Daftar Nama Pahlawan Nasional Republik Indonesia
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
461114 1 En Bookbackmatter 209..247
Conclusion: Convergent Paths In November 1945, the President of the Republic of Vietnam, Hồ Chí Minh, sent a letter addressed to ‘the President of the Republic of Indonesia’, proposing that a joint declaration of solidarity to be made by Indonesia and Vietnam in the form of a ‘Preparatory Commission Struggling for a Federation of the Free Peoples of Southern Asia’. The letter, entrusted to an American journalist named Harold Isaacs, did not reach President Soekarno.1 It was handed to Vice-President Mohammad Hatta, who then passed it on to Prime Minister Sutan Sjahrir. Sjahrir discussed the offer with Soedjatmoko Koko, the interpreter to foreign correspon- dents of the Republican government, but told him that he would not reply and preferred just to ignore the letter. Sjahrir indifference sprang from his conviction that the situation in Indonesia and Vietnam were very different. The Indonesian nationalists were up against the Dutch, who were ‘a weak colonial power and could be defeated quickly.’ Hồ Chí Minh had to contend with the French, who could and would resist him for a long time. Furthermore, he looked askance at the fact that the DRV government depended on support from the communists, which was not the case in Indonesia. In conclusion, Sjahrir argued, ‘If we ally ourselves with Hồ Chí Minh, we shall weaken ourselves and delay Independence.’2 The story of the missed opportunity for cooperation between Vietnam and Indonesia3 as a result of Sjahrir’s ‘betrayal of the greater Asian revolution’,as 1Harold Robert Isaacs is the author of No Peace for Asia, which has been cited widely in this dissertation. -
Jurnal Perang Gerilya Jendral Sudirman Di Kediri
JURNAL PERANG GERILYA JENDRAL SUDIRMAN DI KEDIRI TAHUN 1948- 1949 SUDIRMAN GENERAL WAR OF GUERRILLA IN KEDIRI AT 1948- 1949 Oleh: ARIF DWIWICAKSONO 12.1.01.02.0005 Dibimbing oleh : 1. Drs. HERU BUDIONO, M.Pd 2. Drs. SIGIT WIDIATOKO, M.Pd PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI TAHUN 2017 ArtikelSkripsi Universitas Nusantara PGRI Kediri SURATPERNYATAAN ARTIKEL SKRIPSI TAHUN 2017 Yang bertanda tangan dibawah ini: NamaLengkap : ARIF DWIWICAKSONO NPM : 12.1.01.02.0005 Telepun/HP : 085707204924 Alamat Surel (Email) : [email protected] JudulArtikel : PERANG GERILYA JENDRAL SUDIRMAN DI KEDIRI TAHUN 1948-1949 Fakultas – Program Studi : FKIP SEJARAH Nama Perguruan Tinggi : UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI Alamat Perguruan Tinggi :………………………………………………………… Dengan ini menyatakan bahwa: a. artikel yang saya tulis merupakan karya saya pribadi (bersama tim penulis) dan bebas plagiarisme; b. artikel telah diteliti dan disetujui untuk diterbitkan oleh Dosen Pembimbing I dan II. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila dikemudian hari ditemukan ketidak sesuaian data dengan pernyataan ini dan atau ada tuntutan dari pihak lain, saya bersedia bertanggung jawab dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengetahui Kediri, 02 Februari 2017 Pembimbing I Pembimbing II Penulis, Drs. HERU BUDIONO, M.Pd Drs. SIGIT WIDIATOKO, M.Pd Arif Dwiwicaksono 0707086301 0717076301 12.1.01.02.0005 Arif Dwiwicaksono | 12.1.01.02.0005 simki.unpkediri.ac.id FKIP - Sejarah || 1|| ArtikelSkripsi Universitas Nusantara PGRI Kediri PERANG GERILYA JENDRAL SUDIRMAN DI KEDIRI TAHUN 1948-1949 Arif Dwiwicaksono 12.1.01.02.0005 FKIP Sejarah [email protected] Drs. Heru Budiono, M.Pd dan Drs. Sigit Widiatmoko, M.Pd UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI ABSTRAK ARIF DWIWICAKSONO: Perang Gerilya Jendral Sudirman Di Kediri Tahun 1948-1949, Skripsi, Pendidikan Sejarah, FKIP UN PGRI Kediri, 2016. -
