Tourist Performing Arts: Balinese Arts-Based Creative Industry
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
Load more
Recommended publications
-
Performance in Bali
Performance in Bali Performance in Bali brings to the attention of students and practitioners in the twenty-first century a dynamic performance tradition that has fasci- nated observers for generations. Leon Rubin and I Nyoman Sedana, both international theatre professionals as well as scholars, collaborate to give an understanding of performance culture in Bali from inside and out. The book describes four specific forms of contemporary performance that are unique to Bali: • Wayang shadow-puppet theatre • Sanghyang ritual trance performance • Gambuh classical dance-drama • the virtuoso art of Topeng masked theatre. The book is a guide to current practice, with detailed analyses of recent theatrical performances looking at all aspects of performance, production and reception. There is a focus on the examination and description of the actual techniques used in the training of performers, and how some of these techniques can be applied to Western training in drama and dance. The book also explores the relationship between improvisation and rigid dramatic structure, and the changing relationships between contemporary approaches to performance and traditional heritage. These culturally unique and beautiful theatrical events are contextualised within religious, intel- lectual and social backgrounds to give unparalleled insight into the mind and world of the Balinese performer. Leon Rubin is Director of East 15 Acting School, University of Essex. I Nyoman Sedana is Professor at the Indonesian Arts Institute (ISI) in Bali, Indonesia. Contents List -
Peranan Wanita Dalam Seni Pertunjukan Bali Di Kota Denpasar
PERANAN WANITA DALAM SENI PERTUNJUKAN BALI DI KOTA DENPASAR Oleh: Ni Made Wiratini e-mail: [email protected] Promotor/Ko-promotor: Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A. Prof. Dr. R.M. Soedarsono Prof. Dr. Emiliana Mariyah, M.S. PROGRAM KAJIAN BUDAYA PROGRAM PASCASARJANA UDAYANA UNIVERSITY DENPASAR 2007 1 PERANAN WANITA DALAM SENI PERTUNJUKAN BALI DI KOTA DENPASAR Ni Made Wiratini1 Abstrak: Artikel ini dimaksudkan untuk membahas semakin dominannya peranan wanita dalam seni pertunjukan Bali, khususnya yang ada di Kota Denpasar, selama dua puluh lima tahun belakangan ini. Ada lima belas genre seni pertunjukan Bali, terutama dalam kelompok seni pertunjukan hiburan atau balih-balihan, yang kini telah dimainkan oleh wanita. Melalui proses glokalisasi, pengadaptasian budaya asing (global) ke budaya lokal (Bali), peranan dan partisipasi kaum wanita Kota Denpasar dalam seni pertunjukan Bali meliputi pelaku, pencipta, dan pengatur/penyaji. Artikel ini menunjukkan bahwa perubahan-perubahan yang terjadi bukanlah suatu bentuk gerakan feminist untuk mengambil alih dan mengganti posisi pria dalam seni pertunjukan Bali, melainkan suatu realisasi dari upaya sadar kaum wanita Bali untuk ikut menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai seni dan budaya tradisional Bali. Singkatnya, meningkatnya ketertarikan wanita Kota Denpasar untuk terjun dalam seni pertunjukan Bali bukan diakibatkan oleh terjadinya kesenjangan gender tetapi oleh hasrat kaum wanita untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kelangsungan dari seni pertunjukan Bali. Kata-kata kunci: peranan wanita, seni pertunjukan, glokalisasi, gender. Pendahuluan Di dalam kurun waktu 25 tahun, dari 1980 sampai dengan 2005, telah terjadi suatu perubahan penting dalam aktivitas seni pertunjukan di Kota Denpasar. Perubahan ini ditandai oleh meningkatnya dominasi peranan wanita dalam aktivitas seni pertunjukan di daerah ini. -