Kecenderungan Penggunaan Ragam Bahasa Dalam Segmen Freetalk Acara “ Downtown No Gaki No Tsukai Ya Arahende!!”
Total Page:16
File Type:pdf, Size:1020Kb
JAPANOLOGY, VOL. 2, NO. 1, SEPTEMBER 2013 – FEBRUARI 2014 : 78 - 87 KECENDERUNGAN PENGGUNAAN RAGAM BAHASA DALAM SEGMEN FREETALK ACARA “ DOWNTOWN NO GAKI NO TSUKAI YA ARAHENDE!!” Yudiah Dwi Rohmawati Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Dharmawangsa Dalam Selatan Surabaya 60286 E-mail : [email protected] Abstrak Perbedaan ragam bahasa dipengaruhi oleh pengguna dan tujuan penggunaannya. Penggunaan suatu ragam bahasa dengan tujuan yang berbeda akan menimbulkan efek yang berbeda-beda pula, misalnya pada suatu acara humor seperti “Downtown no Gaki no Tsukai ya Arahende!!” atau yang biasa disingkat dengan “Gaki no Tsukai”. Gaki no tsukai merupakan salah satu acara variety show dengan masa tayang yang cukup lama di Jepang, yaitu sejak tahun 1989 hingga sekarang. Dalam acara tersebut terdapat berbagai segmen yang ditayangkan secara bergantian di setiap episode, salah satunya adalah segmen freetalk manzai yang ditayangkan sejak 1989 hingga tahun 2009. Selama 20 tahun masa tayang tersebut, terdapat berbagai perubahan pada ragam bahasa yang digunakan. Perbedaan-perbedaan tersebut dipengaruhi oleh pengguna bahasa, karena tujuan penggunaannya tetap sama. Dengan melihat perbedaan-perbedaan tersebut, dapat diketahui bagaimana kecenderungan penggunaan ragam bahasa dan fungsinya di setiap episode. Kata kunci : Kecenderungan ragam bahasa, humor, downtown, gaki no tsukai Abstract Variety of language differs due to its users and purpose. Variety of language usage with different purposes will bear different effects as well, such as on humor TV program like "Downtown no Gaki no Tsukai ya Arahende!!" Or commonly abbreviated as "Gaki no Tsukai". Gaki no Tsukai is one of the longest aired period variety show in Japan, since 1989 until now. In this variety show there are some segment that had been aired in different episodes, one of those is free talk segment which was aired since 1989 until 2009. During the 20 years, there are some changes or differences of variety of language that they used. The differences are influenced by language users, because the purpose of language usage remains the same. By noticing those differences, the tendency of the variety of language that used in each of episode can be known. Key words : tendency of variety of language, humor, downtown, gaki no tsukai 1. Pendahuluan meski terdapat bahasa Jepang standar yang Keragaman bahasa merupakan salah satu dipahami oleh seluruh masyarakat, bagian penting dalam komunikasi. Untuk keragaman juga terjadi pada situasi-situasi dapat menyampaikan maksud yang dan untuk tujuan-tujuan tertentu. Misalnya diinginkan dengan baik, diperlukan pengunaan ragam bahasa pada acara humor. pemahaman terhadap berbagai penggunaan Pada sebuah acara humor, tujuan ragam bahasa. Dalam bahasa Jepang, penggunaan ragam bahasa adalah untuk 78 JAPANOLOGY, VOL. 2, NO. 1, SEPTEMBER 2013 – FEBRUARI 2014 : 78 - 87 menghibur dan membuat seseorang tertawa. Selain itu menurut Nakamura, terdapat Misalnya penggunaan ragam bahasa beberapa teknik ragam bahasa yang dapat bahasa humor pada acara “Downtown No digunakan