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat Ini Baru 46 Juta
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini baru 46 juta bidang tanah di Indonesia yang memperoleh sertifikat dari 126 juta bidang tanah. Dengan sertifikat tanah yang dipegang sendiri oleh masyarakat, Presiden berharap kasus sengketa antarindividu maupun antara individu dengan perusahaan maupun pemerintah tak lagi kembali terulang. Karena sertifikat tanah menjadi kunci hak hukum atas kepemilikan tanah. 1 Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyatakan banyaknya aset negara, baik di bawah kementerian / lembaga maupun BUMN / BUMD yang belum bersertifikat menyebabkan tidak optimalnya pemanfaatan aset negara tersebut. kepastian legalisasi aset negara mutlak diperlukan untuk mencegah penguasaan aset oleh pihak ketiga. lebih dari 50% aset negara belum memiliki sertifikat, yang tersebar di semua kementerian/lembaga, pemerintah daerah (pemda) dan BUMN/BUMD. Pencatatan aset itu cukup krusial untuk memperoleh kepastian hukum, memudahkan pengawasan, mencegah potensi sengketa dengan pihak ketiga, terjadinya pencatatan ganda, dan tentunya mengurangi kerugian negara. BPN berkomitmen untuk mempermudah proses pencatatan aset negara sehingga diharapkan seluruh aset negara dapat terdaftar di BPN guna meningkatkan 1 Rio Sandy Pradana, SERTIFIKAT TANAH Jokowi minta BPN kerja siang malam, di akses dari http://kabar24.bisnis.com/read/20171004/15/696043/sertifikat-tana jokowi minta-bpnkerja- siang-malam.pdf ( pada tanggal 4-11-2017,pukul 22:57). [1] pengawasan terhadap aset negara dari penguasaan pihak ketiga.2 Selain itu salah satu amanat dalam Pasal 49 Undang-Undang -
Publications In/On Bahasa Indonesia and Malay (Some In/On Javanese) 1
Publications in/on Bahasa Indonesia and Malay (some in/on Javanese) 1 ABDULLAH, T., ed., Agama, etos kerja dan perkembangan ekonomi; Jakarta, 1979 (236 p., notes, index; wrappers) 5,50 2 ABDULLAH, T., ed., Sejarah lokal di Indonesia: Kumpulan tulisan; Yogyakarta, 1985 (VIII, 323 p., notes, bibliography; wrappers) 6,- 3 ABDULLAH, T., Islam dan masyarakat: Pantulan sejarah Indonesia; Jakarta, 1987 (XII, 279 p., notes, bibliography, index; wrappers) 5,- 4 ABDURRAHMAN, SH., Aspek-aspek bantuan hukum di Indonesia; 2nd ed., Jakarta, 1983 (XII, 325 p., notes, bibliography; wrappers) 6, - 5 ADIPRANOTO, S., Indonesia berjuang (buku penunjang PSPB) 2. Untuk SMT P kelas II; Surakarta, 1985 (108 p., many photos; wrappers) 4,- 6 AKHMADI, H., a.o., Mendobrak belenggu penindasan rakyat Indonesia: Pembelaan didepan pengadilan Mahasiswa Indonesia; n.p., 1979 (IX, 200 p., illustr., notes; illustr. wrappers) 7,- 7 ALFIAN, ed., Segi-segi sosial budaya masyarakat Aceh: Hasil-hasil penelitian dengan metode ‘grounded research’; Jakarta, 1977 (240 p., 5 maps and plans, glossary, index; wrappers) 6,- 8 ALFIAN, Pemikiran dan perubahan politik Indonesia: Kumpulan Karangan; cetakan kedua, Jakarta, 1980 (X, 313 p., notes, index; wrappers) 5,- 9 AMIRMACHMUD, Sukseskan pemilihan umum; Djakarta, 1970 (12 p., stapled) 1,50 10 AMIRMACHMUD, Tata tjara penjelenggaraan Pemungutan Suara; Djakarta, 1971 (= Pedoman menteri dalam negeri / Ketua panitia pemilihan Indonesia, nomor 3; 16 p. + 1 p. drawings; stapled) 1,50 11 AMIRMACHMUD, Tata-susunan Tempat Pemungutan Suara; Djakarta, 1971 (= Pedoman menteri dalam negeri / Ketua panitia pemilihan Indonesia, nomor 2; 7 p. + 2 p. drawings; stapled) 1,50 12 AMIRMACHMUD, Tata-tjara penjelenggaraan suara di Tempat Pemungutan Suara (T.P.S.) dan di Daerah Pemungutan Suara (Wilajah Kerdja P.P.S.); Djakarta, 1971 (= Pedoman menteri dalam negeri / Ketua panitia pemilihan Indonesia, nomor 4; 35 p., stapled) 2,50 13 AMRAN, A., a.o., eds., Berita Bibliografi, Djan. -
