
Percik Pemikiran TOKOH MUHAMMADIYAH untuk indonesia berkemajuan Percik Pemikiran TOKOH MUHAMMADIYAH untuk indonesia berkemajuan Tim Penyusun: Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. (Penasehat) Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si. (Penasehat) Dr. H. Muchlas, M.T. (Penanggung jawab) Widiyastuti, S.S., M.Hum. (Koordinator), Lasa Hs., Roni Tabroni, M.Si., Drs. Imron Nasri, Riswinarno, S.S., M.M., David Efendi, M.A. Sri Lestari Linawati, M.S.I., Amir Nashiruddin, S.H.I. Rekho Adriadi, M.I.P., Arief Budiman Ch. Rancang Grafis: [email protected] Manajemen dan Produksi: M. Purwana, Iwan Setiawan, Rizky Taruna, Sarikin Busman IT & Support System: Aisy R. Syam, Rizky Taruna Diterbitkan oleh: Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jl. KHA. Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-276-375025, Fax. +62-274-381031 email: [email protected], [email protected] website: www.muhammadiyah.or.id Cetakan pertama, Oktober 2018. Dicetak oleh: GRAMASURYA Jalan Pendidikan No.88, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182 Tel. (0274) 413364 email: [email protected] website: gramasurya.com Kata Pengantar Pimpinan Pusat Muhammadiyah Alhamdulillah, rasa syukur kepada Allah SWT, atas rahmatnya, persyarikatan Muhammadiyah dapat terus berlangsung hingga saat ini dan sudah mencapai umur satu abad lebih. Keberlangsungan Muhammadiyah hingga mencapai satu abad ini bisa terjadi, selain tentu saja karena ridha Allah, juga karena sejak awal KHA Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah sudah memperhatikan pentingnya kaderisasi para pemimpin yang menggerakkan organisasi Muhammadiyah. Tokoh-tokoh Muhammadiyah mulai dari generasi awal, generasi kedua dan seterusnya bermunculan silih berganti, berkiprah dalam kehidupan bangsa Indonesia sejak dari zaman penjajahan Belanda, Jepang, pada masa awal kemerdekaan, masa pemerintahan Orde Baru, hingga saat ini pada masa pasca reformasi. Murid-murid atau santri-santri dan kawan-kawan KHA Dahlan, tidak hanya terdiri dari kaum lelaki saja, juga kaum perempuan, terutama para remaja putri dari kampung Kauman, yang belum lama ini telah dibuat filmnya berjudul 9 Putri Sejati oleh LSBO PP Muhammadiyah, adalah termasuk golongan pertama para pendukung pergerakan Muhammadiyah. Dapat disebutkan beberapa nama, misalnya H.M. Syuja adalah santri dan kawan dekat KHA Dahlan yang merintis Bagian Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) yang menginisiasi pendirian rumah sakit dan balai pengobatan, panti asuhan anak yatim dan santunan sosial lainnya. H.M. Hisyam yang merintis pengembangan sekolah- sekolah Muhammadiyah dalam manajemen Bestuur Muhammadiyah Bahagian Sekolahan. H.M. Fachrodin yang menjadi Ketua Bestuur Muhammadiyah Bahagian Tabligh. H.M. Mokhtar yang menjadi Ketua Bahagian Taman Pustaka. H.M. Sangidu, yang kemudian menjadi HoofdPanghulu Karaton Yogyakarta, adalah salah pendukung KHA Dahlan dan memberikan fasilitas penggunaan nDalem Pengulon untuk kegiatan-kegiatan Muhammadiyah seperti Tabligh dan Frobel atau Taman Kanak-kanak Aisyiyah. Dan masih banyak lagi nama- nama. Diantara kaum putri, bisa disebut misalnya, Siti Bariyah, Siti Munjiyah, Siti Umniyah, Siti Badilah, Siti Aisyah anak KHA Dahlan sendiri dan tak ketinggalan Siti Walidah atau kita kenal Nyai Ahmad Dahlan, adalah tokoh- PPTM-UIB | iii tokoh perempuan Muhammadiyah (Aisyiyah) generasi pertama. Siti Bariyah menjadi ketua Aisyiyah yang pertama. Siti Umniyah dan Hayyinah terlibat dalam kepanitiaan Kongres Perempuan pertama 22-25 Desember 1928. Siti Umniyah menyampaikan orasi berjudul Derajat Perempuan, tentang konsep perempuan Islam berkemajuan. Majelis Pustaka dan Informasi, pada bulan November 2014 telah menerbitkan buku 100 Tokoh Muhammadiyah yang Menginspirasi, berisi tentang profil para tokoh Muhammadiyah dan kiprahnya dalam persyarikatan Muhammadyah dan kehidupan kebangsaan Indonesia. Pada kesempatan ini, MPI PP Muhammadiyah kembali menerbitkan sebuah buku dengan judul Percik Pemikiran Tokoh Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan. Buku yang secara khusus dimaksudkan untuk mendokumentasikan percik-percik pemikiran para tokoh Muhammadiyah, baik berupa pikiran-pikiran pribadi maupun pikiran-pikiran dalam upaya pengembangan Muhammadiyah dan khususnya pemikiran-pemikiran sebagai sumbangsih Muhammadiyah kepada kehidupan kebangsaan Indonesia. Buku ini menjadi pelengkap dari buku sebelumnya yang sudah disebutkan di atas. Memang apa yang sudah dikumpulkan oleh MPI ini belum lengkap, karena baru memuat sebagian kecil dari banyak pemikiran yang sudah berkembang di kalangan tokoh-tokoh Muhammadiyah. Mudah-mudahan dapat disempurnakan lagi di kemudian hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan penghargaan atas jerih payah yang sudah dilakukan oleh Majelis Pustaka dan Informasi yang sudah menyusun buku ini. Yang demikian ini adalah sebuah tradisi baik yang sudah dilakukan oleh Majelis Pustaka sejak jaman dahulu. Kepada Tim