dalam mengembangkan dan Gaki No Tsukai Ya Arahende!!” atau biasa menyampaikan suatu wacana humor. disingkat dengan “Gaki no Tsukai”. Acara Misalnya seperti penggunaan hiperbola, ini dipandu oleh duo manzai1 Downtown klimaks, epigram, frank, dan lain-lain. yang terdiri dari Matsumoto Hitoshi sebagai boke 2 dan Hamada Masatoshi 2. Metode Penelitian sebagai tsukkomi3. Pada penulisan jurnal berjudul “Analisis “Gaki No Tsukai” merupakan salah satu Kecenderungan Penggunaan Ragam variety show dengan masa tayang terlama, Bahasa dalam Segmen Freetalk Manzai yaitu sejak 1989 hingga sekarang. Dalam Acara “Downtown No Gaki No Tsukai Ya acara tersebut, terdapat segmen freetalk Arahende!!” ini, penulis menggunakan yang ditayangkan sejak episode pertama metode kepustakaan dan analisis data. dan berhenti pada tahun 2009. Dalam Pengumpulan data-data dan informasi segmen freetalk yang sudah ada selama bersumber dari buku, artikel berita maupun kurang lebih 20 tahun sejak episode internet yang diperlukan dan berkaitan pertama tentu terdapat perubahan maupun dengan topik pembahasan makalah ini. perkembangan dalam ragam bahasa yang Setelah data-data yang diperlukan digunakan. Oleh karena itu pada artikel terkumpul, penulis menganalisis data-data ilmiah ini, penulis akan menganalisis tersebut menggunakan metode agih dan tentang bagaimana kecenderungannya pada padan. Metode agih adalah menganalisis periode awal dan akhir penayangan segmen data dari segi kebahasaannya, sedangkan freetalk berkonsep manzai. Untuk itu metode padan adalah memadankan data penulis akan menggunakan teori ragam dengan aspek di luar kebahasaannya. bahasa Halliday yang menggolongkan ragam bahasa berdasarkan pemakai 3. Hasil dan Pembahasan (dialek) dan pemakaiannya (register). Penggunaan ragam bahasa oleh seorang 1 Manzai merupakan seni pertunjukan yang pemakai bahasa selalu mengalami dilakukan oleh dua orang yang saling melontarkan perubahan seiring berjalannya waktu. Usia dialog-dialog lucu (Allan dkk, 1993:921). dan tingkat kedewasaan seseorang turut 2 mempengaruhi pemilihan bahasan yang Boke yang secara harfiah berarti pikun atau bodoh, digunakan. Dalam penulisan artikel ilmiah dalam manzai dapat diartikan sebagai orang yang mengatakan hal-hal bodoh dan konyol (Izuru , ini, penulisan menggunakan episode 1998:2452) pertama dan terakhir penayangan segmen freetalk, yaitu episode satu dan 983, 3 Tsukkomi yang berarti ikut campur, dalam manzai sebagai sumber data. Di dalam kedua adalah orang yang mencampuri atau membantah episode yang berjarak 20 tahun masa hal-hal bodoh yang dikatakan oleh boke (Izuru, tayang ini terdapat beberapa perubahan 1998:1787) pada ragam bahasa yang digunakan oleh 79 JAPANOLOGY, VOL. 2, NO. 1, SEPTEMBER 2013 – FEBRUARI 2014 : 78 - 87 kedua anggota duo Downtown. Perubahan- ekstrim. Penggunaan frank yang ditemukan perubahan tersebut lebih didasari karena dalam episode pertama ini semuanya perubahan individu setiap anggota dilakukan oleh Hamada. Hampir semua Downtown, karena dari segi pemakaiannya, frank yang digunakan oleh Hamada baik medan, pelibat maupun sarana yang dikarenakan emosi untuk menanggapi digunakan masih sama. berbagai pernyataan Matsumoto yang tidak masuk akal dan seenaknya sendiri. Perasaan emosi tersebut disampaikan Ragam bahasa yang sering digunakan. melalui kata-kata yang kasar dan keras Penggunaan ragam bahasa dipengaruhi disertai nada tinggi. Misalnya pada oleh tema freetalk yang dilakukan oleh duo percakapan di bawah ini: Downtown. Pada episode pertama, Downtown melakukan freetalk tentang tiga Matsumoto:「太郎君が花屋さんに花を tema yaitu kehidupan di Yoshimoto 買いにいきました. さて、 Kougyou, dokter, dan acara kuis. Ketiga なんでしょ う? tema tersebut disampaikan secara terus カッチカッチカッチ。」 