Figurative Language in Amir Hamzah's Poems
Novia Khairunnisa, I Wy Dirgeyasa, Citra Anggia Putri Linguistica Vol. 09, No. 01, March 2020, (258-266) FIGURATIVE LANGUAGE IN AMIR HAMZAH’S POEMS 1 2 3 NOVIA KHAIRUNISA . I WY DIRGEYASA , CITRA ANGGIA PUTRI 123 UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Abstract This study dealt with figurative language in Amir Hamzah’s selected poems. The objective of this study were to investigate the types of figurative language found in Amir Hamzah’s selected poems and to find out the literal meaning of figurative language found. This study was conducted by using qualitative method to solve the problems. The data of this study were phrases and sentences contained figurative language in the poems. The sources of data were six poems poems which had multiple series taken from Amir Hamzah’s Poetry Anthology of Buah Rindu. The data were selected by using random sampling technique. For collecting the data, this study used documentary technique, and the instruments of data were documentary sheets. The data were analyzed by using descriptive qualitative method. The findings of this study are there twenty two figurative languages found as follows, three figurative language of metaphor (13.63%), seven figurative language of hyperbole (31.81%), five figurative language of personification (22.72%) and seven figurative language of simile (31.83%). The literal meaning of figurative language found in Amir Hamzah’s poems were basically was about the love story of Amir himself and also talking about his longing to his mother. Keywords : Figurative Language, Figure of Speech, Poem INTRODUCTION Poem is a literary work in patterned language. It can also be said as the art of rhythmical composition. -
National Heroes in Indonesian History Text Book
Paramita:Paramita: Historical Historical Studies Studies Journal, Journal, 29(2) 29(2) 2019: 2019 119 -129 ISSN: 0854-0039, E-ISSN: 2407-5825 DOI: http://dx.doi.org/10.15294/paramita.v29i2.16217 NATIONAL HEROES IN INDONESIAN HISTORY TEXT BOOK Suwito Eko Pramono, Tsabit Azinar Ahmad, Putri Agus Wijayati Department of History, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang ABSTRACT ABSTRAK History education has an essential role in Pendidikan sejarah memiliki peran penting building the character of society. One of the dalam membangun karakter masyarakat. Sa- advantages of learning history in terms of val- lah satu keuntungan dari belajar sejarah dalam ue inculcation is the existence of a hero who is hal penanaman nilai adalah keberadaan pahla- made a role model. Historical figures become wan yang dijadikan panutan. Tokoh sejarah best practices in the internalization of values. menjadi praktik terbaik dalam internalisasi However, the study of heroism and efforts to nilai. Namun, studi tentang kepahlawanan instill it in history learning has not been done dan upaya menanamkannya dalam pembelaja- much. Therefore, researchers are interested in ran sejarah belum banyak dilakukan. Oleh reviewing the values of bravery and internali- karena itu, peneliti tertarik untuk meninjau zation in education. Through textbook studies nilai-nilai keberanian dan internalisasi dalam and curriculum analysis, researchers can col- pendidikan. Melalui studi buku teks dan ana- lect data about national heroes in the context lisis kurikulum, peneliti dapat mengumpulkan of learning. The results showed that not all data tentang pahlawan nasional dalam national heroes were included in textbooks. konteks pembelajaran. Hasil penelitian Besides, not all the heroes mentioned in the menunjukkan bahwa tidak semua pahlawan book are specifically reviewed. -
