A Textual Analysis of Arisan! 2 (2011)
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
The Cultural Traffic of Classic Indonesian Exploitation Cinema
The Cultural Traffic of Classic Indonesian Exploitation Cinema Ekky Imanjaya Thesis submitted for the degree of Doctor of Philosophy University of East Anglia School of Art, Media and American Studies December 2016 © This copy of the thesis has been supplied on condition that anyone who consults it is understood to recognise that its copyright rests with the author and that use of any information derived there from must be in accordance with current UK Copyright Law. In addition, any quotation or extract must include full attribution. 1 Abstract Classic Indonesian exploitation films (originally produced, distributed, and exhibited in the New Order’s Indonesia from 1979 to 1995) are commonly negligible in both national and transnational cinema contexts, in the discourses of film criticism, journalism, and studies. Nonetheless, in the 2000s, there has been a global interest in re-circulating and consuming this kind of films. The films are internationally considered as “cult movies” and celebrated by global fans. This thesis will focus on the cultural traffic of the films, from late 1970s to early 2010s, from Indonesia to other countries. By analyzing the global flows of the films I will argue that despite the marginal status of the films, classic Indonesian exploitation films become the center of a taste battle among a variety of interest groups and agencies. The process will include challenging the official history of Indonesian cinema by investigating the framework of cultural traffic as well as politics of taste, and highlighting the significance of exploitation and B-films, paving the way into some findings that recommend accommodating the movies in serious discourses on cinema, nationally and globally. -
Analisis Semiotika Pesa Setan Seri Pert Jurusan Komuni Fakultas Institut Aga Isis Semiotika Pesan Dakwah Dalam Film Pengabd Seta
ANALISIS SEMIOTIKA PESAN DAKWAH DALAM FILM PENGABDI SETAN SERI PERTAMA KARYA JOKO ANWAR SKRIPSI Oleh : ZIAN NABILA NIM : 211014022 Pembimbing Dr. M. Irfan Riyadi, M. Ag 196601102000031001 JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB, DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO 2018 ABSTRAK Nabila, Zian. 2018. Analisis Semiotika Pesan Dakwah Dalam Film Pengabdi Setan Seri Pertama Karya Joko Anwar. Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Islam (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. M. Irfan Riyadi, M. Ag. Kata kunci : Film Pengabdi Setan, Semiotika, Pesan Dakwah. Di zaman modern seperti sekarang ini memang tidak bisa lepas dari media massa. Media massa menjadi fenomena dan trend tersendiri yang cukup menarik serta mempunyai ciri khas masing-masing dalam menyampaikan berbagai pesan dan informasi. Dari sekian banyak media massa, film merupakan media massa yang digandrungi oleh banyak kalangan, sebab ia merupakan audio visual yang dapat dinikmati di manapun dan kapan pun saja. Selain itu, film juga sebagai media dakwah yang sangat efektif, karena memiliki banyak keuntungan yang bisa dicapai. Salah satunya adalah film pengabdi setan karya Joko Anwar. Film tersebut memperingatkan kepada penonton tentang bagaimana seharusnya cara menjalani sebuah kehidupan yang benar sesuai dengan ajaran Islam. Adapun penggambaran yang paling menonjol dalam film ini adalah mengenai perbuatan syirik (menyekutukan Allah). Dalam penelitian ini masalah yang diteliti adalah (1) Bagaimana makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam film pengabdi setan, (2) Pesan dakwah apa saja yang terkandung dalam film pengabdi setan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan metode semiotika, maksudnya penulis meneliti film pengabdi setan dengan menganalisis simbol-simbol, dalam hal ini pesan-pesan dakwah yang terkandung di dalamnya, baik dalam makna denotatif, konotatif maupun mitos. -
