarah Peran : Meirina Alwie - Penata Kamera : Robie Taswin - Penata Artistik : Benny Lauda - Penata Rias : Notje Tatipata - Penata Busana : Anggia Kharisma 53 - Penata Musik : McAnderson - Penata Suara : Satrio Budiono - Perekam Suara : Djoko Setiadi - Penata Gambar : Teguh Raharjo - Efek Visual : Maika Collective - Efek Visual : Arief Khairul Alim - Fotografi : Jozz Felix 4.3 Sutradara dan Pemain Dalam Film Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody Angga Dwimas Sasongko (lahir di Jakarta, Indonesia, 11 Januari 1985; umur 34 tahun) adalah sutradara Indonesia. Ia menyutradarai sekaligus memproduseri film pertamanya Foto Kotak dan Jendela pada tahun 2006 saat usianya baru 21 tahun. Film terakhirnya Hari Untuk Amanda mendapatkan 8 nominasi Piala Citra 2010 termasuk Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik - Oka Antara, Pemeran Utama Wanita Terbaik - Fanny Fabriana dan Film Terbaik. Selain membuat film layar lebar, ia juga telah menyutradarai puluhan video klip musik dan iklan komersial dari berbagai brand serta berkeliling Indonesia mengerjakan film dokumenter. Selain berprofesi sebagai sutradara film serta founder dan CEO Visinema Pictures, Ia juga dikenal sebagai co-founder perusahaan furniture dan interior dengan label Trystliving dan CEO dari Woodchef Indonesia yang memayungi label Woodchef. Pada dua label furniture tersebut Ia juga bertindak sebagai product designer. Selain furniture, Angga bergabung di Archiss, sebuah firma strategic consultant sebagai Creative Communication Partner. 54 Angga juga seorang aktivis kemanusiaan sekaligus yang bekerja untuk Green Music Foundation dan ia kelola bersama musisi Glenn Fredly. Bersama Green Music Foundation, Ia menginisiai terbentuknya gerakan sosial Save Mentawai untuk merespon bencana tsunami di Mentawai tahun 2010. Angga juga menginisiasi proyek Pondok Cerdas Indonesia atau PONDASI, sebuah community learing center berbasis perpustakaan yang dibangun di komunitas- komunitas masyarakat pulau dan didirikan pertama kali di Desa Mapinang Selatan dan Desa Pasapuat di Mentawai. Film-film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko adalah Foto Kotak dan Jendela (2006), Jelangkung 3 (2007), Hari Untuk Amanda (2009), Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2013), Filosofi Kopi (2015), Surat Dari Praha (2016), Bukaan 8 (2017), Filosofi Kopi 2: Ben & Jodi (2017), dan Wiro Sableng 212 (2018). ( Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Angga_Dwimas_Sasongko ) Artis yang bermain dalam film ini adalah ada Chicco Jerikho sebaga Ben, Rio Dewanto sebagai Jody, Luna Maya sebagai Tarra, Nadine Alexandra sebagai Brie, Ernest Prakasa sebagai Keenan, Westny DJ sebagai Nana, Aufa Assegaf sebagai Aldi, Muhammad Aga sebagai Aga, Melissa Karim sebagai Cici, Tyo Pakusadewo sebagai Pak Haryo, Otig Pakis sebagai Ayah Ben, Ronny P Tjandra sebagai Investor, Dayu Wijanto sebagai Calon investor, Whani Darmawan sebagai Pak Waluyo, Landung Simatupang sebagai Pak Susno, dan Joko Anwar sebagai Jokan, penagih hutang. Dari semua aktor dan aktris diatas Chicco Jerikho sebagai Ben dan Rio Dewanto sebagai Jody lah actor utama dalam film tersebut, mereka sebagai 55 owner dari filosofi kopi. Adapun aktris yang membumbui film ini Luna