Social Mobility of Migrants Muslim from Central Java in Bengkulu
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
Relationship Between Transmigration, Urbanization and Poverty Alleviation in Indonesia
Ekunomi dan Keuangan Indonesia Volume XLIII Nomor 1, 1995 Relationship Between Transmigration, Urbanization and Poverty Alleviation in Indonesia Prijono Tjiptoherijanto Abstrak Masalah kependudukan di Indonesia ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang tetap tinggi selama 30 tahun terakhir, distribusi penduduk antar daerah yang tidak merata (60% penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa yang luasnya hanya 4% dari luas wilayah Indonesia), tingginya tingkat urbanisasi sebagai akibat dari adanya ketimpangan pertumbuban antar kota dalam suatu propinsi, serta masalah kemiskinan. Salab satu jalan keluar untuk mengatasi permasalaban tersebut di atas adalab melaksanakan program transmigrasi. Transmigrasi yang dijalankan antara lain bertujuan untuk mendukung pembangunan daerah dan memperluas kesempatan kerja. Dengan kata lain, program transmigrasi yang dijalankan barus menjadi bagian integral dari pembangunan daerab yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuban ekonomi. Pada gilirannya, peningkatan pertumbuban ekonomi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejabteraan masyarakat sebingga transmigrasi dapat membantu meningkatkan status dan nilai dari masyarakat Indonesia. 25 Tjiptoherijanto I. INTRODUCTION Population growth in Indonesia still remains high for the past thirty years. The development process has increased people's awareness to limit their families size. However, at the same time successful development also brought an improvement in the health of the majority of families which will reduce the death rate. Among the consequences of population growth in Indonesia is the increase differentials in density of population among regions and urban- rural areas. This affects the quality of life in the respected regions. In addition, this condition is also increasing the social problems such as availability of clean environment and other social services, especially in urban areas. Therefore, the problems of urbanization as well as adaptation of migrants in the new socio-economic environment, and may be political aspea, become more serious in the last two decades. -
Nama IKMB Nama Pemilik Alamat Perusahaan Kelurahan Lama Kecamatan Skala Usaha Jenis Industri Komoditi Total Tenaga Kerja Pemasar
Total Skala Jenis Nama IKMB Nama Pemilik Alamat Perusahaan Kelurahan Lama Kecamatan Komoditi Tenaga Pemasaran Usaha Industri Kerja BATIK TULIS RUSMANTO Bambang Rusmanto Bandengan Rt.01/05 Bandengan Pekalongan Utara Kecil Batik Batik tulis 6 Pekalongan BATIK "WIDIA AYU" Ny Nurul Arifa Bandengan Rt.04/05 Bandengan Pekalongan Utara Kecil Batik 69 Pekalongan BATIK TULIS RASPARI Raspari Bandengan Rt.03/05 Bandengan Pekalongan Utara Kecil Batik Batik tulis 4 Pekalongan BATIK WASIATUN Wasiatun Jl. Selat Karimata Rt.01 Rw.05 Bandengan Pekalongan Utara Kecil Batik Kain batik sutra cap dan tulis Pekalongan BATIK HAMZAH A Hamzah Banyurip Ageng Rt.02/06 Banyurip Ageng Pekalongan Selatan Kecil Batik Kain batik 9 ABDUL KALIM Abdul Kalim Banyuurip Ageng Banyurip Ageng Pekalongan Selatan Kecil Batik 35 Pekalongan BATIK KHOLIQ Abdul Kholiq Banyurip Ageng RT.03/03 Banyurip Ageng Pekalongan Selatan Kecil Batik Kain batik 4 Surabaya BATIK CAP NUR HUDA Agus Ilyas Banyurip Ageng Rt. 4/2 No.5 Banyurip Ageng Pekalongan Selatan Kecil Batik Kain batik 5 Pekalongan KRIWILAN AGUS NAENI Agus Naeni Banyurip Ageng RT.05/01 Banyurip Ageng Pekalongan Selatan Kecil Batik Kain batik 3 Pekalongan BATIK CAP "AHMAD JAMIK" Ahmad Jamik Banyurip Ageng RT.01 RW.05 Banyurip Ageng Pekalongan Selatan Kecil Batik 14 Solo AHMAD MASRUR Ahmad Masrur Banyuurip Ageng Banyurip Ageng Pekalongan Selatan Kecil Batik 24 Pekalongan BATIK CAP CHUSAINI Chusaini Banyurip Ageng Rt. 5/3 Banyurip Ageng Pekalongan Selatan Kecil Batik Kain batik 6 Pekalongan BATIK CAP FACHRUDIN Fachrudin Banyurip Ageng Rt. 5/3 Banyurip Ageng Pekalongan Selatan Kecil Batik Kain batik 7 Yogya BATIK CAP GHOZALI Ghozali Banyurip Ageng Rt. -