Mengungkap Kebohongan Program Televisi Di Indonesia
BELIEVE Mengungkap Kebohongan Program Televisi di Indonesia i ii BELIEVE Mengungkap Kebohongan Program Televisi di Indonesia Kata Pengantar : Fajar Junaedi Filosa Gita Sukmono Editor: Fajar Junaedi, Bayu Chandra Kumara, Erwin Rasyid, Galuh Ratnatika, Maharani Dwi Kusuma Wardani, M.Bimo Aprilianto iii Believe Mengungkap Kebohongan Program Televisi di Indonesia Hak cipta pada para penulis dan dilindungi oleh Undang-undang (All Rights Reserved) Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit, halaman xvI + 348; 15,5 x 23,5 cm ISBN : 978-6027-636-81-1 Cetakan Pertama, 2015 Penulis: Aisyah Aprilinda R, Afran Irfan, Hesti Susliowati, Nisa Akmala, Mohamad Nurul Pamungkas, Erwin Rasyid, Maharani Dwi Kusuma Wardani, Mohamad Kasyfi Fitra, Naswhan Ihsan Fazil, Reza Dovi Saputra, Rifki Putri Mahbubati, Amelia Arista Putri, Fathi Yakan Muntazari, Evan Aksara, Akhmad Maulana Subkhi, Ragil Susanto, Kiki Rizki Pramanda, Bayu Chandra Kumara, Syarifah Khamsiawi, Devi Permatasari, Maulida Hazana, Muhammad Fatur Al Bashori, Muhammad Syahidul Mubarok, Yoska Pranata, Ari Prasatyo, Muhammad Naufal, Rima Sulistya Ningsih, Tri Prasetyo, Slamet Arifin, Alif Maulana, Galang Pambudi Anggara, Viddya Dwi Pradianty, Pri Anugrah, Puspita Septi Maharani, Anisati Sauma N, Bagus Haryo W, Septi Nugrahaini, Martina Ernaningsih, Fajar Adhi K, Haris Sugiharto, Intan Permatasari, Lisa Karunias Jati, Ravi Setya Ayu, Pratiwi Yunita Dwi Rahmawati, Wahyu Sugiharto, Yunia Rahmah, Galuh Ratnatika, Muhammad Aulia Rahman, Sintha Puspitaningrum, M.Bimo Aprilianto. Editor: Fajar Junaedi, Bayu Chandra Kumara, Erwin Rasyid, Galuh Ratnatika, Maharani Dwi Kusuma Wardani, M.Bimo Aprilianto Kata Pengantar : Fajar Junaedi Filosa Gita Sukmono Perancang Sampul: ? Ilustrasi Isi: All Editor Penata Letak: Ibnu Teguh W Pertama kali diterbitkan: Pertama kali diterbitkan oleh Mahasiswa peserta kelas Hukum Media Massa Program Studi Ilmu Komunikasi UMY tahun ajaran 2014/2015. -
Reconfiguring Ideal Masculinity: Gender Politics in Indonesian Cinema
Reconfiguring Ideal Masculinity: Gender Politics in Indonesian Cinema Evi Eliyanah A thesis submitted for the degree of Doctor of Philosophy Australian National University February 2019 © Copyright Evi Eliyanah All Rights Reserved I declare that the work presented in this thesis is my own. Where information has been derived from other sources, I confirm that this has been indicated in the thesis. Signed: 12 February 2019 Word Count: 77,081 Two roads diverged in a wood, and I— I took the one less travelled by, And that has made all the difference. Robert Frost, The Road Not Taken For Fadli. Thanks for being with me in travelling the less trodden path. Acknowledgements Praise to Allah, the Lord Almighty that I can finally get to the end of the tunnel. This thesis will never be in its final version without the constant support, confidence, and intellectually rigorous feedback and inspiration from my supervisor: Prof Ariel Heryanto. He was the one who convinced me that I could do a PhD, something previously unthinkable. He was also the one who convinced me to work in an area which I had never trodden before: masculinities. But, Robert