Maya sebagai Tara dan Nadine Alecandra sebagai Brie. Chicco Jerikho Jarumillind atau biasa disebut Chicco Jerikho (lahir di Jakarta, 3 Juli 1984; umur 34 tahun) adalah seorang pemeran film Indonesia. Ia mulai dikenal luas dengan bermain dalam sinetron Cinta Bunga. Selain itu, ia juga pernah bermain dalam film Lawang Sewu pada tahun 2007 dan In the Name of Love pada tahun 2008. Chicco Jerikho, aktor kelahiran Jakarta ini merupakan pemain film indonesia yang memiliki darah Thailand dari sang ayah dan darah Batak dari sang ibu yang bermarga Panggabean. Chicco Jerikho juga banyak membintangi layar lebar di Indonesia seperti Lawang Sewu, In the Name of Love, Merem Melek, Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Seputih Cinta, Filosofi Kopi, Negeri Van Oranje, Surat Dari Praha, Aach…Aku Jatuh Cinta, A Copy of My Mind, Surat Cinta, Terjebak Nostalgia, Bukaan 8, Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, Ave Maryam dan Foxtrot Six. (Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Chicco_Jerikho) Rio Dewanto (lahir di Indonesia, 28 Agustus 1987, umur 31 tahun) adalah pemeran dan penyanyi berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal luas melalui peran-perannya dalam film televisi di antaranya adalah Pulang Malu Ngga Pulang Rindu, Rocker Pulang Kampung, Cinta Datang saat Kamu Tidur. Sudah hampir lebih dari 30 judul FTV sudah dimainkannya. Awal kariernya di film layar lebar saat ditunjuk sebagai figuran di film Ratu Kosmopolitan dan Pintu Terlarang. Pada tahun 2011 Rio mendapatkan peran utama[1] di sebuah film yang dikerjakan oleh Hanung Bramantyo berjudul Tanda Tanya. Setelah itu, ia mendapatkan peran sebagai homoseksual di film Arisan!2 karya Nia 56 Dinata dan dipercayakan oleh Rudi Soedjarwo untuk memerankan karakter Pak Wisnu pada film Garuda di Dadaku 2 sebagai pelatih yang galak dan keras. Pada tahun 2011 dia menjadi pemeran utama di film yang disutradarai oleh Joko Anwar yang berjudul "Modus Anomali" dan berkesempatan beradu akting dengan Atiqah Hasiholan di Korea Selatan dalam film berjudul "Hello Goodbye". Pada penghujung tahun 2011 Rio juga bermain di sebuah produksi film yang melibatkan aktor-aktor Indonesia dan Hollywood yaitu Mickey Rourke, Kellan Lutz, Ario Bayu, Tio Pakusadewo, Atiqah Hasiholan dan banyak lagi. Karier Rio di dunia hiburan makin dikenal orang dengan dijadikannya dia Brand Ambassador Simpati dan menjadi pleasure seeker untuk es krim Magnum. Pada tahun 2011 pun dia mulai menggeluti dunia tarik suara karena memang cita-citanya dari dulu sebelum dia masuk ke dunia akting dengan menyanyikan lagu "Cinta Terlarang" dan dijadikan soundtrack untuk film Arisan!2 . Rio Dewanto juga banyak membintangi layar lebar di Indonesia seperti Pintu Terlarang, Ratu Kostmopolitan, Payung Merah, Ping Hen, Arisan!, Garuda di Dadaku 2, Modus Anomali, Hello Goodbye, Java Heat, Mursala, Optatissimus, Aku Cinta Kamu, Me & You vs The World, Bait Surau, Siapa di Atas, CJR The Movie, Love and Faith, Bulan di Atas Kuburan, Filosofi Kopi, Cinta Selamanya, Surat dari Praha, Ini Kisah Tiga Dara, Wonderful Life, Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon, Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, Hanum & Rangga: Faith & the City, dan Foxtrot Six. 57 .
