Studi Kasus Konversi Agama Sakti Ari Seno Sheila On7)
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
Bab Ii Industri Musik Indonesia, Kunto Aji Dan Manajemen
BAB II INDUSTRI MUSIK INDONESIA, KUNTO AJI DAN MANAJEMEN INDIE KUNTO AJI Pada bab ini, penulis akan menjabarkan mengenai gambaran umum industri musik di Indonesia, Kunto Aji serta manajemen Kunto Aji yang memilih berkarya di jalur independen. Penjabaran yang ada dibawah ini merupakan hasil wawancara antara penulis dengan Kunto Aji dan tim manajemen Kunto Aji. 2. 1 INDUSTRI MUSIK INDONESIA 2.1.1 Industri Musik Indonesia Industri musik Indonesia diwarnai dengan berbagai jenis genre yang ada, antara lain pop, rock, jazz, dangdut, dan lain-lain. Dalam konteks industri musik, sebuah label rekaman adalah suatu jenis brand yang sering dikait- kaitkan dalam hal pemasaran hasil suatu rekaman suara, seperti jenis musik ataupun video musik. Tak itu saja, tapi juga meliputi produksi atau dalam hal ini rekaman si artis, manufaktur, distribusi, promosi, hingga perlindungan hukum dan hak cipta dari hasil rekaman dan video musik si artis. Oleh karena itu industri rekaman adalah salah satu wajah dan barometer yang dapat kita lihat perkembangannya, baik dari segi teknologi, produktivitas, kreativitas, maupun salah satu unsur terpenting yaitu kebebasan bermusik (Rez, 2008:21). Dalam industri musik Indonesia, terdapat label musik komersial dan label musik indie. Label komersial rekaman yang menjuarai industri musik di 33 Indonesia, yaitu SONY, Universal, dan Warner. Ketiga label komersial tersebut merupakan tiga label komersial terbesar yang memiliki posisi atas di industri musik Indonesia. Label komersial juga bisa diartikan sebagai perusahaan rekaman yang memiliki modal besar, serta bernaung pada suatu korporat yang besar pula. Label musik komersial tersebut menaungi para musisi dengan berbagai kriteria yang memang diinginkan oleh label tersebut. Selain label musik komersial, terdapat juga label musik indie yang menaungi musisi Indonesia dengan mempertahankan idealisme para musisinya. -
Global Music Pulse: the POP CATALOG Poser's Collective
$5.95 (U.S.), $6.95 (CAN.), £4.95 (U.K.), Y2,500 (JAPAN) IIII111II1 II I 1I1II,1IIII 1I,1II1J11 III 111IJ1IInIII #BXNCCVR 3-DIGIT 908 #90807GEE374EM002# BLBD 779 A06 B0128 001 033002 2 MONTY GREENLY 3740 ELM AVE # A LONG BEACH CA 90807 -3402 THE INTERNATIONAL NEWSWEEKLY OF MUSIC, VIDEO, AND HOME ENTERTAINMENT APRIL 14, 2001 COMMENTAR Y SENATE NEARING TACKLES MUSICNET PROPOSAL RAISES How To Revive INTERNET MUSIC ISSUES QUESTIONS OF FAIRNESS BY BILL HOLLAND The Senate hearing focused Singles Market BY FRANK SAXE goes into the label's pockets. WASHINGTON, D.C.-Of the many mainly on the issues of licensing NEW YORK-While the music in- Streaming media developer Real- issues presented by the 14- witness product from labels and music pub- BY MICHAEL ELLIS dustry was busy touting its new Networks is teaming with Warner panel at the Senate Judiciary Com- lishers, but no lawmakers hinted at The collapse of the U.S. sin- MusicNet digital download Music Group (WMG), mittee hearing April 3 to examine the legislation to help solve the many gles market-down more than initiative, critics were call- Inapster BMG Entertainment, growing pains marketplace 40% this year so far -is terri- ing into question the team- and the EMI Group to and problematic problems. In ble for the U.S. record indus- ing of three -fifths of the create the online sub- implications of fact, commit- try. The cause of the decline is music business into a sin- scription music service, online music, tee chairman not a lack of interest among gle entity that may one which is set to bow this lawmakers Sen. -
Analisis Cover Artwork Album-Album Chrisye Chrisye's
Versi online: JURNAL TITIK IMAJI http://journal.ubm.ac.id/index.php/titik-imaji/ Volume 2 Nomor 1: 1-10, Maret 2019 Hasil Penelitian p-ISSN: 2620-4940 e-ISSN: 2621-2749 ANALISIS COVER ARTWORK ALBUM-ALBUM CHRISYE CHRISYE’S ALBUM COVER ARTWORKS ANALYSIS Yana Erlyana1*, Steffani2 1Universitas Bunda Mulia, Fakultas Teknologi dan Desain, Desain Komunikasi Visual Diterima: 20 Febuari 2019 / Disetujui 4 Maret 2019 ABSTRACT Motivated by a long dicography of Chrisye in Indonesia music industry, this research was made to analyze cover artworks of Chrisye. This research used both design theories and another related theories, hopping that results of this study particulary useful for designers and business people who will make similiar works. This research uses qualitative method which deliver descriptive data of cover artwork design and its information which is aligned with the theory and literature used. The result of research is a form of analysis of each cover artwork from Chrisye’s albums that consist of visual attractiveness analysis and practical appeal on every artwork. Keywords: Cover, Artwork, Chrisye, Album ABSTRAK Dimotivasi oleh panjangnya diskografi Chrisye di industri musik Indonesia, penelitian ini dibuat untuk menganalisis cover artwork Chrisye. Penelitian ini menggunakan baik teori desain maupun teori lainnya yang berhubungan, dengan harapan hasil dari pembelajaran ini dapat berguna bagi desainer serta pebisnis yang hendak melakukan pekerjaan yang sama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menyajikan data deskriptif dari desain cover artwork dan informasinya yang berkesinambungan dengan teori serta literatur yang digunakan. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk dari analisis dari setiap cover artwork album Chrisye yang masing-masing terdiri dari analisis ketertarikan visual dan tampilan praktis dari setiap karya. -
APM 2018 Winners Announced with a Special Tribute to Rossa
For immediate release Media Release APM 2018 winners announced with a special tribute to Rossa Singapore, 29 September 2018 – A total of 18 awards were given out to the cream of the Malay music industry at this year’s Anugerah Planet Muzik (APM), held at the MES Theatre at Mediacorp. Making headlines was Indonesian pop sensation Judika, who clinched four awards: namely, Best APM Song, Best Song (Indonesia), Best Artiste (Male) and Best Collaboration (Artiste) for his duet with the legendary Dato’ Sri Siti Nurhaliza. Isyana Sarasvati won this year’s Best Artiste (Female) award, beating hot favourites Siti Nurhaliza, Dayang Nurfaizah and Raisa. Sheila on 7 clinched the Best Band award for their latest hit, Film Favorit. Singapore’s powerhouse vocalist Sufi Rashid and Malaysia’s pop idol Khai Bahar won two awards each. Khai Bahar also reigned as APM’s Most Popular Artiste two years in a row and took home the Social Media Icon award that was previously won by Ayda Jebat. This year, Ayda clinched Best Song (Malaysia) for her latest single, Mata. Brunei’s rising star, Jaz, Indonesia’s trio GAC, Sara Fajira, Adrian Khalif as well as Malaysia’s Haqiem Rusli and Singapore’s Farhan Shah are among those who won their first APM awards last night. Now into its 17th edition, this year’s APM event also paid tribute to Indonesia’s Queen of Pop, Rossa, who received the Planet Muzik Award that celebrates performers who have made outstanding contributions of artistic significance to the field of recording. Widely recognised as the one of the most influential Indonesian songstresses of all time, Sri Rossa Roslaina Handiyani, also known as Te’ Ocha or Dato’ Rossa, released her best-selling albums not only in Indonesia, but also in Southeast Asia and Japan. -
Jeremy Wallach
Exploring C lass, Nation, and Xenocentrism in Indonesian Cassette Retail O utlets1 Jeremy Wallach Like their fellow scholars in the humanities and social sciences, many ethnomusicologists over the last decade have grown preoccupied with the question of how expressive forms are used to construct national cultures. Their findings have been consistent for the most part with those of researchers in other fields: namely that social agents manufacture "national" musics by strategically domesticating signs of the global modern and selectively appropriating signs of the subnational local. These two simultaneous processes result in a more or less persuasive but always unstable synthesis, the meanings of which are always subject to contestation.2 Indonesian popular music, of course, provides us with many examples of nationalized hybrid 1 1 am grateful to the Indonesian performers, producers, proprietors, music industry personnel, and fans who helped me with this project. I wish to thank in particular Ahmad Najib, Lala Hamid, Jan N. Djuhana, Edy Singh, Robin Malau, and Harry Roesli for their valuable input and assistance. I received helpful comments on earlier drafts of this essay from Matt Tomlinson, Webb Keane, Carol Muller, Greg Urban, Sandra Barnes, Sharon Wallach, and Benedict Anderson. Their suggestions have greatly improved the final result; the shortcomings that remain are entirely my own. 2 Thomas Turino, "Signs of Imagination, Identity, and Experience: A Peircean Semiotic Theory for Music," Ethnomusicology A3,2 (1999): 221-255. See also in the same issue, Kenneth Bilby, "'Roots Explosion': Indigenization and Cosmopolitanism in Contemporary Surinamese Popular Music," Ethnomusicology 43,2 (1999): 256-296 and T. M. -
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa Merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa merupakan wahana komunikasi yang paling efektif bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan dunia luar, hal ini berarti bahwa fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Sebagai media komunikasi bahasa tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat pemakainya. Bahasa itu akan bermunculan dengan fungsinya masing-masing, misalnya: bahasa dihadirkan untuk menghibur masyarakat hal ini diwujudkan melalui lirik lagu yakni musik yang dituangkan melalui syair. Bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi, bersifat arbiter, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri (Chaer,2000:1). Melalui bahasa, manusia dapat memperoleh informasi dari sesamanya secara sempurna. Tanpa bahasa, komunikasi tidak dapat berjalan dengan sempurna. Bahasa dibentuk oleh kaidah, aturan, serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan, dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk, dan tata kalimat. (http://organisasi,org/bahasa). Chaer (2008:4) menyatakan bahwa ada hubungan yang saling terkait erat antara bahasa dan manusia serta membagi hubungan erat antara bahasa dengan akal budi (manusia). Pertama hubungan bersifat vertikal yaitu hubungan erat 2 antara bahasa dengan akal budi yang berbeda dengan jagad (segalanya) apapun yang sedang mengitari dan dihadapi sang aku atau manusia sebagai pribadi atau individu. Kedua, hubungan bersifat horizontal yaitu hubungan bahasa dengan kerja sama antara manusia -
Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Nomor … Tahun … Tentang Permusikan
NASKAH AKADEMIK RANCANGAN UNDANG-UNDANG NOMOR … TAHUN … TENTANG PERMUSIKAN TIM PENYUSUN RUU TENTANG PERMUSIKAN PUSAT PERANCANGAN UNDANG-UNDANG BADAN KEAHLIAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 2018 15 Agustus 2018 SUSUNAN TIM KERJA PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK DAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PERMUSIKAN TAHUN 2018 Pengarah : K. Johnson Rajagukguk, S.H., M.Hum. Penanggung Jawab : Dr. Inosentius Samsul, S.H., M.Hum. Ketua : Sali Susiana, S.Sos., M.Si. Wakil Ketua : Chairul Umam, S.H., M.H. Sekretaris : Nova Manda Sari, S.H., M.H. Anggota : 1. Arrista Trimaya, S.H., M.H. 2. Rachmat Wahyudi Hidayat, S.H., M.H. 3. Ihsan Badruni Nasution, S.Sy., S.H. 4 Drs. Juli Panglima Saragih, M.M. 5. Sulis Winurini, S.Psi., M.Psi. 2 15 Agustus 2018 KATA SAMBUTAN KEPALA BADAN KEAHLIAN DPR RI Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena hanya atas berkah, rahmat, dan karunia-Nya maka kami dapat menyelesaikan Naskah Akademik dan Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Permusikan. Penyusunan kedua dokumen ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas yang diamanatkan kepada Pusat Perancangan Undang-Undang Badan Keahlian DPR RI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014, Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2015 tentang Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR, Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib sebagaimana telah diubah dengan Peraturan DPR RI Nomor 3 Tahun 2015 , dan Peraturan Pimpinan DPR RI Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Tugas Dukungan Keahlian Badan Keahlian DPR. -
Kemetaforaan Dalam Lirik Lagu Grup Band Sheila on 7
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id KEMETAFORAAN DALAM LIRIK LAGU GRUP BAND SHEILA ON 7 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan guna Melengkapi Gelar Sarjana Sastra Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Disusun oleh LILIS YULAIKA C0208029 FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012 commit to user ii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user iii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user iv perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id PERNYATAAN Nama : LILIS YULAIKA NIM : C0208029 Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi berjudul Kemetaforaan dalam Lirik Lagu Grup Band Sheila on 7 adalah betul-betul karya sendiri, bukan plagiat, dan tidak dibuatkan oleh orang lain. Hal-hal yang bukan karya saya dalam skripsi ini diberi tanda citasi (kutipan) dan ditunjukkan dalam daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan skripsi dan gelar yang diperoleh dari skripsi tersebut. Surakarta, November 2012 Yang membuat pernyataan, Lilis Yulaika commit to user v perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id MOTTO Sopan santun ibarat minyak yang mengurangi gesekan satu dengan yang lain. (Demokritus) Pujian atas kemenangan masa lalu layaknya bebuluan pada burung mati. (Paul Eldridge) Masa lalu yang ditempatkan pada masa kini seperti hidup dalam kungkungan mayat raksasa. (Nathaniel Hawthorne) Membatu di tengah hidup yang dingin, cara yang tidak sepenuhnya salah untuk mempertahankan diri. (Penulis) commit to user vi perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id PERSEMBAHAN Skripsi ini penulis persembahkan kepada: Keluarga Semua pihak yang membantu dalam penyelesaian skripsi ini commit to user vii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Kemetaforaan dalam Lirik Lagu Grup Band Sheila on 7. -
Analisis Makna Lagu “Lihat, Dengar, Rasakan” Dari Sheila on 7 Menggunakan Pendekatan Semiotika
Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 P – ISSN 2614-624X E – ISSN 2614-6231 ANALISIS MAKNA LAGU “LIHAT, DENGAR, RASAKAN” DARI SHEILA ON 7 MENGGUNAKAN PENDEKATAN SEMIOTIKA Asep Tian Dwi Cahya1, Riana Dwi Lestari2, Ika Mustika3 123IKIP Siliwangi [email protected], [email protected], [email protected] Abstract Song is part of the music in the form of the text that is sung. Song lyrics are also an inspiration that comes from thoughts and feelings accompanied by tones and rhythms. There is a meaning or message that musicians convey through the lyrics of the songs they make. Likewise with the song lyrics See, Listen, Feel from Sheila On 7. Therefore, this research was conducted to find out the meaning contained in this song by using a descriptive method which was carried out by describing each of the lyrics, then studied using a semiotic approach so that You can interpret it by giving a signifier and signified so that the meaning in this song can be known. This research was conducted in several steps, namely: (1) choosing a song, (2) analyzing the song by dividing the lyrics into several verses, (3) analyzing the verse with Saussure's semiotic theory, (4) determining the signifier and signified ), and (5) describe the results. The results of this study which became the signifier were the lyrics of the song "See, hear, feel" and the sign (signified) was the result of the meaning of the lyrics. Keywords: Song lyrics, Meaning, Semiotics Abstrak Lagu merupakan bagian dari musik berbentuk teks yang dinyanyikan. Lirik lagu juga merupakan inspirasi yang muncul dari pemikiran dan perasaan yang diiringi oleh nada dan irama. -
Pemaknaan Islam Dan Yahudi Dalam Video Klip “Satu” Dewa
PEMAKNAAN ISLAM DAN YAHUDI DALAM VIDEO KLIP “SATU” DEWA 19 Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos) \ Oleh: Ervan Tonnedy NIM. 1112051000053 PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2016-2017 ABSTRAK Ervan Tonnedy Pemaknaan Islam dan Yahudi dalam Video Klip “Satu” Dewa 19 Lagu menjadi sebuah media yang tepat dalam karya seni untuk menyampaikan sebuah pesan komunikasi, karena lagu dapat mengandung gambaran perasaan dari penciptanya. Dalam megemas lagu, beberapa band menggunakan video klip sebagai daya tarik (marketing support). Namun, terkadang tema dalam video klip sengaja tidak diselaraskan dengan tema pada lirik lagu. Seperti band Dewa 19 dengan lagunya yang berjudul “Satu,” lirik lagunya mengisyaratkan keislaman sedangkan video klipnya menyinyalkan keyahudian. Berdasarkan konteks di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan mayor dan minor. Adapun mayornya adalah bagaimana pemaknaan Islam dan Yahudi dalam video klip “Satu” oleh Dewa 19? Kemudian, minornya apa bentuk ungkapan denotasi dalam video klip tersebut? Apa makna konotasi yang dapat dipahami dalam video klip ini? Serta, apa refleksi yang bisa ditarik dari video klip ini? Dalam pemaknaannya, lirik lagu dan gambar dalam video klip “Satu” oleh Dewa 19 mencoba mengombinasikan antara unsur Yahudi dan Islam. Unsur-unsur Islam dalam hal ini adalah tasawuf Syekh Siti Jenar melalui kalimat pada lirik lagu. Dan, unsur-unsur Yahudi dalam hal ini adalah simbol-simbol Illuminati melalui gambar pada video klip. Pendekatan penelitian yang digunakan yakni pendekatan secara kualitatif. Objek penelitian berkembang secara apa adanya tanpa termanipulasi maupun terpengaruh oleh kehadiran penulis. -
Annual Report 2000 Year Ended March 31, 2000 TABLE of Contents Financial Highlights
Year Ended March 31, 2000 March Ended Year Annual Report 2000 Sony Corporation Annual Report 2000 TABLE OF contents Financial Highlights . 1 Management’s Discussion and Analysis of To Our Shareholders . 2 Financial Condition and Results of Operations . 39 A Tribute to Akio Morita . 8 Quarterly Financial and Stock Information . 59 Message From the Chief Executive Officer . 10 Five-Year Summary of Selected Financial Data . 60 Business Overview. 16 Composition of Sales and Operating Revenue by Business Review Business and Geographic Segment . 61 Electronics. 18 Consolidated Balance Sheets . 62 Game . 24 Consolidated Statements of Income . 64 Music . 26 Consolidated Statements of Cash Flows . 65 Pictures . 28 Consolidated Statements of Changes in Insurance . 30 Stockholders’ Equity . 66 Topics . 32 Notes to Consolidated Financial Statements . 68 Environmental Activities at Sony . 36 Report of Independent Accountants . 97 Management . 38 Investor Information . 98 New Directors, New Statutory Auditors, and Statutory Auditors . 99 CAUTIONARY STATEMENT WITH RESPECT TO FORWARD–LOOKING STATEMENTS Statements made in this annual report with respect to Sony’s current plans, estimates, strategies and beliefs and other state- ments that are not historical facts are forward–looking statements about the future performance of Sony. These statements are based on management’s assumptions and beliefs in light of the information currently available to it and therefore you should not place undue reliance on them. Sony cautions you that a number of important factors could cause actual results to differ materially from those discussed in the forward–looking statements. Such factors include, but are not limited to (i) general economic conditions in Sony’s markets, particularly levels of consumer spending; (ii) exchange rates, particularly between the yen and the U.S. -
Popular Music in Southeast Asia & Schulte Nordholt Popular Music in Southeast Asia
& Schulte Nordholt Barendregt, Keppy Popular Music in Southeast Asia Banal Beats, Muted Histories Bart Barendregt, Popular Music in Southeast Asia Peter Keppy, and Henk Schulte Nordholt Popular Music in Southeast Asia Popular Music in Southeast Asia Banal Beats, Muted Histories Bart Barendregt, Peter Keppy, and Henk Schulte Nordholt AUP Cover image: Indonesian magazine Selecta, 31 March 1969 KITLV collection. By courtesy of Enteng Tanamal Cover design: Coördesign, Leiden Lay-out: Crius Group, Hulshout Amsterdam University Press English-language titles are distributed in the US and Canada by the University of Chicago Press. isbn 978 94 6298 403 5 e-isbn 978 90 4853 455 5 (pdf) doi 10.5117/9789462984035 nur 660 Creative Commons License CC BY NC ND (http://creativecommons.org/ licenses/by-nc-nd/3.0) All authors / Amsterdam University Press B.V., Amsterdam 2017 Some rights reserved. Without limiting the rights under copyright reserved above, any part of this book may be reproduced, stored in or introduced into a retrieval system, or transmitted, in any form or by any means (electronic, mechanical, photocopying, recording or otherwise). Table of Contents Introduction 9 Muted sounds, obscured histories 10 Living the modern life 11 Four eras 13 Research project Articulating Modernity 15 1 Oriental Foxtrots and Phonographic Noise, 1910s-1940s 17 New markets 18 The rise of female stars and fandom 24 Jazz, race, and nationalism 28 Box 1.1 Phonographic noise 34 Box 1.2 Dance halls 34 Box 1.3 The modern woman 36 2 Jeans, Rock, and Electric Guitars,