Teguran Berujung Kematian
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
Persija Kalahkan Persib 2-0 Di Leg Pertama Final Piala Menpora 2021
Persija Kalahkan Persib 2-0 di Leg Pertama Final Piala Menpora 2021 Realitarakyat.com – Klub Ibu Kota Persija Jakarta berhasil meraih hasil positif pada leg pertama final Piala Menpora 2021 di Stadion Manguwoharjo, Sleman, Kamis (22/4/2021). Macan Kemayoran berhasil mengalahkan rival abadinya Persib Bandung 2-0. Persija melakukan rotasi pemain dengan menurunkan dua pemain muda, Braif Fatari dan Taufik Hidayat sejak menit awal. Keduanya menggantikan peran Ramdani Lestaluhu dan Marko Simic yang harus rela menunggu di bangku cadangan. Sementara Persib menurunkan skuad terbaiknya termasuk mengandalkan duet striker Wander Luiz dan Ezra Walian. Namun, keputusan pelatih Persija justru berbuah manis. Dua pemain muda mereka, Braif Fatari dan Taufik Hidayat jadi pembeda di babak pertama. Penyerang muda mereka, Braif Fatari berhasil mencetak gol di menit pertama. Bermula dari tembakan keras Riko Simanjuntak dari sisi kanan yang membentur Taufik Hidayat di kotak penalti. Bola bergulir ke arah Braif Fatari yang diteruskan dengan tembakan keras kaki kiri. Lima menit berselang, Macan Kemayoran mampu menggandakan keunggulan. Riko Simanjuntak kembali menjadi aktor terjadinya gol kedua. Umpan silang mendatar Riko Simanjuntak dari sisi kiri berhasil disambar Taufik Hidayat yang lolos dari kawalan pemain belakang Persib. Persija unggul 2-0. Tertinggal dua gol membuat Persib berada di dalam tekanan di sepanjang babak pertama. Serangan yang dibangun Wander Luiz dkk kerap kandas sebelum berhasil menusuk ke kotak penalti. Persija bahkan nyaris unggul lewat peluang Osvaldo Haay di menit ke-26 dan Taufik Hidayat di pengujung babak pertama. Namun, peluang kedua pemain tersebut masih belum menemui sasaran. Skor 2-0 untuk keunggulan Persija bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, pelatih Persib Robert Rene Alberts mencoba melakukan penyegaran. -
Metafora Dalam Ujaran Komentator Pada Babak Final Piala Presiden 2017 Di Stasiun Televisi Indosiar
Metafora dalam Ujaran Komentator pada Babak Final piala presiden 2017 di Stasiun Televisi Indosiar Rizki Bahari Irianto 2125140285 Skripsi yang diajukan kepada Universitas Negeri Jakarta untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana sastra PRODI SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2018 i ii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPETINGAN AKADEMIS Sebagai sivitas akademik Universitas Negeri Jakarta saya yang bertandatangan di bawah ini : Skripsi ini diajukan oleh Nama :Rizki Bahari Irianto No. Reg. : 2125140285 Fakultas :Bahasa dan Seni JenisKarya : Skripsi JudulSkripsi :Metafora dalam Ujaran Komentator Babak Final piala presiden 2017 di stasiun Televisi Indosiar Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui untuk memberikan kepadaUniversitas Negeri Jakarta Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif (Non-exclusive Royalty free Right) atas karya ilmiah saya. Dengan menyimpan, mengalih media/formatkan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data (database), mendistribusikannya, dan menampilkan/mempublikasikannya di internet atau di media lainnya untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dans ebagai pemilik Hak Cipta. Segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran Hak Cipta dalam karya ilmiah ini menjadi tanggung jawab saya pribadi. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Bogor, 31 Januari 2018 Rizki Bahari Irianto No. Reg. 2125140285 iii ABSTRAK Rizki Bahari Irianto. Metafora dalam Ujaran Komentator pada Babak Final Piala Presiden 2017 di Stasiun Televisi Indosiar Skripsi. Jakarta: Program Studi Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta. Januari 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan bentuk metafora dalam ujaran komentator pada babak final piala presiden 2017 di stasiun televisi indosiar meliputi : 1. -