Recommended publications
  • Mengungkap Kebohongan Program Televisi Di Indonesia
    BELIEVE Mengungkap Kebohongan Program Televisi di Indonesia i ii BELIEVE Mengungkap Kebohongan Program Televisi di Indonesia Kata Pengantar : Fajar Junaedi Filosa Gita Sukmono Editor: Fajar Junaedi, Bayu Chandra Kumara, Erwin Rasyid, Galuh Ratnatika, Maharani Dwi Kusuma Wardani, M.Bimo Aprilianto iii Believe Mengungkap Kebohongan Program Televisi di Indonesia Hak cipta pada para penulis dan dilindungi oleh Undang-undang (All Rights Reserved) Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit, halaman xvI + 348; 15,5 x 23,5 cm ISBN : 978-6027-636-81-1 Cetakan Pertama, 2015 Penulis: Aisyah Aprilinda R, Afran Irfan, Hesti Susliowati, Nisa Akmala, Mohamad Nurul Pamungkas, Erwin Rasyid, Maharani Dwi Kusuma Wardani, Mohamad Kasyfi Fitra, Naswhan Ihsan Fazil, Reza Dovi Saputra, Rifki Putri Mahbubati, Amelia Arista Putri, Fathi Yakan Muntazari, Evan Aksara, Akhmad Maulana Subkhi, Ragil Susanto, Kiki Rizki Pramanda, Bayu Chandra Kumara, Syarifah Khamsiawi, Devi Permatasari, Maulida Hazana, Muhammad Fatur Al Bashori, Muhammad Syahidul Mubarok, Yoska Pranata, Ari Prasatyo, Muhammad Naufal, Rima Sulistya Ningsih, Tri Prasetyo, Slamet Arifin, Alif Maulana, Galang Pambudi Anggara, Viddya Dwi Pradianty, Pri Anugrah, Puspita Septi Maharani, Anisati Sauma N, Bagus Haryo W, Septi Nugrahaini, Martina Ernaningsih, Fajar Adhi K, Haris Sugiharto, Intan Permatasari, Lisa Karunias Jati, Ravi Setya Ayu, Pratiwi Yunita Dwi Rahmawati, Wahyu Sugiharto, Yunia Rahmah, Galuh Ratnatika, Muhammad Aulia Rahman, Sintha Puspitaningrum, M.Bimo Aprilianto. Editor: Fajar Junaedi, Bayu Chandra Kumara, Erwin Rasyid, Galuh Ratnatika, Maharani Dwi Kusuma Wardani, M.Bimo Aprilianto Kata Pengantar : Fajar Junaedi Filosa Gita Sukmono Perancang Sampul: ? Ilustrasi Isi: All Editor Penata Letak: Ibnu Teguh W Pertama kali diterbitkan: Pertama kali diterbitkan oleh Mahasiswa peserta kelas Hukum Media Massa Program Studi Ilmu Komunikasi UMY tahun ajaran 2014/2015.
    [Show full text]
  • BAB III METODOLOGI PENCIPTAAN 3.1 Metodelogi Penelitian Dalam
    BAB III METODOLOGI PENCIPTAAN 3.1 Metodelogi penelitian Dalam pembuatan film Tugas Akhir ini, metode penelitian yang digunakan ialah penelitian secara kualitatif, dimana penelitian kualitatif merujuk pada penalaran baik secara tesktual maupun secara visual. Menurut Sugiyono (2008), Penelitian kualitatif mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel. Melalui metode kualitatif ini akan dicari hal-hal yang berkaitan dengan Film Pendek, Bullying, Thriller dan Super Wide. Secara garis besar terdapat empat teknik memperoleh data secara kualitatif, yakni studi literatur, wawancara, observasi, serta studi eksisting. Dalam Tugas Akhir ini penulis melakukan penelitian melalui studi literatur, observasi dan wawancara. Setelah semua data ditemukan selanjutnya akan dikaji guna mendapatkan kesamaan. Hal-hal yang sama berikutnya akan dijadikan instrumen kunci atau keyword. 3.2 Objek Penelitian Dalam tahap ini dijelaskan objek penelitian yang mennjadi bahasan utama dalam pembuatan Tugas Akhir. Objek yang akan diteliti adalah bullying dengan fokus bullying secara verbal. Tidak semua jenis bullying akan diteliti dikarenakan dapat mengakibatkan melebarnya pembahasan. Sumber utama objek penelitian ini ialah bullying secara verbal. Target yang diteliti pada penelitian ini adalah remaja 20 21 perkotaan yang sedang mengeyam pendidikan digolongan Sekolah Mengah Atas dan Mahasiswa. 3.3 Lokasi Tempat yang ditujuh untuk melakukan penelitian mencakup wilayah kota- kota besar di Jawa Timur seperti Surabaya, Gresik, dan Malang. Kota tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian dikarenakan mewakili kota besar dimana pertumbuhan dan perkembangan yang banyak teridentifikasi banyaknya pembullyan dikalangan remaja. 3.4 Sumber Data Dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini data sangat penting, agar laporan dapat dipertanggung jawabkan dan akurat. Sumber data pada laporan ini diperoleh dari buku-buku atau studi literatur.