Frost said that the road less travelled has ‘made all the difference’. It did and will always do so. My most sincere appreciation also goes to my two other highly supportive supervisors: Dr Ross Tapsell and Dr Roald Maliangkaij. Their confidence in me, intellectual insights and support have helped me build my self-confidence. They are just exceptionally kind and supportive. I would also like to thank Prof Kathryn Robinson for countless hours of fruitful discussion on masculinities in Indonesia and theories of masculinities. -
INTERVIEW: JOKO ANWAR for This Edition of IMAJI, We Conducted a Deep Interview with Joko Anwar, Had a Peek at His Childhood
INTERVIEW: JOKO ANWAR For this edition of IMAJI, we conducted a deep interview with Joko Anwar, had a peek at his childhood and reviewed his creative processes in filmmaking. Joko Anwar is a household name in Indonesia, well-known to the public as one of the country’s celebrated film directors. His movies include Janji Joni (2005), Modus Anomali (2012), Pintu Terlarang (2009), and Perempuan Tanah Jahanam (2019). (Source: www.instagram.com/jokoanwar ) What happened in your youth that made you to want to be a filmmaker? I was born and raised in an environment not conducive for a kid to learn and grow. All my life lessons I got from watching films. I became very familiar with movie theaters from since I was 5 and went to watch movies by myself from since I was 7. When I came to know that films had somebody who made them, at around 10, that was when I decided I wanted to be a filmmaker. Today, people can learn to make films by watching audiovisual products on YouTube. What are the fundamental requirements to be a filmmaker in your view? A movie provides a rewarding viewing experience if it successfully makes the audience want to willingly enter the universe constructed by the filmmaker and follow each character’s journey. I am convinced only a filmmaker with a rich life perspective can do this. A filmmaker does not have to be wise nor know the answer to all life’s questions, but rather understands that people learn from peeking into somebody else’s life. -
BAB III METODOLOGI PENCIPTAAN 3.1 Metodelogi Penelitian Dalam
BAB III METODOLOGI PENCIPTAAN 3.1 Metodelogi penelitian Dalam pembuatan film Tugas Akhir ini, metode penelitian yang digunakan ialah penelitian secara kualitatif, dimana penelitian kualitatif merujuk pada penalaran baik secara tesktual maupun secara visual. Menurut Sugiyono (2008), Penelitian kualitatif mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel. Melalui metode kualitatif ini akan dicari hal-hal yang berkaitan dengan Film Pendek, Bullying, Thriller dan Super Wide. Secara garis besar terdapat empat teknik memperoleh data secara kualitatif, yakni studi literatur, wawancara, observasi, serta studi eksisting. Dalam Tugas Akhir ini penulis melakukan penelitian melalui studi literatur, observasi dan wawancara. Setelah semua data ditemukan selanjutnya akan dikaji guna mendapatkan kesamaan. Hal-hal yang sama berikutnya akan dijadikan instrumen kunci atau keyword. 3.2 Objek Penelitian Dalam tahap ini dijelaskan objek penelitian yang mennjadi bahasan utama dalam pembuatan Tugas Akhir. Objek yang akan diteliti adalah bullying dengan fokus bullying secara verbal. Tidak semua jenis bullying akan diteliti dikarenakan dapat mengakibatkan melebarnya pembahasan. Sumber utama objek penelitian ini ialah bullying secara verbal. Target yang diteliti pada penelitian ini adalah remaja 20 21 perkotaan yang sedang mengeyam pendidikan digolongan Sekolah Mengah Atas dan Mahasiswa. 