Air Mata Untuk Rohingya
RABU, 6 SEPTEMBER 2017 / 15 DZULHIJJAH 1438 H HARGA RP 3.000 Air Mata untuk Rohingya SUKABUMI-Ribuan santri dari sejum- wati berorasi sambil membawa spanduk. “Kejadian di Rohingya tidak lah pondok pesantren (ponpes), Ormas Mereka tidak kuasa menahan tangis saat dan LSM di Sukabumi melakukan aksi mendengarkan orasi aksi solidaritas para ada hubungan sama sekali solidaritas atas kekejaman yang menimpa pimpinan pondok pesatren. Sambil ber- dengan ummat Budha di Muslim di Rakhine, Rohingya, Myanmar, doa, mereka berharap tindakan kekerasan Sukabumi. Ummat Budha kemarin (5/9). yang menimpa muslim Rohingya dapat Walikota Sukabumi tidak punya kesalahan. Aksi tersebut berlangsung di lokasi segera dihentikan. Diketahui tindakan M MURAZ. Perlakukan secara sama yang berbeda. Ratusan santri dan santri- AIR...Baca Hal 4 umat non muslim yang SAVE ROHINGYA: Santri dari sejumlah pondok pesantren (ponpes), Ormas dan LSM di Sukabumi taat turut terhadap aturan melakukan aksi solidaritas atas kekejaman yang menimpa Muslim di Rakhine, Rohingya, Myanmar, di depan negara,” Gedung DPRD Kota Sukabumi, kemarin (5/9). Sah, Jona Jagoan SUKABUMIGolkar-- DewanDewan PimpinanPimpinan Pusat (DPP) Partairtai Golkar akh- irnya menetapkankan Ketua DPD Partai Golkar Kotaota Sukabumi, Jona Arizona untukuntuk majumaju didi Pilwalkot Sukabumiumi 2018 men- datang. Kabar bbaikaik untuk DPD Golkar Kota Sukabumiukabumi ddidapatidapat setelah DPP Golkarkar menga-menga- dakan rapat tertutuprtutup membahas fi nalisasiisasi calon di sejumlahlah SAH,...Baca Halal 4 JONA ARIZONA Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi PENDAFTARAN CPNS 21INDONESIA VS MYANMAR Ibu Yayah 17.928 TIMNAS U-19 Indonesia tampil Meninggal, Emah Myanmar istimewa saat kandaskan 2-1 Myan- mar U-19 di Stadion Th uwuna, di Nagrak Dirawat Lowongan Yangon, Myanmar, Selasa (5/9). -
TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN PADA CABANG OLAHRAGA SEPAK BOLA (Penerapan Parameter Legitimate Sport Dalam Kasus R V
UNIVERSITAS INDONESIA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN PADA CABANG OLAHRAGA SEPAK BOLA (Penerapan Parameter Legitimate Sport dalam Kasus R v. Barnes (2004) EWCA Crim 3246 pada Hukum Pidana Indonesia ) SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum ANUGERAH RIZKI AKBARI 0706276904 FAKULTAS HUKUM PROGRAM STUDI ILMU HUKUM KEKHUSUSAN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEJAHATAN DEPOK JULI 2011 Tindak pidana ..., Anugerah Rizki Akbari, FH UI, 2011 HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS Skripsi ini adalah hasil karya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar. Nama : Anugerah Rizki Akbari NPM : 0706276904 Tanda Tangan : Tanggal : 2 Juli 2011 Tindak pidana ..., Anugerah Rizki Akbari, FH UI, 2011 HALAMAN PENGESAHAN Skripsi ini diajukan oleh : Nama : Anugerah Rizki Akbari NPM : 0706276904 Program Studi : Ilmu Hukum Judul Skripsi : Tindak Pidana Penganiayaan pada Cabang Olahraga Sepak Bola (Penerapan Parameter Legitimate Sport dalam Kasus R v. Barnes (2004) EWCA Crim 3246 pada Hukum Pidana Indonesia) Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. DEWAN PENGUJI Pembimbing : Gandjar Laksmana B. Bondan, S.H., M.H. ( ....................... ) Pembimbing : Dr. Eva Achjani Zulfa, S.H., M.H. ( ....................... ) Penguji : Dr. Surastini Fitriasih, S.H., M.H. ( ....................... ) Penguji : Akhiar Salmi, S.H., M.H. ( ....................... ) Penguji : Theodora Yuni Shah Putri, S.H., M.H. ( ....................... ) Ditetapkan di : Depok Tanggal : 2 Juli 2011iii v Tindak pidana ..., Anugerah Rizki Akbari, FH UI, 2011 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas karunia dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Skripsi ini membahas mengenai pemberlakuan hukum pidana terhadap kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh olahragawan pada pertandingan sepak bola. -