    [Show full text]
  • BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN Bab Ini Berisi
    56 BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN Bab ini berisi pembahasan mengenai Kota Semarang secara umum, karaketeristik responden, profil perusahaan secara umum dan gambaran mengenai iklan Grab versi #OVOmatis sebagai objek penelitian. Profil Grab yang akan disampaikan dalam bab ini bertujuan untuk memberikan pandangan kepada pembaca tentang perusahaan dan iklan yang menggunakan brand ambassador serta E-wom yang sengaja dibentuk oleh Grab dalam masyarakat. 2.1 Gambaran Umum Transportasi Online Kota Semarang 2.1.1 Peta Persebaran Pengemudi Transportasi Online Dari hasil penelitian Muhammad Hendar, T. dan R. A. (2018) menyatakan bahwa ruang persebaran ruang pengemudi diketahui dengan melihat asal tempat tinggal pengemudi. Persebaran ruang pengemudi transportasi online di Kota Semarang menyebar pada seluruh 16 Kecamatan. Dari data yang diperoleh di lapangan transportasi online banyak terdapat di Kecamatan Banyumanik dan Kecamatan Semarang Timur. Menurut Muhammad Hendar, T. dan R. A. (2018) hal ini berkaitan dengan penggunaan lahan dan jumlah penduduk usia kerja yang ada pada wilayah tersebut. Penggunaan lahan sebagai permukiman dan banyaknya jumlah usia kerja akan menentukan intensitas jumlah 57 pengemudi pada daerah tersebut, seperti yang terlihat pada Gambar 2.1. Gambar 2.1 Peta Persebaran Pengemudi Transportasi Online di Semarang Sumber : Muhammad Hendar, T. dan R. A. (2018) 2.1.2 Peta-Peta Tujuan Pengemudi Transportasi Online Pengemudi transportasi online pasti mempunyai daftar daerah-daerah yang menurut mereka berpotensi tinggi untuk mendapatkan pelanggan dengan cepat. Biasanya daerah-daerah tersebut ada di tengah kota atau di pusat keramaian seperti pasar, mall atau lingkungan kampus. Di tempat-tempat itulah biasanya pengemudi akan mendapatkan pendapatan yang lebih banyak dibanding tempat tinggal pengemudi.
    [Show full text]
  • Indonesia 23/25-09-2016 Roma SPAZIO ALFIERI Via Dell’Ulivo 6, Firenze
    Con il patrocinio di: Ambasciata della Repubblica di Indonesia 23/25-09-2016 Roma SPAZIO ALFIERI via dell’Ulivo 6, Firenze FESTIVAL DEL CINEMA D’ indonesia WWW.QUELLIDELLACOMPAGNIA.IT WWW.SPAZIOALFIERI.IT INGRESSO LIBERO “L’ARCIPELAGO, AVEVA UN FASCINO DUREVOLE. NON È FACILE LIBERARSI DALLA MAGIA DELLA VITA SU QUELLE ISOLE” (Joseph Conrad, “Vittoria”, Garzanti, 2009, p. 75). IMI – Indonesia meets Italy L’associazione no profit “IMI – Indonesia meets Italy” nasce per un amore profondo verso la parte più autentica dell’Indonesia. Quella che, ad avviso di chi scrive, ne contraddistingue l’intima essenza. Ossia l’assoluta onestà, generosità ed affidabilità d’animo. Intento dell’associazione IMI è quello di custodire e promuovere tale carattere che, duole constatarlo, si avvia all’estinzione anche in Indonesia, nella affanno- sa corsa alla globalizzazione. La differenza, da sempre, la fanno le persone. CALENDARIO GIOVEDÌ 22 SETTEMBRE SABATO 24 SETTEMBRE ORE 19:30 Cena Indonesiana a cura della Chef ORE 18.00 “Turis Romantis“ Linda Sangalli, ristorante “I Cinque Sensi” di Senoaji Julius (Indonesia 2015 - 92') Anteprima europea via Pier Capponi, 3 - Firenze ORE 19.00 Indonesian Aperi-Cena info e prenotazioni: 055 500 0315 “I Cinque Sensi” (via Pier Capponi, 3 - Firenze) a cura della Chef Linda Sangalli ORE 21.00 Performance - Danza Saman di Aceh VENERDÌ 23 SETTEMBRE ORE 21.30 “Jingga“ di Lola Amaria (Indonesia 2016 - 102') ORE 21.00 Inaugurazione Festival Anteprima europea - Sarà presente la regista Ospite d'onore la cantante Anggun che si esibirà con Simone Basile (Conservatorio Cherubini di Firenze). ORE 21.30 “Filosofi Kopi” DOMENICA 25 SETTEMBRE di A.
