Petrus Soerjowinoto, lahir di Boyolali, 1 Juni 1957, menyelesaikan Studi S1 di Universitas Gadjah Mada yogyakarta, S2 di Universitas Diponegoro, Semarang Buku ini sebagai pegangan mahasiswa di dalam mempelajari Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan sesuai dengan kurikulum yang berlaku memiliki Capaian pembelajaran sebagai berikut: Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila; Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa berdasarkan semangat Soegijapranata; Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan; Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan PENDIDIKAN bermasyarakat dan bernegara; Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan KEWARGANEGA RAAN di bidang keahliannya secara mandiri. Menjadi pribadi yang dewasa, bertanggungjawab, Kewarganegaraan Buku Pandua Mahasiswa Buku Pandua Kewarganegaraan berjiwa anti korupsi, anti penyalahgunaan narkoba BUKU PANDUAN MAHASISWA dan psikotropica serta anti radikalisme. Soerjowinoto Penyusun etrus P Petrus Soerjowinoto Universitas Katolik Soegijapranata Universitas Katolik Soegijapranata 2020 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Buku Panduan Mahasiswa Penyusun Petrus Soerjowinoto Diterbitkan oleh PPMKU Universitas Katolik Soegijapranata Semarang 2020 i Pendidikan Kewarganegaraan: Buku Panduan Mahasiswa PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BUKU PANDUAN MAHASISWA Penulis Petrus Soerjowinoto ISBN: 978-623-7635-08-6 PENERBIT Universitas Katolik Soegijapranata Website: www.unika.ac.id ii Pendidikan Kewarganegaraan: Buku Panduan Mahasiswa P R A K A T A Salah satu usaha meningkatkan mutu akademik lulusan yang memiliki kompetensi, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu kebijakan dari PPMKU adalah menerbitkan buku panduan untuk mata kuliah umum. Materi sengaja disusun secara sederhana dan ringkas dengan harapan agar mudah dipahami oleh mahasiswa, serta mampu membantu mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Buku ini sebagai pegangan mahasiswa di dalam mempelajari Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dengan memilki standar kompetensi sebagai berikut : 1. Menumbuhkembangkan peserta didik untuk memiliki pola berfikir dan bertindak yang komperhensif, integral pada aspek kehidupan nasional 2. Peserta didik memiliki wawasan dan kesadaran berbangsa dan kecintaan terhadap tanah air Indonesia, melalui pola berfikir dan bertindak dengan penuh rasa tanggung jawab berdasarkan Pancasila sebagai dasar filosofi dengan memperhatikan Identias Nasional, Hak Asasi Manusia dan Rule of Law, Hak dan Kewajiban sebagai warga negara. 3. Memberi wawasan dan wewujudkan nilai-nilai kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan IPTEK, seni, dengan rasa penuh tanggungjawab yang bertumpu pada politik dan strategi nasional yang demokratis. 4. Menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan, kesadaran berbangsa dan bernegara sehingga terbentuk daya tangkal sebagai ketahanann nasional yang iii Pendidikan Kewarganegaraan: Buku Panduan Mahasiswa berlandaskan pada Geopolitik dan Geostrategi Strategi Indonesia. Semoga buku ini dapat memenuhi harapan dan bermanfaat bagi para mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah Pendidikan Kewarganegaraan serta dapat mempengaruhi pola berfikir yang koperhensif, memiliki kesadaran akan cinta tanah air, mewujudkan nilai-nilai kesadaran berbangsa dan bernegara, serta memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. Akhirnya kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu segala saran dan kritik yang membangun diharapkan dari para pembaca untuk perbaikan di masa-masa yang akan datang. Semarang, 24 Januari 2020 Petrus Soerjowinoto iv Pendidikan Kewarganegaraan: Buku Panduan Mahasiswa KATA PENGANTAR Problem Identitas Nasional menjadi perbincangan yang tak pernah usai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persoalan-persoalan kebangsaan pada umumnya lahir dari eksklusivitas identitas suku, agama, ras, antargolongan. Eksklusivtas semacam itu menumbuhkan sentimen kebencian antar-sesama anak bangsa. Intoleransi semakin menjadi narasi besar dan seolah-olah menjadi konsumsi masyarakat, yang seharusnya bertumpu pada penghargaan terhadap pluralisme. Cacatan Tirto.id menyebutkan bahwa untuk melihat tingkat toleransi di Indonesia, komponen yang disorot adalah toleransi dan inklusi yang terdapat dalam faktor opportunity. Skor yang tercatat dari 2014 hingga 2017 menunjukkan tren yang cenderung meningkat. Pada 2014, skor toleransi dan inklusi Indonesia adalah 27,90 dan naik pada 2015 menjadi 32,30. Namun, skor ini turun pada 2016 menjadi 29,57. Skor kembali naik menjadi 35,47 di tahun berikutnya, menempatkan Indonesia pada posisi 117 dari 128 negara di kategori tersebut. Catatan yang sama kemudian mengindikasikan bahwa indeks demokrasi di Indonesia memperlihatkan tren menurun dari 2014 hingga 2017. Pada 2014, tercatat nilai indeks sebesar 6,95 dan naik menjadi 7,03 pada 2015. Namun, angka ini terus turun menjadi 6,97 pada 2016 dan turun sangat signifikan di 2017 dengan skor 6,39. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara dengan performa terburuk pada 2017, turun 20 peringkat dari ranking ke-48 menjadi 68 di tingkat global. Celakanya, faktor situasi politik menjadi alasan paling urgen bagi lahirnya pertarungan antar-Suku, Agama, RAS dan golongan. v Pendidikan Kewarganegaraan: Buku Panduan Mahasiswa Pada poin ini, peran Perguruan Tinggi di Indonesia menjadi semakin sentral, karena harus mempersiapkan dan mendidik generasi muda yang menghargai pluralisme Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi memainkan peran sentral untuk menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang cinta pada ke-Indonesia-an. Untuk kepentingan tersebut, Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang ditulis oleh Dosen Senior Petrus Soejowinoto, SH., M.Hum, memberikan gambaran secara sederhana tentang bagaimana cara mencapai tujuan bernegara yang baik. Saya mengapresiasi usaha ini, sekaligus mendorong agar niat baik semacam ini selalu bertumbuh dari semua anak negeri. Salam, Dr. Antonius M. Laot Kian, SS., M.Hum Ketua Pusat Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Unika Soegijapranata vi Pendidikan Kewarganegaraan: Buku Panduan Mahasiswa DAFTAR ISI Prakata ........................................................................ ii Kata Pengantar ........................................................ iv Daftar Isi ................................................................. vii BAB I IDENTITAS NASIONAL A. Pengantar .......................................... 3 B. Refleksi Kritis ................................... 7 C. Tantangan Terhadap Identitas Nasional D. Pemberdayaan Identitas Nasioanal ... 8 10 BAB II HAK ASASI MANUSIA DAN RULE OF LAW A. Pengertian Hak Asasi Manusia ........ 17 B. Hukum Kodrat dan Hak Kodrat. .... 22 C. Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia. ......................................... 24 D. Rule of Law. ................................... 35 BAB III HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA A. Pengantar. ......................................... 43 B. Asas-asas Kewarganegaraan ............. 44 C. Bela Negara ...................................... 51 BAB IV NEGARA DAN KONSTITUSI A. Pengertian Negara ............................ 61 B. Pengertian Konstitusi ........................ 67 vii Pendidikan Kewarganegaraan: Buku Panduan Mahasiswa BAB V POLITIK STRATEGI NASIONAL DAN PERKEMBANGAN ZAMAN A. Pengantar .......................................... 78 B. Akibat Globalisasi ............................ 79 C. Praksis Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi. ........................................ 80 BAB VI DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI A. Pengantar. ......................................... 86 B. Praksis Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi. ........................................ 89 BAB VII GEOPOLITIK INDONESIA A. Pengantar. ......................................... 96 B. Geopolitik Indonesia. ........................ 99 C. Otonomi Daerah. .............................. 103 BAB VIII GEOSTRATEGI INDONESIA A. Pengantar .......................................... 108 B. Ketahanan Nasional. ......................... 108 C. Konsep Ketahanan Nasional. ............ 109 D. Ketahanan Regional. ....................... 114 Daftar Pustaka viii IDENTITAS NASIONAL Kompetensi Dasar Materi pembelajaran perkuliahan dalam pokok bahasan ini adalah Identitas Nasilonal dengan uraian materi: Pengertian tentang sejarah dan latarbelakang identitas nasional, tantangan internal dan external dalam perkembangan otonomi daerah maupun perkembangan zaman serta Pemberdayaan Identitas Nasional, Indikator Pencapaian Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang : Sejarah dan latabelakang identitas nasional bangsa Indonesia. 1. Tantangan internal maupun eksternal dalam perkembangan Otonomi daerah di Indonesia dan perkembangan zaman. 2. Memberdayakan Indentitas Nasional dalam mengahadapi tantangan zaman baik secara internal maupun eksternal. 3. Menjaga Identitas Nasional agar difahami oleh generasi bangsa sebagai penerus tradisi nilai-nilai budaya bangsa. Petunjuk untuk mahasiswa 1. Pelajari terlebih dahulu materi kopetensi dasar dalam pokok bahasan ini, sehingga anda dapat mengetahui apa yang diharapkan dalam mempelajari pokok bahasan ini. Kemampuan anda dalam menguasasi materi pokok bahasan ini dilihat dri dari sejauhmana anda berhasil mampu memahami dan menjelaskan indikator pencapaian pokok bahasan ini. 1 Pendidikan
Details
-
File Typepdf
-
Upload Time-
-
Content LanguagesEnglish
-
Upload UserAnonymous/Not logged-in
-
File Pages126 Page
-
File Size-