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang PSSI (Persatuan
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta, adalah suatu organisasi olahraga yang dilahirkan di zaman penjajahan Belanda. Kelahiran PSSI terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan. Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih–benih nasionalisme di dada pemuda- pemuda Indonesia.1 Dalam perjalanan organisasi PSSI ini, banyak sekali tim-tim besar yang sudah pernah merasakan menjadi jawara liga indonesia yang di selenggarakan PSSI. Salah satu tim yang sempat menjadi jawara liga Indonesia adalah Persebaya dari Surabaya yang berjuluk ”bajoel Ijo”. Persebaya di dirikan 1 http://www.pssi-football.com/id/history.php, Sejarah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( PSSI ) , diakses tanggal 15-3-13 1 2 oleh Paijo dan Pamudji, pada awal berdirinya Persebaya bernama Soerabhaianche Indonesische Voetbal Bond atau di singkat SIVB. 2 Pada saat itu di surabaya juga ada klub sepak bola bernama Sorabaiasche Voebal Band ( SVB ) tim ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang orang Belanda yang ada di Suarabaya.3 Ketika Belanda kalah dari jepang pada tahun 1942, merosotlah prestasi SVB. Sebaliknya, SIVB yang hampir semua pemainnya adalah orang pribumi dan sebagian kecil orang Thionghoa prestasinya sangat melejit. Akhirnya pada tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi PERSIBAJA (Persatuan Sepak Bola indonesia Soerabaja) pada era ini persibaja di ketuai oleh Dr. Soewandi.kala itu Persibaja berhasil meraih gelar juara antar bonden (antar klub) pada tahun 1951 dan 1952.4 Tahun 1960, nama Persibaja di ganti menjadi PERSEBAYA (Persatuan Sepak Bola Surabaya). -
OLAHRAGA DAN KEBANGSAAN Beberapa Aspek Sejarah Sosial Ekonomi
OLAHRAGA DAN KEBANGSAAN Beberapa Aspek Sejarah Sosial Ekonomi Pembina Hilmar Farid Direktur Jenderal Kebudayaan Pengarah Triana Wulandari Direktur Sejarah Pemimpin Umum/Penangung Jawab Edy Suwardi Kasubdit Internalisasi Nilai Sejarah Dewan Redaksi Agus Widiatmoko, Suharja, Herliswanny Editor Eksekutif Kasijanto Sastrodinomo Editor Bahasa Khresno Brahmantyo Staf Editor Budi Suryono, Dian Andika Winda, Ratih Widdyastuti, Purnawan Andra, Akmal Maulana Penanggung Jawab Laman Finder Tendiardi Mitra Bestari Dr. Bondan Kanumyoso (Universitas Indonesia, Dr. Singgih Tri Sulistiyono (Universitas Diponegoro), Dr. Gusti Asnan (Universitas Andalas), Dr. Sri Margana (Universitas Gadjah Mada), Dr. Usman Thalib (Universitas Pattimura) Tata Letak/Design Wahid Hisbullah Sekretariat Fariz Rizqi Muhammad, Tita Chairunnisa Sirkulasi dan Distribusi Ganda Nainggolan, Samino, Haryanto Alamat Redaksi Direktorat Sejarah Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Degung E, Lantai 9 Jalan Jenderal Sudirman - Jakarta 10270 Telpon: (021) 572 5540 ext 15 Faksimili: (021) 572 5044 Situs: jurnalabad.kemdikbud.go.id Email: [email protected] Abad adalah jurnal ilmiah sejarah yang diterbitkan oleh Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media pembahasan hasil penelitian ilmiah sejarah dan disiplin lain yang terkait dengan ilmu sejarah. Terbit dua kali setiap tahun, yaitu dalam Juni dan Desember | 3 Kata Pengantar Indonesia menyelenggarakan Asian Games ke-18 pada Agustus 2018 di Jakarta dan Palembang. Ini kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah, sejak penyelenggaraan Asian Games 1962 di Jakarta. Pada gelaran Asian Games 2018 Indonesia sukses mengukir sejarah sebagai tuan rumah dan prestasi perolehan medali di peringkat ke-4. Segenap Bangsa Indonesia larut dalam semangat Asian Games. Tak hanya prestasi atlit, penyelenggaraan Asian Games pun banyak menuai pujian dan kekaguman baik di dalam maupun luar negeri. -
