Jurnal Imaji Oktober 2019.Indd

Jurnal Imaji Oktober 2019.Indd

PENGEMBANGAN ‘WAYANG BEBER BABAD MAJAPAHIT’: LAKON “JAYAKATONG MBALELA” Ranang Agung Sugihartono1*, Tatik Harpawati2, dan Jaka Rianto3 Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta *E-mail: [email protected] Abstrak Industrialisasi semakin meminggirkan eksistensi dan fungsi situs-situs warisan kerajaan Majapahit di Mojokerto, Jombang dan sekitarnya. Mayoritas generasi muda setempat lebih tertarik menjadi buruh pabrik dan mengabaikan seni tradisi. Penyadaran atas potensi kearifan lokal, perlu dilakukan penggalian potensi warisan leluhur, dengan melakukan kreasi wayang beber. Penggunaan jenis penelitian berbasis praktik (practice-based research) ini mencakup tahapan pengumpulan informasi, seleksi, penyusunan, analisis, evaluasi, presentasi, dan komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan perancangan wayang beber mampu menghasilkan wayang beber Babad Majapahit lakon Jayakatong Mbalela yang khas dan berbeda dari wayang beber daerah lain, yaitu: visualisasi bentuk tokoh wayang beber menyerupai tokoh pada relief candi peninggalan Majapahit, pewarnaan wayang beber yang kemerahan identik dengan warna batu-bata candi peninggalan Majapahit, ragam hias (ornamen) juga khas seperti relief candi peninggalan Majapahit. Kata Kunci: Pengembangan, wayang beber, dan babad Majapahit. DEVELOPMENT OF ‘WAYANG BEBER BABAD MAJAPAHIT’: STORY “JAYAKATONG MBALELA” Abstract Industrialization is marginalizing the existence and function of Majapahit royal heritage sites in Mojokerto, Jombang and its surroundings. The majority of the local youths are more interested in becoming factory workers and ignoring their traditional arts. Yet, awareness of the potential of local wisdom is necessary to explore the potential of ancestral heritage, by carrying out wayang beber creation. This Practice-Based Research includes the stages of gathering information, selecting, compiling/ arranging, analyzing, evaluating, presenting, and communicating. The results of this study indicate that the stages of wayang beber design are able to produce wayang beber Babad Majapahit story of “Jayakatong Mbalela” that are unique and different from wayang in other regions, namely: its forms’ visualization resembling those on Majapahit heritage reliefs, the reddish coloring of wayang beber is identical to the colors of the bricks at Majapahit heritage temples, and the various ornamentation is also typical to the temple relief from the Majapahit inheritance. Keywords: Developing, puppet/wayang beber, and babad Majapahit. PENDAHULUAN dibangun tiap tahunnya. Situs-situs warisan Gerak industrialisasi di Jombang, Mojokerto kerajaan Majapahit mulai terusik eksistensinya. dan sekitarnya semakin ganas, banyak pabrik Generasi muda mulai meninggalkan kehidupan 129 130 , Vol. 17, No. No. 2, Oktober 2019: 129 - 140 agraris, karena lebih memilih menjadi buruh Candi Brahu, Candi Minakjinggo, Kolam pabrik. Berbagai paham Barat mulai tumbuh Segaran, dan lain-lain. Sedangkan di lereng dan mempengaruhi generasi muda sehingga Gunung Penanggungan terdapat situs candi dan dikhawatirkan generasi muda akan mengalami patirtan yaitu Jolotundo, Candi Kendalisada, kemerosotan atau krisis budaya. Keterpurukan Reco Lanang, Reco Wadon, Candi Kama I budaya tersebut akan semakin jauh tanpa adanya dan II. Contoh keindahan objek wisata sejarah penyadaran dari pihak-pihak terkait. Dalam Majapahit berupa Candi Wringin Lawang dan perspektif