    [Show full text]
  • LAAPFF 2017 Catalog
    LOS ANGELES ASIAN PACIFIC FILM FESTIVAL LOS ANGELES ASIAN PACIFIC FILM FESTIVAL APRIL 27 - MAY 4 presented by Visual Communications #LAAPFF2017 • 1 THEATER & PROGRAM SCHEDULE VENUE LEGEND ARATANI TAT 7:00 PM | 84 MINS WILDEST IMAGINATION Aratani Theatre @ THURS APRIL 27 Japanese American DTIND 7:00 PM | 124 MINS THREE SASSY SISTERS EGY 7:00 PM | 101 MINS BETTER LUCK TOMORROW Cultural & FRI APRIL 28 ARATANI 8:00 PM | 94 MINS GOOK Community Center DTIND 10:00 PM | 88 MINS TOKYO IDOLS TAT 4:00 PM | 79 MINS RELOCATION, ARKANSAS- ART AFTERMATH OF INCARCERATION SUN APRIL 30 Art Share L.A. DTIND 11:30 AM | 100 MINS CINE-DIORAMA DTIND 6:00 PM | 92 MINS I GOT YOU, FAM CGV TAT 6:30 PM | 49 MINS HBO APA VISIONARIES CGV3 11:30 AM | 88 MINS WINDOW HORSES CGV Cinemas ARATANI 8:00 PM | 113 MINS I CAN, I WILL, I DID TAT 12:00 PM | 81 MINS THE BIG PICTURE, IN BITE-SIZED Koreatown CHUNKS - APAS AND TAT 8:30 PM | 78 MINS RESISTANCE AT TULE LAKE CGV-BP DTIND 8:30 PM | 105 MINS BY THE TIME IT GETS DARK WEBISODIC SERIES CGV Cinemas DTIND 11:00 PM | 96 MINS YELLOW JANM 12:00 PM | 75 MINS C3 PANEL - BUZZFEED: “IMPACT Buena Park AND VISIBILITY ON THE DIGITAL SAT APRIL 29 DGA TAT 10:00 AM | 45 MINS ITSY BITSY SHORTS FRONTIER AND BEYOND” Directors Guild DTIND 11:30 AM | 84 MINS PINK HOUSE, PINK HOME CGV3 1:45 PM | 87 MINS THE SUM OF MY MEMORY of America JANM 1:45 PM | 75 MINS C3 PANEL - WRITERS GUILD OF TAT 11:30 AM | 62 MINS FROM VISION TO REEL DTIND JANM 12:00 PM | 75 MINS C3 PANEL - DIRECTORS GUILD OF AMERICA,WEST: “WOMEN ON TOP: Downtown AMERICA: “DIRECTING HORROR & MEET THE CREATIVE FORCES Independent BEHIND MARVEL’S AGENTS OF GENRE” EGYPT JANM 1:45 PM | 75 MINS C3 PANEL - MOTION PICTURE S.H.I.E.L.D., QUEEN OF THE SOUTH, The Egyptian Theatre AND QUEEN SUGAR” EDITORS GUILD: “EDITING FOR GEF DTIND 2:00 PM | 94 MINS MOTHERLAND ANIMATION AND STOP MOTION” Geffen Contemporary DTIND 2:00 PM | 96 MINS MIXED MATCH ARATANI 2:00 PM | 81 MINS DIGITAL HISTORIES 2017: at MOCA PAST INFORMS THE FUTURE TAT 2:00 PM | 57 MINS WET SAND: VOICES FROM L.A.
