Efektivitas Lembaga Ombudsman Republik
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
User's Guide for the Indonesia Family Life Survey, Wave 4
User's Guide for the Indonesia Family Life Survey, Wave 4 AND ANNA MARIE WATTIE We recommend the following citations for the IFLS data: For papers using IFLS1 (1993): Frankenberg, E. and L. Karoly. "The 1993 Indonesian Family Life Survey: Overview and Field Report." November, 1995. RAND. DRU-1195/1-NICHD/AID For papers using IFLS2 (1997): Frankenberg, E. and D. Thomas. ―The Indonesia Family Life Survey (IFLS): Study Design and Results from Waves 1 and 2‖. March, 2000. DRU-2238/1-NIA/NICHD. For papers using IFLS3 (2000): Strauss, J., K. Beegle, B. Sikoki, A. Dwiyanto, Y. Herawati and F. Witoelar. ―The Third Wave of the Indonesia Family Life Survey (IFLS3): Overview and Field Report‖. March 2004. WR-144/1- NIA/NICHD. For papers using IFLS4 (2007): Strauss, J., F. Witoelar, B. Sikoki and AM Wattie. ―The Fourth Wave of the Indonesia Family Life Survey (IFLS4): Overview and Field Report‖. March 2009. WR-675/1-NIA/NICHD. ii Preface This document describes some issues related to use of the fourth wave of the Indonesia Family Life Survey (IFLS4), alone and together with earlier waves of IFLS: IFLS1, 2 and 3. It is the second of six volumes documenting IFLS4. The first volume describes the basic survey design and implementation. The Indonesia Family Life Survey is a continuing longitudinal socioeconomic and health survey. It is based on a sample of households representing about 83% of the Indonesian population living in 13 of the nation’s 26 provinces in 1993. The survey collects data on individual respondents, their families, their households, the communities in which they live, and the health and education facilities they use. -
Bab 3 Rencana Pembangunan Wilayah Di Kabupaten
Laporan Akhir 3 - 1 BAB 3 RENCANA PEMBANGUNAN WILAYAH DI KABUPATEN TANGERANG 3.1 RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH Sesuai RKPD visi Kabupaten Tangerang adalah ”Menuju Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Beriman, Sejahtera, Berorientasi Industri dan Berwawasan Lingkungan”, yang dimaksud dengan : 1. Masyarakat kabupaten Tangerang; adalah kelompok orang dengan segala aspek kehidupannya, yang meliputi sikap perilaku dan pola pikir dalam sosial budaya, agama, politik, ekonomi, hukum, ilmu pengetahuan teknologi yang memanfaatkan sumbar daya alam dan sumber daya buatan yang ada di Kabupaten Tangerang; 2. Beriman; adalah percaya, yakin dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memenuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta hidup rukun antar umat manusia.Terpenuhinya kebutuhan manusia dari segi meteri memerlukan penyeimbang dari sisi rohani, sehingga terjamin keseimbangan mental dan spiritual; 3. Maju; berarti cerdas, sehat dan dinamis menuju taraf hidup yang lebih baik, proaktif, kreatif, dan disiplin sesuai dengan fungsi, peran dan kedudukan masing-masing anggota masyarakat; 4. Mandiri; berarti mampu mengatasi permasalahan dan hidup bertanggung jawab dengan tidak ada ketergantungan pada pihak lain Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Kabupaten Tangerang Laporan Akhir 3 - 2 atau dikendalikan oleh pihak lain. Visi kemandirian adalah tetap berada koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945; 5. Berorientasi Industri; berarti perilaku yang mengarah pada pertimbangan ekonomis dengan memperhitungkan tenaga, waktu, biaya, dan sumber daya teknologi yang terus berkembang dan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri tapi beriorentasi pasar; 6. Berwawasan Lingkungan; berarti orientasi pembangunan mempertimbang-kan kondisi lingkungan yang harus dipatuhi oleh setiap pelaku pembangunan karena pembangunan berwawasan lingkungan akan memberi manfaat bagi kelangsungan hidup dan pembangunan. -
Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 20 Tahun 2006 Tentang Pembentukan Kecamatan Kelapa Dua