kultural, kearifan lokal amat penting Petirtan Jolotundo berikut di bawah ini. keberadaannya, terutama ketika dikaitkan Adapun Kabupaten Jombang dan juga dengan persoalan mengenai masalah ‘politik Mojokerto, secara geografis berada di perlintasan identitas’, baik dalam konteks mikro misalnya jalan yang menghubungkan dua propinsi yaitu terkait dengan ranah etnik, maupun secara propinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur. makro yang terkait dengan risalah negara- Jombang memiliki potensi wisata lebih sedikit bangsa (nation state). Nilai signifikansi yang daripada Mojokerto, yang mendominasi adalah demikian tinggi akan konsep identitas di semua wisata religi terutama yaitu ziarah di makam model dan strata realitas kebudayaan manapun, Gus Dur. Candi peninggalan masa kerajaan lebih disebabkan di dalamnya terkandung Majapahit yaitu Candi Arimbi kurang diminati bulir-bulir insight spirit tentang ciri-ciri dan wisatawan. Tempat wisata alam juga kurang nilai-nilai budaya penting yang akan menjadi potensial, sedangkan wisata budaya hanya ada social capital bagi hadirnya entitas sebuah wayang topeng Jatiduwur. Sehingga kondisi bangsa yang mesti diperjuangkan dan dibela wisata religi di Jombang “Kota Santri” tersebut (Kasiyan, 2009:1). Meskipun ketika menyola lebih perlu lebih didukung dengan wisata perihal identitas kebudayaan di mana pun itu, budaya, dengan menggali potensi historis yang keberadaannya tak pernah stabil apalagi tetap ada. dan selesai, melainkan sebaliknya, labil, cair, Berbagai peninggalan tersebut di atas dan terus berubah tak kan pernah selesai, banyak yang memuat kearifan lokal yang karena sejatinya ia (kebudayaan itu) senantiasa tercermin pada relief candi. Kearifan lokal ini berada dalam format terus-menerus “proses perlu dipertahankan karena merupakan identitas menjadi. Perspektif ini yang oleh filsuf Jerman dan karakter bangsa Indonesia. Salah satu cara Heidegger (2010) diatribusi sebagai mode of mempertahankan yaitu dengan melestarikan being atau mode of existence. dan menghargainya. Bentuk pelestarian dan Salah stau bagian dari proses penyadaran penghargaan dapat dicapai salah satunya betapa pentingnya budaya dan kearifan lokal melalui transformasi kebesaran Kerajaan tersebut di antaranya dapat melalui sosialisasi Majapahit dalam bentuk lain, yaitu menjadi mengenai pentingnya memahami keberagaman karya Kreatif Inovatif ke dalam bentuk wayang dan makna kearifan lokal yang terkandung beber Babad Majapahit yang khas dan berbeda dalam seni budaya, agar tidak dilupakan dari wayang beber dari daerah lain. Untuk itu, oleh generasi muda Jombang. Sebagaimana rumusan masalah dalam bahasan ini adalah diketahui, bahwa kawasan Trowulan sebagai bagaimana menciptakan karakter wayang kota bekas ibukota Majapahit, yang terletak beber Babad Majapahit dengan bersumber dari di Kabupaten Jombang dan Mojokerto kaya relief candi ? akan peninggalan-peninggalan sehingga Kreasi karakter wayang beber Babad didirikanlah Museum Trowulan yang berada Majapahit ini diharapkan memberikan manfaat di bawah pengawasan Balai Pelestarian Cagar sebagai berikut: 1) Menumbuhkan kecintaan Budaya (BPCB) Jawa Timur. Peninggalan- masyarakat Mojokerto khususnya pemuda peninggalan yang dapat ditemui di antaranya setempat terhadap wayang beber, terutama adalah Candi Arimbi, Gapura Bajang Ratu, dengan mengangkat cerita Babad Majapahit, Candi Kedaton, Candi Tikus, Candi Genthong, dimana kerajaan itu dulunya berada di wilayah Pengembangan ‘Wayang ... (Ranang