    [Show full text]
  • A Textual Analysis of Arisan! 2 (2011)
    The Performativity of Non-Heterosexual Subjects: A Textual Analysis of Arisan! 2 (2011) Shita Dewi Ratih Permatasari Lecturer of English Literature Program, Faculty of Social Sciences and Humanities, Universitas Pakuan, Indonesia Abstract In Indonesia, homosexuality is still perceived as problems mostly related to “moral” decadency even though it has long been deep-rooted and practiced in many parts of the archipelago. In contemporary Indonesia, two opposing discourses have been voiced. Those opposing homosexuality have been actively promoting their objection to the growth of this alternative sexuality while others keep campaigning the countering discourses to include these non- heterosexual subjects. Arisan 2 is Nia Dinata’s film which portrays the life of non-heterosexual subjects in urban context. As a cultural product, a film is inseparable from certain dominant ideology. Through textual analysis and cultural studies perspective as well as Butler’s performativity, the objective of this paper is to explore the performativity of the non-heterosexual characters in the film and how they negotiate their sexuality. This paper also aims to analyse how their sexualities are articulated within heteronormativity as the dominant ideology. Keywords: representation, non-heterosexual subjects, sexuality, performativity Introduction In the contemporary Indonesia, the issue of the non-normative gender and sexuality has been popular after the downfall of Soeharto’s New Order (1966-1998) (Murtagh, 2017). Since the rebirth of Indonesian movie industry, a number of movies have been screening the subjectivities of alternative sexualities particularly gay and lesbian. In addition, the reformasi era has become the starting point for the development of Q! Film Festival, the largest gay and lesbian films in Asia.
    [Show full text]
  • PRESS RELEASE Official Trailer 'Gundala' Diluncurkan, Siap Tayang Di Seluruh Indonesia 29 Agustus 2019
    PRESS RELEASE UNTUK SEGERA DISIARKAN Official Trailer ‘Gundala’ Diluncurkan, Siap Tayang Di Seluruh Indonesia 29 Agustus 2019 ‘Gundala’ patriot pertama dalam jagat sinema Bumilangit (Jakarta, 20 Juli 2019) Sebulan menjelang tayangnya film „Gundala‟ pada 29 Agustus, pada hari ini diluncurkan official trailer di kanal YouTube Screenplay Films dan We the Fest 2019. Film yang ditulis skenarionya dan disutradarai oleh Joko Anwar ini menjadi patriot pertama dalam Jagat Sinema Bumilangit, jalinan film-film tentang Jagoan dan Pendekar dari cergam Indonesia legendaris. Dalam trailer film „Gundala‟ yang berdurasi dua menit, keseruan aksi tiada habisnya terlihat. Gundala diperlihatkan bertarung dengan berbagai tipe penjahat, dengan kekuatan petirnya ia menghajar mereka satu per satu. Makin bikin penasaran karena di trailer ini sudah dapat dilihat bagaimana Gundala beraksi ketika memakai kostum. Dunia sinematik khas Joko yang sudah teruji di berbagai film juga membuat trailer ini semakin mendebarkan. Rasanya layak jika film ini menjadi salah satu film paling diantisipasi untuk ditonton di bioskop selama 2019. Film „Gundala‟ berkisah tentang Sancaka yang telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya sendiri. Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas. Gundala, karakter ciptaan Hasmi yang tahun ini telah memasuki tahun ke-50 sejak peluncurannya pertama kali adalah salah satu tokoh jagoan yang dicintai berbagai generasi. Abimana Aryasatya didapuk untuk memerankan karakter berkekuatan petir yang bernama asli Sancaka tersebut. Di film „Gundala‟ terbaru, Gundala akan melawan Pengkor, musuh bebuyutannya yang diperankan oleh Bront Palarae.
    [Show full text]
  • Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan 2020
    ANALISIS ISI PESAN MORAL FILM “GUNDALA”KARYA JOKO ANWAR SKRIPSI Oleh : GUNAWAN PRATAMA NPM 1603110167 Program Studi Ilmu Komunikasi FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA MEDAN 2020 1 2 3 4 KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil’alaminn, puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat tersusun hingga selesai. Salam dan shalawat tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahualaihiwassalam yang telah membawa kabar tentang ilmu pengetahuan kepada umatnya yang berguna untuk kehidupan didunia dan akhirat kelak. Skripsi merupakan salah satu syarat wajib untuk menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Skripsi ini berisikan “Analisis Isi Pesan