Antara Senapan Dan Pena (Perjuangan TRIP Jawa Barat Pada Masa Perang Kemerdekaan Indonesia)
Antara Senapan dan Pena (Perjuangan TRIP Jawa Barat Pada Masa Perang Kemerdekaan Indonesia) A. Pendahuluan Proklamasi Kemerdekaaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan suatu perwujudan dari kesadaran bangsa Indonesia untuk membentuk sebuah negara yang merdeka, bebas, dan berdaulat, ternyata mendapat kecaman dari pihak Belanda. Tepatnya pada bulan September 1945, pasukan Sekutu yang membawa tugas AFNEI (Allied Forces Nethterlands East Indies), melakukan pendaratan di Jakarta, Semarang dan Surabaya, kemudian bergerak ke pemusatan- pemusatan tentara Jepang. Pendaratan pasukan Sekutu ini ternyata mengikutsertakan rombongan NICA yang ingin membentuk kembali kekuasaan Hindia Belanda di Indonesia. Pada tahun 1945 terjadilah fenomena sejarah yang unik ketika seluruh rakyat termasuk para pelajar Indonesia semuanya dicekam oleh emosi yang meluap-luap untuk mempertahankan kemerdekaan. Sehingga usaha penjajahan kembali terhadap suatu bangsa yang sudah merdeka akan mendapat perlawanan dari rakyat yang rela mati untuk bangsa dan tanah airnya. Kemerdekaan yang berarti “perang” memaksa rakyat Jawa Barat bersiap-siap dan kemudian mengorganisir badan- badan perjuangan yang anggotanya terdiri dari berbagai lapisan masyarakat setempat, seperti di Jakarta, Bandung, 112 Purwakarta, Serang, Bogor, Tasikmalaya, Cirebon dan Sumedang, telah berdiri laskar-laskar perjuangan sebagai potensi bersenjata yang lahir dari masyarakat.1 Demikian pula keadaan negara yang belum stabil akibat goncangan dari pihak Belanda yang mencoba kembali menduduki Indonesia, -
Sutan Sjahrir: Manusia Dan Noktah Sejarahnya Di Timur Tengah
Sutan Sjahrir: Manusia dan Noktah Sejarahnya di Timur Tengah Herdi Sahrasad Associate professor in Universitas Paramadina, Indonesia Abstract Keywords Sjahrir; Timur Tengah; Islam; Hasan This treatise opens with a small question: Why Sutan Sjahrir married Poppy Saleh Mengundiningrat in Cairo, Egypt in the Al-Bana; Ikhwanul Muslimin 1950s and did not in Jakarta? Poppy was studying at the London School, England and Sjahrir in Jakarta, the two then flew to Cairo and married there, witnessed by Soedjatmoko, a child of revolution, which is also a leading intelligentsia and political cadre of Sjahrir. Apparently, the First Prime Minister of the Republic of Indonesia, Sutan Sjahrir had a speck of history in the Middle East during the war of independence 1945-1949, which makes its way to Egypt to meet with the Arab leaders, fighters, intellectuals, activists and warriors. Sjahrir even met Hassan al-Bana, founder of the Muslim Brotherhood persistent against colonialism and imperialism in the Muslim world, especially the Middle East. Sjahrir asked the Arab world to mobilize supports for the independence of Indonesia. Sjahrir known as the Socialists that grow from the Minangkabau world and the Western-educated to find a foothold in the Middle East struggle to carry out a diplomatic mission of the President Soekarno and Vice President M. Hatta, for the people of Indonesia. We should remember and recall, Sjarir as a hero, eventhough he is almost forgotten by this nation. I. Pendahuluan Suatu ketika pada kurun 1998 menjelang Orde Baru Presiden Soeharto jatuh, sang inteligensia sosial-demokrat dan mantan aktivis ITB yang jadi tahanan politik era Orde Baru selama 3 tahun, M. -