Pasang-Surut-Klub-Sepak-Bola-Profesional-Di-Kota-Surakarta-Tahun-1990-2006-4.Pdf
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id35 BAB III PERKEMBANGAN KLUB SEPAKBOLA PROFESIONAL DI KOTA SURAKARTA TAHUN 1990-2006 Kota Surakarta dalam sejarah perkembangan sepakbola di Indonesia merupakan salah satu kota yang memiliki beberapa klub yang berperan dalam sepakbola Nasional. Klub VVB yang berganti nama menjadi Persis sempat berprestasi pada decade 1940 dan 1950. Namun pada decade 1950- awal 1990, kota Surakarta seakan hilang dari keramaian sepakbola Nasional. Baru pada decade 1990 sampai millennium awal, kota Solo kembali berjaya seperti pada masa colonial dan awal kemerdekaan. Hal tersebut tidak lepas dari beberapa klub yang ada di kota Solo pada masa itu. Hal lainnya adalah pada masa tersebut ada 3 klub yang berganti-ganti berada di kota Solo walaupun klub Persis yang asli kota Solo masih ada namun karena Persis hanya ada di Divisi II-III membuat klub asli kota Solo tersebut kalah pamor dan ditinggalkan masyarakat Solo sendiri. Namun kemudian Persis bisa promosi ke Divisi Utama pada tahun 2006. Arseto Solo, Pelita Jaya, Persijatim Solo FC adalah 3 klub luar kota yang sempat bermain di Surakarta dan mengubah dinamika persepakbolaan kota Surakarta. Arseto yang merupakan klub pindahan dari Jakarta mencapai puncak keemasan pada dekade 1990 tepatnya pada tahun 1992 dan kemudian bubar jga pada pada dekade 1990 yaitu tahun 1998. Arseto Solo berkompetisi di Liga Galatama dari tahun 1978 sampai tahun 19994. Salah satu presatasi yang paling bagus adalah menjadi peserta Liga Champions Asia pada tahun 1992. commit to user 35 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id36 A. Perjalanan Klub Arseto Solo tahun 1990-1998 1. Sejarah Klub Arseto Arseto Solo adalah sebuah klub sepakbola yang berlaga di Liga Galatama dan Liga Indonesia dari tahun 1978-1998. -
Pembelaan Pada Persebaya Dan Glorifikasi Bonek Dalam Pemberitaan Jawa Pos Tentang Konflik Persebaya Dan Pssi
54 Komuniti, Vol. 10, No. 1, Maret 2018 p-ISSN: 2087-085X, e-ISSN: 2549-5623 PEMBELAAN PADA PERSEBAYA DAN GLORIFIKASI BONEK DALAM PEMBERITAAN JAWA POS TENTANG KONFLIK PERSEBAYA DAN PSSI Fajar Junaedi1, Prof. Dr. Heru Nugroho2, Dr. Sugeng Bayu Wahyono3 1Mahasiswa Program Doktor Kajian Budaya dan Media UGM Dosen Ilmu Komunikasi UMY - Yogyakarta 2,3Program Doktor Kajian Budaya dan Media UGM Email:1 [email protected] ABSTRAK Relasi olahraga dan media telah menjadi isu yang signifikan, meskipun jurnalisme olahraga sering disebut sebagai jurnalisme mainan karena sifatnya yang tidak serius dibandingkan dengan jurnalisme politik dan ekonomi. Namun demikian, olahraga bukan sekadar apa yang terjadi di arena olahraga, namun berkelindan dengan beragam aspek lain, mulai dari ekonomi, politik dan sosial. Konflik yang terjadi antara Persebaya dan PSSI sepanjang tahun 2009 sampai dengan 2017 membuktikan bahwa olahraga bukan hanya apa yang terjadi di lapangan hijau namun berkelindan dengan aspek politik. Oleh Jawa Pos, berita tentang konflik Persebaya dan PSSI tidak lagi dikemas dalam jurnalisme mainan, namun ditempatkan di halaman muka yang biasanya diisi berita politik dan ekonomi. Di sekitar pelaksanaan Kongres PSSI pada tahun 2016 dan 2017, Jawa Pos secara massif mengalokasikan halaman korannya untuk memberitakan tentang Persebaya dan Bonek yang memperjuangkan pengakuan kembali Persebaya oleh PSSI. Jawa Pos dalam berbagai pemberitaannya secara eksplisit membingkai keberpihakan kepada Persebaya dan sekaligus membingkai Bonek sebagai fans yang memiliki loyalitas dan militansi tinggi dalam membela Persebaya. Bonek dalam pemberitaan Jawa Pos mengenai konflik Persebaya dan PSSI diglorifikasi sebagai pahlawan yang memperjuangkan Persebaya. Keberpihakan Jawa Pos pada Persebaya dan Bonek berujung pada pembelian saham PT Persebaya Indonesia oleh PT Jawa Pos Sportindo, sebuah perusahaan yang menjadi bagian dari konglomerasi Jawa Pos. -