Gravity Anomaly in Kelud, Kasinan-Songgoriti, and Arjuno-Welirang Volcano Hosted Geothermal Area, East Java, Indonesia
International Journal of Innovative Technology and Exploring Engineering (IJITEE) ISSN: 2278-3075, Volume-9 Issue-3S, January 2020 Gravity Anomaly in Kelud, Kasinan-Songgoriti, and Arjuno-Welirang Volcano Hosted Geothermal Area, East Java, Indonesia Novita Wahyuningsih, Sukir Maryanto, Wiyono manifestations of hot springs [4]. There are also Abstract: This study aims to determine the relationship of manifestations of hot springs in the Cangar area in Batu City, heat reservoirs in the Kelud, Kasinan-Songgoriti, and and Padusan in the Mojokerto Regency [5]. Arjuno-Welirang geothermal systems based on gravity data analysis. Gravity data are obtained from Geodetic Satellite (GEOSAT) and European Remote Sensing-1 (ERS-1) Satellite which have been corrected to free air correction. The result of gravity data analysis is in the form of a complete Bouguer anomaly which represents the gravity anomaly below the surface. The results of the complete Bouguer anomaly value obtained were -15,238 mGal to 86,087 mGal. Based on these results, regional anomalies and residual anomalies will be separated to determine the depth of the two anomalies. 3D modeling was carried out based on the complete Bouguer anomaly data to determine the reservoir relationships in the Kelud, Kasinan-Songgoriti, and Arjuno-Welirang geothermal systems. Keywords : gravity data, complete Bouguer anomaly, Fig. 1. Research area map reservoir, geothermal, GEOSAT and ERS-1 Satellite. I. INTRODUCTION Indonesia is located in the Pacific Ring of Fire region, where there is an active plate meeting. The resulting effect is the emergence of volcanic activity along the path through the ring of fire. The magnitude of volcanic activity gives rise to considerable geothermal potential [1]. -
And Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) on Dairy Farms in East Java Province, Indonesia
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology, October-December 2020, Vol. 14, No. 4 3439 Profile of Multidrug Resistance (MDR) and Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) on Dairy Farms in East Java Province, Indonesia Sancaka Chasyer Ramandinianto1, Aswin Rafif Khairullah2, Mustofa Helmi Effendi3, 4, Eka Pramyrtha Hestiana5 1Postgraduate Student on Veterinary Public Health Program, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia, 2Doctoral Program on Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia, 3Department of Veterinary Public Health, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia, 4Halal Research Center, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia, 5Department of Basic of Veterinary Medical Sciences, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia Abstract Staphylococcus aureus is one of the causes in the case of Foodborne Disease, with the resulting toxin triggering the occurrence of Foodborne Intoxication. The purpose of this study was to identify multidrug resistant patterns and detect Methicillin Resistance Staphylococcus aureus (MRSA) in cow’s milk in East Java, Indonesia. A total of 170 cow’s milk samples were taken from dairy farms on 3 Districs, then the bacteria were cultured and purified using Mannitol Salt Agar media. Resistance tests were carried out with 5 antibiotics on Mueller Hinton Agar media and Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) by Oxacillin Resistance Screen Agar Base (ORSAB). The results showed there were 76 (44.7%) S. aureus, then antibiotic testing showed 13 (17.1%) S. aureus isolates had multidrug resistant (MDR) properties on the antibiotics tested and 84.6% isolates with MDR confirmed MRSA properties by ORSAB. It was concluded that the raw milk can be a potential reservoir for MDR and MRSA strains to threat public health. -