00Cover Ips Sd 5
Suranti • Eko Setiawan S. • Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang Ilmu Pengetahuan Sosial Jilid 5 untuk SD dan MI Kelas V Penyusun : Suranti Eko Setiawan Saptiarso Editor : Suciati Diah Pramesti Perancang Kulit : Alfianto Subandi Perancang Tata Letak Isi : Sri Dadi Widiyanto Layouter : Dadhie Illustrator : Joko Susanto 372.8 SUR SURANTI i Ilmu Pengetahuan Sosial 5 : Untuk SD dan MI Kelas V / penyusun, Suranti, Eko Setiawan Saptiarso ; editor, Suciati Diah Pramesti ; ilustrator, Joko Susanto. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. vi, 170 hlm. : ilus. ; 25 cm. Bibliografi : hlm. 170 ISBN 978-979-068-008-1(no. jilid lengkap) ISBN 978-979-068-022-7 1. Ilmu-ilmu Sosial-Studi dan Pengajaran 2. Ilmu-ilmu Sosial- Pendidikan Dasar I. Judul II. Eko Setiawan Saptiarso III. Suciati Diah Pramesti IV. Joko Susanto Hak cipta buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit CV. Gema Ilmu Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009 Diperbanyak oleh ... ii Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia- Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2007 tanggal 25 Juni 2007. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/ penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. -
Understanding Principal Values of Minangkabau's Outmigration In
REVIEW OF INTERNATIONAL GEOGRAPHICAL EDUCATION ISSN: 2146-0353 ● © RIGEO ● 11(4), WINTER, 2021 www.rigeo.org Research Article Understanding Principal Values of Minangkabau’s Outmigration in Indonesia Misnal Munir1 Moses Glorino Rumambo Pandin2 Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia [email protected] [email protected] 1Corresponding Author: E-mail: [email protected] Abstract Outmigration is a unique characteristic of the Minangkabau people who can be found in almost all regions of Indonesia. Historically, the Minangkabau migrants have coexisted peacefully with local communities in which they settle, and there is no record of conflict between the Minangkabau migrants and local inhabitants. This study attempted to determine the values espoused by this nomadic community. The study was grounded in literature study approach of philosophical hermeneutics and utilized methodical elements, such as description, induction deduction, synthesis analysis, and heuristics. The study also applied observation, and interviews with the Minangkabau migrants. The findings revealed that the culture of this ethnic group explicitly encourages young people to venture abroad. The ethical values that form the basis of the outmigration’s of the Minangkabau community are affirmed by the adat (local) proverbs that prescribe strong work ethics, mutual respect, and an understanding of the local culture to which they outmigrate. Keywords outmigration, principle, outmigration-values, Minangkabau To cite this article: Munir, M; Pandin, M, G, R. (2021) Understanding Principal Values of Minangkabau’s Outmigration In Indonesia. Review of International Geographical Education (RIGEO), 11(4), 127-137. doi: 10.48047/rigeo.11.04.10 Submitted: 02-02-2021 ● Revised: 16-04-2021 ● Accepted: 26-05-2021 © RIGEO ● Review of International Geographical Education 11(4), WINTER, 2021 Introduction The cultural traditions of the Minangkabau people are rich in values derived from indigenous wisdom. -
Masyarakat Indonesia Edisi XXXVII / No
