Markas Besar Angkatan Udara Staf Ahli

Total Page:16

File Type:pdf, Size:1020Kb

Markas Besar Angkatan Udara Staf Ahli MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA STAF AHLI OPTIMALISASI PELIBATAN KEMAMPUAN PASKHAS PADA OPERASI UDARA GUNA MENDUKUNG TUGAS TNI AU Penulis: Kolonel Pas Elia Adriyanto Marsda TNI Dr. Umar Sugeng H., M.M. Marsma TNI Agus Yulianto Pendahuluan 1. TNI Angkatan Udara bertugas melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi, melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara. Tugas tersebut dilaksanakan untuk mencegah dan mengatasi segala ancaman, yaitu segala sesuatu yang mengancam atau membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan bangsa Indonesia yang merupakan kepentingan keamanan nasional, baik dari segi sumber ancaman (ancaman dari dalam negeri, luar negeri dan azimutal), dari segi macam ancaman (ancaman militer atau non militer), maupun dari segi aktor ancaman (ancaman suatu negara atau bukan negara)1. Wujud nyata dari pelaksanaan tugas TNI AU dalam mencegah dan mengatasi ancaman tersebut, adalah dengan penggunaan kekuatan tempur TNI AU yang meliputi operasi pertahanan udara, operasi serangan udara strategis, operasi lawan udara ofensif, operasi dukungan udara dan operasi informasi2. 2. Korpaskhas yang merupakan salah satu kekuatan TNI AU, memiliki tugas antara lain membina kemampuan satuan di jajaran terutama dalam mendukung pelaksanaan operasi udara. Dalam pelaksanaan tugasnya Paskhas memiliki fungsi-fungsi yang didukung oleh beberapa kemampuan antara lain kemampuan matra udara yang diaplikasikan oleh Detasemen Matra Paskhas dan kemampuan khusus yang diaplikasikan oleh Satbravo paskhas. Saat ini kemampuan Paskhas pada operasi udara, baik operasi udara mandiri maupun operasi udara dalam rangka operasi gabungan sudah dilibatkan 1 Mabesau, Keputusan Kasau nomor Kep/571/X/2012 tanggal 24 Oktober 2012 tentang Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa, hal 24. 2 Ibid, hal 41. 2 namun pelibatannya belum optimal. Belum optimalnya pelibatan kemampuan Paskhas dalam pelaksanaan operasi udara, disebabkan oleh beberapa kondisi yang meliputi kesamaan visi tentang pelibatan Paskhas pada operasi udara yang dituangkan dalam peranti lunak belum maksimal, kemampuan Paskhas yang terlibat langsung dalam operasi udara belum sesuai dengan yang diharapkan dan peralatan yang belum memadai. 3. Untuk mengoptimalkan pelibatan kemampuan Paskhas pada operasi udara, maka diperlukan suatu upaya optimalisasi pelibatan kemampuan Paskhas pada operasi udara dalam rangka mendukung keberhasilan tugas TNI AU. Diharapkan upaya tersebut dapat mengoptimalkan pelibatan Paskhas pada operasi udara dalam peranti lunak atau peraturan yang dapat mewadahi pelibatan Paskhas dalam pelaksanaan operasi udara secara maksimal dan dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan, meningkatkan kemampuan satuan Paskhas yang mendukung langsung dalam operasi udara, serta mewujudkan peralatan khusus yang memadai. 4. Pengertian-pengertian. Penulisan naskah ini menggunakan beberapa istilah yang digunakan dalam dunia penerbangan dan militer. Untuk menghindari adanya salah persepsi maupun salah mengartikan, maka perlu dibuatkan daftar pengertian berikut: a. Doktrin. Doktrin adalah sesuatu yang diajarkan/pengajaran atau bahkan diperjelas secara khusus sebagai sesuatu yang diyakini kebenarannya dan dianggap sebagai suatu pegangan/pedoman dalam rangka pelaksanaan tugas/pencapaian tujuan.3 b. DZ (Droping Zone). Dropping zone adalah daerah yang digunakan untuk melakukan penerjunan pasukan4. c. EZ (Ekstraksi Zone). Extraction zone adalah suatu daerah untuk mengeluarkan/menebarkan perlengkapan dan perbekalan dengan teknik extraction pada ketinggian relatif rendah (dekat tanah)5. 