Analisis Aksesibilitas Dan Level Of
ANALISIS AKSESIBILITAS DAN LEVEL OF SERVICE ANGKUTAN JALAN LINTAS SURABAYA – KEDIRI ACCESSIBILITY AND LEVEL OF SERVICE ANALYSIS OF LAND TRANSPORT ON SURABAYA – KEDIRI LINE Priyambodo Badan Litbang Provinsi Jawa Timur Jl. Gayung Kebonsari 56 Surabaya email: [email protected] Diterima: 29 Desember 2014, Revisi 1: 20 Januari 2015, Revisi 2: 30 Januari 2015, Disetujui: 11 Februari 2015 ABSTRAK Aksesibilitas menggambarkan kemudahan untuk mencapai tujuan, sementara level of service menggambarkan standar pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang menurunkan aksesibilitas dan tingkat pelayanan jalan lintas Surabaya – Kediri. Dengan menggunakan analisis aksesibilitas serta analisis ratio volume dan kapasitas jalan diperoleh hasil bahwa lintas Surabaya – Mojokerto – Jombang menunjukkan aksesibilitas yang buruk (rendah) dan tingkat pelayanan jalan yang menunjukkan arus tidak stabil. Hal ini disebabkan penambahan arus (volume) dari arah barat, yaitu dari Jogya – Solo – Madiun – Nganjuk menuju Surabaya yang bertemu di daerah Kertosono. Sementara arus lalu lintas dari Jombang – Pare/Kertosono – Kediri aksesibilitasnya baik (tinggi) dengan tingkat pelayanan jalan menunjukkan arus yang stabil. Untuk meningkatkan aksesibilitas dan level of service direkomendasikan agar pembangunan jalan Tol Surabaya – Mojokerto dipercepat dan melakukan perawatan jalan secara kontinyu, memperbaiki dan menormalisasikan sistem drainase serta secara intensif melakukan rekayasa lalu lintas. Kata kunci: aksesibilitas, level of service, angkutan barang, angkutan penumpang ABSTRACT Accessibility describes easy of goal reaching while level of service describs service of quality. The research puspose to know about the factors that can decrease accessibility and level of service on road of Surabaya – Kediri line. By using the accessibility and level of service analysis method the result mentioned that line of Surabaya – Mojokerto – Jombang has a low accessibility and level of service showed unstable traffic flow. -
Download (1MB)
PERANAN PENGAJIAN IBU-IBU TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU DALAM KEHIDUPAN RUMAH TANGGA DI TAMAN PENGAJIAN AL-QURAN (TPA) MIFTAHUL HUDA DESA PURWODADI JALUR 20 JEMBATAN 2 KECAMATAN MAURA PADANG SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi syarat memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S. Sos) Oleh TRI PARISTINI Nim 612015101 Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG 2019 i MOTTO DAN PERSEMBAHAN بسمهللا الرحمن الرحيم ان شاءهللا استطع بإذن هللا Dengan nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang saya bisa dengan seizin Allah SWT. PERSEMBAHAN Skripsi ini Kupersembahkan untuk: Orang tua kupersembahkan karya kecil ini khusus buat ayahanda: Sutiono (Alm) dan Ibu Dalmidah Saudara-saudariku yaitu kakak-kakakku: Kurni Awan Akbar, Tutik Srimas Tuti dan adikku Azis Restu Aji Teman-teman sedesaku desa purwodadi kawan dan sahabat semasa SD N 1 Purwodadi, SMP N 1 Muara Padang, SMA N 1Muara Padang yang aku cintai tiada terkira rasa terima kasihku buat kalian semua, dengan segala kelembutan, engkau selalu menemani hari-hariku dan selalu motivasi yang kalian berikan membuatku mampu menyelesaikan karya kecilku ini, dan rekan-rekan seperjuangan khususnya angkatan 2015 yang selalu bersama dalam suka dan duka. Para Guru-guru, para