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN KELAPA DUA SKRIPSI Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial pada Program Studi Ilmu Administrasi Negara Oleh: NURSANTI PRATIWI NIM. 061507 FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA SERANG 2010 LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS Saya yang bertanda tangan di bawah ini dengan: Nama : Nursanti Pratiwi NIM : 061507 Fakultas/Prodi : FISIP/Ilmu Administrasi Negara Menyatakan telah melaksanakan kegiatan penyusunan skripsi dengan judul penelitian ” Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 20 Tahun 2006 Tentang Pembentukan Kecamatan Kelapa Dua” secara orisinil. Apabila suatu saat diketahui bahwa skripsi ini merupakan plagiat atau hasil penjiplakan dari skripsi lain, maka gelar yang diperoleh peniliti dapat dicabut sesuai dengan ketentuan. Serang, September 2010 Nursanti Pratiwi NIM. 061507 LEMBAR PERSETUJUAN Nama : NURSANTI PRATIWI NIM : 061507 Judul : IMPLEMENTASI DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN KELAPA DUA Serang, September 2010 Skripsi ini Telah Disetujui untuk Diujikan Menyetujui, Pembimbing I, Pembimbing II, Dr. Agus Sjafari, M.Si Riswanda, S.Sos.,MPA NIP. 197108242005011002 NIP. 198101122008121001 Mengetahui, Dekan FISIP UNTIRTA Dr. H. Ahmad Sihabudin, M.Si NIP. 196507042005011002 PROGRAM STUDI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI Nama : NURSANTI PRATIWI NIM : 061507 Judul Skripsi : IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN KELAPA DUA Telah diuji di hadapan Dewan Penguji Sidang Skripsi di Serang, tanggal 12 bulan Oktober tahun 2010 dan dinyatakan LULUS Serang, 12 Oktober 2010 Ketua Penguji (Rina Yuliati, S.IP., M.Si) NIP. 197407052006042011 ……………………………… Anggota: (Titi Stiawati, S.Sos., M.Si) NIP. -
Perda No 20 2006 Tentang Pembentukan Kecamatan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG Nomor 20 Tahun 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN SUKAMULYA, KELAPA DUA, SINDANG JAYA, SEPATAN TIMUR, SOLEAR, GUNUNG KALER DAN MEKAR BARU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang : a. bahwa dengan memperhatikan perkembangan jumlah penduduk, luas wilayah dan semakin meningkatnya beban tugas serta valume kerja dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kecamatan Balaraja, Curug, Cisoka, Pasar Kemis, Sepatan, Kresek, Kronjo, Rajeg, Legok, Jayanti, dan Pagedangan, dipandang perlu dimekarkan dengan membentuk Kecamatan Sukamulya, Kelapa Dua, Sindang Jaya, Sepatan Timur, Solear, Gunung Kaler dan Mekar Baru; b. bahwa pembentukan Kecamatan sebagaimana dimaksud pada huruf a, dapat mendorong peningkatan pelayanan dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta kemajuan dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya guna mendukung penyelenggaraan otonomi daerah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku perlu ditetapkan Peraturan Daerah tentang Pembentukan Kecamatan Sukamulya, Kelapa Dua, Sindang Jaya, Sepatan Timur, Solear, Gunung Kaler dan Mekar Baru. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4010); 2. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pedoman Pembentukan Peraturan Perundang-undangan -
Bupati Tangerang Provinsi Banten
BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 30 TAHUN 2019 TENTANG PEMBENTUKAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PADA DINAS DAN BADAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang : a. bahwa Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas Dan Badan Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang telah diatur dalam Peraturan Bupati Peraturan Bupati Nomor 115 Tahun 2016 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas dan Badan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 115 Tahun 2016 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas Dan Badan Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang; b. bahwa dengan tetapkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah, maka peraturan Bupati sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu diganti untuk disesuaikan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b dan untuk melaksanakan Surat Gubernur Banten Nomor 069/486-Org/2018 tanggal 29 Januari 2018 perihal Rekomendasi Pembentukan UPTD di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pada Dinas Dan Badan Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Djawa Barat (Berita Negara Tahun 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan mengubah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Djawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851); 2.Undang-Undang… -2- 2. -