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada Pertandingan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada pertandingan sepakbola, akan terasa meriah karena antusias dari para suporter yang mendukung klub kesayangan mereka. Suporter sepakbola rela berdesakan dalam stadion untuk melihat tim kesayangan mereka bertanding. Menurut Scheneiders (1995) suporter berperan penting dalam cabang olahraga sepak bola, karena peran suporter dapat memicu semangat para pemain untuk lebih percaya diri dalam menghadapi lawan. Suporter sepakbola sering kali membuat selogan-selogan, atribut, atau nyanyian untuk menyuarakan dukungan mereka kepada tim kesayangan namun selogan, atribut atau lagu yang dibuat sering kali memicu agresi para suporter lawan. Tindakan agresi sering kali terjadi karena fanatisme para suporter terhadap timnya. Agresi sering kali terjadi saat pertandingan misalkan agresi verbal yang berupa ejekan kepada suporter tim lawan, namun tak jarang juga agresi terjadi sampai diluar stadion atau lapangan. Agresi fisik pun terjadi ketika suporter lawan tak terima atas ejekan yang dilakukan yang memicu emosi, agresi fisik yang berupa pukulan, bahkan tawuran antar suporter pun dapat terjadi dalam suatu pertandingan. Hal tersebut menjadi pemicu para suporter tak mau tim kesayanganya kalah ataupun dihina/diejek oleh lawan mainnya (Utomo dan Warsito, 2012). Banyak perilaku agresi yang dilakukan oleh suporter bola, sebagaimana yang terjadi pada Suporter yang PERSIJA terlibat tawuran dengan suporter PERSIB di area GOR Pekansari, Bogor pada Jum’at (13/10) malam. Hermawan (2016) tawuran antara PERSIJA dan Viking pecah usai pertandingan antara PERSIJA melawan PS TNI, kronologis kejadian tewasnya tiga orang saat menjelang berlangsungnya laga PERSIJA vs PERSIB, Minggu 29 Mei 2012, satu korban yang meninggal berada didekat kolam renang, dan dua orang tewas dan satu luka-luka yang ditemukan dihall basket. -
Bab Ii Telaah Pustaka………………………………………………
BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALTERNATIF PENILAIAN KINERJA KLUB SEPAK BOLA PROFESIONAL DI INDONESIA (STUDI KASUS PADA PERSIJAP JEPARA) SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Disusun oleh : RONI TRI CAHYONO NIM. C2C006130 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010 PERSETUJUAN SKRIPSI Nama Penyusun : RONI TRI CAHYONO Nomor Induk Mahasiswa : C2C006130 Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Akuntansi Judul Skripsi : Balanced Scorecard sebagai Alternatif Penilaian Kinerja Klub Sepak Bola Profesional di Indonesia (Studi Kasus Pada Persijap Jepara) Dosen Pembimbing : Drs. Sudarno M.Si., Ph.D, Akt Semarang, 13 Agustus 2010 Dosen Pembimbing, (Drs. Sudarno, M.Si, Ph.D, Akt.) NIP. 131875457 PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN Nama Penyusun : RONI TRI CAHYONO Nomor Induk Mahasiswa : C2C006130 Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Akuntansi Judul Skripsi : Balanced Scorecard sebagai Alternatif Penilaian Kinerja Klub Sepak Bola Profesional di Indonesia (Studi Kasus Pada Persijap Jepara). Telah dinyatakan lulus pada tanggal 27 September 2010 Tim Penguji : 1. Drs. Sudarno, M.Si, Ph.D, Akt (........................................) 2. Prof. Dr. Muchamad Syafruddin, M.Si, Akt (........................................) 3. Herry Laksito, S.E, M.Adv, Acc., Akt (........................................) PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI Yang bertanda tangan di bawah ini saya, Roni Tri Cahyono, menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Balanced Scorecard sebagai Alternatif Penilaian -