ustadz-ustadza, para dosen-dosen dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang telah banyak memberi saya ilmu pengetahuan selama saya menjadi pelajar semasa SD, SMP, SMA dan sebagai mahasiswa Muhammadiyah. Dosen pembimbing skripsi saya: Alm. Ibunda Dra. Nurhuda, M.Pd.I Selaku dosen pembimbing I walaupun dalam waktu singkat tetapi beliau tetap berjasa untuk saya dan karya tulis saya, Helyadi, S.H M,H sebagai dosen penganti pembimbing I , Ahmad Jumhan, S.A.g.,M.Hum sebagai dosen pembimbing II yang telah memberikan semangat, dukunganmu kepadaku dan selalu mendo’akan aku dengan tulus, dengan jerih payahmu dan kesabaranmu selama v ini. -
PRESS RELEASE Sabtu, 1 Agustus 2020
PRESS RELEASE Sabtu, 1 Agustus 2020 Terdapat 10 (sepuluh) tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, yaitu: 2 Klaster Sidoarjo - 2 orang warga Desa Gedangsewu Kecamatan Pare, isolasi mandiri 1 Klaster Palembang - 1 orang warga Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan, isolasi mandiri 2 Klaster Desa Kandangan - 2 orang warga Desa Kandangan Kecamatan Kandangan, isolasi mandiri 1 Klaster Desa Sidomulyo Puncu - 1 orang warga Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu, isolasi di Wisma Atlet Pare 1 Klaster Desa Damarwulan - 1 orang warga Desa Damarwulan Kecamatan Kepung, isolasi mandiri 3 Klaster Baru - 1 orang warga Desa Gadungan Kecamatan Puncu, isolasi mandiri - 1 orang warga Desa Pelem Kecamatan Pare, isolasi mandiri - 1 orang warga Desa Jabang Kecamatan Kras Meninggal dunia di RSUD SLG tanggal 29 Juli 2020 sebelum hasil swabnya keluar Dengan tambahan 10 (sepuluh) kasus, rincian klaster dengan kasus Covid-19 aktif di Kabupaten Kediri adalah sebagai berikut: 1. Klaster Araya Tulungagung : 6 orang 2. Klaster Jakarta : 1 orang 3. Klaster Halmahera : 1 orang 4. Klaster Kalimantan : 1 orang 5. Klaster Pabrik Rokok Mustika : 6 orang 6. Klaster Pondok Pesantren Temboro : 1 orang 7. Klaster Surabaya : 15 orang 8. Klaster Gresik : 1 orang 9. Klaster Sidoarjo : 8 orang 10. Klaster Papua : 1 orang 11. Klaster Pasuruan : 6 orang 12. Klaster Kudus : 1 orang 13. Klaster Palembang : 2 orang 14. Klaster Persekutuan Doa Kota Kediri : 12 orang 15. Klaster Desa Kambingan : 1 orang 16. Klaster Desa Kedak : 4 orang 17. Klaster Desa Gampeng : 1 orang 18. Klaster Desa Ketawang : 6 orang 19. Klaster Desa Woromarto : 4 orang 20. Klaster Desa Ngasem : 5 orang 21. -
Compilation of Manuals, Guidelines, and Directories in the Area of Intellectual Property (Ip) Portfolio Management
DRAFT FOR DISCUSSION COMPILATION OF MANUALS, GUIDELINES, AND DIRECTORIES IN THE AREA OF INTELLECTUAL PROPERTY (IP) PORTFOLIO MANAGEMENT CUSTOMIZED FOR THE ASSOCIATION OF SOUTHEAST ASIAN NATIONS (ASEAN) MEMBER COUNTRIES TABLE OF CONTENTS page 1. Preface…………………………………………………………………. 4 2. Mission Report of Mr. Lee Yuke Chin, Regional Consultant………… 5 3. Overview of ASEAN Companies interviewed in the Study……...…… 22 4. ASEAN COUNTRIES 4. 1. Brunei Darussalam Part I: Listing of Manuals, Guidelines and Directories in the Area of Intellectual Property (IP) Portfolio Management………………………. 39 Part II: Success Stories…………………………………………………. 53 4. 2. Cambodia Part I: Listing of Manuals, Guidelines and Directories in the Area of Intellectual Property (IP) Portfolio Management………………………. 66 Part II: Success Stories…………………………………………………. 85 4. 3. Indonesia Part I: Listing of Manuals, Guidelines and Directories in the Area of Intellectual Property (IP) Portfolio Management………………………. 96 Part II: Success Stories…………………………………………………. 113 4. 4. Lao PDR Part I: Listing of Manuals, Guidelines and Directories in the Area of Intellectual Property (IP) Portfolio Management………………………. 127 Part II: Success Stories…………………………………………………. 144 4. 5. Malaysia Part I: Listing of Manuals, Guidelines and Directories in the Area of Intellectual Property (IP) Portfolio Management………………………. 