Analisa Cueks Kab.Tangerang 09 Agust 2021
BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA BALAI BESAR METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA WILAYAH II Jl. H. Abdul Ghani No. 05, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Telepon: (021) 7402739, 7444338 – Facsimile: (021) 7426485, Po. Box: 39/ 15412 Email: [email protected] ANALISIS CUACA TERKAIT BANJIR DI WILAYAH KABUPATEN TANGERANG TANGGAL 09 AGUSTUS 2021 I. INFORMASI KEJADIAN LOKASI Desa Karang Tengah, Kec. Pagedangan, Kab. Tangerang TANGGAL 09 Agustus 2021 Hujan yang terjadi pada hari Senin, 09 Agustus 2021 sejak malam hingga dini hari menyebabkan meluapnya sungai Cimanceuri sehingga terjadi banjir dengan ketinggian air mencapai 30cm s/d 100 cm dipemukiman warga sedangkan yang di pinggir kali mencapai 150 cm. DAMPAK Sumber: BPBD Kab. Tangerang II. DATA CUACA a. Data pengukuran Curah Hujan (09 Agustus 2021) Stasiun/AWS/ARG Data Curah Hujan (mm) Keterangan BPP Sepatan 67.8 Hujan Lebat ARWS Rekayasa Stageof Hujan Lebat 58.4 Tangerang AWS Digi Stamet Cengkareng 63.6 Hujan Lebat III. ANALISIS METEOROLOGI INDIKATOR KETERANGAN 1. Suhu Muka Laut Suhu muka laut di sekitar perairan Banten pada tanggal 08 Agustus 2021 berkisar antara 28˚C hingga 30˚C (Gb.1.a). Anomali suhu muka laut berkisar antara 0.5˚C hingga +2.5˚C terhadap normalnya (Gb.1.b). Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi suhu muka laut lebih hangat dari kondisi normal, yang mengindikasikan adanya kondisi yang mendukung tersedianya pasokan uap air di perairan Banten, sehingga sangat mendukung untuk terjadinya pertumbuhan awan konvektif di wilayah Banten. 2. Pola Tekanan dan Peta angin gradien tanggal 09 Agustus 2021 jam 12 UTC Angin secara umum angin bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar 10 – 15 knots. -
Quarterly Progress Report 11 October-December 2013
USAID INDONESIA URBAN WATER SANITATION AND HYGIENE QUARTERLY PROGRESS REPORT 11 OCTOBER-DECEMBER 2013 FEBRUARY 2014 This report is made possible by the support of the American People through the United States Agency for International Development (USAID.) The contents of this report are the sole responsibility of DAI and do not necessarily reflect the views of USAID or the United States Government. USAID Global Water Coordinator and Acting Deputy Assistant Administrator, Christian Holmes, recently visited an Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene project-supported site in the Sidoarjo District. More than 1,700 residents of the district now have access to clean water uses communal connection through a master meter. The master meter program was implemented by IUWASH's grantee, Spektra, a local non-governmental organization which developed water and sanitation projects in four villages; Pecantingan, Celep, Karanggayam and Lemah Putro of Sidoarjo District. Photo credit: Musfarayani/IUWASH Jakarta USAID INDONESIA URBAN WATER SANITATION AND HYGIENE QUARTERLY PROGRESS REPORT 11 OCTOBER - DECEMBER 2013 Program Title: USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Sponsoring USAID Office: USAID/Indonesia Office of Environment Contract Number: AID-497-C-11-00001 Contractor: DAI Date of Publication: February 2014 Author: DAI This report is made possible by the support of the American People through the United States Agency for International Development (USAID.) The contents of this report are the sole responsibility of DAI and do not necessarily -
Lembaran Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 13 Tahun 2011 Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 13 Tahun 2011 T
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 13 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2011-2031 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG , Menimbang : a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Pasal 78 ayat (4) huruf c mengamanatkan penyusunan atau penyesuaian Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten; b. bahwa rencana tata ruang Kabupaten Tangerang sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Tangerang Nomor 3 Tahun 1996 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Tangerang Nomor 3 Tahun 1996 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang tidak sesuai lagi dengan perkembangan sosial, ekonomi, politik, lingkungan regional , dan global, sehingga berdampak pada penurunan kualitas ruang di Kabupaten Tangerang; c. bahwa penataan ruang dilakukan sesuai kaidah - kaidah perencanaan yang mencakup azas keselarasan, keserasian, keterpaduan, kelestarian, keberlanjutan, serta keterkaitan antarwilayah; d. bahwa ... -2- d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang; Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang–Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang–Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat (Berita Negara Tahun 1950); 3. Undang–Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok–Pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104 Tambahan Lembaran Negara Nomor 2043); 4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 22 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3274); 5. -
Quarterly Progress Report 12 January - March 2014
USAID INDONESIA URBAN WATER SANITATION AND HYGIENE QUARTERLY PROGRESS REPORT 12 JANUARY - MARCH 2014 JULY 2014 This report is made possible by the support of the American People through the United States Agency for International Development (USAID.) The contents of this report are the sole responsibility of DAI and do not necessarily reflect the views of USAID or the United States Government. The inauguration of infiltration ponds held in January 2014 attended by the U.S. Consular General in Surabaya, the Vice Governor of East Java Province, the Deputy Head District of Mojokerto, CCFI, Perhutani, PDAM and IUWASH team. Photo credit: IUWASH EAST JAVA USAID INDONESIA URBAN WATER SANITATION AND HYGIENE QUARTERLY PROGRESS REPORT 12 JANUARY - MARCH 2014 Program Title: USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Sponsoring USAID Office: USAID/Indonesia Office of Environment Contract Number: AID-497-C-11-00001 Contractor: DAI Date of Publication: July 2014 Author: DAI This report is made possible by the support of the American People through the United States Agency for International Development (USAID.) The contents of this report are the sole responsibility of DAI and do not necessarily reflect the views of USAID or the United States Government. TABLE OF CONTENTS LIST OF ACRONYMS ......................................................................................................................... IV COVER STORY ............................................................................................................................... -
Bab 2 Karakteristik Perumahan Dan Permukimandi Kabupaten Tangerang
Laporan Akhir 2 - 1 BAB 2 KARAKTERISTIK PERUMAHAN DAN PERMUKIMANDI KABUPATEN TANGERANG 2.1 ADMINISTRASI Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah di Propinsi Banten terletak di bagian Timur Propinsi Banten pada koordinat 106o20’-106o43’ Bujur Timur dan 6o20’-6o20’ lintang selatan dengan luas wilayah 959,61 km2 atau 12,62 % dari seluruh luas wilayah propinsi Banten dengan batas-batas wilayah: Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa Sebelah Timur berbatasan dengan DKI Jakarta,Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak Sebelah Barat dengan Kabupaten Serang Kabupaten Tangerang secara geografis memiliki topografi yang relatif datar dengan kemiringan tanah rata-rata 0-8% menurun ke Utara.Ketinggian wilayah berkisar antara 0-50 m di atas permukaan laut.Daerah Utara Kabupaten Tangerang merupakan daerah pantai dan sebagian besar daerah urban, daerah timur adalah daerah rural dan pemukiman sedangkan daerah barat merupakan daerah industri dan pengembangan perkotaan. Secara administratif pada tahun 2009 Kabupaten Tangerang memiliki 29 wilayah Kecamatan yang terdiri dari 274 wilayah Desa dan Kelurahan. Rencana Program Investasi Jangka Menengah(RPIJM) Kabupaten Tangerang Laporan Akhir 2 - 2 Gambar 2.1. Peta Administrasi Kabupaten Tangerang Rencana Program Investasi Jangka Menengah(RPIJM) Kabupaten Tangerang Laporan Akhir 2 - 3 2.2 SOSIAL DAN KEPENDUDUKAN Tahun 2010 Jumlah penduduk Kabupaten Tangerang mencapai 2.838.621 jiwa terdiri dari 1.454.914 jiwa laki-laki dan 1.383.707 jiwa perempuan, dilihat dari. Jumlah penduduk tersebut mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2009.Berdasarkan distribusinya perkecamatan, terlihat bahwa kecamatan Cikupa dan Pasar Kemis menjadi kecamatan yang memiliki jumlah penduduk terbanyak, hal ini sepadan dengan perkembangan perekonomian yang cukup signifikan di kedua wilayah kecamatan ini. -
Quarterly Progress Report 15 October – December 2014
USAID INDONESIA URBAN WATER SANITATION AND HYGIENE QUARTERLY PROGRESS REPORT 15 OCTOBER – DECEMBER 2014 FEBRUARY 2015 This report is made possible by the support of the American People through the United States Agency for International Development (USAID.) The contents of this report are the sole responsibility of DAI and do not necessarily reflect the views of USAID or the United States Government. IUWASH conducted a series of training on toilet with septic tank construction as part of program collaboration with PNPM Mandiri Perkotaan to increase access to improved individual sanitation system. It has been a successful team up since resulted in a total of 6,612 new toilets were constructed in 10 districts/cities of Central Java Province including Batang, Kendal, Semarang, Salatiga, Surakarta, Klaten, Sukoharjo, Kudus and Rembang. Photo credit: IUWASH Central Java. USAID INDONESIA URBAN WATER SANITATION AND HYGIENE QUARTERLY PROGRESS REPORT 15 OCTOBER - DECEMBER 2014 Program Title: USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Sponsoring USAID Office: USAID/Indonesia Office of Environment Contract Number: AID-497-C-11-00001 Contractor: DAI Date of Publication: February 2015 Author: DAI This report is made possible by the support of the American People through the United States Agency for International Development (USAID.) The contents of this report are the sole responsibility of DAI and do not necessarily reflect the views of USAID or the United States Government. TABLE OF CONTENTS LIST OF ACRONYMS ........................................................................................................................ -
Post Transmission Assessment Survey of Lymphatic Filariasis Endemic Villages
Advances in Health Sciences Research, volume 24 5th Universitas Ahmad Dahlan Public Health Conference (UPHEC 2019) Entomological Assessment in Tangerang, Indonesia: Post Transmission Assessment Survey of Lymphatic Filariasis Endemic Villages Heni Prasetyowati Muhammad Umar Riandi Pangandaran Unit for Health Research and Development Pangandaran Unit for Health Research and Development National Institute of Health Research and Development National Institute of Health Research and Development Pangandaran, Indonesia Pangandaran, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-9418-6082 https://orcid.org/00000002-9800-934X Joni Hendri Mara Ipa Pangandaran Unit for Health Research and Development Pangandaran Unit for Health Research and Development National Institute of Health Research and Development National Institute of Health Research and Development Pangandaran, Indonesia Pangandaran, Indonesia https://orcid.org/0000-0001-9563-1312 https://orcid.org/0000-0002-48316536 Abstract— A transmission assessment survey (TAS) has been Filarial worm is transmitted by various mosquito species conducted in 2014 following five years mass drug from genus of Anopheles, Aedes, Culex, Mansonia, and administration (MDA) of anti-filarial medication in Ochlerotatus. Among these types, Culex quinquefasciatus Tangerang district. To assess vector density and (which belong to the genus Culex) is the main vector of transmission dynamic of lymphatic filariasis (LF) after the Wuchereria bancrofti that plays a major role in MDA implementation, entomological surveys were carried bancroftian filariasis transmission in many urban areas out in 2017 from August to September at Rajeg and Kemiri [4,5]. Cx. quinquefasciatus has strong endophilic and subdistrict. Adult filarial mosquito vectors were collected anthropophilic behaviour. Their breeding sites are mostly using double net-trapped human bait method.