Penyusun dan berbagai pihak yang membantu Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam penerbitan buku ini diucapkan banyak terima kasih. Nasrun Minallah wa fathun qarib. Yogyakarta, Februari 2019 Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si. Ketua (Bidang Pustaka dan Informasi) iv | MPI PPM Kata Pengantar Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid yang dinamis, kreatif dan inovatif, pada dirinya telah menyatu kata-kata reformis dan modernis, sebagai simbol jati diri yang modern dan berwawasan masa depan. Dari kata-kata reformis dan mo- dernis itu dapat dipahami bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi pertama sebagai pelopor dalam mengaktualisasikan ajaran Islam secara murni, ikhlas dan mutaba’ah, yang kemudian secara bertahap menyebar dengan pesatnya di Indonesia. Bahkan, di abad kedua perjalanan gerak dakwah perju- angan Muhammadiyah merambah sampai ke luar negeri dengan berdirinya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah di berbagai negara. Sebagai kekuatan nasional, sejak awal berdirinya pada tanggal 08 Dzulhijjah 1330 H bertepatan dengan 18 Nopember 1912 M, Muhammadiyah telah ber- juang dalam pergerakan kemerdekaan dan para tokoh serta warganya terlibat aktif dalam proses berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diprok- lamirkan pada 17 Agustus 1945. Muhammadiyah memiliki komitmen dan tang- gung jawab tinggi untuk memajukan bangsa dan Negara sebagaimana dicita- citakan para pendiri bangsa. Para tokoh Muhammadiyah sejak era K.H. Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah Dahlan hingga sesudahnya mengambil peran aktif dalam usaha-usaha kebangkitan nasional dan perjuangan meraih kemerdekaan. Muhammadiyah, dalam kehidupan kebangsaan maupun kemanusiaan universal berdasarkan pada pandangan Islam berkemajuan, menegaskan komitmen untuk terus berkiprah menyemai benih-benih kebenaran, kebaikan, kedamaian, keadilan, kemaslahatan, kemakmuran dan keutamaan hidup (rahmatan lil alamnin) secara dinamis menuju peradaban yang utama. Islam ditegakkan untuk menjunjung tinggi kemanusiaan baik laki-laki maupun perempuan tanpa diskriminasi. Islam yang menggelorakan misi anti-perang, anti-terorisme, anti-penindasan, anti-keterbelakangan, dan anti terhadap segala PPTM-UIB | v bentuk perusakan di muka bumi seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, kejahatan kemanusiaan, eksploitasi alam, serta berbagai kemungkaran yang menghancurkan kehidupan. Di dalam Khittah Muhammadiyah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Khittah Denpasar), hasil Sidang Tanwir Muhammadiyah tahun 2002, Muham- madiyah berpandangan bahwa berkiprah dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu perwujudan dari misi dan fungsi melaksanakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana telah menjadi panggilan sejarahnya, sejak zaman pergerakan hingga masa awal dan setelah kemerdekaan Indonesia. Peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut diwujudkan dalam langkah-langkah strategis dan taktis sesuai kepribadian, keyakinan dan cita- cita hidup. Selain itu, Khittah Perjuangan Muhammadiyah juga menjadi acuan gerakan sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab dalam mewujudkan “Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghafuur’. Banyak pemikiran para tokoh Muhammadiyah dalam bingkai kebangsaan yang belum terangkum dan diketahui oleh para kader Persyarikatan maupun masya- rakat pada umumnya. Oleh karena itu Majelis Pustaka dan Informasi PP Muham- madiyah mempunyai gagasan untuk menyusun sebuah buku yang mengum- pulkan pemikiran-pemikiran para tokoh Muhammadiyah tersebut, mulai dari masa awal berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah hingga saat ini. Buku ini diberi judul “Percik Pemikiran Tokoh Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan”. Buku ini disusun terdiri dari tiga bagian, pertama memuat deskripsi sekilas tentang peranan dan kontribusi Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam bagian ini, ditampilkan dua buah tulisan, yakni: Etos Berkemajuan Muhammadiyah dan Daya Transformasi Memajukan Indonesia dan Muhammadiyah Mengawal Perjalanan Bangsa. Bagian kedua memuat tentang percik pemikiran para tokoh Muhammadiyah berupa artikel, makalah dan tulisan ilmiah, sebagai sumbangsih pemikiran bagi upaya pembangunan Indonesia dengan mencermati permasalahan kehidupan yang dihadapi bangsa Indonesia. Di bagian ini ditampilkan enam tulisan, yakni: 1). Jalan Persatuan Para Pemimpin (merupakan bagian pemikiran KHA Dahlan yang disampaikan sebagai pidato dalam Rapat Tahunan ke-11 tahun 1922, di masa akhir kehidupan dan kepemimpinan beliau. Transkrip lengkap pidato ini dimuat di buku Album Tahun 1923 terbitan Hofdbestuur vi | MPI PPM Moehammadijah Bahagian Taman Poestaka dengan judul Tali Pengikat Hidup Manusia, dimuat ulang di
Details
-
File Typepdf
-
Upload Time-
-
Content LanguagesEnglish
-
Upload UserAnonymous/Not logged-in
-
File Pages309 Page
-
File Size-