156 Part II: Success Stories…………………………………………………. 191 4. 6. Myanmar Part I: Listing of Manuals, Guidelines and Directories in the Area of Intellectual Property (IP) Portfolio Management………………………. 213 Part II: Success Stories…………………………………………………. 232 4. 7. Philippines Part I: Listing of Manuals, Guidelines and Directories in the Area of Intellectual Property (IP) Portfolio Management………………………. 248 Part II: Success Stories…………………………………………………. 267 4. 8. Singapore Part I: Listing of Manuals, Guidelines and Directories in the Area of Intellectual Property (IP) Portfolio Management………………………. -
Sejarah Keresidenan Palembang
SEJARAH KERESIDENAN PALEMBANG Oleh: Kemas A. R. Panji Dosen Luar Biasa pada Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya Islam IAIN Raden Fatah dan FKIP Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Palembang. Sri Suriana Dosen Sejarah pada Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya Islam UIN Raden Fatah Palembang. Abstract: Since the abolition of the Sultanate of Palembang Darussalam in 1825 by the Dutch colonial government, the town changed its status becoming Resident region, led by a Resident. Pointing Dutch government or lift a man named J.L. van Sevenhoven as First Resident. Palembang residency divided into several Afdeeling except in the capital of Palembang. Afdeeling each headed by a Resident Assistant. Each Afdeeling consists of Onder Afdeeling headed by a controller. Each Onder Afdeeling there are clans, each headed by a Chief Marga (Pasirah). While the capital city of Palembang is divided into two, namely the District across Ilir District and District Seberang Ulu held by a Demat. Residency of Palembang, Jambi, Lampung and Bangka Belitung included in the Province of South Sumatra, is the fourth residency in the early days were in the area Administrative Sumatra (1 province) with capital of Medan, Sumatra then divided into 3 new Province namely: North Sumatra Province (It consists of Residency of Aceh, East Sumatra (Medan), and Tapanuli), Central Sumatra Province (It consist of Resident of West Sumatra (Bukit Tinggi), Riau, Jambi), South Sumatra Province (consisting of: Residency of Palembang, Bengkulu, Lampung and Bangka-Belitung). Post-Expansion into 3 provinces of Sumatra, Palembang Resident position changes its status to the Governor of South Sumatra. -
Studi Identifikasi Kearifan Lokal Dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Di Eks Karesidenan Pekalongan
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH SEKRETARIAT BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH Jl. Imam Bonjol No. 1 F Telp. 024 – 3519904 (Hunting), Fax 024 – 3519186 Kode Pos 50141 email : [email protected] Semarang STUDI IDENTIFIKASI KEARIFAN LOKAL DALAM PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA DI EKS KARESIDENAN PEKALONGAN LAPORAN AKHIR TAHUN 2014 Bencana alam dapat terjadi secara tiba-tiba maupun melalui proses yang berlangsung secara perlahan. Beberapa jenis bencana seperti gempa bumi, hampir tidak mungkin diperkirakan secara akurat kapan, dimana akan terjadi dan besaran kekuatannya. Sedangkan beberapa bencana lainnya seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, letusan gunung api, tsunami, dan anomali cuaca masih dapat diramalkan sebelumnya. Meskipun demikian kejadian bencana selalu memberikan dampak kejutan dan menimbulkan banyak kerugian baik jiwa maupun materi. Kejutan tersebut terjadi karena kurangnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi ancaman bahaya. Wilayah eks karesidenan Pekalongan yang terdiri dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten batang, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes merupakan wilayah di Jawa Tengah yang mengalami beragam