menerus dan berurutan dari awal hingga Matsumoto : “Tarou pergi membeli akhir. Untuk dapat menampilkan tiga tema bunga di toko bunga. yang berbeda, diperlukan pengolahan atau Lalu apa? pengembangan bahasa dan penyampaian Tik tok tik tok tik tok.” Hamada :カッチカッチやあれへんや yang baik agar dapat menarik perhatian ろ。このクイズ番組なんや dan tidak membuat penonton bosan. ん、「花屋さんに花 を買い に行きました。さて、なん Pada episode pertama terdapat 329 dialog でしょう?」 yang digunakan untuk menyampaikan tiga ってなんやねん。 tema yang berbeda. Akan tetapi, meskipun 「花屋さんに花を買いにい jumlah dialog dan ragam bahasa yang きました。さてなんでしょ digunakan cukup banyak, hanya ditemukan う、ガッチカッチ」なめて 90 penggunaan ragam atau teknik んのか。「花屋さんに花を berbahasa yang berhasil membuat 買いに行きました、さてな penonton tertawa. Sementara sisa ん…」 penggunaan ragam bahasa lain hanya Hamada : Jangan tik tok tik tok! Apa- apaan acara kuis ini, digunakan sebagai pelengkap untuk apanya yang “Pergi mengarahkan alur dan memperlancar membeli bunga di toko pembicaraan. Di antara 90 penggunaan bunga. Lalu apa?” yang menghasilkan tawa tersebut, terdapat “Pergi ke toko bunga beberapa teknik yang digunakan pada satu untuk membeli bunga. Lalu apa? Tik tok tik tok”, dialog yang sama dan ada pula yang apa kau mau digunakan pada dialog-dialog yang mempermainkanku? “Pergi berbeda. Pada episode ini, teknik ragam ke toko bunga untuk bahasa yang paling banyak digunakan membeli bunga, lalu…” adalah frank. Frank merupakan cara Matsumoto:ストンピング… berbicara yang terang-terangan, berani dan Matsumoto : Menghentakkan kaki… 80 JAPANOLOGY, VOL. 2, NO. 1, SEPTEMBER 2013 – FEBRUARI 2014 : 78 - 87 Hamada:「きけや! 」 Pada episode 983 ini, selain duo Downtown Hamada : “ Dengarkan aku!” terdapat juga penampilan freetalk khusus Matsumoto:{ストンピングク イズ dari duo Licence dan Cocorico serta の時間です。 komedian Housei Yamasaki secara Matsumoto:“Saatnya kuis menghentakkan kaki.” bergantian sebelum penampilan mereka. Hamada :「何やその?ストンピ Dalam episode ini, tema besar yang ングクイズ言うのわ。 digunakan hanya satu, yaitu nama anak 解決せえや!」 Matsumoto yang baru lahir. Dalam freetalk Hamada : "Apa-apaan itu? Apa selama 16 menit dengan 265 dialog yang maksudmu dilakukan pada episode ini terdapat satu mengatakan kuis tema besar, yaitu mengenai nama anak menghentakkan kaki. Selesaikanlah!” Matsumoto yang belum diberitahukan pada publik. Tema tersebut dimulai ketika (Episode satu, 00:10:36-00:11:08) Hamada memberikan pertanyaan berikut kepada Matsumoto: Pada percakapan tersebut terdapat tiga kata yang menunjukkan emosi dan disertai Hamada:「名前はなんや? dengan nada bicara yang meninggi, yaitu 名前はなににしたんや?名前 「なめてんのか」「きけや!」dan「解 は?ああ?こら! 」 決せえや 」 Hamada : “ Namanya siapa? ! . Ketiga kata tersebut Kau menamainya siapa? Namanya? diucapkan karena Hamada merasa kesal Hah? Hei!” dengan Matsumoto yang