Dewa United FC Minta Jadi Tuan Rumah Liga 2 2021
Dewa United FC Minta Jadi Tuan Rumah Liga 2 2021 Realitarakyat.com – Klub asal Tangerang, Dewa United FC akan mengajukan diri menjadi salah satu tuan rumah fase grup Liga 2 musim 2021. Dikutip dari keterangan resmi klub yang diterima di Jakarta, Minggu, CEO Dewa United Kevin Hardiman menyebut bahwa klub tersebut menyiapkan Stadion Benteng Taruna, Kelapa Dua, Tangerang, untuk menggelar pertandingan. “Kami berusaha menjadi tuan rumah yang baik. Kami juga akan mengoptimalkan atmosfer kompetisi di Stadion Benteng dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19,” ujar Kevin lewat rilis yang diterima Redaksi Senin (7/6/2021). Keinginan Dewa United tersebut sekaligus menegaskan dukungan klub yang sebelumnya bernama Martapura FC itu dengan format kompetisi Liga 2 Indonesia 2021. Menurut Kevin, sistem grup yang diterapkan di Liga 2 terkini oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) adalah yang terbaik pada masa pandemi COVID-19. Liga 2 Indonesia 2021 diproyeksikan berlangsung dalam format turnamen, di mana 24 tim peserta akan dibagi dalam empat grup. Setiap grup akan dilaksanakan di wilayah yang berbeda. Tuan rumah penyisihan grup adalah salah satu dari klub grup tersebut. “Format kompetisi empat grup dibuat dengan sejumlah alasan logis mengikuti situasi dan kondisi saat ini yang masih pandemi COVID-19. PSSI dan PT LIB tentu tak mau ambil risiko memakai format lama yang punya potensi tinggi meningkatkan penyebaran COVID-19,” tutur Kevin. Liga 2 Indonesia 2021 rencananya digelar pada Juli, sekitar 14 hari setelah ‘kick off’ Liga 1 pada 10 Juli, sampai Desember 2021. Selain Dewa United, PSMS Medan juga sudah mengajukan diri menjadi salah satu tuan rumah fase grup Liga 2 2021.(Din). -
Perpustakaan.Uns.Ac.Id Digilib.Uns.Ac.Id Commit to User BAB IV PERKEMBANGAN SEPAKBOLA PROFESIONAL DI KOTA SURAKARTA TAHUN 1998-2
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id81 BAB IV PERKEMBANGAN SEPAKBOLA PROFESIONAL DI KOTA SURAKARTA TAHUN 1998-2006 A. Perjalanan Klub Pelita Solo 2000-2001 1. Perpindahan Pelita Jaya ke Surakarta Arseto bubar pada tahun 1998 yang disebabkan faktor politik. Yayasan Arseto adalah milik keluarga Presiden Soeharto. Pembubaran tersebut untuk menghindari sentimen masyarakat terhadap mantan Presiden Soeharto.1 Hanya ada klub Persis Solo di kota Surakarta pada tahun 1998-1999, klub ini masih berkompetisi di Divisi II dan Divisi III Nasional. Selama 1 tahun dari tahun 1998- 1999, kota Surakarta sepi dari persepakbolaan Nasional. Stadion Manahan dan stadion Sriwedari yang dibangun untuk tim yang berlaga di Liga Indonesia menjadi tidak berguna karena jarang didatangi masyarakat pecinta sepak bola di kota Surakarta untuk melihat pertandingan sepak bola. Karena megahnya fasilitas olahraga kota Surakarta yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan sepakbola, tim Pelita Jaya memutuskan untuk memindahkan home base dari Jakarta ke kota 2 Surakarta. Klub Pelita Jaya adalah klub dari Liga Galatama yang berdiri pada tahun 1986 di kota Jakarta, klub ini milik keluarga Bakrie. Pada era Galatama, tim Pelita Jaya adalah tim yang besar. Bernagai prestasi seperti menjuarai 1 Wawancara dengan Chaidir Ramli. Tanggal 23 Januari 2016. commit to user 2Solopos, “Pelita Ingin pindah ke Solo”, tanggal 2 Januari 2000. 81 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id82 kompetisi Galatama dan ikut di Liga Champions Asia pernah diraih oleh Pelita Jaya. Materi pemain juga sangat bagus, pemain seperti Mario Kempes, Roger Milla sempat dibeli oleh Pelita yang mempunyai dana yang banyak. Walaupun mempunyai banyak prestasi dan banyak pemain yang bagus, faktor kurangnya minat masyarakat Jakarta untuk mendukung Pelita menjadi masalah yang serius dikemudian hari.