3 Mabesau, Keputusan Kasau nomor Kep/571/X/2012 tanggal 24 Oktober 2012 tentang Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa. 4 Mabesau, Keputusan Kasau Nomor Kep/581/VIII/2016 tentang Buku Petunjuk Teknis TNI AU Tentang Operasi Perebutan dan Pengendalian Pangkalan Udara. 5 Ibid. 3 d. FAC (Forward Air Control). FAC is the provision of guidance to close air support (CAS) aircraft intended to ensure that their attack hits the intended target and does not injure friendly troops.6 e. HAHO (High Altitude High Opening). HAHO adalah suatu teknik dalam infiltrasi dengan ram air parachute system (RAPT), pesawat tidak harus melintasi DZ, diterjunkan dari ketinggian 20.000 – 25.000 feet dan pencabutan setelah melayang 6-10 detik7. f. HALO (High Altitude Low Opening). HALO adalah suatu teknik dalam infiltrasi dengan ram air parachute system (RAPT), pesawat terbang tinggi agar tidak terdeteksi lawan. Personel diterjunkan dari ketinggian 20.000-25.000 feet dan pencabutan dilakukan di atas DZ dengan ketinggian relatif sangat rendah8. g. JTAC (Joint Terminal Attack Controller). JTAC is the term used in the United States Armed forces and some other military forces for a qualified service member who direct the action of combat air craft engaged in close air support and other offensife air operation from a foward position.9 h. LZ (Landing Zone). Landing zone adalah area yang terletak di daerah sasaran yang digunakan sebagai tempat pendaratan bagi pesawat terbang 10. i. Operasi. Operasi adalah11: a. Himpunan menyeluruh dari strategi, taktik, logistik, intelijen, dan K3I yang saling mengadakan interaksi menurut perspektif komando dan manajemen tertentu dalam rangka melaksanakan tugas hankamneg. 6 Wikipedia, Forward Air Control, diakses dari https://en.m.wikipedia.org/wiki/Forward_air_control, pada tanggal 12 Pebruari 2018 pukul 22.39 WIB. 7 Mabesau, Kep/581/VIII/2016.Op.cit. daftar pengertian. 8 Ibid. 9 Wikipedia, Joint Terminal Attack Controller, diakses dari https://en.m.wikipedia.org/wiki/Joint_terminal_attack_controller, pada tanggal 12 Pebruari 2018 pukul 22.12 WIB. 10 Mabesau, Kep/581/VIII/2016. Op.cit. daftar pengertian. 11 Ibid. 4 b. Pekerjaan, gerakan, tindakan dan aksi yang dilakukan secara fisik dan terpimpin dengan waktu yang singkat pada satu tujuan tertentu guna memperoleh efek penghancuran, melumpuhkan, mencegah, membinasakan atau meniadakan. j. Operasi Udara. Operasi udara adalah bentuk operasi dengan menggunakan unsur-unsur kekuatan udara untuk mencapai suatu tujuan yang ditentukan12. Landasan dan Dasar Pemikiran 5. Landasan dan dasar pemikiran yang digunakan dalam penulisan naskah ini adalah sebagai berikut: a. Landasan Pemikiran. 1) Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara. Menurut penjelasan umum dari undang-undang ini adalah, merupakan dasar dari penyelenggaraan pertahanan negara, sehingga segala bentuk atau tindakan yang berhubungan dengan penggunaan kekuatan harus mengacu pada pasal-pasal yang ada di dalam undang- undang tersebut. Hubungannya dengan penggunaan kekuatan udara oleh TNI AU yang melaksanakan operasi udara dan melibatkan kemampuan paskhas, ada beberapa pasal yang menjadi dasar yaitu : a) Pasal 4. Pertahanan negara bertujuan untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman. b) Pasal 10 ayat (3). TNI bertugas melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk mempertahankan kedaulatan negara dan 12 Ibid, daftar pengertian. 