3.3 Lokasi Tempat yang ditujuh untuk melakukan penelitian mencakup wilayah kota- kota besar di Jawa Timur seperti Surabaya, Gresik, dan Malang. Kota tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian dikarenakan mewakili kota besar dimana pertumbuhan dan perkembangan yang banyak teridentifikasi banyaknya pembullyan dikalangan remaja. 3.4 Sumber Data Dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini data sangat penting, agar laporan dapat dipertanggung jawabkan dan akurat. Sumber data pada laporan ini diperoleh dari buku-buku atau studi literatur. -
Analisis Perkembangan Film Komedi Indonesia
Journal of Communication (Nyimak) Vol. 1, No. 2, September 2017, pp. 189-195 P-ISSN 2580-3808, E-ISSN 2580-3832 Analisis Perkembangan Film Komedi Indonesia Rizky Hafiz Chaniago Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia Email: [email protected] ABSTRAK Dalam sejarah perfilman Indonesia, film komedi mulai muncul pada dasawarsa 1950-an, bersamaan dengan diproduksinya film nasional pertama yang disutradarai Nya’ Abbas Akup. Film komedi Indonesia paling banyak diproduksi pada 1980-an dan sebagian besar dibintangi oleh grup yang menamai dirinya Warkop DKI. Dalam perkembangannya, film komedi di era 2000-an terbagi menjadi beberapa genre. Tulisan ini memaparkan sejarah perkembangan film komedi di Indonesia dalam tiga periode: era klasik (1960- 1970), era pertengahan (1980-1990) dan era milenium (2000-hingga kini). Kata Kunci: Perfilman Indonesia, komedi, sejarah film komedi Indonesia ABSTRACT In the history of Indonesian cinema, comedy films began appearing in the 1950s, along with the production of the first national film directed by Nya’ Abbas Akup. Indonesian comedy films were mostly produced in the 1980s and mostly starred by a group calling itself Warkop DKI. In its development, comedy films in the 2000s were divided into several genres. This paper describes the history of the development of comedy films in Indonesia in three periods: classical era (1960-1970), middle era (1980-1990) and millennium era (2000-up to present). Keywords: Indonesian movie, comedy, history of Indonesian comedy PENDAHULUAN Setelah beberapa kali mengalami fase jatuh-bangun, dunia perfilman komedi Indonesia kembali menemukan momentum kebangkitannya pada tahun 2000-an melalui film komedi bernuansa remaja. Beberapa film komedi yang menuai sukses tersebut antara lain Janji Joni, Get Married, 5 Sehat 4 Semputna, Tarix Jabrix dan lain-lain. -
Program Magister Ilmu Religi Dan Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
PLAGIATPLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI MEMANDANG LAKI-LAKI DALAM FILM KOMEDI DEWASA: Analisis Visual Quickie Express dengan Perspektif Psikoanalisis Thesis Untuk memenuhi persyaratan mendapat gelar Magister Humaniora (M.Hum.) di Program Magister Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Oleh: Maria Dovita 096322006 PROGRAM MAGISTER ILMU RELIGI DAN BUDAYA UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013 PLAGIATPLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIATPLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIATPLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa thesis berjudul: “Memandang Laki-Laki dalam Film Komedi Dewasa: Analisis Visual Quickie Express dengan Perspektif Psikoanalisis” merupakan hasil karya dan penelitian saya pribadi. Di dalam thesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi. Peminjaman karya sarjana lain adalah semata-mata untuk keperluan ilmiah sebagaimana diacu secara tertulis di dalam catatan kaki dan daftar pustaka. Yogyakarta, September 2013 Maria Dovita iii PLAGIATPLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Nama : Maria Dovita NIM : 096322006 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya -
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN Bab Ini Berisi
56 BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN Bab ini berisi pembahasan mengenai Kota Semarang secara umum, karaketeristik responden, profil perusahaan secara umum dan gambaran mengenai iklan Grab versi #OVOmatis sebagai objek penelitian. Profil Grab yang akan disampaikan dalam bab ini bertujuan untuk memberikan pandangan kepada pembaca tentang perusahaan dan iklan yang menggunakan brand ambassador serta E-wom yang sengaja dibentuk oleh Grab dalam masyarakat. 2.1 Gambaran Umum Transportasi Online Kota Semarang 2.1.1 Peta Persebaran Pengemudi Transportasi Online Dari hasil penelitian Muhammad Hendar, T. dan R. A. (2018) menyatakan bahwa ruang persebaran ruang pengemudi diketahui dengan melihat asal tempat tinggal pengemudi. Persebaran ruang pengemudi transportasi online di Kota Semarang menyebar pada seluruh 16 Kecamatan. Dari data yang diperoleh di lapangan transportasi online banyak terdapat di Kecamatan Banyumanik dan Kecamatan Semarang Timur. Menurut Muhammad Hendar, T. dan R. A. (2018) hal ini berkaitan dengan penggunaan lahan dan jumlah penduduk usia kerja yang ada pada wilayah tersebut. Penggunaan lahan sebagai permukiman dan banyaknya jumlah usia kerja akan menentukan intensitas jumlah 57 pengemudi pada daerah tersebut, seperti yang terlihat pada Gambar 2.1. Gambar 2.1 Peta Persebaran Pengemudi Transportasi Online di Semarang Sumber : Muhammad Hendar, T. dan R. A. (2018) 2.1.2 Peta-Peta Tujuan Pengemudi Transportasi Online Pengemudi transportasi online pasti mempunyai daftar daerah-daerah yang menurut mereka berpotensi tinggi untuk mendapatkan pelanggan dengan cepat. Biasanya daerah-daerah tersebut ada di tengah kota atau di pusat keramaian seperti pasar, mall atau lingkungan kampus. Di tempat-tempat itulah biasanya pengemudi akan mendapatkan pendapatan yang lebih banyak dibanding tempat tinggal pengemudi. -
Indonesia 23/25-09-2016 Roma SPAZIO ALFIERI Via Dell’Ulivo 6, Firenze
Con il patrocinio di: Ambasciata della Repubblica di Indonesia 23/25-09-2016 Roma SPAZIO ALFIERI via dell’Ulivo 6, Firenze FESTIVAL DEL CINEMA D’ indonesia WWW.QUELLIDELLACOMPAGNIA.IT WWW.SPAZIOALFIERI.IT INGRESSO LIBERO “L’ARCIPELAGO, AVEVA UN FASCINO DUREVOLE. NON È FACILE LIBERARSI DALLA MAGIA DELLA VITA SU QUELLE ISOLE” (Joseph Conrad, “Vittoria”, Garzanti, 2009, p. 75). IMI – Indonesia meets Italy L’associazione no profit “IMI – Indonesia meets Italy” nasce per un amore profondo verso la parte più autentica dell’Indonesia. Quella che, ad avviso di chi scrive, ne contraddistingue l’intima essenza. Ossia l’assoluta onestà, generosità ed affidabilità d’animo. Intento dell’associazione IMI è quello di custodire e promuovere tale carattere che, duole constatarlo, si avvia all’estinzione anche in Indonesia, nella affanno- sa corsa alla globalizzazione. La differenza, da sempre, la fanno le persone. CALENDARIO GIOVEDÌ 22 SETTEMBRE SABATO 24 SETTEMBRE ORE 19:30 Cena Indonesiana a cura della Chef ORE 18.00 “Turis Romantis“ Linda Sangalli, ristorante “I Cinque Sensi” di Senoaji Julius (Indonesia 2015 - 92') Anteprima europea via Pier Capponi, 3 - Firenze ORE 19.00 Indonesian Aperi-Cena info e prenotazioni: 055 500 0315 “I Cinque Sensi” (via Pier Capponi, 3 - Firenze) a cura della Chef Linda Sangalli ORE 21.00 Performance - Danza Saman di Aceh VENERDÌ 23 SETTEMBRE ORE 21.30 “Jingga“ di Lola Amaria (Indonesia 2016 - 102') ORE 21.00 Inaugurazione Festival Anteprima europea - Sarà presente la regista Ospite d'onore la cantante Anggun che si esibirà con Simone Basile (Conservatorio Cherubini di Firenze). ORE 21.30 “Filosofi Kopi” DOMENICA 25 SETTEMBRE di A. -