Moral Film “Gundala” Karya Joko Anwar”, skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, karena dalam proses penyelesaiannya tidak sedikit kesulitan dan hambatan dalam penyusunan skripsi ini. Dalam kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada banyak pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini, peneliti menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini tidak akan mungkin terselesaikan tanpa doa, usaha, bimbingan, dan juga arahan dari berbagai pihak. Untuk itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Kedua orang tua tercinta . Alm. Ikhsan SE dan Ibunda Sofia yang telah membesarkan, mendidik, memberi dukungan moral maupun materi, nasehat serta lantunan doa. Sehingga anakmu mampu menyelesaikan skripsi ini. i 2. Bapak Dr. Agussani, MAP selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. 3. Bapak Puji Santoso, S.S.,M.SP selaku Dosen Pembimbing dan selaku Dosen Pembimbing yang selalu membimbing, medidik, mendukung, dan memberikan masukan dalam penyelesaian skripsi ini. 4. Bapak Dr. Arifin Saleh, S.Sos.,MSP selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
    [Show full text]
  • PRESS RELEASE 'Gundala' Film Paling Ditunggu Tahun Ini Tayang
    PRESS RELEASE UNTUK SEGERA DISIARKAN 'Gundala' Film Paling Ditunggu Tahun Ini Tayang di Bioskop, Bukti Indonesia Punya Talenta-Talenta Luar Biasa Jagoan Indonesia yang jadi patriot pertama di Jagat Sinema Bumilangit siap menghibur masyarakat Indonesia (Jakarta, 28 Agustus 2019) Setelah melalui proses pembuatan dua tahun, akhirnya film „Gundala‟ siap tayang di bioskop seluruh Indonesia. Antusiasme tinggi masyarakat mengawal kehadiran sang Patriot Pertama dari Jagat Sinema Bumilangit di layar lebar. Film yang disutradarai dan ditulis skenarionya oleh Joko Anwar ini menjanjikan aksi yang seru dengan hati yang besar. Film „Gundala‟ bercerita tentang Sancaka telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya sendiri. Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas. Sebagai film yang dimaksudkan untuk membuka Jagat Sinema Bumilangit, film ini diisi oleh talenta terbaik Indonesia juga Malaysia. Mulai dari belakang layar sampai depan layar. Aktor- aktor yang tampil di film „Gundala‟ adalah Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Tara Basro, Ario Bayu, Rio Dewanto, Marissa Anita, Muzakki Ramdhan, Cecep Arif Rahman, Lukman Sardi, Faris Fadjar, Hannah Al Rashid, Kelly Tandiono, Andrew Sulaiman, Asmara Abigail, Zidni Hakim, Putri Ayudya, Dimas Danang, Ari Tulang, Rendra Bagus Pamungkas, Dea Panendra, Della
    [Show full text]
  • International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding (IJMMU) Vol
    Comparative Study of Post-Marriage Nationality Of Women in Legal Systems of Different Countries http://ijmmu.com [email protected] International Journal of Multicultural ISSN 2364-5369 Volume 6, Issue 6 and Multireligious Understanding December, 2019 Pages: 901-908 The Performativity of Non-Heterosexual Subjects: A Textual Analysis of Arisan! 2 (2011) Shita Dewi Ratih Permatasari Lecturer of English Literature Program, Faculty of Social Sciences and Humanities, Universitas Pakuan, Indonesia http://dx.doi.org/10.18415/ijmmu.v6i6.1464 Abstract In Indonesia, homosexuality is still perceived as problems mostly related to “moral” decadency even though it has long been deep-rooted and practiced in many parts of the archipelago. In contemporary Indonesia, two opposing discourses have been voiced. Those opposing homosexuality have been actively promoting their objection to the growth of this alternative sexuality while others keep campaigning the countering discourses to include these non-heterosexual subjects. Arisan 2 is Nia Dinata’s film which portrays the life of non-heterosexual subjects in urban context. As a cultural product, a film is inseparable from certain dominant ideology. Through textual analysis and cultural studies perspective as well as Butler’s performativity, the objective of this paper is to explore the performativity of the non-heterosexual characters in the film and how they negotiate their sexuality. This paper also aims to analyse how their sexualities are articulated within heteronormativity as the dominant ideology. Keywords: Representation; Non-Heterosexual Subjects; Sexuality; Performativity Introduction In the contemporary Indonesia, the issue of the non-normative gender and sexuality has been popular after the downfall of Soeharto’s New Order (1966-1998) (Murtagh, 2017).