5 keutuhan wilayah serta melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa. 2) Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 Tentang TNI. Salah satu pertimbangan dari dibentuknya undang-undang ini adalah bahwa TNI dibangun dan dikembangkan secara profesional sesuai kepentingan politik negara, mengacu pada nilai dan prinsip ketentuan hukum nasional dan ketentuan hukum internasional yang sudah diratifikasi, sehingga pelaksanaan tugas-tugas TNI tidak lepas dari pertimbangan hukum. Untuk itu beberapa pasal yang melandasi pembahasan operasi udara oleh TNI AU yang melibatkan kemampuan paskhas, adalah: a) Pasal 10. Landasan ini terdapat dalam huruf (a) yaitu, Angkatan Udara bertugas melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan, dan pada huruf (b) yaitu, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi. Dalam penjelasan huruf (b) ini dijelaskan bahwa, yang dimaksud dengan menegakkan hukum dan menjaga keamanan udara adalah segala usaha, pekerjaan dan kegiatan untuk menjamin terciptanya kondisi wilayah udara yang aman serta bebas dari ancaman kekerasan, ancaman navigasi, serta pelanggaran hukum di wilayah udara yurisdiksi nasional. b) Pasal 20 Ayat (1). Penggunaan kekuatan TNI dalam rangka melaksanakan Operasi Militer Untuk Perang, dilakukan untuk kepentingan penyelenggaraan pertahanan negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 3) Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa Tahun 2012. Berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Nomor Kep/571/X/2012 tanggal 24 Oktober 2012 tentang Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa, dinyatakan bahwa TNI AU bertugas melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah 6 udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi, melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara. Pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada TNI AU diwujudkan dalam kegiatan operasi militer untuk perang yang meliputi operasi pertahanan udara, operasi serangan udara strategis, operasi lawan udara
Recommended publications
  • Tensions Among Indonesia's Security Forces Underlying the May 2019
    ISSUE: 2019 No. 61 ISSN 2335-6677 RESEARCHERS AT ISEAS – YUSOF ISHAK INSTITUTE ANALYSE CURRENT EVENTS Singapore | 13 August 2019 Tensions Among Indonesia’s Security Forces Underlying the May 2019 Riots in Jakarta Made Supriatma* EXECUTIVE SUMMARY • On May 21-22, riots broke out in Jakarta after the official results of the 2019 election were announced. These riots revealed a power struggle among retired generals and factional strife within the Indonesian armed forces that has developed since the 1990s. • The riots also highlighted the deep rivalry between the military and the police which had worsened in the post-Soeharto years. President Widodo is seen to favour the police taking centre-stage in upholding security while pushing the military towards a more professional role. Widodo will have to curb this police-military rivalry before it becomes a crisis for his government. • Retired generals associated with the political opposition are better organized than the retired generals within the administration, and this can become a serious cause of disturbance in Widodo’s second term. * Made Supriatma is Visiting Fellow in the Indonesia Studies Programme at ISEAS – Yusof Ishak Institute. 1 ISSUE: 2019 No. 61 ISSN 2335-6677 INTRODUCTION The Indonesian election commission announced the official results of the 2019 election in the wee hours of 21 May 2019. Supporters of the losing candidate-pair, Prabowo Subianto and Sandiaga Uno, responded to the announcement with a rally a few hours later. The rally went on peacefully until the evening but did not show any sign of dispersing after the legal time limit for holding public demonstrations had passed.