bencana. Mengingat wilayah tersebut terdiri dari Gunung,pegunungan perbukitan dan pesisir. Pegunungan atau lereng Gunung Slamet yaitu di wilayah Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal dan Brebes, pesisir yaitu diwilayah Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, sebagian pemalang, brebes dan Kota Tegal. Berdasarkan kondisi topografi dapat dilihat jenis bencana yang mungkin terjadi di wilayah tersebut yaitu longsor dan angin puting di wilayah pegunungan dan perbukitan, Ancaman Gunung Berapi Slamet,dan wilayah pesisir bencana yang dominan terjadi adalah banjir dan rob Berbagai cara yang dilakukan oleh masyarakat sebagai upaya untuk menghadapi bencana melalui berbagai kegiatan agar selamat dan dapat memenuhi kebutuhan di masa depan dalam berbagai unsur kehidupan. -
PANJANG LUAS DAS Q HILIR KEMIRINGAN KM KM2 M3/Dt
DAFTAR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PER WILAYAH SUNGAI (WS) DI JAWA TENGAH SESUAI PERATURAN PRESIDEN RI NO 12 TAHUN 2012 TTG PENETAPAN WILAYAH SUNGAI DATA-DATA SUNGAI PANJANG LUAS DAS Q HILIR KEMIRINGAN NO WILAYAH SUNGAI / DAS KAB/KOTA PENGELOLA KM KM2 M3/dt (i) HILIR I. WS CIMANUK CISANGGARUNG BBWS CIMANUK CISANGGARUNG 1 DAS. Cisanggarung Kab. Brebes 103,6 834,8 712 0,0012 2 DAS. Tanjung Kab. Brebes 3 DAS. Kabuyutan Kab. Brebes 51,53 208,74 503 0,0014 4 DAS. Babakan Kab. Brebes 52 100,78 505 0,0008 5 5 DAS. Kluwut Kab. Brebes 27 91,1 384 0,0008 II. WS PEMALI COMAL DINAS PSDA PROVINSI JATENG 1 DAS. Pakijangan Kab. Tegal 20 56,24 373 0,0007 2 DAS. Pemali Kab. Tegal & Kab. Brebes 125,5 1276,4 784 0,0005 3 DAS. Gangsa Kab. Tegal & Kab. Brebes 30 93,62 364 0,0009 4 DAS. Wadas Kab. Tegal & Kab. Brebes 25 63,5 350 0,0010 5 DAS. Gunglama Kab. Tegal & Kab. Brebes 6 DAS. Gung Kab. Tegal & Kota Tegal 54 155,52 514 0,0065 7 DAS. Poh Kab. Tegal 22 33,98 328 0,0020 8 DAS. Cacaban Kab. Tegal 43 33,92 459 0,0009 9 DAS. Conang Kab. Tegal 14 36,3 262 0,0007 10 DAS. Jimat Kab. Tegal 14,5 30,2 267 0,0021 11 DAS. Brungut Kab. Tegal 17 32,6 289 0,0015 12 DAS. Rambut Kab. Tegal & Kab. Pemalang 57 167,42 528 0,0021 13 DAS. Medono Kab. Pemalang & Kab. Pekalongan 16 41,56 280 0,0010 14 DAS. -
14 E) Production Scale It Is Estimated That on Average in Java the Level Of
Africa/Indonesia Region Research Report e) Production scale It is estimated that on average in Java the level of ownership of backyard poultry is around 50 birds, ranging from several birds to several hundred birds. However, most farmers may rear less than 50 birds (expert opinion). f) Health management Some farmers, who keep about 50 birds, apply New Castle Disease (ND) vaccination. Contrary HPAI vaccination usually requires the government intervention and program (e.g. AI vaccination is free in sector 4 farms). The problem for AI vaccination in village/native (so called kampong chicken) chickens is reaching a sufficient coverage. The current level of coverage is estimated to be about 50% without the booster application. However, during the last two years, less kampong chickens were vaccinated against AI due to limited stocks of the vaccine. AI vaccination is still controversial in terms of effectiveness and the probability of introducing new strains of zoonotic importance. ILRI base line surveys at the District level in Java have shown that some farmers might reject the AI vaccination due to side effects (see also risk factor chapter, vaccination). Moreover, some farmers even trade chickens in an outbreak area (ILRI 2008). These farmers do not see the economic value of the vaccination, as they are used to selling their chickens immediately when any clinical symptoms are observed to avoid further losses. Table 7. Backyard poultry‐keepers (Anonymous 2007a‐d) (Reports from Livestock Services West Java, Central Java, Yogyakarta Special Territory,