    [Show full text]
  • Versi Atiqah Hasiholan'' Di Televisi (Analisis Semiotika
    MAKNA CANTIK DALAM IKLAN KOSMETIK MARCKS’ VENUS “VERSI ATIQAH HASIHOLAN’’ DI TELEVISI (ANALISIS SEMIOTIKA ROLLAND BARTHES) SKRIPSI Oleh : SITA DEVI MELINA NIM. 211014014 Pembimbing: MUHAMAD NURDIN, M.AG NIP. 197604132005011001 JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO 2019 i MAKNA CANTIK DALAM IKLAN KOSMETIK MARCKS’ VENUS “VERSI ATIQAH HASIHOLAN’’ DI TELEVISI (ANALISIS SEMIOTIKA ROLLANDS BARTHES) SKRIPSI Diajukan untuk Melengkapi Sebagian Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pogram Strata Satu (S-1) pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Sita Devi Melina NIM. 211014014 Pembimbing: Muhamad Nurdin, M.Ag NIP. 197604132005011001 JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO 2019 ii iii iv v PERSEMBAHAN Syukur Alhamdulillah, suatu kata yang indah untuk diutarakan kepada Allah SWT, dengan rahmat-Nya peneliti bisa menyelesaikan karya ilmiah ini dengan sebaik mungkin. Karya ilmiah ini peneliti persembahkan kepada : 1. Bapak Misman dan Ibu Manis Maryuni sebagai kedua orang tua penulis. Saya ucapkan beribu-ribu terimakasih kepada kedua orang tua saya yang tercinta, terima kasih atas semua doa, kasih sayang, materi, dukungan, cinta kasih dan segala hal yang tidak akan bisa saya ungkapkan. Terima kasih banyak atas segala kesabaran dan pengertianya selama ini. I love you to the moon and back, bapak, ibuk. 2. Adek saya tercinta Iqbal Danis Kurniawan, kakak saya tercinta Miftahul Huda serta sahabat saya tercinta Poppy Aprilia dan Sandi Ardiyana terimakasih banyak atas doa, semangat dan motivasi untuk segera menyelesaikan karya ilmiah ini. 3. Sahabat serta teman-teman saya ucapkan terimakasih atas dukungan dan semangatnya untuk mengerjakan karya ilmiah ini, serta selalu mengingatkan saya ketika malas pada waktu pengerjaan karya ilmiah.
    [Show full text]
  • PRESS RELEASE 'Gundala' Siap Mengguncang Bioskop 29 Agustus, Rilis Poster Baru Yang Penuh Petunjuk Cerita
    PRESS RELEASE UNTUK SEGERA DISIARKAN ‘Gundala’ Siap Mengguncang Bioskop 29 Agustus, Rilis Poster Baru Yang Penuh Petunjuk Cerita Menampilkan Abimana Aryasatya sebagai Gundala dan juga Tara Basro, Bront Palarae (Jakarta, 28 Mei 2019) Bumilangit Studios, Screenplay Films bekerja sama dengan Legacy Pictures merilis poster terbaru „Gundala‟, jagoan kebanggaan Indonesia yang ditulis skenarionya dan disutradarai oleh Joko Anwar. Gundala, karakter komik yang diciptakan oleh Hasmi akan menyapa penonton Indonesia pada 29 Agustus 2019. Poster terbaru „Gundala‟ menampilkan Gundala dalam pose keren dengan kostum yang sudah dipakai. Kalau sebelumnya, kostum tak terlihat terlalu jelas, kini bisa melihat langsung bagaimana jagoan Indonesia tersebut dalam kostum awal yang dipakai dalam film. Bukan hanya informasi tersebut, poster ini juga penuh petunjuk tentang cerita dan karakter-karakter dalam film „Gundala‟. Dapat terlihat banyak orang berdiri dari kejauhan atas atap melihat sosok Gundala. Siapakah mereka? Tunggu jawabannya. Di bulan April 2019, teaser trailer „Gundala‟ telah diluncurkan. Secara perlahan, para aktor aktris keren Indonesia yang muncul di film „Gundala‟ terungkap. Kalau sebelumnya ada Abimana Aryasatya, Muzakki Ramdhan, Tara Basro, dan Bront Palarae. Kini terlihat juga Rio Dewanto, Marissa Anita, sampai Ario Bayu. Seperti yang terlihat di poster, sebenarnya masih banyak lagi yang akan diumumkan perannya dalam film „Gundala‟. Salah satu bocoran pemeran yang akan muncul adalah Cecep Arif Rahman, aktor Indonesia yang baru saja main di film John Wick 3. Kang Cecep, begitu biasa dipanggil, merupakan koreografer dan salah seorang pemeran penjahat di film „Gundala‟. Sebagai koreografer, ia banyak mengkreasi adegan action dalam film sesuai arahan Joko Anwar. Uniknya, kontribusi Kang Cecep tak sampai disitu. Anaknya Faris Fadjar juga ikut muncul di film.
    [Show full text]