Masyarakat Indonesia Edisi XXXVII / No. 2 / 2011 LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA MASYARAKAT INDONESIA MAJALAH ILMU-ILMU SOSIAL INDONESIA Edisi XXXVII No. 2, 2011 DAFTAR ISI Hlm. MINORITISASI AHMADIYAH DI INDONESIA ........................ 1 Amin Mudzakkir Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia KASUS MULTIKULTURALISME BELANDA SEBAGAI KRITIK ATAS UTOPIA MULTIKULTURALISME INDONESIA ....................... 25 Ibnu Nadzir Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia PEMETAAN SOSIAL-POLITIK KELOMPOK ETNIK CINA DI INDONESIA ....................................................... 47 Amri Marzali Akademi Pengajian Melayu-Universiti Malaya REISLAMIZING LOMBOK: CONTESTING THE BAYANESE ADAT ..................................... 85 Erni Budiwanti Indonesian Institute of Sciences DINAMIKA KEHIDUPAN MINORITAS MUSLIM DI BALI .... 115 Indriana Kartini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia EDISI XXXVII / NO.2 / 2011 | iii NASIONALISME ETNIK DI KALIMANTAN BARAT ............... 147 Kristianus Universitas Kebangsaan Malaysia STREET CHILDREN AND BROKEN PERCEPTION ................. 177 A Child’s Right Perspectives Lilis Mulyani Indonesian Institute of Sciences BAHASA MINORITAS DAN KONSTRUKSI IDENTITAS ETNIK PADA KOMUNITAS BAHASA KUI DI ALOR, NUSA TENGGARA TIMUR .............. 199 Katubi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia TINJAUAN BUKU UPAYA MENGELOLA KERAGAMAN DI INDONESIA PASCA REFORMASI .....................................................................221 Muhammad Fakhry Ghafur Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia PEMIKIRAN PEMBARUAN DALAM ISLAM: PERTARUNGAN ANTARA MAZHAB -
Oleh: FLORENTINUS RECKYADO
PRINSIP-PRINSIP KEMANUSIAAN RERUM NOVARUM DALAM PERPEKTIF PANCASILA SKRIPSI SARJANA STRATA SATU (S-1) Oleh: FLORENTINUS RECKYADO 142805 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN WIDYA YUWANA MADIUN 2021 PRINSIP-PRINSIP KEMANUSIAAN RERUM NOVARUM DALAM PERPEKTIF PANCASILA SKRIPSI Diajukan kepada Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Widya Yuwana Madiun untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S-1) Oleh: FLORENTINUS RECKYADO 142805 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN WIDYA YUWANA MADIUN 2021 PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Florentinus ReckYado NPM :142805 Programstudi : Ilmu Pendidikan Teologi Jenjang Studi : Strata Satu Judul skripsi : Prinsip-Prirsip Kemanusiaan Rerum Novarum ' Dalam Perpektif Pancasila Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Skripsi ini adalah mumi merupakan gagasan, mmusan dan penelitian saya sendiri tanpa ada bantuan pihak lain kecuali bimbingan dan arahan dosen pembimbing. 2. Skripsi ini belum pemah diajukan untuk mendapat gelat akademik apapun di STKIP Widya Yuwana Madiun maupun di perguruan tinggi lain- 3. Dalam skripsi ini tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau dipublikasikan orang lain kecuali secara tertulis dengan mencantumkan sebagai acuan dalam naskah dengan menyebutkan nama pengamng dan mencantumkan dalam daftar pust*a. Demikianlah pemyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian hari terbukti pemyataan ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencbutan gelar yang telah diberikan melalui karya tulis ini se(a sanksi lainnya sesuai dengan norma yang berlaku di perguruan tinggi ini. Madi !.fl... hs :!.t.1:'. t 74Y\ lvtETERAl TEMPEL DAJX198738966 Florentinus Reckyado 142805 HALAMAN PERSETUJUAN Skripsi dengan judul "Prinsip-Prinsip Kemanusiaan Rerum Novarum Dalam Perpektif Pancasila", yang ditulis oleh Florentinus Reckyado telah diterima dan disetujui untuk diqji pada tanggal tA 3u\i eo3\ Oleh: Pembimbing Dr.