    [Show full text]
  • Putusan Sebagaimana Tercantum Di Bawah Ini Dalam Perkara Terdakwa
    PENGADILAN MILITER III-12 S U R A B A Y A P U T U S A N NOMOR : 32–K/PM.III-12/AU/I/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer III-12 Surabaya yang bersidang di Sidoarjo dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa : Nama lengkap : JUNI YUDI MAKARTI Pangkat / NRP : Pratu / 538894 Jabatan : Tabakso Ru-2 Ton-2 Kipan B Yon 464 Paskhas Mlg Kesatuan : Wing II Paskhas Tempat, tanggal lahir : Ngawi 16 Juni 1988 Jenis kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Tempat tinggal : Komplek Amarta Blok H No.24 Lanud Abdulrachman Saleh Malang Jawa TImur. Terdakwa dalam perkara ini ditahan oleh : Dan Wing II Paskhas selaku Ankum Nomor: Kep/15/X/2015 tanggal 9 Oktober 2015, tentang Penahanan Sementara, yang menahan Terdakwa selama 20 hari terhitung mulai tanggal 9 Oktober 2015 s/d 28 Oktober 2015, bertempat di Ruang Tahanan Denpom-V/4 Surabaya, kemudian dibebaskan dari Penahanan Sementara pada tanggal 29 Oktober 2015 berdasarkan Keputusan Pembebasan Penahanan dari Dan Wing II Paskhas selaku Ankum Nomor: Kep/17/X/2015 tanggal 28 Oktober 2015 PENGADILAN MILITER III - 12 tersebut di atas : Membaca : Bekas Perkara dari Satpom Lanud Timika Nomor : POM- 401/A/IDIK-02/XI/2015/Satpom Tmi tanggal 12 November 2016 atas nama Juni Yudi Makarti Pratu NRP 538894, Anggota Batalyon 464 Paskhas Malang, Wing II Paskhas Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari dari Danwing II Paskhas selaku Perwira Penyerah Perkara Nomor : Kep/21/VI 11/2016 tanggal 15 Agustus 2016 tentang Penyerahan perkara.
    [Show full text]
  • Dictionary on Comprehensive Security in Indonesia: Acronym and Abbreviations
    Dictionary on Comprehensive Security in Indonesia: Acronym and Abbreviations Kamus Keamanan Komprehensif Indonesia: Akronim dan Singkatan Dr. Ingo Wandelt Kamus Keamanan Komprehensif Indonesia : Akronim dan Singkatan 1 Dictionary on Comprehensive Security in Indonesia: Acronym and Abbreviations Kamus Keamanan Komprehensif Indonesia: Akronim dan Singkatan Dr. Ingo Wandelt November 2009 2 Dictionary on Comprehensive Security in Indonesia : Acronym and Abbreviations Kamus Keamanan Komprehensif Indonesia : Akronim dan Singkatan 1 Dictionary on Comprehensive Security in Indonesia: Kamus Keamanan Komprehensif Indonesia: Acronym and Abbreviations Akronim dan Singkatan By: Disusun Oleh: Dr. Ingo Wandelt Dr. Ingo Wandelt Published by: Diterbitkan oleh : Friedrich Ebert Stiftung (FES) Indonesia Office Friedrich Ebert Stiftung (FES) Indonesia Office Cover Design & Printing: Design & Percetakan: German-Indonesian Chamber of Industry and Commerce (EKONID) Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) All rights reserved. Hak cipta dilindungi Undang-undang. Not for commercial use or unauthorized distribution. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi terbitan ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari FES Indonesia. Tidak untuk diperjualbelikan. Second Edition Edisi Kedua Jakarta, November 2009 Jakarta, November 2009 ISBN: 978-979-19998-5-4 ISBN: 978-979-19998-5-4 2 Dictionary on Comprehensive Security in Indonesia : Acronym and Abbreviations Kamus Keamanan Komprehensif Indonesia : Akronim dan Singkatan 3 Content I Daftar Isi Foreword ...........................................................................................
    [Show full text]
  • Dari Redaksi Marsma TNI Jemi Trisonjaya, M
    Edisi Majalah Oktober SUARA ANGKASA 2017 Penanggung Jawab Dari Redaksi Marsma TNI Jemi Trisonjaya, M. Tr (Han) Salam Angkasa Wakil Penanggung Jawab Kolonel Sus Poltak S. Siagian, S.I.Kom. ada bulan Oktober 2017, tepatnya tanggal 5 Oktober Dewan Redaksi P ini, Tentara Nasional Indonesia genap berusia 72 Kolonel Pnb. Hendrayansah S. S.Sos tahun. Berbagai penugasan, baik Operasi Militer Perang Kolonel Sus Dra. Maylina Saragih Kolonel Adm Agus Setyo Hartono, S.AP (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) terlaksana dengan lancar. Pemimpin Redaksi Demikian pula dengan TNI Angkatan Udara yang Kolonel Sus Drs. Bintang Yudianta merupakan bagian dari TNI dan menjadi alat pertahanan Staf Redaksi negara di udara, memiliki kontribusi dalam dinamika Letkol Sus Yuto Nugroho, S.S kehidupan berbangsa dan bernegara. Letkol Sus Eko Setio Wibowo, S.S TNI Angkatan Udara dengan personel profesional Kapten Sus Ida Hidayah dan alutsista yang modern adalah suatu harapan dan Pelda Luhur Suprapto Sertu Rineu Oktaviani kebanggaan bagi kita semua. Hal ini tentunya sebagai upaya untuk menjawab berbagai tantangan tugas yang Redaktur Pelaksana makin berat ke depan. PNS IV/a Dra. Sri Hatmini Pemikiran dari para pengamat militer yang bersifat Desain Grafis obyektif akan memberi warna dan nuansa terhadap DDS keberadaan TNI Angkatan Udara di masa kini dan di masa depan. Pencerahan ini akan menjadi energi bagi pemimpin Fotografer dalam mengambil kebijakan untuk pengembangan Sertu Wahyu Nugroho Sertu Hendra kekuatan alutsista TNI Angkatan Udara, dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote. Distribusi Kekuatan udara suatu negara adalah “deterrent effect” Letkol Sus Suharto, S.H. bagi negara lain. Oleh karena itu sebagai alat pertahanan Mayor Adm Ubay Sobari PNS III/C Tiwi Apriani negara, kekuatan udara menjadi condition sin quanon PNS III/A MB Pontjo Priyono (syarat mutlak) dalam mengamankan dan menjaga wilayah Prada Wendi pertahanan udara nasional.
    [Show full text]
  • Mahkamah Agu Mahkamah Agung Republik Indo
    Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia PENGADILANputusan.mahkamahagung.go.id MILITER II-09 B A N D U N G P U T U S A N Nomor : 140-K/ PM.II-09/AU/VII/2016 “DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA” Mahkamah Agung Republik Indonesia Pengadilan Militer II-09 Bandung yang bersidang di Bandung dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada Tingkat Pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa : Nama lengkap : MUKHLIS. Pangkat/NRP : Pratu/541399. Jabatan : Ta Den 903 Bansus Satbravo’90 Paskhas. Kesatuan : Satbravo ’90 Paskhas. Tempat, tgl lahir : Bangka Belitung, 25 Maret 1991. Kewarganegaraan : Indonesia. Jenis kelamin : Laki-laki. A g a m a : Islam. Alamat tempat tinggal : Mess Satbravo ’90 Paskhas Kec. Rumpin Kab. Bogor . Terdakwa ditahan oleh : 1. Dansatbravo’90 selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 15 Februari 2016 sampai dengan tanggal 5 Maret 2016 berdasarkan Surat Keputusan Penahanan Sementara dari Dansatbravo’90 Paskhas selaku Ankum Nomor : Kep/01/II/2016 tanggal 15 Februari 2016. 2. Kemudian diperpanjang sesuai : a. Perpanjangan Penahanan Tingkat-I dari Dansatbravo’90 Paskhas selaku Papera selama Mahkamah30 (tigaAgung puluh) hari sejak tanggal 6 MaretRepublik 2016 sampai dengan tanggal 4 April Indonesia 2016 di Ruang Tahanan Satpomau Lanud Atang Sandjaja berdasarkan Surat Keputusan Perpanjangan Penahanan Tingkat-I Nomor : Kep/01/III/2016 tanggal 3 Maret 2016. b. Perpanjangan Penahanan Tingkat-II dari Dansatbravo’90 Paskhas selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal 5 April 2016 sampai dengan tanggal 4 Mei 2016 di Ruang Tahanan Satpomau Lanud Atang Sandjaja berdasarkan Surat Keputusan Perpanjangan Penahanan Tingkat-II Nomor : Kep/02/IV/2016 tanggal 14 April 2016.
    [Show full text]
  • Regional Responses to U.S.-China Competition in the Indo-Pacific: Indonesia
    Regional Responses to U.S.-China Competition in the Indo-Pacific Indonesia Jonah Blank C O R P O R A T I O N For more information on this publication, visit www.rand.org/t/RR4412z3 For more information on this series, visit www.rand.org/US-PRC-influence Library of Congress Cataloging-in-Publication Data is available for this publication. ISBN: 978-1-9774-0558-6 Published by the RAND Corporation, Santa Monica, Calif. © Copyright 2021 RAND Corporation R® is a registered trademark. Cover: globe: jcrosemann/GettyImages; flags: luzitanija/Adobe Stock Limited Print and Electronic Distribution Rights This document and trademark(s) contained herein are protected by law. This representation of RAND intellectual property is provided for noncommercial use only. Unauthorized posting of this publication online is prohibited. Permission is given to duplicate this document for personal use only, as long as it is unaltered and complete. Permission is required from RAND to reproduce, or reuse in another form, any of its research documents for commercial use. For information on reprint and linking permissions, please visit www.rand.org/pubs/permissions. The RAND Corporation is a research organization that develops solutions to public policy challenges to help make communities throughout the world safer and more secure, healthier and more prosperous. RAND is nonprofit, nonpartisan, and committed to the public interest. RAND’s publications do not necessarily reflect the opinions of its research clients and sponsors. Support RAND Make a tax-deductible charitable contribution at www.rand.org/giving/contribute www.rand.org Preface The U.S. Department of Defense’s (DoD’s) 2018 National Defense Strategy highlights the important role that U.S.
    [Show full text]
  • Power Politics and the Indonesian Military
    Downloaded by [University of Defence] at 20:05 09 May 2016 Power Politics and the Indonesian Military Throughout the post-war history of Indonesia, the military has played a key role in the politics of the country and in imposing unity on a fragmentary state. The collapse of the authoritarian New Order government of President Suharto weakened the state, and the armed forces briefly lost their grip on control of the archipelago. Under President Megawati, however, the military has again begun to assert itself, and to reimpose its heavy hand on control of the state, most notably in the fracturing outer provinces. This book, based on extensive original research, examines the role of the military in Indonesian politics. It looks at the role of the military histori- cally, examines the different ways in which it is involved in politics, and considers how the role of the military might develop in what is still an uncertain future. Damien Kingsbury is Head of Philosophical, International and Political Studies and Senior Lecturer in International Development at Deakin University, Victoria, Australia. He is the author or editor of several books, including The Politics of Indonesia (Second Edition, 2002), South-East Asia: A Political Profile (2001) and Indonesia: The Uncertain Transition (2001). His main area of work is in political development, in particular in assertions of self-determination. Downloaded by [University of Defence] at 20:05 09 May 2016 Downloaded by [University of Defence] at 20:05 09 May 2016 Power Politics and the Indonesian Military Damien Kingsbury Downloaded by [University of Defence] at 20:05 09 May 2016 First published 2003 by RoutledgeCurzon 11 New Fetter Lane, London EC4P 4EE Simultaneously published in the USA and Canada by RoutledgeCurzon 29 West 35th Street, New York, NY 10001 This edition published in the Taylor and Francis e-Library, 2005.
    [Show full text]
  • Naval Directory Singapore's Armed Forces Naval
    VOLUME 25/ISSUE 3 MAY 2017 US$15 ASIA PAcific’s LARGEST CIRCULATED DEFENCE MAGAZINE NAVAL DIRECTORY SINGAPORE’S ARMED FORCES NAVAL HELICOPTERS SMALL ARMS/LIGHT WEAPONS CIWS MARITIME PATROL AIRCRAFT www.asianmilitaryreview.com One Source. Naval Force Multiplier. Seagull: From MCM to ASW, unmanned sea supremacy Elbit Systems’ synergistic technologies are now revolutionizing Unmanned Surface Vessels. Seagull delivers multi-mission power while protecting lives and reducing costs. Two organic USVs controlled by one Mission Control System (CMS), taking on the challenges of Mine Counter Measures (MCM) and Anti Submarine Warfare (ASW). Rule the waves with Elbit Systems’ new naval force multiplier. Visit us at IMDEX 2017 Stand #M22 02 | ASIAN MILITARY REVIEW | Contents MAY 2017 VOLUME 25 / ISSUE 3 Andrew White examines small arms and light weapons procurement in the Asia-Pacific and 14 finds international suppliers vying with local companies to satisfy emerging demands. Front Cover Photo: Close-in weapons systems provide vital protection for warships against anti-ship missiles and an expanding set of ENHANCING threats, as detailed in this issue’s Close Protection article. THE MISSION 20 36 46 52 Naval Starship Directory 2017 Feet Wet Enterprise AMR’s ever-popular Naval Close Protection Andrew Drwiega examines A space race is well underway in Directory returns with Gerrard Cowan explores the naval support helicopter the Asia-Pacific, with Dr. Alix Valenti at the helm, with improvements being rolled out procurement across the Asia- Beth Stevenson discussing updated naval orders-of-battle in the close-in weapons system Pacific, noting the preference the health of several space and programme information domain to protect warships for new, as well as upgraded, programmes in the region, and from across the region.
    [Show full text]
  • Republic of Indonesia Fall 2018
    Republic of Indonesia Fall 2018 US Naval War College Joint Maritime Operations students present their thoughts and approaches to tackle a pressing national security problem. Edited by CDR Nicholas A. Kristof, USN The views expressed in these papers reflect personal opinions of the authors and do not reflect the official policy or position of the United States Naval War College, the United States Navy, the US State Department, USAID, any federal agency, the Department of Defense, or the US Government. Table of Contents True Believers: Religious Intolerance and Instability ................................................................... 1 William A. Adler, LTC, US Army Reassessing the US Freedom of Navigation Program in a Complex Competitive Environment . 13 Douglas Briller, US Department of State Countering Transnational Terrorism by Increasing Indonesian Special Operation Forces’ Capacity ............................................................................................................................ 25 Tiffany Chapman, LTC, US Army The Republic of Indonesia’s Maritime Strategy: Lofty Aspirations Without the Means to Achieve Them ................................................................................................................... 36 Joseph Girard, Capt., US Navy Breaking the Cycle of Escalation: A US Approach to Assisting with Counter-Terrorism and Creating an Avenue for Further Engagement ................................................................... 49 Ryan L. Hill, Lt Col, US Air Force Trade and Economic
    [Show full text]
  • Chapter Ii Indonesian Aviation
    CHAPTER II INDONESIAN AVIATION This chapter is going to discuss about aviation in Indonesia. From the history of Indonesian aviation from the beginning until recent day. This chapter will also discuss how KOHANUDNAS identify the flights that pass Indonesia, how KOHANUDNAS distinguish where is the allowed flight and black flight and if there is a black flight, how is the process of intercepting this flight by TNI AU, and the reasons why TNI AU places its fighters aircraft in Pekanbaru, Pontianak, Madiun, and Makassar. A. Indonesian Aviation History Talking about flying in the air, Indonesia has very long history of it. Even before Wright Brothers made their plane in 1903, Indonesian people already had a dream that people could be flying in the air. There are so many folktales that describe people can fly in Indonesia from Gatotkaca, the story of Ramayana, and other folktales. The other prove is the existence of Kraton Palace seal which is wings. This shows that Indonesian people already dreamt that people can fly long time ago. The history of Indonesian aviation can be found in pre-independence era. Indonesia started it since it was occupied by Netherland in 1904, about one year after Wright Brother made their flight experiment in 1903. A Dutch engineer named Ir. Onnen made a plane from bamboo. Then he continued his experiment by making glider with the design of Octave Chanute.1 1 PT. Kompas Gramedia. Majalah Angkasa; Sejarah Penerbangan Indonesia. Jakarta: Kompas Gramedia, 2013. Next, in February, 19 1913, a Dutch pilot named J.W.E.R Hilger successfully piloted a Fokker in an exhibition in Surabaya.