0..* 18+ 3 Doa 3 Cinta (2009) 3 Hari Untuk Selamanya 30 Hari Mencari Cinta 40 Hari Bangkitnya Pocong
0..* 18+ 3 Doa 3 Cinta (2009) 3 Hari untuk Selamanya 30 Hari Mencari Cinta 40 Hari Bangkitnya Pocong A Ada Apa dengan Bunga Ada Apa dengan Cinta? Ada Cinta Di Hati | 2010 | FTV Ada Hantu di Sekolah Ada Kamu, Aku Ada Affair (2010) Ai Lop Yu Pul Air Terjun Pengantin Akibat Pergaulan Bebas Alangkah Lucunya (negeri ini) Alexandria Anak Setan (2009) Anda Puas Saya Loyo Angker Batu Arisan Arisan Brondong (2010) ASAL TAHU SAJA [Benyamin S Movie] Asmara Dua Diana Asoy Geboy Ayat-ayat Cinta B Babad Tanah Leluhur Badai Pasti Berlalu Bahwa Cinta Itu Ada 2010 Bangkitnya si Mata Malaikat (1988) Bangku Kosong Bangsal 13 Banyu Biru Barbi3 Basah Bebek Belur Belahan Jiwa Belum Cukup Umur (2010) Benci Disko Berbagi Suami Best Friend Betty Bencong Selebor (1978) Bidadari Jakarta (2010) Bintang Kejora (1986) Bukan Cinta Biasa (2009) Bukan Malin Kundang Buruan Cium Gue Butterfly C Ca Bau Kan (2002) Capres (Calo Presiden)(2009) Catatan Akhir Sekolah Catatan Si Boy Chika Cinlok Cin(T)a Cinta 24 Karat Cinta dan Julia Cinta Pertama Cinta Setaman (2008) Cinta Silver Cinta untuk Cinta (2008) Cintaku Forever Cintaku Selamanya Cintapuccino Claudia/Jasmine Coblos Cinta Coklat Stroberi D D'Bijis D'Love 2010 Darah Janda Kolong Wewe Darah Perawan Bulan Madu (2009) Date with Danella (2009) Denias, Seandung di Atas Awan (2006) Detik Terakhir (2005) Dia Bukan Bayiku Doa yang Mengancam Drop Out Dukun Lintah 1981 E Ekspedisi Madewa El Meler Emak Ingin Naik Haji (2010) F Fiksi Film Horor (2007) From Bandung With Love G G30S PKI Gara Gara Bola Gara-Gara High Heels Garasi [2006] -
Analisis Semiotika Makna Islam Dalam Film Pengabdi Setan
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA ISLAM DALAM FILM PENGABDI SETAN Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos) Oleh: Dimas Lazuardy Abdullah NIM: 11140510000093 JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1440 H/2018 M ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA ISLAM DALAM FILM PENGABDI SETAN Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos) Oleh: Dimas Lazuardy Abdullah NIM. 11140510000093 Dosen Pembimbing, Dr. Ibnu Qoyim, MA NIP. 19541124 198403 1 002 JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1440 H/2018 M ABSTRAK 11140510000093. Dimas Lazuardy Abdullah, Analisis Semiotika Makna Islam dalam Film Pengabdi Setan. Film sampai saat ini masih dinilai sebagai media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan. Dalam tayangan film, terdapat penggambaran adegan yang mengandung berbagai macam makna dan pesan, baik itu pesan moral, sosial, hingga pesan dakwah keagamaan dsb. Film Pengabdi Setan merupakan salah satu film bergenre horor terlaris di industri film Indonesia. Film ini identik dengan alur cerita mistis yang seram dan menakutkan. Namun, di sisi lain film ini menampilkan hal yang berbeda dengan film-film horor sebelumnya yang kerap dibumbui adegan yang mengandung pornografi. Dalam film ini justru turut ditampilkan adegan yang mengandung makna dan nilai Islam. Berdasarkan latar belakang di atas, maka telah dirumuskan pertanyaan penelitian di antaranya apa makna denotasi, konotasi dan mitos yang terdapat dalam film Pengabdi Setan? Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivis.