TROTSKYSM in GEORGE Orwelll's ANIMAL FARM
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
Guide to the Asian Collections at the International Institute of Social History
Guide to the Asian Collections at the International Institute of Social History Emile Schwidder & Eef Vermeij (eds) Guide to the Asian Collections at the International Institute of Social History Emile Schwidder Eef Vermeij (eds) Guide to the Asian Collections at the International Institute of Social History Stichting beheer IISG Amsterdam 2012 2012 Stichting beheer IISG, Amsterdam. Creative Commons License: The texts in this guide are licensed under the terms of the Creative Commons Attribution-Noncommercial 3.0 license. This means, everyone is free to use, share, or remix the pages so licensed, under certain conditions. The conditions are: you must attribute the International Institute of Social History for the used material and mention the source url. You may not use it for commercial purposes. Exceptions: All audiovisual material. Use is subjected to copyright law. Typesetting: Eef Vermeij All photos & illustrations from the Collections of IISH. Photos on front/backcover, page 6, 20, 94, 120, 92, 139, 185 by Eef Vermeij. Coverphoto: Informal labour in the streets of Bangkok (2011). Contents Introduction 7 Survey of the Asian archives and collections at the IISH 1. Persons 19 2. Organizations 93 3. Documentation Collections 171 4. Image and Sound Section 177 Index 203 Office of the Socialist Party (Lahore, Pakistan) GUIDE TO THE ASIAN COLLECTIONS AT THE IISH / 7 Introduction Which Asian collections are at the International Institute of Social History (IISH) in Amsterdam? This guide offers a preliminary answer to that question. It presents a rough survey of all collections with a substantial Asian interest and aims to direct researchers toward historical material on Asia, both in ostensibly Asian collections and in many others. -
Konsep Pendidikan Dalam Perspektif Tan Malaka (Tokoh Revolusioner Prakemerdekaan)
KONSEP PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF TAN MALAKA (TOKOH REVOLUSIONER PRAKEMERDEKAAN) Oleh: Hambali Mahasiswa Manajemen Pendidikan Program Doktor (S3) Universitas Negeri Medan [email protected] ABSTRAK Lembaga pendidikan terasa mengalami tantangan yang sangat kompleks, seiring dengan kompleksitas persoalan di abad ke-21 yang muncul ditengah-tengah masyarakat kita. Oleh karena itu pendidikan di negeri ini mestinya punya konsep tersendiri yang benar-benar sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia, dan hal itu yang mulai merosot dimana pendidikan mengarah pada praktek liberalis dan kapitalis serta penindasan-penindasan sehingga pendidikan semakin jauh dari nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Tan malakapernah meletakkan landasan dasar pendidikan yaitu: Pendidikan adalah dasar untuk melepaskan bangsa dari keterbelakangan dan kebodohan serta belenggu Imperialisme-Kolonialisme. Tan Malaka menekankan pada materi pendidikan dan mengenai hal itu dapat disimpulkan menjadi tiga bagian yaitu:Memberi senjata yang cukup buat mencari kehidupan dalam dunia kemodalan (berhitung, membaca, menulis, ilmu bumi, bahasa asing, bahasa Indonesia dan bahasa daerah,Memberi haknya terhadap murid-murid yakni harus dengan jalan pergaulan,Menujukkan kewajiban terhadap berjuta-juta kaum Kromo (rakyat jelata).Pemikiran Tan Malaka mengenai pendidikan dianggap sebagai modal dasar bagi kemajuan dari bangsa yang merdeka dalam politik, ekonomi, sosial dan budaya sehingga menjadi bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Praktek pendidikan Tan Malaka bisa disebut sebagai pedagogik transformatif, yaitu proses memanusiakan manusia untuk dapat membentuk masyarakat baru dan pengetahuan baru yang diciptakan oleh keterlibatan mereka sendiri. Hal ini mengusahakan agar pendidikan di posisikan supaya masyarakat mempunyai kesadaran dari pendidikan yang tertindas dan tertinggal. Setelah sadar, diharapkan masyarakat dapat membongkar tatanan atau relasi sosial yang tidak adil dan mengembalikan kemanusian manusia. -
Book Review of Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara
BOOK REVIEW OF AIDIT: DUA WAJAH DIPA NUSANTARA A FINAL PROJECT In Partial Fulfillment of the Requirement for S-1 Degree in Literature in English Department, Faculty of Humanities Diponegoro University Submitted by: Zsazsa Bhaskara Pramudhita A2B007128 FACULTY OF HUMANITIES DIPONEGORO UNIVERSITY SEMARANG 2014 PRONOUNCEMENT The writer states truthfully that this final project is compiled by herself within taking the result from other researches in any university, in S-1, S-2, and S- 3 degree and diploma. The writer also ascertains that she does not take the material from other publications or someone’s work except for the reference mentioned in bibliography. Semarang, March 2014 Zsazsa Bhaskara Pramudhita MOTTO AND DEDICATION Seek knowledge from the cradle to the grave. Go in quest of knowledge even unto China. He who leaveth home in search of knowledge, walketh in the path of God. Prophet Muhammad This final project is dedicated to my family. APPROVAL Approved by: Advisor, Prihantoro, S.S, MA NIP 19830629 200604 1002 VALIDATION Approved by Strata 1 Final Project Examination Committee Faculty of Humanities Diponegoro University On Friday, March 21, 2014 Advisor, Reader, Prihantoro, S.S, MA Dr. Ratna Asmarani, M.Ed.,M.Hum. NIP 19830629 200604 1002 NIP 19610226 198703 2 001 196102261987032001 ACKNOWLEDGEMENT Praise to Allah SWT who has given all of His love and favor to the writer, so this project on Book Review of Pride and Prejudice Written by Jane Austen can be finished. The writer’s deepest gratitude goes to Prihantoro, S.S, MA as the writer advisor who always available in his busy time to guide and help the writer, gave some suggestions and support to finish this work. -
9・30事件とインドネシア左派知識人の家族 Author(S)
Title <第4章> 9・30事件とインドネシア左派知識人の家族 Author(s) 北村, 由美 20世紀アジアの国際関係とインドネシア華人の移動 Citation (2016): 164-175 Issue Date 2016 URL http://hdl.handle.net/2433/228349 Right Type Research Paper Textversion publisher Kyoto University Abstract 第4 章 9・30事件と 3 インドネシア左派知識人の家族 September 30 Incident and A Family of Indonesian Leftist Kitamura Yumi 北村 由美 This section introduces the interview of Mr. Chan Chug Tak, the son of a Chinese Indonesian political leader during the Sukarno period, Siauw Giok Tjhan. Mr. Chan left Indonesia on September 23, 1965, a week before the September 30 はじめに 1 Incident to pursue his higher education in Beijing. After the September 30 Incident, his father was arrested the entire family went through the hardship. In 本稿は、2013年10月31日と2015年11月1日に香港で行ったチャン・チュン case of Mr. Chan, he was exposed to the wave of Cultural Revolution till eventually タ ク( Chan Chung Tak: 陳仲德)さんへのインタビューを元にしている。これらの found his way out to Hong Kong. By reading the life history of Mr. Chan, one can インタビューは、香港での共同調査の過程で行われ、2013年には、芹澤知広、片 obtain a deeper insight to the political change in both Indonesia and China during 岡樹、中谷潤子、横田祥子、北村が、2015年には、芹澤、中谷、北村が同席した。 the Cold War period. インタビューは主にインドネシア語で行われた。 チャンさんは、1945年5月に、スカルノ時代のインドネシア華人の代表的な リーダーの一人であった、シャウ・ギョクチャン(Siauw Giok Tjhan: 玉燦)の 長 男として生を受けた1)。シャウ夫妻には、7人の子女がいたが、1965年の9・30 事件の後、シャウが逮捕されたことにより、シャウ一家の人生は、大きく変化す ることになる。 チャンさんと次姉は、シャウの逮捕の時期、中華人民共和国にいた。その後チャ ンさんは香港へ、次姉は、シャウが1975年に釈放された後に、持病のあった父の 治療を助けるためオランダへと移住し、2014年にインドネシアへ帰国した。チャ ンさんと次姉に先だって、北京の高校と大学に進学した長姉は、事件当初はイン ドネシアに帰国していたが、その後再び北京へと移住した。チャンさんの二人の 弟は父の逮捕後に、国を後にした。一人はオーストラリアの親族を頼って移住し、 もう一人は、香港に逃げた後、海南島(Hainan Dao)の華僑農園で働き、後に北京 にいた長姉・次姉を頼って中国本土に移動するが、最終的には次姉を手伝うた めにオランダに渡り、次姉が帰国した後も同地で鍼灸クリニックを続けている。 チャンさんのインタビュー内容を紹介する前に、チャンさん一家が中華人民 共和国、香港、オランダ、オーストラリアへと離散するきっかけとなった、父で あるシャウ・ギョクチャンの政治活動について簡単にまとめておきたい。 164 165 Abstract 第4 章 9・30事件と 3 インドネシア左派知識人の家族 September 30 Incident and A Family of Indonesian Leftist Kitamura Yumi 北村 由美 This section introduces the interview of Mr. -
Bab Ii. Biografi Tan Malaka
17 BAB II BIOGRAFI TAN MALAKA Tan Malaka lahir dan hidup dalam kondisi negaranya terjajah baik oleh penjajah kolonial belanda maupun oleh cara berpikir mistik. Berbagai gagasannya walaupun banyak dipengaruhi oleh alam pemikiran Barat namun ia tidak lupa dengan budaya negaranya sendiri sehingga ia tidak menerapkan gagasannya ke dalam alam ke-Indonesia-an dengan menyamakan dengan kondisi dan alam pikiran Barat namun disaring secara kritis dan dinamis dan ditafsiri ulang guna menyesuaikan dengan realitas bangsa Indonesia. Dialektika merupakan salah satu dobrakan gagasan beliau di dalam upayanya untuk mengubah pola pikir masyarakat Indonesia yang cenderung berbau klenik menjadi logis-dialektis. Untuk melengkapi penelitian ini, terlebih dahulu penulis mengupas beberapa karya, latar belakang hidup dan dialektika Tan Malaka. A. Riwayat Hidup Sutan Ibrahim gelar Datoek Tan Malaka, yang lebih dikenal sebagai Tan Malaka lahir di Suluki, Nagari Pandan Gadang, Sumatera Barat dengan nama Ibrahim. Menurut Harry A. Peoze, seorang ahli sejarah dan guru besar berkebangsaan Belanda mengatakan bahwa, tahun kelahiran Tan Malaka secara tepat tidak diketahui karena pada waktu itu memang belum ada Register (daftar) penduduk bagi orang Indonesia. 17 18 Poeze cenderung untuk menganggap tahun 1894 sebagai tahun kelahiran Tan Malaka yang paling tepat, melihat fakta bahwa pada tahun 1903 ia mengikuti pendidikan di sekolah rendah. Maka, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa ketika itu ia berusia kurang lebih 6 tahun. 1 Tan Malaka menyatakan bahwa keluarganya beragama -
Konflik Politik Dalam Pergerakan Sarekat Islam 1926
LITERASI Volume 5 No. 2, Desember 2015 Halaman 216 – 232 KONFLIK POLITIK DALAM PERGERAKAN SAREKAT ISLAM 1926 POLITICAL CONFLICT IN THE SAREKAT ISLAM MOVEMENT OF 1926 Retno Winarni dan Mrr. Ratna Endang Widuatie Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember Pos-el: [email protected] Abstrak Artikel ini mendiskusikan konflik politik dalam pergerakan Sarekat Islam 1926. Fokus kajian adalah bagaimana terjadinya konflik politik dalam pergerakan Sarekat Islam, faktor yang melatarbelakangi, dan dampaknya. Hasill kajian menunjukkan bahwa konflik disebabkan perbedaan ideologi perjuangan antara kelompok Semaun dengan kelompok Cokroaminoto. Kelompok Semaun membawa ideologi komunis yang kemudian dikenal dengan sebutan SI Merah dan mengambil jalan noncooperative, sedangkan kelompok Cokroaminoto dengan nama SI Putih dan memilih strategi cooperatif dengan pemerintah Hindia Belanda. Konflik ini menimbulkan perpecahan dalam tubuh organisasi Sarekat Islam dan akhirnya kelompok SI Merah memisahkan diri dan bergabung dengan Partai Komunis Hindia. Sementara itu, tokoh-tokoh SI Putih, antara lain Cokroaminoto mengumumkan kebijakan partai dengan melarang seseorang memasuki organisasi politik lebih dari satu. Kata kunci: konflik, politik, Sarekat Islam Merah, Sarekat Islam Putih Abstract This article discusses the political conflict in the movement of 1926. The focus of research is how did the political conflict in the movement of the SI occur, what factors were behind the conflict, and what impact did it bring. This study revealed that the conflict was caused by ideological differences between Semaun group and Tjokroaminoto group. The Semaun group promoted a communist ideology which was later known as the Red Sarekat Islam and took a non-cooperative path, while the Tjokroaminoto group or White SI chose a cooperative strategy with the Dutch government. -
Exploring the History of Indonesian Nationalism
University of Vermont ScholarWorks @ UVM Graduate College Dissertations and Theses Dissertations and Theses 2021 Developing Identity: Exploring The History Of Indonesian Nationalism Thomas Joseph Butcher University of Vermont Follow this and additional works at: https://scholarworks.uvm.edu/graddis Part of the Asian History Commons, and the South and Southeast Asian Languages and Societies Commons Recommended Citation Butcher, Thomas Joseph, "Developing Identity: Exploring The History Of Indonesian Nationalism" (2021). Graduate College Dissertations and Theses. 1393. https://scholarworks.uvm.edu/graddis/1393 This Thesis is brought to you for free and open access by the Dissertations and Theses at ScholarWorks @ UVM. It has been accepted for inclusion in Graduate College Dissertations and Theses by an authorized administrator of ScholarWorks @ UVM. For more information, please contact [email protected]. DEVELOPING IDENTITY: EXPLORING THE HISTORY OF INDONESIAN NATIONALISM A Thesis Presented by Thomas Joseph Butcher to The Faculty of the Graduate College of The University of Vermont In Partial Fulfillment of the Requirements for the Degree of Master of Arts Specializing in History May, 2021 Defense Date: March 26, 2021 Thesis Examination Committee: Erik Esselstrom, Ph.D., Advisor Thomas Borchert, Ph.D., Chairperson Dona Brown, Ph.D. Cynthia J. Forehand, Ph.D., Dean of the Graduate College Abstract This thesis examines the history of Indonesian nationalism over the course of the twentieth century. In this thesis, I argue that the country’s two main political leaders of the twentieth century, Presidents Sukarno (1945-1967) and Suharto (1967-1998) manipulated nationalist ideology to enhance and extend their executive powers. The thesis begins by looking at the ways that the nationalist movement originated during the final years of the Dutch East Indies colonial period. -
Pengaruh Komunis Indonesia Dalam Pergerakan Awal Komunis Di Tanah Melayu
SEMINAR INTERNASIONAL INDONESIA-MALAYSIA UPDATE 2008 di UGM Indonesia 27-29 Mei 2008 Pengaruh Komunis Indonesia Dalam Pergerakan Awal Komunis di Tanah Melayu Dr. Ho Hui Ling Jabatan Sejarah Fakulti Sastera dan Sains Sosial Universiti Malaya 50603 Kuala Lumpur [email protected] Pendahuluan Perkembangan komunis di Indonesia berlaku lebih awal daripada di Tanah Melayu. Pergerakan komunis di Indonesia telah bermula pada tahun 1914 dan Partai Komunis Indonesia (PKI) telah ditubuhkan pada tahun 1920. Manakala, gerakan komunis di Tanah Melayu mula dikesan pada awal tahun 1920-an dan Parti Komunis Malaya (PKM) pula hanya ditubuhkan pada tahun 1930. Di Tanah Melayu, selain daripada pengaruh komunis yang dibawa masuk oleh orang Cina dari negara China, terdapat juga pengaruh komunis yang datang dari Indonesia dalam perkembangan gerakan komunis di negeri-negeri Melayu. Pengaruh komunis Indonesia ini adalah bermula pada awal tahun 1920- an dengan kehadiran pemimpin komunis Indonesia seperti Semaun dan Alimin. Selepas tahun 1926 semakin ramai pemimpin komunis Indonesia yang hadir di negeri-negeri Melayu dengan pelbagai aktiviti bagi melebarkan pengaruh komunis di kalangan penduduk tempatan di situ. Dengan itu, kertas kerja ini bertujuan untuk melihat pengaruh komunis Indonesia dalam pergerakan komunis di Tanah Melayu khasnya dalam usaha untuk menyebarkan pengaruh komunis di kalangan masyarakat tempatan di negeri-negeri Melayu. Kehadiran pemimpin komunis Indonesia di negeri-negeri Melayu seperti di Singapura, Johor, Perak Utara, Kedah dan Pulau Pinang dalam usaha mengembangkan pengaruh komunis turut dibicarakan. Dalam hal ini 1 www.gama-network.com SEMINAR INTERNASIONAL INDONESIA-MALAYSIA UPDATE 2008 di UGM Indonesia 27-29 Mei 2008 juga, kertas kerja ini akan melihat sejauh manakah komunis Indonesia itu berjaya dalam menyebarkan pengaruh komunis di negeri-negeri Melayu sehingga terbentuknya PKM pada April 1930. -
American Visions of the Netherlands East Indies/ Indonesia: US Foreign Policy and Indonesian Nationalism, 1920-1949 Gouda, Frances; Brocades Zaalberg, Thijs
www.ssoar.info American Visions of the Netherlands East Indies/ Indonesia: US Foreign Policy and Indonesian Nationalism, 1920-1949 Gouda, Frances; Brocades Zaalberg, Thijs Veröffentlichungsversion / Published Version Monographie / monograph Zur Verfügung gestellt in Kooperation mit / provided in cooperation with: OAPEN (Open Access Publishing in European Networks) Empfohlene Zitierung / Suggested Citation: Gouda, F., & Brocades Zaalberg, T. (2002). American Visions of the Netherlands East Indies/Indonesia: US Foreign Policy and Indonesian Nationalism, 1920-1949. (American Studies). Amsterdam: Amsterdam Univ. Press. https://nbn- resolving.org/urn:nbn:de:0168-ssoar-337325 Nutzungsbedingungen: Terms of use: Dieser Text wird unter einer CC BY-NC-ND Lizenz This document is made available under a CC BY-NC-ND Licence (Namensnennung-Nicht-kommerziell-Keine Bearbeitung) zur (Attribution-Non Comercial-NoDerivatives). For more Information Verfügung gestellt. Nähere Auskünfte zu den CC-Lizenzen finden see: Sie hier: https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/deed.de FRANCES GOUDA with THIJS BROCADES ZAALBERG AMERICAN VISIONS of the NETHERLANDS EAST INDIES/INDONESIA US Foreign Policy and Indonesian Nationalism, 1920-1949 AMSTERDAM UNIVERSITY PRESS de 3e PROEF - BOEK 29-11-2001 23:41 Pagina 1 AMERICAN VISIONS OF THE NETHERLANDS EAST INDIES/INDONESIA de 3e PROEF - BOEK 29-11-2001 23:41 Pagina 2 de 3e PROEF - BOEK 29-11-2001 23:41 Pagina 3 AmericanVisions of the Netherlands East Indies/Indonesia -
BAB II BIOGRAFI TAN MALAKA A. Sejarah Dan Kondisi Sosial Yang
BAB II BIOGRAFI TAN MALAKA A. Sejarah dan Kondisi Sosial yang Melingkupi Awal paham Komunis di Indonesia bermula dengan didirikannya ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereniging) atau Perkumpulan Sosial Demokrat Hindia yang dipimpin oleh Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet.1 Tepatnya tanggal 9 Mei 1914 bersama dengan tokoh pendiri lainnya yakni B.J.A. Brandsteder, H. W. Dekker, P. Bergma dan Semaun. Sneevliet datang ke Indonesia pada 1913 sebelumnya dia adalah anggota SDAP (Sosiaal Democratische Arbeiders Partij) yaitu sebuah Partai Pekerja Sosial Demokrasi yang didirikan di Amsterdam pada 1894.2 Seevliet juga pemimpin Persatuan Buruh Kereta dan Trem di Belanda. Sejak datang ke Indonesia hususnya Semarang, Sneevliet bergabung dengan VSTV (Vereniging Van Spoor en Tramweg Personeel) yakni Serikat Buruh Kereta dan Trem yang termasuk paling tua di Indonesia.3 ISDV pada saat itu belum mendapatkan perhatian khusus masa, Organisasi Komunis ini kemudian bergabung dengan SI (Sarekat Islam). Tetapi, SI akhirnya terpecah menjadi dua, SI Merah yang mendukung komunis dan SI putih yang menolak bergabung dengan komunis. SI putih lebih memilih untuk menjadi garis Islam. Pada tahun 1 Peter Kasenda,SukarnoMarxisme dan Leninisme, Akar Pemikiran Kiri dan Revolusi Indonesia, (Depok: Komunitas Bambu, 2014), p.6. 2 Peter Kasenda,SukarnoMarxisme dan Leninisme, Akar Pemikiran Kiri dan Revolusi Indonesia..., p.5. 3...,100 Tokoh Yang Mengubah Indonesia;Biografi Singkat Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Indonesia di Abad 20, (Yogyakarta: Penerbit Narasi,2005), p.85. 13 14 1920 ISDV berganti nama menjadi Indische Communistische Partij yakni PKH (Partai Komunis Hindia) dengan diketuai oleh Semaun bersama dengan Darsono dan Douwes Dekker. Dalam Kongres Juni 1924 nama PKH diganti dengan nama PKI (Partai Komunis Indonesia).4 Tan Malaka bergabung dengan PKI pada tahun keduanya datang ke Indonesia yakni pada 1921. -
Sarekat Islam Semarang Tahun 1913-1920
SAREKAT ISLAM SEMARANG TAHUN 1913-1920 SKRIPSI Untuk memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Negeri Semarang Oleh ENDANG MURYANTI NIM 3101401032 JURUSAN SEJARAH FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi ini telah disetujui oleh Pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada: Hari : Tanggal: Pembimbing I Pembimbing II Drs. Karyono, M.Hum Drs. Abdul Muntholib, M.Hum NIP. 130815341 NIP. 131813653 Mengetahui: Ketua Jurusan Sejarah, Drs. Jayusman, M.Hum NIP. 161764053 ii PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi ini dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang pada: Hari : Rabu Tanggal : 22 Maret 2006 Penguji Skripsi Dra. Santi Muji Utami, M.Hum NIP.131876210 Anggota I Anggota II Drs. Karyono, M.Hum. Drs. Abdul Muntholib, M.Hum. NIP. 130815341 NIP. 131813653 Mengetahui: Dekan, Drs. Sunardi, M.M NIP.130367998 iii PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Semarang, Februari 2006 Endang Muryanti NIM. 3101401032 iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al Baqarah: 216). PERSEMBAHAN Dengan tidak mengurangi rasa syukur kepada Allah SWT hasil karya ini penulis persembahkan untuk: 1. Ayah dan Ibu tercinta atas kasih sayang dan doa yang selalu diberikan 2. -
Evolusi Pemikiran Hadji Oemar Said Tjokroaminoto Tahun
EVOLUSI PEMIKIRAN HADJI OEMAR SAID TJOKROAMINOTO TAHUN 1924-1928: DARI SOSIALISME ISLAM MENUJU ISLAM MAKRIFAT SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana dalam Program Strata Satu (S-1) Pada Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) Oleh: Miftakhus Sifa’ Bahrul Ulumiyah NIM: A92216131 JURUSAN SEJARAH PERADABAN ISLAM FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2019 ii PERNYATAAN KEASLIAN iii PERSETUJUAN PEMBIMBING iv PENGESAHAN TIM PENGUJI PERSETUJUAN PUBLIKASI vi ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Evolusi Pemikiran Hadji Oemar Said Tjokroaminoto Tahun 1924 – 1928: dari Sosialisme Islam menuju Islam Makrifat” dengan meneliti tiga permasalahan: (1) bagaimana biografi H.O.S Tjokroaminoto; (2) bagaimana sosialisme Islam dan Islam makrifat menurut H.O.S Tjokroaminoto, dan (3) bagaimana perubahan pemikiran H.O.S Tjokroaminoto tahun 1924-1928. Tiga permasalahan tersebut penulis teliti dengan menggunakan dua pendekatan historis-hermeneutik dan historis-sosiologis-psikologis. Pendekatan ini digunakan karena skripsi ini masuk dalam kategori sejarah pemikiran sub tema evolusi pemikiran yang dalam metodologinya meneliti teks dan juga konteks. Pendekatan historis-hermenutik merujuk pada pembahasan teks, sedangkan historis-sosiologis-psikologis merujuk pada konteks. Teori yang digunakan dalam penilitian ini ada empat yang semuanya digunakan untuk menganalisis permasalahan dalam tiap pembahasan bab. Empat teori tersebut adalah teori Ibnu Khaldun tentang perkembangan akal budi, teori Herbert Spencer tentang evolusi umum, teori arkeologi pengetahuan Michael Foucault, dan teori hermeneutik Hans-George Gadamer. Metode yang penulis gunakan adalah metode sejarah dengan empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: pertama, H.O.S Tjokroaminoto lahir di Madiun tanggal 16 Agustus 1882 dan meninggal di Yogyakarta pada 17 Desember 1934.