Agung Sugihartono, Tatik Harpawati, dan Jaka Rianto) 131 Jombang dan Mojokerto; 2) Memunculkan praktik itu (dalam (Guntur, 2016). Penelitian alternatif baru (inovasi baru) cerita wayang ini dilaksanakan dengan melakukan kegiatan beber dengan mengangkat kisah Babad praktik merancang dan melukis wayang beber Majapahit, sehingga khasanah cerita wayang Babad Majapahit dengan lakon Jayakatong beber semakin beragam, tidak hanya cerita Mbalela. Sumber data primer berupa relief Panji saja sebagaimana yang masih dominan candi peninggalan Majapahit diantaranya saat ini; 3) Melestarikan seni budaya dan nilai adalah Candi Wringin Lawang, Kedaton, historis yang merupakan warisan dari kejayaan Tigawangi, Surawana, dan Penataran. Buku Majapahit di tempat dimana kerajaan itu sebagai referensi aspek kesejarahan Mahapahit dulunya berada yaitu di Kabupaten Jombang adalah Serat Babad Majapahit dan Pararaton. dan Mojokerto; dan 4) Menumbuhkan wisata Teknik pengumpulan data menggunakan budaya berbasis historis yang berdampak purposive sampling dengan metode yaitu pada peningkatan ekonomi dan kesejakteraan observasi dan studi pustaka. masyarakat Jombang dan sekitarnya. Tahapan kreasi atau penciptaan wayang beber menggunakan pendekatan ‘multi- METODE metode. Carole Gray dkk (1995). mengatakan Jenis penelitian yang digunakan adalah sebagian besar peneliti di seni & desain telah penelitian berbasis praktik (practice-based menampilkan eklektisisme karakteristik, research). Menurut Linda Candy, penelitian mengadopsi pendekatan ‘multi-metode’ untuk berbasis praktik merupakan suatu investigasi pengumpulan informasi, seleksi, penyusunan, original yang dilakukan dalam upaya analisis, evaluasi, presentasi, dan komunikasi. memperoleh pengetahuan baru di mana Karya wayang beber yang dihasilkan pengetahuan tersebut sebagian diperoleh dipresentasikan dan dikomunikasikan ke publik melalui sarana praktik dan melalui hasil dari dalam pameran nasional. Gambar 1. Konsep pengembangan wayang beber Babad Majapahit. HASIL DAN PEMBAHASAN Surawana, dan Makam Sendangdhuwur. Unsur Hasil visual pada relief candi yang dijadikan fokus Pengumpulan Informasi penggalian informasi adalah rupa tokoh, ragam Beberapa candi di kawasan Jombang, hias, bangunan, properti, dan komposisi dalam Mojokerto dan sekitarnya memiliki relief relief. Selain melalui artefak di kompleks yang potensial untuk dijadikan referensi candi, penggalian informasi pendukung juga pengembangan rupa wayang beber. Candi- dilakukan observasi di Museum Nasional candi tersebut diantaranya adalah Candi Jakarta dan studi pustaka beberapa buku Wringin Lawang, Jedong, Bajangratu, referensi yang membahas percandian Jawa Minakjinggo,

View Full Text

Details

  • File Type
    pdf
  • Upload Time
    -
  • Content Languages
    English
  • Upload User
    Anonymous/Not logged-in
  • File Pages
    12 Page
  • File Size
    -

Download

Channel Download Status
Express Download Enable

Copyright

We respect the copyrights and intellectual property rights of all users. All uploaded documents are either original works of the uploader or authorized works of the rightful owners.

  • Not to be reproduced or distributed without explicit permission.
  • Not used for commercial purposes outside of approved use cases.
  • Not used to infringe on the rights of the original creators.
  • If you believe any content infringes your copyright, please contact us immediately.

Support

For help with questions, suggestions, or problems, please contact us