    [Show full text]
  • Pusatkelaikan
    KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIKREPU INDONESIABLIK INDONESIA PERAN PERAN PKEMUHASN RAI DATLAM K PERETALHAANANI NKEGAARA N PUSAT KELAIKAN KEMHAN RI EDISI II 2021 DALAM PERTAHANAN NEGARA www.kemhan.go.id Kementerian Pertahanan Republik Indonesia INDONESIA INDONENSIA @Kemhan_RI kemhanri Kemhan RI EDISI II 2021 DEWAN REDAKSI Para pembaca WIRA yang budiman, Pelindung/Penasihat: Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas izin-Nya-lah di Tahun Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Donny Ermawan T., M.D.S. 2021 ini Majalah Wira Kemhan kembali menyapa para pembaca WIRA di edisi Pemimpin Umum: ke-2 tahun 2021. Pada edisi ini redaksi Karo Humas Setjen Kemhan, akan menyajikan beberapa informasi dan Marsma TNI Penny Radjendra, S.T., M.Sc., M.Sc artikel yang layak untuk disimak oleh pembaca WIRA. Pemimpin Redaksi/Koordinator Redaksi: Kol Laut (P) Hadi Prayitno Informasi yang kami berikan terkait dengan kegiatan pimpinan Kementerian Redaksi Naskah/Redaksi Visual: Pertahanan yang terangkum dalam rubrik Fokus. M. Adi Wibowo, S.Sos, M.Si., Mayor Laut (KH) Bondy Mulyatmo, S.Sos, M.M Adapun beberapa artikel yang redaksi sajikan yakni, Peran Pusat Reporter: Kelaikan Kemhan dalam Pertahanan Negara; KRI Nanggala-402, Kami Titipkan Kedaulatan Laut Indonesia Kepada Kalian, Selamat Budiono, S.Si Jalan, Selamat Berlayar Menuju Keabadian; Pertahanan Negara dalam Otonomi Khusus di Papua Barat; dan Peran TNI Angkatan Laut dalam Desain Grafis: Perbantuan Kecelakaan di laut sebagai bagian dari OMSP. Imam Rosyadi Fotografer: Sedangkan pada rubrik Fokus Lensa, redaksi menampilkan foto- foto kegiatan pimpinan dan foto kegiatan satker kemhan. Acep Sutawijaya/Sasi Indah P Distribusi dan Sirkulasi: Dengan kerendahan hati, semoga informasi dan artikel yang kami sajikan dalam Majalah WIRA edisi ini dapat menambah wawasan dan Kapten Cku Lindu Balianto pengetahuan serta manfaat bagi para pembaca setia WIRA dimanapun Mandiri Triadi, S.Sos, M.M berada dan bertugas.
    [Show full text]
  • The Use of Intelligence in Indonesian Counter-Terrorism Policing Amira Paripurna a Dissertation Submitted in Partial Fulfillment
    The Use of Intelligence in Indonesian Counter-Terrorism Policing Amira Paripurna A dissertation submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Doctor of Philosophy University of Washington 2017 Reading Committee: Jonathan Eddy, Chair Mary Fan Mark Cammack Peter Lape Program Authorized to Offer Degree: School of Law © Copyright 2017 Amira Paripurna University of Washington ABSTRACT The Use of Intelligence in Indonesian Counter-Terrorism Policing Amira Paripurna Chair of the Supervisory Committee: Professor Jonathan A. Eddy School of Law The world over, one of the most pressing issues confronting law enforcement agencies today concerns responding to and preventing terrorism. In general, counter-terrorism (CT) efforts fall into two categories: pre-crime and post-crime. Unlike post-crime efforts that respond to terrorist acts that have already occurred, pre-crime CT is generally understood to be “proactive,” where intelligence plays a key role in preventing events and acts of terrorism. Proactive CT necessitates strong cooperation between counter-terrorism actors and among the relevant agencies to share the intelligence they collect. In fact, intelligence sharing is fundamental to counter-terrorism cooperation. In places like the U.S. and the U.K., one of the most effective and influential manifestations of proactive CT has been an approach called Intelligence-Led Policing (ILP). ILP is currently considered to be a “promising” model of policing, a model that may positively contribute to prevention and reduction of serious crime, including terrorism, organized crime, and trans-organized crime. The core framework of ILP is proactive in nature: it offers a collaborative approach to law enforcement based on information sharing and police accountability, and enhanced by intelligence operations.
    [Show full text]